Travel Information :

Showing posts with label Wisata Pendidikan. Show all posts
Showing posts with label Wisata Pendidikan. Show all posts

Lembah Baliem : Menjelajahi Eksotika Budaya Bumi Papua

Lembah Baliem - TravelEsia - Lembah Baliem merupakan destinasi wisata yang akan TravelEsia bahas pada kesempatan kali ini.Lembah Baliem dan Kehidupan asli suku Dani sangat menarik untuk diselami. Berkunjung ke Lembah Baliem dengan jalan kaki ke desa-desa tradisional yang terpelosok dengan keindahan alam yang permai didekap pegunungan tinggi adalah sensasi petualangan yang perlu kamu rasakan di Lembah Baliem.
Lembah Baliem

Lembah Baliem

pertama kali ditemukan pada tahun 1938 oleh ahli zoologi Amerika Richard Archbold. Selama penerbangan di atas hutan lebat yang tak tertembus di wilayah Papua, secara kebetulan ia melihat budidaya lembah pertanian di dataran tinggi Papua yang dikelilingi oleh pegunungan tinggi sampai 4500 meter Karena kemurnian alam yang masih perawan, suku Dani dan lainnya bisa mempertahaankan gaya hidup otentik mereka sampai pertengahan abad yang lalu. Sampai pada tahun 1954, misionaris pertama tiba dengan parasut ke lembah ini.sampai saat ini, beberapa permukiman dari suku Korowai masih mempertahankan sepenuhnya kehidupan terasing mereka.

Lembah Baliem yang terletak di Papua tengah, tepatnya di wilayah Jayawijaya dan merupakan tujuan turis paling utama di Papua. Keindahan alamnya berpadu dengan penduduknya yang hidup sederhana dengan alam. Suku yang disebut sebagai suku asli peradaban jaman batu ini merupakan salah satu dari peninggalan peradaban tertua yang masih bertahan, lepas dari kondisi yang berat dan kemajuan teknologi di era modernisasi sekarang ini.

Mengapa Anda Harus Kesana..?? 

Lembah Baliem
Paling istimewa berkunjung ke Lembah Baliem adalah saat berlangsung Festival Lembah Baliem. Kamu akan menjumpai atraksi perang suku-suku di Lembah Baliem. Dulunya memang perang sungguhan antara suku Dani, Yali dan Lani, tapi seiring perdamaian digalakkan menjadi festival budaya yang sangat menakjubkan. Festival Lembah Baliem telah terkenal sebagai salah satu festival paling eksotis di dunia. Makanya, wisatawan internasional sangat memimpikan untuk melihat keseruan Festival Lembah Baliem. jika di hari biasanya kamu memotret orang suku Lembah Baliem dengan pakaian tradisinya harus membayar, nah di Festival Lembah Baliem semua orang gratis memotret. Selain atraksi perang, kamu juga akan disuguhkan budaya suku Lembah Baliem lainnya seperti Bakar Batu. Festival Lembah Baliem diselenggarakan pada waktu sekitar Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain pesonanya yang tak ada bandingannya di dunia, yang mengesankan dari Lembah Baliem adalah biaya untuk menuju ke sana dan menikmati suguhan eksotikanya.Suguhan paling masyhur di Lembah Baliem adalah menyaksikan Mumi Wim Motok Mabel di Desa Jiwika, Kurulu. Setiap pengunjung ke Wamena rasanya tak lengkap jika belum menemui mumi panglima perang berusia 370 tahun. Di Jiwika, kamu akan disambut oleh pemandangan kehidupan suku Dani yang eksotis. Rumah honai yang berkeliling lengkap dengan para pria berkoteka dan perempuan bertelanjang dada jangan memotret mereka sembarang sebelum kamu melakukan kesepakatan pembayaran dengan mereka. hormati aturan lokal ini.

Lembah Baliem
Kehidupan asli suku Dani sangat menarik untuk diselami. Berkunjung dengan jalan kaki ke desa-desa tradisional yang terpelosok dengan keindahan alam yang permai didekap pegunungan tinggi adalah sensasi petualangan yang perlu kamu rasakan di Lembah Baliem. Cobalah kamu berkunjung ke kampung Kilise yang bisa ditempuh jalan kaki selama 3 jam. Suguhan desa terpelosok dengan interaksi kehidupan asli suku Dani dan pemandangan menakjubkan akan membuatmu tak hentinya berbahagia. Coba juga kopi alami langsung dari kebun warga dan dibuat dengan penuh cinta.

Wamena tak cuma menyimpan keajaiban budaya, tapi juga keajaiban alam. Pasir putih yang biasanya kamu jumpai di pantai ini bisa kamu dapatkan juga di Aikima, sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota Wamena. Pasir ini berpadu dengan batuan karang yang persis ada di pantai. Cobalah genggam pasir itu dan kamu akan rasakan betapa halusnya pasir ini. Naiklah juga hingga atas bukit pasir putih ini untuk menyaksikan panorama menawan Lembah Baliem secara luas. Konon, pasir ini menjadi pertanda geologis kalau dulunya Lembah Baliem adalah danau besar yang menyusut karena peristiwa alam.

Lembah Baliem
Bagaimana tidak menyebut Habema sebagai danau terindah di Nusantara kalau latar belakangnya salju khatulistiwa Puncak Trikora yang memukau? Dengan ketinggian 3.225 meter di atas permukaan laut, Danau Habema adalah pesona langka yang akan mengantarmu takjub sambil menahan dingin 10 derajat di siang hari dan di bawah 0 derajat di malam hari. Sesapilah lanskap indahnya dengan hamparan luas rumput di tepian danau sembari awas dengan kejutan yang tersaji. Siap saja ada burung Cendrawasih yang melintas mengagetkan ketakjubanmu pada Habema. Perjalanan menuju Habema adalah sebuah tantangan. Meski hanya berjarak 48 km dari Wamena, tapi jalanan terjal akan mengantar mobilmu dua jam untuk tiba di Habema.

Kalau kamu travellers yang antusias pada keunikan sejati destinasi, pasti akan suka untuk mengeksplorasi pasar tradisional. Di Wamena, ada pasar Jibama yang sangat menarik untuk dikunjungi, sekalian untuk mencari cinderamata khas Lembah Baliem. Kamu akan menjumpai riuhnya para warga dalam menjajakan barang dagangan. Kamu akan menemui aneka produk yang tak bisa dijumpai di luar Papua, seperti Buah Merah (buah ajaib dari dataran tinggi Papua), udang Lembah Baliem, kerajinan noken dan masih banyak lagi. Sapalah mama-mama yang berjualan dan tersenyum pada mereka. Selain untuk berjualan, Pasar Jibama menjadi tempat perjumpaan para warga yang berasal dari tempat terpelosok di Lembah Baliem.
    Lembah Baliem
  • Di sekitar kota utama Wamena, dapat ditemukan beberapa desa tradisional dalam jarak 2 jam dengan berjalan kaki.
  • Mengikuti jalan utama ke Timur dari Lembah Baliem, anda akan melewati Desa Aikima, terkenal dengan mumi mereka yang konon berusia 270 tahun. Sekitar 15-menit berjalan kaki dari jalan utama, Anda dapat mengunjungi desa-desa Suroba dan Dugum, yang keduanya layak untuk dikunjungi.
  • Desa Wosilimo memiliki sebuah gua sepanjang 900m, yang disebut Gua Wikuda. Anda membutuhkan pemandu lokal yang membawa lampu yang diperlukan untuk mengeksplorasi gua yang dihiasi banyak stalagmit. Berjalan kaki selama 1 jam dari Wosilimo melewati jalan setapak kecil serta jembatan gantung Anda akan menemukan Danau Anegerak.
  • Sejauh yang dapat  dikatakan, sampai saat ini tidak ada peta dari Lembah Baliem. Jadi disarankan untuk menyewa pemandu lokal jika ingin melakukan hiking lebih jauh. Dianjurkan untuk bertanya di kantor polisi setempat untuk mendapat pemandu wisata yang terpercaya. Pemandu berbahasa Inggris bertarif sekitar Rp. 200.000 per hari.

Bagaimana Cara Anda Kesana..??

Lembah Baliem
Satu-satunya cara ke Lembah Baliem adalah melalui Bandara Sentani di Jayapura. Dari sana Trigana Air Service terbang ke Wamena beberapa kali sehari.Setelah tiba di Wamena, berjalan merupakan pilihan terbaik untuk berkeliling. Untuk jarak yang lebih jauh, anda bisa menyewa sebuah becak dengan harga sekitar Rp. 3.000 per kilometer (itu sudah harga bagi wisatawan asing). Anda juga dapat menyewa taksi untuk perjalanan satu hari ke desa-desa sekitarnya.

Untuk mengadakan kunjungan / perjalanan di wilayah Papua diperlukan ijin khusus yang disebut surat jalan . Anda dapat mengajukan izin di setiap kantor polisi dengan biaya rendah. Untuk surat jalan diperlukan 2 foto ukuran paspor. Buatlah fotokopi sebanyak mungkin setelah memiliki surat jalan di tangan Anda, karena mungkin saja anda harus memberikan fotokopi surat jalan ke pejabat pemerintah daerah di beberapa tempat yang anda kunjungi.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..??

Untuk penginapan anda dapat mengunjungi pusat kota wamena,banyak penginapan yang dapat anda jadikan untuk menginap sementara,namun Di setiap kota di mana anda menginap, dianjurkan pergi dulu ke kantor polisi untuk melaporkan diri.

Know Before You Go..!!

  • berjalan merupakan pilihan terbaik untuk berkeliling. Untuk jarak yang lebih jauh, anda bisa menyewa sebuah becak dengan harga sekitar Rp. 3.000 per kilometer (itu sudah harga bagi wisatawan asing). Anda juga dapat menyewa taksi untuk perjalanan satu hari ke desa-desa sekitarnya.
  • Jangan sembarangan memotret penduduk lokal sebelum kamu melakukan kesepakatan pembayaran dengan mereka. hormati aturan lokal ini.
  • Suguhan paling masyhur di Lembah Baliem adalah menyaksikan Mumi Wim Motok Mabel di Desa Jiwika, Kurulu. Setiap pengunjung ke Wamena rasanya tak lengkap jika belum menemui mumi panglima perang berusia 370 tahun.
  • Mau tahu berapa kamu membutuhkan uang untuk bisa hadir di Lembah Baliem? Dari Jakarta menuju Wamena, paling tidak kamu perlu merogoh kocek 3 jutaan sekali jalan untuk pesawat terbang. Untuk biaya hidup di Wamena yang mahalnya selangit kocekmu juga harus lebih dirogoh makin dalam. Kamu perlu tahu pasokan kebutuhan dari luar daerah itu memang hanya bisa didatangkan dari langit, yakni via pesawat terbang
Bagaimana Sahabat TravelEsia,apakah anda ingin Menjelajahi Eksotika Budaya Bumi Papua ini.Jika Anda mengunjungi papua belum lengkap rasanya sebelum mengunjungi Lembah Baliem.mari Kita dukung Indonesia sebagai destinasi wisata Dunia


Mengintip Istana-Istana Kerajaan Termegah yang Ada di Indonesia

Istana-Istana Kerajaan Termegah di Indonesia - TravelEsia - Istana-Istana Kerajaan Termegah di Indonesia merupakan rubrik wisata sejarah TravelEsia pada kesempatan kali ini.Sahabat TravelEsia,tidak bisa kita pungkiri bahwa indonesia tidak luput dari sejarah-sejarah kerajaan.banyak kerajaan-kerajaan berdaulat berada di Indonesia. Kerajaan-kerajaan tersebut memiliki sistem pemerintahan sendiri layaknya sebuah negara. Bahkan sebelum masuknya kolonial ke Indonesia, masih banyak kerajaan-kerajaan di Indonesia yang berekspansi dengan menyerang dan menaklukan kerajaan lainnya demi memperluas wilayah kekuasaan. 

Istana Termegah Di Indonesia
Barulah setelah masuknya kolonial-kolonial eropa ke Indonesia, hampir tidak ada lagi kerajaan-kerajaan yang melakukan ekspansi. Bahkan banyak kerajaan-kerajaan tersebut yang justru kehilangan eksistensinya sehingga tidak memiliki wilayah kekuasaan.

Dengan banyaknya kerajaan-kerajaan yang berdiri di Indonesia dimasa lalu, tentunya banyak hal yang diwariskan oleh kerajaan-kerajaan tersebut terhadap Indonesia. Contohnya dibidang arsitektur. Salah satu warisan kerajaan-kerajaan tersebut dibidang arsitektur adalah peninggalan istana kerajaan. Walaupun pada hakekatnya banyak istana-istana kerajaan di Indonesia yang tak terawat dan dibiarkan hancur begitu saja, namun sebagian masih ada yang berdiri megah.

Berikut ini adalah istana-istana kerajaan termegah yang ada di Indonesia Versi TravelEsia :

Istano Basa ( Sumatera Barat)

istana termegah di indonesia
Istano Basa yang lebih terkenal dengan nama Istana Pagaruyung, adalah sebuah istana yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini merupakan obyek wisata budaya yang terkenal di Sumatera Barat.Istano Basa yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli. Istano Basa asli terletak di atas bukit Batu Patah dan terbakar habis pada sebuah kerusuhan berdarah pada tahun 1804. 

Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966.Proses pembangunan kembali Istano Basa dilakukan dengan peletakan tunggak tuo (tiang utama) pada 27 Desember 1976 oleh Gubernur Sumatera Barat waktu itu, Harun Zain. Bangunan baru ini tidak didirikan di tapak istana lama, tetapi di lokasi baru di sebelah selatannya. Pada akhir 1970-an, istana ini telah bisa dikunjungi oleh umum. Namun pada tahun 2007 istana ini kembali terbakar. Barulah pada tahun 2013 istana ini selesai dibangun secara keseluruhan.

Istana Kadriah ( Kalimantan Barat )

istana termegah di indonesia
Istana Kadriah terletak Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, atau kurang lebih berjarak 200 meter dari Masjid Jami’ Sultan Syarif Abdurrahaman Alkadrie. Secara historis, Istana Kadriah mulai dibangun pada tahun 1771 M dan baru selesai pada tahun 1778 M. Tak beberapa lama kemudian, Sayyid Syarif Abdurrahman Alkadrie pun dinobatkan sebagai sultan pertama Kesultanan Pontianak, dan mendapatkan pengesahan sebagai Sultan Pontianak dari Belanda pada tahun 1779. 

Dalam perkembanganya, istana ini terus mengalami proses renovasi dan rekonstruksi hingga menjadi bentuknya seperti yang sekarang ini. Sultan Syarif Muhammad Alkadri, sultan ke-6 Kesultanan Pontianak, tercatat sebagai sultan yang merenovasi Istana Kadriah secara besar-besaran.Bangunan istana Kesultanan Pontianak seluas 60 meter x 25 meter ini dinamakan Istana Kadriah karena untuk memuliakan nama pendirinya maupun moyang sebelumnya yang memakai nama belakang “al-kadrie”. Dari berbagai istana kerajaan yang terdapat di Kalimantan Barat, Istana Kadriah merupakan istana Melayu terbesar yang berada di wilayah tersebut.Di atas pintu utama istana, terdapat hiasan mahkota serta tiga ornamen bulan dan bintang sebagai tanda bahwa Kesultanan Pontianak merupakan Kesultanan Islam. 

Balairungnya, atau sering juga disebut dengan balai pertemuan, didominasi oleh warna kuning yang dalam tradisi Melayu melambangkan kewibawaan dan ketinggian budi pekerti. Di ruang yang biasanya dijadikan tempat melakukan upacara keagamaan dan menerima tamu ini, terpasang foto-foto Sultan Pontianak, lambang kesultanan,  lampu hias, kipas angin, serta singgasana sultan dan permaisuri.Di sebelah kanan dan kiri ruang utama terdapat 6 kamar berukuran 4 x 3,5 meter dimana salah satunya merupakan kamar tidur sultan. Sedangkan kamar-kamar lainnya dahulunya dijadikan sebagai ruang makan dan kamar mandi.

Di belakang ruang istana terdapat sebuah ruangan yang cukup besar. Di ruangan ini selain untuk menyimpan benda-benda warisan Kesultanan Pontianak, seperti senjata, pakaian sultan dan permaisurinya, foto-foto keluarga sultan, dan arca-arca, juga kediaman sultan dan
keluarganya.Kesultanan Pontianak berlangsung hingga tahun 1952 dan bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada masa pemerintahan Sultan ke-8, Sultan Syarif Hamid Alkadrie II. Ia mempunyai peranan penting dalam pembentukan negara kita, yaitu menciptakan lambang negara, Garuda Pancasila. Sejak bergabung dengan NKRI, kesultanan berakhir dan berkembang menjadi Kota Pontianak, ibukota Provinsi Kalimantan Barat.

Keraton Kesepuhan ( Cirebon )

istana termegah di indonesia
Keraton Kasepuhan adalah keraton termegah dan paling terawat di Cirebon. Makna di setiap sudut arsitektur keraton ini pun terkenal paling bersejarah. Halaman depan keraton ini dikelilingi tembok bata merah dan terdapat pendopo didalamnya.Keraton ini memiliki museum yang cukup lengkap dan berisi benda pusaka dan lukisan koleksi kerajaan. Salah satu koleksi yang dikeramatkan yaitu kereta Singa Barong. 

Kereta ini saat ini tidak lagi dipergunakan dan hanya dikeluarkan pada tiap 1 Syawal untuk dimandikan.Bagian dalam keraton ini terdiri dari bangunan utama yang berwarna putih. Didalamnya terdapat ruang tamu, ruang tidur dan singgasana raja.

Keraton Kasepuhan didirikan pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Mochammad Arifin II (cicit dari Sunan Gunung Jati) yang menggantikan tahta dari Sunan Gunung Jati pada tahun 1506. Ia bersemayam di dalem Agung Pakungwati Cirebon. Keraton Kasepuhan dulunya bernama Keraton Pakungwati, sedangkan Pangeran Mas Mochammad Arifin bergelar Panembahan Pakungwati I. Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ia wafat pada tahun 1549 dalam Mesjid Agung Sang Cipta Rasa dalam usia yang sangat tua. Nama beliau diabadikan dan dimuliakan oleh nasab Sunan Gunung Jati sebagai nama Keraton yaitu Keraton Pakungwati yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan.

Memasuki jalan kompleks Keraton di sebelah kiri terdapat bangunan yang cukup tinggi dengan tembok bata kokoh disekelilingnya. Bangunan ini bernama Siti Inggil atau dalam bahasa Cirebon sehari-harinya adalah lemah duwur yaitu tanah yang tinggi. Sesuai dengan namanya bangunan ini memang tinggi dan nampak seperti kompleks candi pada zaman Majapahit.

Dibawah Gapura Banteng ini terdapat Candra Sakala dengan tulisan Kuta Bata Tinata Banteng yang jika diartikan adalah tahun 1451. saka yang merupakan tahun pembuatannya (1451 saka = 1529 M). Tembok bagian utara komplek Siti Inggil masih asli sedangkan sebelah selatan sudah pernah mengalami pemugaran/renovasi. Di dinding tembok kompleks Siti Inggil terdapat piring-piring dan porslen-porslen yang berasal dari Eropa dan negeri Cina dengan tahun pembuatan 1745 M. Di dalam kompleks Siti Inggil terdapat 5 bangunan tanpa dinding yang memiliki nama dan fungsi tersendiri. Bangunan utama yang terletak di tengah bernama Malang Semirang dengan jumlah tiang utama 6 buah yang melambangkan rukun iman dan jika dijumlahkan keseluruhan tiangnya berjumlah 20 buah yang melambangkan 20 sifat-sifat Allah SWT.

Istana Maimun ( Medan )

istana termegah di indonesia
Istana Maimun merupakan peninggalan Kerajaan Deli. Didirikan oleh Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah yang merupakan keturunan raja ke-9 Kesultanan Deli. Istana ini dibangun pada 26 Agustus 1888 dan baru diresmikan pada 18 Mei 1891.

Bangunan Istana Maimun menghadap ke timur dimana terdiri dari dua lantai dengan tiga bagian yaitu bangunan induk, sayap kiri dan sayap kanan. Di bagian depan sekitar 100 meter berdiri Masjid Al-Maksum yang dikenal sebagai Masjid Raya Medan.

Istana Maimun merupakan salah satu dari sekian istana yang paling indah di Indonesia. Istana ini memiliki arsitektur yang unik dengan perpaduan beberapa unsur kebudayaan Melayu bergaya Islam, Spanyol, India dan Itali. Perpaduan ini menyuguhkan keunikan inilah yang memberikan karakter khas bangunannya.

Pengaruh Eropa terlihat dari ornamen lampu, kursi, meja, lemari, jendela sampai pintu dorong. Pintu bergaya Spanyol menjadi bagian dari arsitektur istana ini. Anda dapat pula melihat pola arsitektur Belanda dari bentuk pintu dan jendelanya yang lebar dan tinggi. Ada pula prasasti marmer di depan tangga ditulis dengan huruf Latin dalam bahasa Belanda.

Kemewahan interior dan bangunan fisik istana ini dimungkinkan karena sejak 2 abad silam wilayah Deli berada dibawah Kesultanan Deli yang mengelola hasil perkebunan, minyak, dan rempah-rempah yang melimpah. Hasil bumi yang luar biasa tersebut memberikan penghasilan sangat besar kepada Kesultanan Deli dengan bukti kehadiran Istana Maimun yang megah.

Istana Siak Sri Inderapura ( Riau )

istana termegah di indonesia
Istana Siak Sri Inderapura merupakan kediaman resmi Sultan Siak yang mulai dibangun pada tahun 1889, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Syarif Hasyim. Istana ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura yang selesai dibangun pada tahun 1893. Kompleks istana ini memiliki luas sekitar 32.000 meter persegi yang terdiri dari 4 istana yaitu Istana Siak, Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe. 

Istana Siak sendiri memiliki luas 1.000 meter persegi.Istana Siak memiliki arsitektur bercorak Melayu, Arab, dan Eropa. Bangunannya terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan di samping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta. Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu istana. Di puncak bangunan terdapat enam patung burung elang sebagai lambang keberanian Istana.

Istana Malige ( Sulawesi Tenggara )

istana termegah di indonesia
Istana Malige adalah istana yang didirikan oleh sultan Buton yang ke 37 bernama La Ode Hamidi. Menurut tradisi kesultanan Buton, setiap pangeran yang hendak diangkat menjadi sultan haruslah mampu membangun istananya sendiri. Kata malige sendiri bermakna mahligai.Salah satu keistimewaan sekaligus juga keunikan bangunan Malige kesultanan Buton ini adalah tak digunakannya paku untuk membangun istana. Seluruh bangunan yang terdiri dari empat lantai terbuat dari kayu. Pasak dan struktur tiang-tiang penyangga yang kokoh tanpa paku, menunjukkan tingginya perhitungan dan akurasi arsitektur nenek moyang orang Buton. Sebuah mahakarya dan warisan budaya yang tak ternilai harganya.

Struktur bangunannya sangat unik yaitu rumah panggung dari kayu bersusun tiga , membangun istana ini tidak menggunakan paku, hanya dikaitkan satu sama lainnya   dan merupakan suatu kemajuan bidang arsitektur para leluhur bangsa indonesia.

Istana Malige ini digunakan oleh Sultan La Ode Hamidi sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal keluarganya. dan sekarang digunakan museum tempat menyimpan benda-benda bersejarah peninggalan Kesultanan Buton, seperti meriam kuno dan benda-benda peninggalan lainnya.
Konon setiap raja naik tahta dibuatkan sebuah istana sejenis ini sehingga jumlahnya  ada sekitar 38 Istana yang sejenis.

Kata Malige sangat dikaitkan dengan Istana Malige di Buton. Peninggalan dari Peradaban Pulau Buton masa lampau yang beraneka ragam. Pulau Buton dikenal dengan seribu pulau, seribu benteng dan istilah seribu lainnya.Kamali/Istana Malige (berarti pula Mahligai) adalah salah satu dari peninggalan arsitektur tradisional Buton. Dapatlah dikatakan sebagai hasil dan kekayaan dari proses budaya (cultural process). Dalam hal ini Kamali/Istana Malige merupakan sebuah artefak yang keberadaannya dapat mengungkap berbagai sistem kehidupan masyarakat, termasuk sistem sosial dan kepercayaan (religi) Bentuk lantai dan atapnya yang bersusun menunjukkan kebesaran dan keagungan Sultan. Bentuk tersebut menggambarkan fungsi Sultan sebagai pimpinan agama, pimpinan kesultanan sebagai pengayom dan pelindung rakyat.

Kedaton Kutai Kartanegara ( Kalimantan Timur )

istana termegah di indonesia
Kedaton terletak di pusat Kota Tenggarong, terletak di belakang Museum Mulawarman dan di depan Monumen Pancasila Tenggarong atau Jalan Monumen barat. Dan letaknya tidak jauh dari Museum Mulawarman, Planetarium Jagad Raya dan Masjid Jami’ Adji Amir Hasanoeddin. Dibangun pada tahu 2001 dan sejarah dibukanya objek wisata ini adalah untuk melestarikan budaya Kutai. Pihak Kesultanan membuat Lembaga Adat dan Dewan Adat di setiap daerah-daerah yang merupakan wilayah Kerajaan Kutai sebagai wadah untuk melestarikan budaya, fungsinya sebagai perpanjangan tangan dari Kesultanan Kutai.

Arsitektur Kedaton Kutai Kartanegara merupakan perpaduan gaya modern dan gaya istana Kerajaan Kutai Kartanegara. Ruangan istana nampak megah dan mewah dengan tatanan Singgasana Sultan di kelilingi oleh kursi yang terbuat dari emas. Di sebelah kiri Singgasana terdapat gamelan Jawa.
Didalam Kedaton juga terdapat banyak ukiran yang berciri khas adat Kutai, Dayak dan Jawa untuk menunkukkan bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara memiliki hubungan sejarah yang erat dengan suku Dayak dan Kesultanan Jawa.

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ( Yogyakarta )

istana termegah di indonesia
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta merupakan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang kini berlokasi di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Walaupun kesultanan tersebut secara resmi telah menjadi bagian Republik Indonesia pada tahun 1950, kompleks bangunan keraton ini masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan rumah tangga istananya yang masih menjalankan tradisi kesultanan hingga saat ini. 

Keraton ini kini juga merupakan salah satu objek wisata di Kota Yogyakarta. Sebagian kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi milik kesultanan, termasuk berbagai pemberian dari raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Dari segi bangunannya, keraton ini merupakan salah satu contoh arsitektur istana Jawa yang terbaik, memiliki balairung-balairung mewah dan lapangan serta paviliun yang luas.Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti di tahun 1755. 

Lokasi keraton ini konon adalah bekas sebuah pesanggarahan yang bernama Garjitawati. Pesanggrahan ini digunakan untuk istirahat iring-iringan jenazah raja-raja Mataram (Kartasura dan Surakarta) yang akan dimakamkan di Imogiri. Versi lain menyebutkan lokasi keraton merupakan sebuah mata air, Umbul Pacethokan, yang ada di tengah hutan Beringan. Sebelum menempati Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono I berdiam di Pesanggrahan Ambar Ketawang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman.

Secara fisik istana para Sultan Yogyakarta memiliki tujuh kompleks inti yaitu Siti Hinggil Ler (Balairung Utara), Kamandhungan Ler (Kamandhungan Utara), Sri Manganti, Kedhaton, Kamagangan, Kamandhungan Kidul (Kamandhungan Selatan), dan Siti Hinggil Kidul (Balairung Selatan). Selain itu Keraton Yogyakarta memiliki berbagai warisan budaya baik yang berbentuk upacara maupun benda-benda kuno dan bersejarah. Di sisi lain, Keraton Yogyakarta juga merupakan suatu lembaga adat lengkap dengan


Aksara Jawa Hanacaraka : Mengenal Keanekaragaman Aksara Kuno Nusantara

Aksara Jawa Hanacaraka - Sejarah - Aksara Jawa Hanacaraka - Aksara Jawa Hanacaraka berasal dari aksara Brahmi yang asalnya dari Hindhustan. Di negeri Hindhustan tersebut terdapat bermacam-macam aksara, salah satunya yaitu aksara Pallawa yang berasal dari Indhia bagian selatan. Dinamakan aksara Pallawa karena berasal dari salah satu kerajaan yang ada di sana yaitu Kerajaan Pallawa. Aksara Pallawa itu digunakan sekitar pada abad ke-4 Masehi. 

Aksara Jawa Hanacaraka

Aksara Jawa Hanacaraka

Di Nusantara terdapat bukti sejarah Aksara Jawa Hanacaraka berupa prasasti Yupa di Kutai, Kalimantan Timur, ditulis dengan menggunakan aksara Pallawa. Aksara Pallawa ini menjadi ibu dari semua aksara yang ada di Nusantara, antara lain: Aksara Jawa Hanacaraka , aksara Rencong (aksara Kaganga), Surat Batak, Aksara Makassar dan Aksara Baybayin (aksara di Filipina)[1]. Profesor J.G. de Casparis dari Belanda, yaitu pakar paleografi atau ahli ilmu sejarah aksara, mengutarakan bahwa aksara hanacaraka itu dibagi menjadi lima masa utama, yaitu: 

a. Aksara Pallawa 

aksara-jawa-hanacaraka
Aksara Pallawa itu berasal dari India Selatan. Jenis aksara ini mulai digunakan sekitar abad ke 4 dan abad ke 5 masehi. Salah satu bukti penggunaan jenis aksara ini di Nusantara adalah ditemukannya prasasti Yupa di Kutai, Kalimantan Timur. Aksara ini juga digunakan di Pulau Jawa, yaitu di Tatar Sundha di Prasasti tarumanegara yang ditulis sekitar pada tahun 450 M. di tanah Jawa sendiri, aksara ini digunakan pada Prasasti Tuk Mas dan Prasasti Canggal.

Aksara Pallawa ini menjadi ibu dari semua aksara yang ada di Nusantara, termasuk Aksara Jawa Hanacaraka. Kalau diperhatikan, aksara Pallawa ini bentuknya segi empat. Dalam bahasa Inggris, perkara ini disebut sebagai huruf box head atau square head-mark. Walaupun aksara Pallawa ini sudah digunakan sejak abad ke-4, namun bahasa Nusantara asli belum ada yang ditulis dalam aksara ini. Gambar 2.1 Prasasti Yupa 

b. Aksara Kawi Wiwitan 

Perbedaan antara aksara Kawi Wiwitan dengan aksara Pallawa itu terutama terdapat pada gayanya.
Aksara Pallawa itu dikenal sebagai salah satu aksara monumental, yaitu aksara yang digunakan untuk menulis pada batu prasasti. Aksara Kawi Wiwitan utamanya digunakan untuk nulis pada rontal, oleh karena itu bentuknya menjadi lebih kursif. Aksara ini digunakan antara tahun 750 M sampai 925 M. Prasasti-prasasti yang ditulis dengan menggunakan aksara ini jumlahnya sangatlah banyak, kurang lebih 1/3 dari semua prasasti yang ditemukan di Pulau jawa. Misalnya pada Prasasti Plumpang (di daerah Salatiga) yang kurang lebih ditulis pada tahun 750 M. Prasasti ini masih ditulis dengan bahasa Sansekerta. 

c. Aksara Kawi Pungkasan 

Aksara Jawa Hanacaraka
Kira-kira setelah tahun 925, pusat kekuasaan di pulau Jawa berada di daerah jawa timur. Pengalihan kekuasaan ini juga berpengaruh pada jenis aksara yang digunakan. Masa penggunaan aksara Kawi Pungkasan ini kira-kira mulai tahun 925 M sampai 1250 M. Sebenarnya aksara Kawi Pungkasan ini tidak terlalu banyak perbedaannya dengan aksara Kawi Wiwitan, namun gayanya saja yang menjadi agak beda. Di sisi lain, gaya aksara yang digunakan di Jawa Timur sebelum tahun 925 M juga sudah berbeda dengan gaya aksara yang digunakan di Jawa tengah. 

Jadi perbedaan ini tidak hanya perbedaan dalam waktu saja, namun juga pada perbedaan tempatnya. Pada masa itu bisa dibedakan empat gaya aksara yang berbeda-beda, yaitu; 
1) Aksara Kawi Jawa Wetanan pada tahun 910-950 M; 
2) Aksara Kawi Jawa Wetanan pada jaman Prabu Airlangga pada tahun 1019-1042 M; 
3) Aksara Kawi Jawa Wetanan Kedhiri kurang lebih pada tahun 1100-1200 M; 
4) Aksara Tegak (quadrate script) masih berada di masa kerajaan Kedhiri pada tahun 1050-1220 M d. Aksara Majapahit Dalam sejarah Nusantara pada masa antara tahun 1250-1450 M, ditandai dengan dominasi Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. 

Aksara Majapahit ini juga menunjukkan adanya pengaruh dari gaya penulisan di rontal dan bentuknya sudah lebih indah dengan gaya semi kaligrafis. Contoh utama gaya penulisan ini adalah terdapat pada Prasasti Singhasari yang diperkirakan pada tahun 1351 M. gaya penulisan aksara gaya Majapahit ini sudah mendekati gaya modern. e. Aksara Pasca Majapahit Setelah naman Majapahit yang menurut sejarah kira-kira mulai tahun 1479 sampai akhir abad 16 atau awal abad 17 M, merupakan masa kelam sejarah aksara Jawa. 

Aksara Jawa Hanacaraka
Karena setelah itu sampai awal abad ke-17 M, hampir tidak ditemukan bukti penulisan penggunaan aksara jawa, tiba-tiba bentuk aksara Jawa menjadi bentuk yang modern. Walaupun demikian, juga ditemukan prasasti yang dianggap menjadi “missing link” antara aksara Hanacaraka dari jaman Jawa kuna dan aksara Budha yang sampai sekarang masih digunakan di tanah Jawa, terutama di sekitar Gunung Merapi dan Gunung Merbabu sampai abad ke-18. Prasasti ini dinamakan dengan Prasasti Ngadoman yang ditemukan di daerah Salatiga. Namun, contoh aksara Budha yang paling tua digunakan berasal dari Jawa barat dan ditemukan dalam naskah-naskah yang menceritakan Kakawin Arjunawiwaha dan Kunjarakarna. Gambar 2.3 Prasasti Ngadoman f. 

Munculnya Aksara Hanacaraka Baru Setelah jaman Majapahit, muncul jaman Islam dan juga Jaman Kolonialisme Barat di tanah Jawa. Dijaman ini muncul naskah-naskah manuskrip yang pertama yang sudah menggunakan aksara Hanacaraka baru. Naskah-naskah ini tidak hanya ditulis di daun palem (rontal atau nipah) lagi, namun juga di kerta dan berwujud buku atau codex (“kondheks”). Naskah-naskah ini ditemukan di daerah pesisir utara Jawa dan dibawa ke Eropa pada abad ke 16 atau 17. Gambar 2.4 Naskah Aksara Jawa Bentuk dari aksara Hanacaraka baru ini sudah berbeda dengan aksara sebelumnya seperti aksara Majapahit. 

Perbedaan utama itu dinamakan serif tambahan di aksara Hanacaraka batu. Aksara-aksara Hanacaraka awal ini bentuknya mirip semua mulai dari Banten sebelah barat sampai Bali. Namun, akhirnya beberapa daerah tidak menggunakan aksara hanacaraka dan pindhah menggunakan pegon dan aksara hanacaraka gaya Durakarta yang menjadi baku. Namun dari semua aksara itu, aksara Bali yang bentuknya tetap sama sampai abad ke-20. Aksara Pallawa ini digunakan di Nusantara dari abad ke-4 sampai kurang lebih abad ke-8. Lalu aksara Kawi Wiwitan digunakan dari abad ke-8 samapai abad ke-10, terutama di Jawa Tengah.

Sejarah Aksara Jawa Hanacaraka

Aksara Jawa Hanacaraka
Konon sejarah yang berkembang di bumi Nusantara ini mengenai munculnya Aksara Jawa Hanacaraka dilatarbelakangi dari cerita pada jaman dahulu, di Pulau Majethi hidup seorang satria sakti mandraguna bernama Ajisaka. Sang Satria mempunyai dua orang punggawa, Dora dan Sembada namanya. Kedua punggawa itu sangat setia kepada pemimpinnya, sama sekali tidak pernah mengabaikan perintahnya. 

Pada suatu hari, Ajisaka berkeinginan pergi berkelana meninggalkan Pulau Majethi. Kepergiannya ditemani oleh punggawanya yang bernama Dora, sementara Sembada tetap tinggal di Pulau Pulo Majethi, diperintahkan menjaga pusaka andalannya. Ajisaka berpesan bahwa Sembada tidak boleh menyerahkan pusaka tersebut kepada siapapun kecuali kepada Ajisaka sendiri. Sembada menyanggupi akan melaksanakan perintahnya.

Pada masa itu di tanah Jawa terdapat negara yang terkenal makmur, tertib, aman dan damai, yang bernama Medhangkamulan. Rajanya bernama Prabu Dewatacengkar, seorang raja yang luhur budinya serta bijaksana. Pada suatu hari, juru masak kerajaan mengalami kecelakaan, jarinya terbabat pisau hingga terlepas. Ki Juru Masak tidak menyadari bahwa potongan jarinya tercebur ke dalam hidangan yang akan disuguhkan kepada Sang Prabu. 

Ketika tanpa sengaja memakan potongan jari tersebut, Sang Prabu serasa menyantap daging yang sangat enak, sehingga ia mengutus Sang Patih untuk menanyakan kepada Ki Juru Masak. Setelah mengetahui bahwa yang disantap tadi adalah daging manusia, sang Prabu lalu memerintahkan Sang Patih agar setiap hari menghaturkan seorang dari rakyatnya untuk santapannya. 

Aksara Jawa Hanacaraka
Sejak saat itu Prabu Dewatacengkar mempunyai kegemaran yang menyeramkan, yaitu menyantap daging manusia. Wataknya berbalik seratus delapanpuluh derajat, berubah menjadi bengis dan senang menganiaya . Negara Medhangkamulan beubah menjadi wilayah yang angker dan sepi karena rakyatnya satu persatu dimangsa oleh rajanya, sisanya lari menyelamatkan diri. Sang Patih pusing memikirkan keadaan, karena sudah tidak ada lagi rakyat yang bisa dihaturkan kepada rajanya

Pada saat itulah Ajisaka bersama punggawanya Dora tiba di Medhangkamulan, heranlah Sang Satria melihat keadaan yang sunyi dan menyeramkan itu, maka ia lalu mencari tahu penyebabnya. Setelah mendapat keterangan mengenai apa yang sedang terjadi di Medhangkamulan, Ajisaka lalu menghadap Rekyana Patih, menyatakan kesanggupannya untuk menjadi santapan Prabu Dewatacengkar. 

Aksara Jawa Hanacaraka
Pada awalnya Sang Patih tidak mengizinkan karena merasa sayang bila Ajisaka yang harus disantap Sang Prabu, namun Ajisaka sudah bulat tekadnya, sehingga akhirnya iapun dibawa menghadap Sang Prabu. Sang Prabu tak habis pikir, mengapa Ajisaka mau menyerahkan jiwa raganya untuk menjadi santapannya. Ajisaka mengatakan bahwa ia rela dijadikan santapan sang Prabu asalkan ia dihadiahi tanah seluas ikat kepala yang dikenakannya .

Di samping itu, harus Sang Prabu sendiri yang mengukur wilayah yang akan dihadiahkan tersebut. Sang Prabu menyanggupi permintaannya. Ajisaka kemudian mempersilakan Sang Prabu menarik ujung ikat kepalanya. Sungguh ajaib, ikat kepala itu seakan tak ada habisnya . Sang Prabu Dewatacengkar terpaksa semakin mundur dan semakin mundur, sehingga akhirnya tiba ditepi laut selatan. Ikat kepala tersebut kemudian dikibaskan oleh Ajisaka sehingga Sang Prabu terlempar jatuh ke laut. Seketika wujudnya berubah menjadi buaya putih . 

Ajisaka kemudian menjadi raja di Medhangkamulan.Setelah dinobatkan menjadi raja Medhangkamulan, Ajisaka mengutus Dora pergi kembali ke Pulau Majethi menggambil pusaka yang dijaga oleh Sembada. Setibanya di Pulo Majethi, Dora menemui Sembada dan menjelaskan bahwa ia diperintahkan untuk mengambil pusaka Ajisaka. 

Sembada tidak mau memberikan pusaka tersebut karena ia berpegang pada perintah Ajisaka ketika meninggalkan Majethi. Sembada yang juga melaksanakan perintah Sang Prabu memaksa meminta agar pusaka tersebut diberikan kepadanya. Akhirnya kedua punggawa itu bertempur. Karena keduanya sama-sama sakti, peperangan berlangsung seru, saling menyerang dan diserang, sampai keduanya sama-sama tewas 

Arti dan Makna dari Huruf HANACARAKA

Ha Hana hurip wening suci – adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci
Na Nur candra, gaib candra, warsitaning candara – pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi
Ca Cipta wening, cipta mandulu, cipta dadi – arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal
Ra Rasaingsun handulusih – rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani
Ka Karsaningsun memayuhayuning bawana – hasrat diarahkan untuk kesajeteraan alam
Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan – menerima hidup apa adanya
Ta Tatas, tutus, titis, titi lan wibawa – mendasar, totalitas, satu visi, ketelitian dalam memandang
     hidup  
Sa Sifat ingsun handulu sifatullah – membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan
Wa Wujud hana tan kena kinira – ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa
       batas
La Lir handaya paseban jati – mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi
Pa Papan kang tanpa kiblat – Hakekat Allah yang ada disegala arah
Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane – Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar
Ja Jumbuhing kawula lan Gusti – Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya
Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi – yakin atas titah/kodrat Illahi
Nya Nyata tanpa mata, ngerti tanpa diuruki – memahami kodrat kehidupan
Ma Madep mantep manembah mring Ilahi – yakin/mantap dalam menyembah Ilahi
Ga Guru sejati sing muruki – belajar pada guru nurani
Ba Bayu sejati kang andalani – menyelaraskan diri pada gerak alam
Tha Tukul saka niat – sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan
Nga Ngracut busananing manungso – melepaskan egoisme pribadi manusia

Bagaimana Sahabat TravelEsia Mengenai Sejarah Aksara.Aksara Jawa Hanacaraka nantikan Artikel Sejarah TravelEsia Di Edisi Berikutnya


Paket Wisata Pendidikan Kehutanan Taman Wisata Alam Sibolangit

Paket Wisata Pendidikan Kehutanan - Paket Wisata - Paket Wisata Pendidikan Kehutanan Taman Wisata Alam Sibolangit merupakan paket wisata berbasis pendidikan kehutanan dan pengenalan jenis tanaman yang terdapat di Taman Wisata Alam Sibolangit.
Taman Wisata Alam Sibolangit

Paket Wisata Pendidikan Kehutanan

Taman Wisata Alam Sibolangit ini peserta akan diajak untuk mengenal jenis-jenis tumbuhan dan mengenal secara dekat potensi kawasan Taman Wisata Alam Sibolangit yang di kelola oleh Kantor Resort Taman wisata alam/Cagar Alam sibolangit yang langsung di bawah naungan Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Bidang KSDA Wilayah I Balai Besar KSDA Sumut. Sebelum anda Berwisata Kesana ada baiknya Simak Potensi keindahan yang Terdapat Di Taman Wisata Alam Sibolangit

Cagar alam Sibolangit merupakan satu kesatuan kawasan dengan Taman Wisata Sibolangit. Secara administratif terletak di Desa Sibolangit Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deli Serdang. Jarak kawasan ini dari Medan (Ibukota Propinsi Sumatera Utara) diperkirakan 40 Km dan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum selama lebih kurang 1 jam perjalanan.

Memiliki bentuk tanah yang berbukit dan berada di ketinggian 500 meter di atas permukaan laut, Taman Wisata Alam Sibolangit menawarkan pemandangan yang indah dan suasana yang sejuk untuk menghilangkan kepenatan di kota Medan yang begitu padat. Selain untuk wisata alam ada juga lokasi favorit untuk kegiatan perkemahan pramuka atau camping  yang menyatu dengan alam

Mengapa Anda Harus Kesana..??

Wisata Pendidikan Kehutanan
Kawasan ini merupakan kebun raya kedua setelah kebun raya Bogor, yang dibangun pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Salah satu kawasan konservasi yang tertua yang ada di Indonesia adalah Cagar Alam Sibolangit yang hanya berjarak 38 km dari kota Medan dan dapat ditempuh sekitar satu jam dengan menggunakan kendaraan umum. Jaraknya yang begitu dekat dengan perkotaan menjadikan kawasan konservasi ini relatif terancam dengan aktivitas manusia. Namun diusianya yang ke-90 saat ini, kawasan Cagar Alam Sibolangit masih terpelihara dengan baik

Lokasi Cagar Alam Sibolangit terletak diantara Jalan Medan-Brastagi, secara administrasi terletak di Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Daerah ini terletak pada ketinggian antara 246-515 meter dari permukaan laut (mdpl). Bila ditinjau secara geogarfis, kawasan Cagar Alam Sibolangit terletak diantara 30 17 50-3: 18 39 LU dan 98: 36 0-98: 36’36 BT.

Pada tahun 1914 atas prakarsa DR. J.C. Koningsberger Direktur Kebun Raya Bogor ketika itu didirikan Kebun Raya (Botanical Garden) Sibolangit oleh Tuan J.A. Lorzing sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor. Selanjutnya pada tanggal 10 Maret 1938 dengan Surat Keputusan Z.B. No. 37/PK, Kebun Raya diubah Statusnya menjadi Cagar Alam. 

Mengingat Cagar Alam ini kaya akan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan (flora) yang bukan hanya sekedar untuk koleksi, melainkan juga memberikan kontribusi yang sangat penting bagi keperluan ilmu pengetahuan dan pendidikan (sebagai laboratorium alam) serta pengembangan pariwisata (rekreasi), maka pada tahun 1980 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 636/Kpts/Um/9/1980 sebagai Cagar Alam Sibolangit (seluas lebih kurang 24,85 Ha.) dialih fungsikan menjadi kawasan Taman Wisata Sibolangit.

Flora dan Fauna
Kawasan tersebut umumnya ditumbuhi pepohonan yang besar dengan diameter lebih dari satu meter, diantaranya pepohonan Sono Kembang (Dalbergia latifolia), pepohonan Angsana (Ptrocarpus indicus), Sungkai Khihujan, ada juga jenis pohonan palm dan pinang. Disamping itu terdapat pula tumbuhan yang merambat seperti Philodendron sp. Adanya tumbuhan ini dikarenakan jumlah curah hujan yang cukup tinggi (diperkirakan antara 3000 sampai dengan 4000 mm/tahun). Sedangkan tanaman bawah atau ground cover yang dipakai sebagai pembatas jalan setapak pada umumnya didominasi jenis Anthurium dari famili Araceae.
Paket Wisata Pendidikan Kehutanan
Di kawasan Taman Wisata Sibolangit juga ditemukan salah satu tumbuhan yang tergolong langka dan mempunyai daya tarik tersendiri yaitu Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum). Sehingga banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan nusantara. Tumbuhan ini sering juga disebut sebagai suweg raksasa.

Sedangkan jenis fauna yang sering dijumpai adalah kera (Macaca fascicularis), lutung (Presbytis sp) yang senang bermain-main di pohon dan trenggiling (Manis javanica). Sedangkan jenis burung yang hidup di kawasan itu antara lain Rangkong (Buceros bicornis), Enggang (Anthracocerus malayanus) dan Elang (Hawk galge).

Wisata
Banyak pengunjung yang datang hanya menikmati keindahan, ketenangan dan kesejukan alam Sibolangit sambil melepaskan rasa penat/letih setelah melaksanakan pekerjaan/tugas-tugas rutin sehari-hari. Namun banyak pula pengunjung yang datang disamping untuk menikmati keindahan Taman Wisata Sibolangit juga mempelajari dan meneliti aneka koleksi vegetasi yang ada di kawasan tersebut. Sehingga tidak berlebihan kalau dikatakan kawasan ini memiliki dwi fungsi yaitu sarana rekreasi serta sekaligus pendidikan dan penelitian.
Wisata Pendidikan Kehutanan
Fasilitas wisata pendukung yang telah tersedia seperti : jalan setapak mengelilingi kawasan, pondok tedung (shelter), guest house dan pusat informasi (Kantor Resort KSDA Sibolangit atau Sub Seksi KSDA Deli Serdang). Bagi yang ingin mempelajari dan meneliti vegetasi yang ada, pada masing-masing pohon telah diberi nama (Daerah, Indonesia dan Ilmiah) yang ditulis pada lempengan kaleng dan ditempelkan di pohon-pohon tersebut. Disamping itu petugas-petugas KSDA setempat sebagai petugas pengelola juga akan memandu para pengunjung yang memerlukan penjelasan tentang kawasan Taman Wisata Sibolangit.

Sejarah Kawasan

Paket Wisata Pendidikan Kehutanan
Cagar Alam atau Kebun Raya Sibolangit didirikan pada tahun 1914 oleh Tn J A Loerzing, seorang warga negara Belanda keturunan Jerman, namun tidak ada yang tahu jelas tanggal pastinya. Pendirian Cagar Alam atau kebun Raya Sibolangit ini diprakarsai oleh Dr. J C Koningsberger yang saat itu juga menjabat sebagai Direktur Kebun Raya Bogor.
Luas kawasan Kebun Raya Sibolangit saat itu seluas 127 ha, berdasarkan proses verbal Van Grensregeling tertanggal 8 Desember 1927 mengenai penentuan batas Filiaal dari ‘S Lands Plantentuin Sibolangit.
Cagar Alam Sibolangit dibentuk berdasarkan Besluit dari Paduka Tuan Gourverneur dari Pesisir Timur Pulau Pertja tanggal 18 Nopember 1927 No.171/B/A.Z., di mana komisi ini terdiri dari 5 orang yaitu, J Deridder, Controleur dari Bovan-Deli, sebagai wakil dari Gourverment, J W Gonggrijp, Opperhoutvester dari Oostkust Van Sumatera c.a. sebagai wakil dari ‘S Lands Plantentuin. Datoek Hafisz Goembak, Datuk dari XII Kota, Beheng, Penghulu dari kampung Sibolangit, Pentji, Anak Beru dari Kampung Sibolangit.

Berdasarkan proses Verbal Van Grensregeling tersebut, batas-batas tanah untuk dari Lands plantentuin Sibolangit saat itu tercatat, sebelah Utara, Jalan batas dengan tanda batas nomor 48 sampai 32. Sebelah timur, Jalan batas dengan tanda batas nomor 32 sampai 20, Sebelah Selatan, satu garis dianggap ditarik dari tanda batas baru nomor 20 sekira menuju sebelah Barat sampai di Jalan dipinggir puncak yang rata dari Sibolangit dan seterusnya menurut jalan tersebut sampai di tanda batas nomor 7, kemudian menurut jalan batas dengan batas-batas batu nomor 7, 6 dan 5 sampai ditiang batas B O W dari sebuah sekolah, serta kemudian melalui jalan besar selalu tanda batas nomor 3 jalan curam sampai kembali pada jalan besar. Sebelah Barat, sepanjang jalan besar sampai di tanda batas nomor 48.
Wisata Pendidikan Kehutanan
Pada tanggal 10 Maret 1938 kawasan Kebun Raya Sibolangit tersebut diubah statusnya menjadi Cagar Alam berdasarkan Zelfbestuur Besluit (Z.b.) No. 37/PK. Pada tahun 1956, Lokasi Cagar Alam (Kebun Raya) Sibolangit bertambah luasnya sebesar 5,85 ha yang berasal dari bekas areal Hak Guna Usaha CV Seng Hap yang tertuang dalam Peta Perluasan CA sibolangit tanggal 29 Juli 1959 oleh Brigade V Planologi Kehutanan Pematang Siantar. Kemudian dikuatkan dengan SKPT Menteri Pertanian dan Agraria No.104/KA/1957 tanggal 11 Juni 1957.
Pada tahun 1980, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 636/Kpts/Um/9/1980 sebagian kawasan Cagar Alam Sibolangit seluas 24,85 hektare bertambah 5,85 hektare berasal dari areal bekas Hak Guna Usaha CV Seng Hap kemudian dialihfungsikan menjadi kawasan Hutan Wisata Sibolangit c.q Taman Wisata Alam Sibolangit. Tanggal 5 Nopember 1980 dikeluarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 363/kpts/Um/11/1980 yang menetapkan luas kawasan Cagar Alam Sibolangit menjadi 95,15 ha setelah dikurangi luasnya untuk Taman Wisata Alam. Demikian sehingga saat ini luas Cagar Alam/Taman Wisata Alam Sibolangit menjadi 120 hektare, terjadi pengurangan sebesar 7 hektae dari luas awalnya dan berlaku sampai sekarang yang digunakan untuk keperluan umum. Jelasnya luas tersebut dibagi atas Cagar Alam seluas 95,15 ha, Taman Wisata Alam seluas 24,85 ha yang merupakan jumlah dar19 ha Cagar Alam ditambah 5,85ha areal bekas Hak Guna Usaha CV. Seng Hap.
tanah TWA rata-rata termasuk jenis Andosol dan asosiasi Andosol dengan podsolik merah kuning yang tertutup oleh humus tebal sehingga memudahkan air untuk meresap kedalamnya. Bahan induk tanah ini berasal dari letusan gunung berapi berupa tuff intermeier. kondisi tanah bersifat asam dengan pH antara 4,5 sampai 5,6.

Fungsi Kawasan

Wisata Pendidikan Kehutanan
Cagar Alam Sibolangit memiliki keindahan alam dengan keanekaragaman jenis flora dan fauna yang ada yang berpotensi untuk menjadi tempat rekreasi. Potensi ekosistem dari kawasan Sibolangit yaitu merupakan kawasan hutan hujan trpois di mana dari sejarah pembentukannya sebagai kawasan ekosistem buatan hasil dari penanaman pohon pada awal abad 20 (tahun 1914)sejak Kebun Raya Sibolangit ini dirintis, tambah Tri. Sebab, Sibolangit secara konservasi ekosistem alam yang asli relatif kecil, namun keanekaragaman yang tinggi sudah cukup baik untuk menggambarkan kehidupan tipe hutan tropis sebagai sumber daya untuk pendidikan dan penelitian dalam bidang lingkungan dan konservasi alam.
Sementara itu, CA/TWA Sibolangit memiliki potensi flora atau tumbuhan yang hidup di kawasan ini sebagaian merupakan jenis asli. Tapi ada juga sebagian berasal dari daerah lain sebagai hasil penanaman oleh Tn Lorzing.
Tanaman yang bukan asli daerah ini misalnya, Sono Kembang (Dlabergia Latifolia), Angsana (Pterococarpus Indicus) dan Kelenjar (Samanea saman).
Berdasarkan catatan Tn. Lorzing Jenis tanaman asli di CA/TWA Sibolangit antara tahun 1914-1924 meliputi, Meranti (Shorea sp), 30 spesies ficus, 20 jenis Kecing (Quercus sp), Kenanga, Kulit manis, Manggis dan Artocapus sp.
Wisata Pendidikan Kehutanan
Tumbuhan semak yang ada diantaranya Philodendron sp yang merupakan anggota dari genus Anthurium famili Araceae. Keberadaan tumbuhan ini menunjukkan bahwa daerah ini memiliki curah hujan yang cukup tinggi sekitar 3.000-4.000 mm/tahun.
Tumbuhan semak (Grandcover) lainnya diantaranya adalah berbagai jenis paku-pakuan, talas hutan, rumput, serta berbagai jenis jamur. Selain itu tumbuhan lain yang dapat ditemui diantaranya berbagai jenis anggrek hutan, plama dan pinang.
Dalam kawasan ini juga ditemui adanya berbagai jenis tanaman obat-obatan dan tanaman hias yang potensial, data terakhir tahun 2000 menunjukkan ada terdapat sekira 89 jenis dari 44 famili tanaman obat-obatan dan 55 jenis dari 22 famili tanaman hias.

Bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda Tertarik Untuk Mengunjungi Taman Wisata Alam Sibolangit.TravelEsia Menawarkan Paket Wisata Pendidikan Kehutanan Taman Wisata Alam Sibolangit.

Hari - 01 : Medan - TWA Sibolangit - Berastagi(MS-MM) 

Wisata Pendidikan KehutananTiba di Kualanamu International Airport Medan atau tamu Paket Wisata Pendidikan Kehutanan menunggu di lobby hotel di Medan, disambut atau ditemui oleh perwakilan TravelEsia. Selanjutnya rombongan Akan Diajak Untuk Mengunjungi Taman Wisata Alam Sibolangit.Peserta akan di ajak untuk mengenai lebih dalam potensi kawasan baik dari jenis tanaman dan tumbuhan yang terdapat di kawasan Taman Wisata Alam Sibolangit Oleh Petugas Resort Taman Wisata Alam Sibolangit.
Berdasarkan catatan Tn. Lorzing Jenis tanaman asli di CA/TWA Sibolangit antara tahun 1914-1924 meliputi, Meranti (Shorea sp), 30 spesies ficus, 20 jenis Kecing (Quercus sp), Kenanga, Kulit manis, Manggis dan Artocapus sp.
Tumbuhan semak yang ada diantaranya Philodendron sp yang merupakan anggota dari genus Anthurium famili Araceae. Keberadaan tumbuhan ini menunjukkan bahwa daerah ini memiliki curah hujan yang cukup tinggi sekitar 3.000-4.000 mm/tahun.
Tumbuhan semak (Grandcover) lainnya diantaranya adalah berbagai jenis paku-pakuan, talas hutan, rumput, serta berbagai jenis jamur. Selain itu tumbuhan lain yang dapat ditemui diantaranya berbagai jenis anggrek hutan, plama dan pinang.
Dalam kawasan ini juga ditemui adanya berbagai jenis tanaman obat-obatan dan tanaman hias yang potensial, data terakhir tahun 2000 menunjukkan ada terdapat sekira 89 jenis dari 44 famili tanaman obat-obatan dan 55 jenis dari 22 famili tanaman hias.

Dikarenakan Paket Wisata Pendidikan Kehutanan Ini Sudah Termasuk Donasi.Usai mengenal Potensi dan Jenis Tanaman,Peserta Akan Menyerah Sumbangan Ke Kantor resort Taman Wisata Alam Sibolangit yang dapat di gunakan untuk pelestarian kawasan.

Usai mengunjungi Taman Wisata Alam Sibolangit Peserta akan Di ajak Mengunjung Dataran Tinggi Berastagi.berkunjung ke gundaling dan pasar buah berastagi,berbelanja menggunakan biaya peserta sendiri.Checkin Di Hotel,Usai Makan Malam Acara Bebas

Hari 2 : Berastagi - Medan - Air Port ( SP-MS)

paket wisata danau tobaCheck Out dan Sarapan Pagi Selanjutnya rombongan Paket Wisata Pendidikan Kehutanan kembali ke medan setelah sampai di medan  peserta Akan Diajak Untuk City Tour Di Medan Diajak Untuk Berwisata Sejarah Ke Istana Maimoon yang dibangun oleh Sultan Makmun Al-Rasyid pada masa Kesultanan Deli tahun 1888. Anda juga berkesempatan untuk membeli oleh-oleh khas Medan seperti Bika Ambon, Lapis Legit, Bolu Gulung, Pancake Durian, atau bisa juga makan durian di pusat penjualan durian.Mengunjungi Museum Negeri Medan ,mengunjungi penangkaran buaya asam kumbang dan Rahmad Galery. Makan siang di restoran lokal.Setelah makan siang Peserta diantar kebandara kualanamu dan tour berakhir.

Hotel Yang Di Gunakan Di Berastagi 
Parapat : Danau Toba Cottage ( 3 Star Acommodation)
http://www.travelesia.us/2014/12/paket-wisata-pendidikan-kehutanan-sibolangit.html

Harga Paket

  • Harga Paket Per Orang Minimal 06 Orang  :  Rp  900.000,-/Orang
  • Harga Paket Per Orang Minimal 06 - 10 Orang  :  Rp  800.000,-/Orang
  • Harga Paket Per Orang Minimal 10-20 Orang  :  Rp  700.000,-/Orang

Harga Termasuk :

  • Akomodasi hotel 01 (satu) malam yakni 1 malam di Berastagi (sekamar berdua/bertiga)
  • Paket Donasi 10% Dari Paket Wisata Pendidikan Kehutanan Untuk Kantor Resort Taman Wisata Alam Sibolangit.
  • Penyerahan Buku Untuk Perpustakaan Kantor Resort Taman Wisata Alam Sibolangit
  • Makan sesuai program di atas (SP = Sarapan pagi 1 kali, MS = Makan Siang 2 kali dan MM = Makan Malam 1 kali standar Asia).
  • Karcis masuk objek wisata dan parkir sepanjang tour
  • Transportasi mobil/bus pariwisata full AC selama tour sesuai jumlah peserta tour (Avanza, Innova, New Xenia, APV, Kia Travello, Isuzu Elf atau Bus).
  • Pemandu wisata (guide) untuk GIT, dan Driver merangkap pemandu untuk FIT.
  •  Mineral water di dalam mobil/bus

Harga Tidak Termasuk :

  • Tiket pesawat PP, airport tax dan porlep
  • Optional Tour (tour tambahan di luar paket)
  • Tips untuk Guide & Driver
  • Pengeluaran pribadi lainnya seperti shopping atau pembelian barang-barang untuk kebutuhan pribadi, mini bar, laundry, room service, telephone dan lain-lain.
  • Travel Insurance
  • Airport tax domestik
  • Penambahan / Perpanjangan tinggal
  • Airport Tax International
  • Tipping porter dan pengeluaran pribadi
  • Tipping untuk local guide dan supir
  • PPN 1%

Ketentuan Paket

  • Konfirmasi Paket Wisata Pendidikan Kehutanan terakhir dan jadwal perjalanan akan dibagikan 2 (dua) hari sebelum keberangkatan
  • Tempat wisata bisa dirubah tanpa pemberitahuan sebelumnya
  • Harga dapat berubah sewaktu-waktu dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
  • Tidak ada pengembalian uang untuk layanan yang tidak digunakan
  • Tidak tersedia sarapan pagi untuk anak NO BED
  • Harga ANAK hanya berlaku untuk peserta yang berusia antara 02-11 tahun
  • Susunan acara dapat berubah, jika kondisi/keadaan tidak memungkinkan
  • Check-in / check-out hotel dilakukan sendiri
  • Harga untuk 1 orang dalam 1 kamar akan dikenakan harga single
  • Anak dibawah usia 18 tahun tidak bisa melakukan perjalanan sendiri/tanpa ditemani orang dewasa
  • Tidak ada pengembalian uang untuk PAKET PERJALANAN yang DIBATALKAN atau DIUBAH atas permintaan customer
  • Paket hanya berlaku untuk Warga Negara Indonesia (WNI)
CATATAN:
  • Anda Akan di Damping Oleh Tour Guide Berpengalaman Dari TravelEsia Yang Tidak Merangkap Sebagai Supir.Ini Berfungsi Agar memaksimalkan Layanan Dan Dapat memberikan Anda keleluasaan Dalam menapaki Keeksotisan Alam Danau Toba.
  • Harga Paket Wisata Pendidikan Kehutanan tersebut berlaku untuk hotel berbintang 2. Kami bisa menyediakan harga paket yang lebih tinggi dengan hotel berbintang 3 atau 4 atau budget hotel. Silahkan Klik Link Paket Wisata Pendidikan Kehutanan Atau Paket Wisata Pendidikan Kehutanan dapat menghubungi kami.
  • Apabila ada makan siang pada hari pertama, maka hari kedua makan siang menjadi tanggungan masing-masing perserta (bila ada) atau menjadi additional charge pada paket  tour.
  • Harga ini tidak berlaku pada masa high season seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, Imlek dan hari libur umum di mana hotel tidak memberlakukan harga kontrak.
  • Harga ini bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Harga aktual adalah harga yang disepakati pada saat konfirmasi.


TravelEsia.co Tour And Travel

Jln.Denai/Perjuangan No.5a
Sumatera Utara - Medan Denai -Medan- Indonesia
Phone
Office : 
Untuk Pelanggan Dalam Negeri : 061-77010004
For International Market : 6261-76500030
Mobile Marketing : 081290006070 
For International Call +6281290006070
Email : marketing@travelesia.us
Yahoo Messenger :
Skype : travelesia
Facebook : facebook.com/travelesiaku
Twitter : @TravelEsiaKu


Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove

Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove - Paket Wisata - Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove 2 Hari 1 Malam merupakan Paket wisata TravelEsia Berbasis Tour Edukasi Atau Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove.
Wisata Pendidikan Manggrove

Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove

Kali Ini TravelEsia Wujudkan Untuk Turut andil dalam Pelestarian dan Konservasi Mangrove Di Indonesia Khususnya Provinsi Sumatera Utara.Hutan Mangrove atau hutan bakau memiliki fungsi utama untuk melindungi garis pantai dari abrasi maupun pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami. Misalnya, di Jepang yang berupaya mengurangi dampak ancaman tsunami dengan memasang Green Belt atau saguk hijau hutan Mangrove.

Desa Wisata Mangrove Terpadu ini diperuntukkan bagi penguatan ekonomi masyarakat setempat. Di daerah ini, lebih dari 2.000 nelayan, dan setelah penanaman, kami akan terus memantau perkembangan Green Belt serta memberikan pelatihan untuk penguatan ekonomi masyarakat setempat tanpa mengabaikan kearifan lokal yang telah ada.

Mengapa Anda Harus Kesana..??

Wisata Pendidikan Mangrove
Fungsi Mangrove selain tempat nutrisi bagi biota-biota dan menjadi pelindung abrasi, juga dapat menjadi tempat masyarakat untuk memajukan industri ekonomi kreatif. Maka itu, tumbuhan ini harus tetap dijaga masyarakat setempat, agar perkembangan di suatu daerah lebih maju lagi.

Mangrove pada umumnya mempunyai keragaman jenis yang tinggi, memiliki 89 jenis tumbuhan yang terdiri dari 35 jenis pohon, 5 jenis terna, 9 jenis perdu, 29 jenis efipit, dan 2 jenis parasit. Jumlah satwanya juga luar biasa, Di hutan mangrove Sumatera Utara dijumpai 44 jenis burung, dimana 13 jenis diantaranya termasuk burung migran. Berdasarkan habitatnya, fauna laut di mangrove terdiri atas dua tipe yaitu : infauna yang hidup di kolom air, terutama berbagai jenis ikan dan udang, dan epifauna yang menempati substrat baik yang keras (akar dan batang pohon mangrove) maupun yang lunak (lumpur).

Wisata Pendidikan Mangrove
Kampoeng Nipah merupakan lokasi ekowisata mangrove terpadu berbasis masyarakat pertama di Indonesia, dimana dalam satu lokasi ini terdapat hutan mangrove, pengolahan produk berbahan dasar mangrove, hingga homestay yang dikelola oleh penduduk setempat. Desa wisata mangrove ini terletak di Desa Muara Maimbai Kec. Sei Nagalawan Kab. Serdang Bedagai.

Memasuki desa wisata ini, Anda akan menjumpai masyarakat melayu pesisir yang ramah dan senang sekali bercerita. Mereka akan menyambut hangat pengunjung yang datang kesini. Hal ini yang membuat saya tak pernah bosan berkunjung ke desa wisata yang satu ini.

Sesampainya dilokasi, kita akan dipandu langsung oleh guide lokal dan diberikan kuliah singkat tentang mangrove, mulai dari jenis-jenis mangrove, cara menanam mangrove, manfaat mangrove bagi lingkungan serta jenis mangrove apa saja yang dapat diolah menjadi makanan khas.

Ada beberapa produk olahan mangrove yang telah diproduksi di desa ini, antara lain dodol, keripik jeruju, teh jeruju dan sirup. Untuk makanan olahan mangrove seperti dodol dan sirup, hanya ada pada musim-musim tertentu saja, karena bahan dasar untuk membuat olahan ini juga hanya tersedia pada musim tertentu.

Tertarik Untuk Mengunjungi Desa Wisata Kampoeng Nipah,Kini TravelEsia ingin Mengajak Anda untuk Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove .

Hari - 01 : Medan - Kampung Nipah - Medan (MS-MM) 

Wisata Pendidikan
Tiba di Kualanamu International Airport Medan atau tamu Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove menunggu di lobby hotel di Medan, disambut atau ditemui oleh perwakilan TravelEsia. Selanjutnya rombongan Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove Akan Diajak Menuju Kampung Nipah Kab. Serdang Bedagai.Makan Siang Di restorant Lokal dan kegiatan Dilanjutkan.Peserta Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove akan di beri pengenalan mengenai fungsi,sejarah dan kawasan konservasi mangrove di Kampung Nipah.Peserta Akan Diajak Melakukan Penanaman hutan Mangrove di Kampung Nipah.Dimana Bibit mangrove akan di beri Nama sesuai dengan nama peserta paket Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove,Selanjutnya Peserta Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove diajak untuk melihat atau berkeliling kawasan Konservasi Mangrove di Kampung Nipah.Usai Berkeliling Peserta Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove Balik menuju Medan,Check In Di Hotel Dan Makan Malam,Acara Bebas Usai Makan Malam

Hari - 02 : Medan - Tour Local - AirPort (SP)

paket wisata danau tobaSarapan pagi di hotel dan check out. Acara selanjutnya rombongan Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove Akan Diajak Untuk City Tour Di Medan Diajak Untuk Berwisata Sejarah Ke Istana Maimoon yang dibangun oleh Sultan Makmun Al-Rasyid pada masa Kesultanan Deli tahun 1888. Anda juga berkesempatan untuk membeli oleh-oleh khas Medan seperti Bika Ambon, Lapis Legit, Bolu Gulung, Pancake Durian, atau bisa juga makan durian di pusat penjualan durian,Mengunjungi Rahmad Galery Yang Merupakan Museum Hewan Di Sumatera Utara,Kemudian Mengunjungi Museum Sumatera Utara dan Pusat Penakaran Buaya Asam Kumbang.Usai Kegiatan Peserta Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove Akan Diantar Ke Bandara International Kuala Namu atau ke hotel Dan Tour Berakhir.

Hotel Yang Di Gunakan :

  • Medan    :  Garuda Citra Hotel *3 

Paket Wisata Danau Toba

Harga Paket Tour :

  • Harga Paket Per Orang Minimal 06 Orang  :  Rp  500.000,-/Orang
  • Harga Paket Per Orang Minimal 06 - 10 Orang  :  Rp  400.000,-/Orang
  • Harga Paket Per Orang Minimal 10-20 Orang  :  Rp  350.000,-/Orang

Harga Termasuk :

  • Akomodasi hotel 01 (satu) malam yakni 1 malam di Kota Medan (sekamar berdua/bertiga)
  • Bibit Mangrove Sesuai dengan jumlah Peserta
  • Makan sesuai program di atas (SP = Sarapan pagi 1 kali, MS = Makan Siang 1 kali dan MM = Makan Malam 1 kali standar Asia).Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove
  • Karcis masuk objek wisata dan parkir sepanjang tour
  • Transportasi mobil/bus pariwisata full AC selama tour sesuai jumlah peserta tour (Avanza, Innova, New Xenia, APV, Kia Travello, Isuzu Elf atau Bus).
  • Pemandu wisata (guide) untuk GIT, dan Driver merangkap pemandu untuk FIT.
  • Mineral water di dalam mobil/bus

Harga Tidak Termasuk :

  • Tiket pesawat PP, airport tax dan porlep
  • Optional Tour (tour tambahan di luar paket)
  • Tips untuk Guide & Driver
  • Pengeluaran pribadi lainnya seperti shopping atau pembelian barang-barang untuk kebutuhan pribadi, mini bar, laundry, room service, telephone dan lain-lain.
  • Travel Insurance
  • Airport tax domestik
  • Penambahan / Perpanjangan tinggal
  • Airport Tax International
  • Tipping porter dan pengeluaran pribadi
  • Tipping untuk local guide dan supir
  • PPN 1%

Ketentuan Paket

  • Konfirmasi terakhir dan jadwal perjalanan akan dibagikan 2 (dua) hari sebelum keberangkatan
  • Tempat wisata bisa dirubah tanpa pemberitahuan sebelumnya
  • Harga dapat berubah sewaktu-waktu dengan atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu
  • Tidak ada pengembalian uang untuk layanan yang tidak digunakan
  • Tidak tersedia sarapan pagi untuk anak NO BED
  • Harga ANAK hanya berlaku untuk peserta yang berusia antara 02-11 tahun
  • Susunan acara dapat berubah, jika kondisi/keadaan tidak memungkinkan
  • Check-in / check-out hotel dilakukan sendiri
  • Harga untuk 1 orang dalam 1 kamar akan dikenakan harga single
  • Anak dibawah usia 18 tahun tidak bisa melakukan perjalanan sendiri/tanpa ditemani orang dewasa
  • Tidak ada pengembalian uang untuk PAKET PERJALANAN yang DIBATALKAN atau DIUBAH atas permintaan customer
  • Paket hanya berlaku untuk Warga Negara Indonesia (WNI)
CATATAN:
  • Anda Akan di Damping Oleh Tour Guide Berpengalaman Dari TravelEsia Yang Tidak Merangkap Sebagai Supir.Ini Berfungsi Agar memaksimalkan Layanan Dan Dapat memberikan Anda keleluasaan Dalam menapaki Keeksotisan Alam Danau Toba.
  • Harga Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove tersebut berlaku untuk hotel berbintang 2. Kami bisa menyediakan harga paket yang lebih tinggi dengan hotel berbintang 3 atau 4 atau budget hotel. Silahkan Klik Link Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove Atau Wisata Pendidikan Konservasi Mangrove  dapat menghubungi kami.
  • Apabila ada makan siang pada hari pertama, maka hari kedua makan siang menjadi tanggungan masing-masing perserta (bila ada) atau menjadi additional charge pada paket  tour.
  • Harga ini tidak berlaku pada masa high season seperti Hari Raya Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, Imlek dan hari libur umum di mana hotel tidak memberlakukan harga kontrak.
  • Harga ini bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Harga aktual adalah harga yang disepakati pada saat konfirmasi.
Hubungi :

TravelEsia.co Tour And Travel

Jln.Denai/Perjuangan No.5a
Sumatera Utara - Medan Denai -Medan- Indonesia
Phone
Office : 
Untuk Pelanggan Dalam Negeri : 061-77010004
For International Market : 6261-76500030
Mobile Marketing : 081290006070 
For International Call +6281290006070
Yahoo Messenger :
Skype : travelesia
Facebook : facebook.com/travelesiaku
Twitter : @TravelEsiaKu


 

Manakah Destinasi Terbaik Di Indonesia

Support : Informasi lalu Lintas | | Traffic Information Center
Copyright © 2012 - 2017. Indonesia Tourism and Travel Information - Paket Wisata - Indonesia Tour Package - TravelEsia.Us - All Logos, Trademarks and Registered Trademarks Are The Property of TravelEsia Corporation.
Website Ini Dikelola Oleh : Devisi IT TravelEsia Published by TravelEsia Tour And Travel
Proudly powered by Flight And Hotel Search Engine