Travel Information :

Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts
Showing posts with label Sumatera Barat. Show all posts

Taman Nasional Kerinci Seblat : Menyelusuri Jejak Misteri Primata Langka Indonesia

Taman Nasional Kerinci Seblat - Taman Nasional Kerinci Seblat Merupakan Taman Nasional Yang berada di tiga provinsi di sumatera,yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki keunikan tersendiri di bandingkan dengan taman nasional yang ada di indonesia.di taman nasional ini banyak terdapat satwa-satwa langka endemik yang menaungui hutan Taman Nasional Kerinci Seblat
Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman Nasional Kerinci Seblat

menjadi pembahasan Sahabat TravelEsia Kali Ini.dengan tujuan menambah khasanah ilmu pengetahuan Sahabat TravelEsia mengenai keanekaragaman flora dan fauna nusantara yang terdapat di Taman Nasional Kerinci Seblat.

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) adalah area konservasi alam. Taman seluas 1.368.000 Ha (hasil tata batas) ini terletak di empat provinsi, yaitu: Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumtera Selatan.   Taman nasional ini merupakan penyatuan dari beberapa cagar alam, yaitu Inderapura dan Bukit Tapan, serta Suaka Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu Embun dan Gedang Seblat. Kawasan tersebut berfungsi  sebagai hidro-orologis yang sangat vital bagi wilayah sekitarnya. 

Sejarah Pembentukan Taman Nasional 

Taman Nasional Kerinci Seblat
Pembentukan Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan hasil dari penyatuan beberapa kawasan cagar alam Kerinci seperti: Cagar Alam Inderapura dan Bukit Tapan, Suaka Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu embun dan Gedang Seblat. Di dalam cagar alam tersebut terdapat kawasan hutan lindung dan hutan produksi.

Kawasan hutan berfungsi menghasilkan air guna memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang hidup disepanjang bantaran sungai seperti sungai Batanghari dan sungai Musi. Mengingat peran yang sangat vital dari hutan tersebut, maka pada tanggal 4 Oktober 1982 bertepatan dengan Kongres Taman Nasional Sedunia yang diadakan di Bali, pemerintah menjadikan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai kawasan hutan lindung.

Secara geografis Taman Nasional Kerinci Seblat berada pada garis 100°31‘18″ - 102°44‘ lintang timur dan 17‘13″-326‘14″ Lintang Selatan. Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki luas 1.368.000 Ha, dengan perincian: seluas 353.780 Ha (25,86%) berada di wilayah Provinsi Sumatera Barat, 422.190 Ha (30,86%) berada di wilayah Provinsi Jambi, 310.910 Ha (22,73%) terletak di Propinsi Bengkulu; dan seluas 281.120 Ha (20,55%) terletak di Propinsi Sumatera Selatan. Wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat masuk dalam wilayah 9 Kabupaten, 43 Kecamatan dan 134 Desa di empat provinsi tersebut. Sebagian besar kawasan taman nasional ini merupakan rangkaian pegunungan Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera bagian tengah.

Topografi Taman Nasional Kerinci Seblat yang berada pada ketinggian antara 200 sampai dengan 3.805 meter dpl ini bergelombang, berlereng curam dan tajam. Sedangkan topografi taman yang relatif datar, terdapat pada ketinggian 800 meter dpl atau terdapat di daerah enclave yang berada di Kabupaten Kerinci.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Kerinci Seblat
Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah sampai ekosistem sub-alpin serta beberapa ekosistem yang khas antara lain rawa gambut, rawa air tawar dan danau. 

Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki 4.000 jenis tumbuhan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae. Tumbuhan yang langka dan endemik seperti pinus kerinci (Pinus merkusii strain Kerinci), kayu pacat (Harpulia alborea), bunga raflesia (Rafflesia arnoldi dan R. hasseltii), dan bunga bangkai (Amorphophallus titanum dan A. decus-silvae).
Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki 37 jenis mamalia, 10 jenis reptilia, 6 jenis amfibia, 8 jenis primata dan 139 jenis burung.

Orang Pendek Taman Nasional Kerinci seblat
Potensi lainnya yang menarik perhatian pengunjung di taman nasional ini, seperti pengamatan suara burung rangkong (Buceros rhinoceros sumatranus) dan julang (Aceros undulatus undulatus) serta suara tawa histeri yang menakjubkan dari burung gading (Rhinoplax vigil); adanya kucing emas (Catopuma temminckii temminckii) yang sangat misterius; serta adanya misteri yang belum terpecahkan tentang sejenis satwa primata yang berjalan tegak dan cepat sekali menghilang diantara pohon, dimana masyarakat setempat menamakannya “orang pendek”.  
Di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat terdapat beberapa tipe ekosistem hutan. Mulai dari tipe ekosistem hutan dataran rendah, sampai ekosistem sub alpin dan beberapa ekosistem khas seperti rawa gambut, rawa air tawar dan danau. Taman Nasional Kerinci Seblat juga memiliki hutan primer dengan beberapa tipe vegetasi.

Tipe vegetasi utama didominasi formasi seperti: Vegetasi dataran rendah yang berada di atas 200 sampai 600m dari permukaan laut (dpl); hutan dengan Vegetasi pegunungan/bukit yang berada pada ketinggian 600 sampai 1.500m dpl; hutan Vegetasi montana yang berada pada ketinggian 1.500 sampai 2.500 m dpl; hutan Vegetasi belukar gleichenia/paku-pakuan yang tumbuh pada ketinggian 2.500 sampai 2.800m dpl dan terakhir hutan Vegetasi sub alpine yang tumbuh pada ketingian 2.300 sampai 3.200m dpl.

Di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat secara umum tumbuh sekitar 4.000 jenis flora dari 63 famili. Jenis flora tersebut banyak terdapat di kawasan hutan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae, Leguminosae, Lauraceae, Myrtaceae, Bommacaceae, Moraceae, Anacardiaceae, Myristicaceae, Euphorbiaceae dan Meliaceae. Sedangkan pada ketinggian 500m sampai 2000m dpl, jenis flora yang tumbuh di hutan ini banyak didominasi oleh famili Fagaceae, Erycaceae dan semak-semak sub alpin dari jenis Vaccinium dan Rhododendron.

Flora Taman Nasional Kerinci Seblat
Di Taman Nasional Kerinci Seblat juga terdapat jenis vegetasi yang menjadi ciri khasnya, di antaranya adalah: Histiopteris insica (tumbuhan berpembuluh tertinggi) yang dapat dijumpai di dinding kawah Gunung Kerinci, berbagai jenis Nepenthes sp, Pinus mercusii strain Kerinci, Kayu Pacat (Harpullia arborea), Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldi), Agathis sp. Pada tahun 1993, Biological Science Club (BScC) melakukan penelitian di daerah buffer zone dan mereka menemukan 115 jenis vegetasi ethnobotanical.

Jenis vegetasi ini bisa digunakan untuk keperluan obat-obatan, kosmetik, makanan, anti nyamuk dan keperluan rumah tangga, seperti sering digunakan oleh masyarakat setempat. Sedangkan jenis fauna yang tedapat dalam Taman Nasional Kerinci Seblat tercatat 42 jenis mamalia, 10 jenis reptil, 6 jenis ampibia, 306 jenis burung dari 49 famili dan 8 jenis burung endemik.

Beberapa jenis mamalia yang bisa dijumpai di antaranya: Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis), Macan Dahan (Neopholis nebulosa), Harimau Loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), Kucing Emas (Felis termminnckii), Tapir (Tapirus indica), Kambing Hutan (Capricornis sumatrensis).

Fauna Taman Nasional Kerinci Seblat
Jenis amphibia antara lain: Katak Bertanduk (Mesophyrs nasuta); jenis primata: Siamang (Sympalagus syndactylus) Ungko (Hylobates agilis), Wau-wau Hitam (Hylobates lar), Simpai (Presbytis melalobates), Beruk (Macaca nemestrina) dan Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan jenis burung endemik seperti: Burung Tiung Sumatera (Cochoa becari), Burung Puyuh Gonggong (Arborophila rubirostris), Burung Celepuk (Otus stresemanni) dan Burung Abang Pipi (Laphora inornata).

Tidak hanya itu
di Lumpo Resor memiliki air terjun yang disebut Air Terjun Lumpo yang terdiri dari tiga level dan yang tertinggi sekitar 80 meter. Dari pinggiran desa Limau Gadang, perjalanan akan memakan waktu 4 jam dengan mobil sejauh 7 km ke air terjun. Bukit Bontak dan Gunung Kerinci terletak di Solok Selatan. Selain trekking, hutan yang dilindungi ini dapat juga digunakan untuk berkemah.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Kerinci Seblat
Untuk mencapai lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan beberapa alternatif: alternatif pertama, dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Jambi: perjalanan dimulai dari kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km, dengan waktu tempuh sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
  • Alternatif yang kedua dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Barat: perjalanan bisa dimulai dari kota Padang ke Tapan, kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km, dengan lama perjalanan sekitar 7 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. 
  • Alternatif ketiga dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Barat: perjalanan dimulai dari Padang ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang ke lokasi sekitar 211 km dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 5-6 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. 
  • Alternatif Keempat dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Bengkulu: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Muara Aman, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. 
  • Alternatif kelima dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Bengkulu: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Argamakmur dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. 
  • Alternatif keenam dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Lubuk Linggau, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. 
  • Alternatif Ketujuh dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai dari Palembang ke Lubuk Linggau, dengan waktu tempuh sekitar 6 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. Alternatif kedelapan dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai dari Lubuk Linggau ke Muara Rupit, kemudian ke Surulangun dan ke Napal Licin, dengan waktu tempuh selama sekitar 4 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
  • Alternatif Kesembilan melalui jalur air dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: Dari Muara Rupit ke Napal Licin membutuhkan waktu perjalanan selama sekitar 2 jam dengan menggunakan speed boad. Ongkos menuju lokasi melalui masing-masing rute tersebut masih dalam proses pengumpulan data. Dari Padang-Tapan-Sungai Penuh berjarak 278 km (7-8 jam) dengan mobil, Padang-Muaralabuh-Kersik Tuo, 211 km (5-6 jam) dengan mobil, Jambi-Sarko-Sungai Penuh, 500 km (9-10 jam) dengan mobil dan Bengkulu-Tapan-Sungai Penuh, 417 km (8-9 jam) dengan mobil.
  • Akses yang paling mudah ke Taman Nasional Kerinci Seblat adalah di Sumatera Barat tepatnya dari Painan, distrik Pesisir Selatan atau Solok Selatan. Dari bandara internasional Minangkabau, Anda harus ke Padang dahulu dan melajutkan perjalanan ke Painan dengan menyewa mobil atau menggunakan agen perjalanan dengan biaya sekitar Rp 40,00 sampai Rp 50,000. Di Painan Anda harus melapor ke Kantor Lumpo Resor, yang terletak tepat di belakang stasiun bus dan pasar. Bawa surat izin Anda dari Kantor Pusat Pengurus Taman Nasional II (PTN II) di Padang ke area konservasi (SIMAKSI)

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Taman Nasional Kerinci Seblat
Jika Anda tidak ingin bermalam di hutan, Taman Nasional Kerinci Seblat menyediakan penginapan bagi wisatawan.Di perbatasan antara desa Limau Gadang dan jalan masuk ke TNKS, ada beberapa toko-toko makanan lokal dimana Anda bisa menikmati kopi atau teh dengan makanan ringan. Jika Anda ingin tinggal di hutan, Anda harus membawa perbekalan sendiri.

Di kota Sungai Penuh (ibukota Kabupaten Kerinci), banyak hotel yang bisa ditempati oleh para wisatawan untuk menginap. Harga untuk satu kamar relatif murah dengan tarif mulai dari Rp. 50.000,00 sampai Rp.100.000,00 per malam per kamar (Februari 2008). Untuk urusan makan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Danau Gunung Tujug
Gunung Kerinci. Mendaki gunung dan berkemah. Gunung Kerinci (3.805 m. dpl) merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan masih aktif.
Danau Gunung Tujuh. Melihat panorama danau, dan pengamatan satwa. Danau Gunung Tujuh merupakan danau vulkanik yang tertinggi di Sumatera (2.000 m. dpl) seluas 1.000 ha yang dikelilingi oleh tujuh buah gunung.
Goa Napal Licin dan Kasah. Melihat kompleks goa yang kaya akan stalaktit dan stalaknit
Grao Solar, Nguak dan Kunyit. Melihat semburan air panas (airnya sangat jernih) setinggi 15 meter dan pengamatan satwa.
Letter W. Melihat bunga raflesia dan bunga bangkai, serta kelinci Sumatera.
Rawa Ladeh Panjang. Penelitian dan pengamatan satwa. Wisata budaya. Melihat budaya Suku Kubu yang masih tradisional.
Atraksi budaya di luar taman nasional:Parade Budaya pada bulan November di Sungai Penuh, Budaya Melayu pada bulan Januari di Jambi, dan Festival Tabot pada bulan Juni di Bengkulu.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Musim kunjungan terbaik: bulan Januari s/d Oktober setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

  • Sebelum mengunjungi Taman Nasional Kerinci Seblat, Anda harus memegang surat izin SIMAKSI dari Kantor Pusat Pengurus Taman Nasional II (PTN II) di jalan Khatib Sulaiman no. 46 Padang. Telepon/fax: 0751-447668.
  • Jika Anda ingin berjalan-jalan di sekitar  Resor Lumpo TNKS, akan lebih menghemat waktu jika Anda bermalam di hutan jadi Anda bisa menikmati alam, flora dan fauna yang indah. Hal yang Anda harus perhatikan adalah membawa pakaian ekstra, perbekalan, tenda, penerangan dan garam untuk mencegah ular datang ke sekitar tenda, tembakau untuk melindungi Anda dari gigitan lintah dan lotion anti nyamuk. 
  • Selain lingkungannya yang sulit, akan sangat mungkin bagi Anda untuk mengunjugi Air Terjun Lumpo dan kembali di hari yang sama. Anda bisa memulai perjalanan pada pagi hari dan kembali pada malam hari.
  • Kenakanlah pakaian nyaman dan sepatu yang cocok untuk menjelajahi hutan tropis dan pedalaman Taman Nasional Kerinci Seblat.
  • Bawalah juga bekal obat-obatan terutama obat malaria.
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menyelusuri Jejak Misteri Primata Langka Indonesia.Jika Anda Berkunjung ke provinsi sumatera barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.Jadikanlah Taman Nasional Kerinci Seblat , Danau Gunung Tujuh Sebagai Destinasi Wisata Anda.Mari Kita Dukung Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Dunia


Taman Nasional Siberut : Menjelajahi Jejak Kebudayaan Megalit Nusantara

Taman Nasional Siberut - Kepulauan Mentawai - Taman Nasional Siberut Merupakan Pembahasan Sahabat TravelEsia Kali Ini.Taman Nasional Siberut merupakan taman nasional yang terletak di Provinsi Sumatera Barat Atau Tepatnya berada di Kepulauan Mentawai atau terletak di lepas pantai Sumatera Barat yang dipisahkan oleh Selat Mentawai dan berjarak kurang lebih 155 km dari kota Padang.

Taman Nasional Siberut

Taman Nasional Siberut

yang terletak di pulau tersebut, seluas 60% kawasan ditutupi oleh hutan primer Dipterocarpaceae, hutan primer campuran, rawa, hutan pantai, dan hutan mangrove.Hutan di taman nasional ini relatif masih alami dengan banyaknya pohon-pohon besar dengan tinggi rata-rata 60 meter.

Taman Nasional Siberut Perjalanan ke Siberut memakan waktu belasan jam dengan perahu, perjalanan yang cukup jauh untuk mencapai pulau ini. Akan tetapi petualangan dan pengalaman serta keindahan alamnya mengundang mereka yang haus petualangan untuk menyambangi dan menjelajahi segala kekayaan yang dimilikinya, termasuk kekayaan budaya, adat, dan alam tropis yang mempesona

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Flora Taman Nasional Siberut
Taman Nasional Siberut memiliki 4 jenis satwa primata yang tidak ditemukan pada daerah-daerah lainnya di dunia (endemik) yaitu bokkoi (Macaca pagensis), lutung mentawai/joja (Presbytis potenziani siberu), bilou (Hylobates klossii), dan simakobu (Nasalis concolor siberu). Selain itu, terdapat 4 jenis bajing yang endemik, 17 jenis satwa mamalia dan 130 jenis burung (4 jenis endemik). Pulau Siberut termasuk Taman Nasional Siberut adalah salah satu Cagar Biosfir yang ditetapkan UNESCO dalam Program Man and the Biosphere (MAB).

Siberut adalah rumah bagi sekira 30.000 suku Mentawai yang hidup terisolasi dari modernitas. Konon suku Mentawai bermigrasi dari Nias ke pulau-pulau di kawasan Kepulauan Mentawai dan hidup terisolasi selama berabad-abad hingga ditemukan oleh Belanda tahun 1621. Melihat lebih dekat kehidupan suku pedalaman Mentawai adalah salah satu daya tarik utama mengunjungi Pulau Siberut. Mereka masih mempertahankan tradisi dan gaya hidup leluhur yang diwariskan turun temurun selama ribuan tahun. Mereka tinggal di rumah-rumah panggung terbuat dari kayu disebut dengan uma yang dihuni beberapa kepala keluarga. 

Suku Taman Nasional Siberut
Mereka memiliki bahasa, budaya, adat sendiri dan sebagian masih menganut kepercayaan animisme. Pakaian yang mereka kenakan pun sangatlah sederhana; lelaki Mentawai hanya mengenakan cawat yang terbuat dari kulit pohon sukun, sementara kaum wanitanya hanya memakai semacam rok yang terbuat dari daun kelapa/pisang. Selain pakaian ini, mereka juga mengenal “pakaian abadi” yaitu tato khas Mentawai yang dirajah memenuhi sekujur tubuh dengan cara tradisional dan meliputi berbagai ritual. Makanan utama mereka adalah sagu dan mereka beternak babi serta berburu monyet sebagai bahan makanan sehari-hari.

Selain menyaksikan sendiri kehidupan terasing suku Mentawai, trekking di hutan tropis yang masih terjaga serta menikmati pemandangan alam di sekitar pulau adalah petualangan lain yang menarik dilakukan. Sekira 2/3 pulau ini ditutupi  hutan hujan yang menawarkan petualangan trekking yang tidak mudah namun sekaligus menantang.

Sebagian dari pulau ini telah dilindungi dan ditetapkan menjadi taman nasional sejak tahun 1993, dikenal dengan nama Taman Nasional Siberut. Taman Nasional Siberut adalah salah satu cagar biosfer menurut ketetapan UNESCO dalam Program Man and the Biosphere (MAB).

Suku mentawai
Mengunjungi Taman Nasional Siberut adalah paket petualangan yang merupakan kombinasi dari beragam kegiatan, yaitu berperahu, mendayung, berjalan kaki di jalur berlumpur, menikmati keindahan hutan tropis, dan juga pengamatan tumbuhan/satwa. Untuk menjelajahi pesona Siberut, terdapat sejumlah jasa biro perjalanan dan pemandu wisata yang dapat ditemukan di Padang atau pun di Bukit Tinggi.

Lokasi medan yang menantang menjadikan kegiatan ekowisata, terutama trekking di taman nasional menjadi kegiatan yang penuh tantangan dan sarat petualangan. Jalur trekking akan melintasi hutan-hutan primer dengan kondisi tanah berlumpur dan dipadati pohon-pohon dipterocarpaceae, anggrek hutan, flora dan fauna liar hutan tropis yang kaya. Oleh karenanya, kegiatan pengamatan burung dan primata endemik di kawasan taman nasional ini akan menambah daftar kegiatan wisata Anda.

Wisata budaya adalah salah satu suguhan yang ditawarkan  Pulau Siberut terutama kehidupan dan kebudayaan suku Mentawai yang khas. Gaya hidup, tradisi, dan adat istiadat suku Mentawai adalah daya tarik wisata yang takkan ditemukan di tempat lain. 

Suku MentawaiCara hidup suku Mentawai yang unik akan memperkaya pengalaman wisata budaya Anda. Keberadaan rumah adat yang dihuni beberapa kepala keluarga (uma Mentawai) adalah tempat pertama untuk mengenal dan melihat lebih dekat kehidupan keseharian mereka.

Kegiatan tradisional yang mereka lakukan sehari-hari juga tak kalah menarik, seperti  menyagu, memasak sagu, berburu, membuat racun panah, tradisi tato, membuat kabit (celana tradisional), upacara adat dengan tarian khas mentawai (turuk) dan ritual pengobatan oleh Sikerei (dukun). Selain itu, desa tradisional lain yang dapat Anda kunjungi adalah Desa Madobak, Ugai dan Matotonan.

Sebagai bagian dari Kepulauan Mentawai yang tenar sebagai kawasan selancar terbaik, wisata bahari adalah andalan lain yang ditawarkan di pulau ini. Pulau Siberut menjadi semacam tempat pertama yang akan diinjak wisatawan sebelum menjelajahi keindahan pulau di sekitarnya. Di Siberut terdapat jadwal pelayaran reguler dari dan menuju Padang dan memiliki peran penting dalam jalur transportasi di Kepulauan Mentawai.
 Taman Nasional SiberutUntuk Anda yang gemar berselancar, di ujung selatan Pulau Siberut terdapat Pulau Nyang-Nyang dan Karang Bajat. 

Ombak besar yang bergulung menuju pantai-pantai di kedua pulau sudah dikenal terlebih lagi di kalangan wisatawan mancanegara penggila selancar.  Selain itu, wisata bahari yang lain yang dapat dinikmati adalah snorkeling, berenang, memancing dan menikmati keindahan pantai eksotis berpasir putih yang masih terjaga kebersihannya.

Taman Nasional Siberut tengah giat menggalakkan ekowisata yang merupakan salah satu misi dalam penyelamatan  sebagaimana dicanangkan WWF tahun 1980. Potensi wisata yang berbasis ekologi dijalankan demi terwujudnya konservasi dan kelestarian keanekaragaman hayati dan sekaligus mendoronng potensi wisata alam Siberut.

Dalam rangka terwujudnya program tersebut, sejumlah tindakan nyata, sarana dan prasarana pendukung dibangun dan dikembangkan. Kini telah ada jasa penyewaan perahu mesin (speed boat), tempat penginapan kapasitas 30 orang, dan gedung visitor center sebagai pusat informasi bagi para wisatawan yang ingin menjelajahi  taman nasional khususnya dan Pulau Siberut umumnya.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Kepulauan Mentawai
Berjarak sekira 155 km dari Padang, Sumatera Barat, perjalanan menuju Pulau Siberut menghabiskan waktu sekira 12 jam perjalanan dengan kapal ferry. Kapal ferry akan mengantar Anda langsung ke Muara Siberut, pelabuhan di Pulau Siberut, satu-satunya pulau di Kepulauan Mentawai yang memiliki pelayaran regular ke Padang, Sumatera Barat.

Dari bandara internasional Minangkabau, Anda harus ke pelabuhan Muara Padang dengan menggunakan bus. Dari sana, pengunjung menggunakan kapal ferry atau kapal motor untuk menyeberang Samudera Hindia menuju Pulau Siberut.

Jadwal kapal dari Padang ke Siberut hanya dua kali seminggu; minggu malam (kapal Sumber Rezeki Baru) dan kamis malam (kapal Simasin). Perjalanan ini sekitar satu hari dan kapal kembali ke Padang pada Selasa dan Jumat malam. Harga tikenya Rp105.000,- sampai Rp125.000,-. Selain itu, ada kapal tambahan beroperasi pada Minggu pertama dan kedua setiap bulan. Kapal Ambu-Ambu berangkat pada Sabtu malam dari Muara Padang dan kembali dari Siberut ke Padang pada Minggu malam.

Apabila Anda berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau maka dapat menyewa pesawat kecil seperti Tiger Air atau SMAC ke Tuapejat di Pulau Sipora. Setelah itu, bisa menyewa kapal untuk perjalanan sekitar 3 sampai 4 jam ke Muara Siberut.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Untuk tempat menginap, Anda dapat menginap di penginapan yang berada di kawasan Taman Nasional Siberut. Apabila ingin lebih dekat mengenal kehidupan masyarakat suku Mentawai dan merasakan hidup dengan cara mereka, Anda dapat saja menginap di rumah-rumah penduduk.

Bagi Anda yang gemar berselancar, terdapat pondok penginapan di kawasan pantai lokasi selancar, seperti di Pulau Nyang-Nyang. Selain itu, bagi Anda dengan budget ekstra dapat pula menginap di resort di Pulau Nyang-Nyang

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Musim kunjungan terbaik: bulan Januari s/d September setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

  • Bawalah uang tunai yang cukup saat mengunjungi Pulau Siberut atau pulau-pulau lain di Kepulauan Mentawai sebab jelas tidak ada atm di kawasan terisolasi tersebut.
  • Kenakanlah pakaian nyaman dan sepatu yang cocok untuk menjelajahi hutan tropis dan pedalaman Pulau Siberut.
  • Bawalah juga bekal obat-obatan terutama obat malaria.
  • Masyarakat suku Mentawai senang apabila dibawakan oleh-oleh berupa rokok dan makanan saat Anda mengunjungi mereka. Mintalah izin apabila ingin mengambil foto mereka karena sebagian dari mereka meminta imbalan atas foto yang diambil. 
  • Sebaiknya terlebih dulu mengunjungi visitor center Taman Nasional Siberut di Maileppet (3 km dari Muara Siberut) sebelum berangkat ke pedalaman. Staf Taman Nasional Siberut akan bersedia membantu dan membagi informasi mengenai taman nasional dan Pulau Siberut atau bahkan menjadi pemandu wisata Anda.
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menjelajahi Jejak Kebudayaan megalit Nusantara.Jika Anda Berkunjung ke provinsi sumatera barat dan khususnya Kepulauan Mentawai,Jadikanlah Taman Nasional Siberut , Pulau Cubadak , Pulau Sipora dan Kepulauan Mentawai Sebagai Destinasi Wisata Anda.Mari Kita Dukung Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Dunia


Pulau Cubadak : Si Cantik Nan Eksotis Dari Sumatera Barat

Pulau Cubadak - Sumatera Barat - Sahabat TravelEsia Selain Pulau Sipora , Pulau Mentawai ,Sumatera Barat Juga Memiliki Salah Satu Destinasi Yang Layak Sahabat TravelEsia Kunjungi,Jika Pulau Sipora , Pulau Mentawai Surga Bagi Peselancar Dunia,Maka Pulau Yang satu Ini Menyimpan Segala Keunikan Yang Pasti Membuat Sahabat TravelEsia Betah Untuk Berlama-lama Menikmati keindahannya

Pulau Cubadak

yang namanya telah mendunia dan menjadi ikon Kabupaten Pesisir Selatan ini memiliki luas wilayah 5.749 km persegi dan berada 0-1.000 meter di atas permukaan laut. Dengan posisi memanjang dari utara ke selatan di bagian barat Sumatra Barat, Pesisir yang memiliki 218 km panjang pantai memang memiliki potensi di bidang pariwisata.

Kawasan Pulau Cubadak pada mulanya adalah bekas kawah dengan luas sekitar 40 km persegi. Pulau ini tidak berpenduduk, kecuali hanya segelintir rumah nelayan sebagai tempat persinggahan saat kemalaman melaut, dan dipenuhi hutan lebat. Sejumlah satwa burung dan binatang liar seperti monyet, rusa, babi hidup di sini.

Panjang pantainya lebih 1,5 km dan lahan yang dikuasai pengelola Cubadak adalah sekitar tujuh hektar. Jika Mentawai adalah surga para peselancar, maka Cubadak adalah surga para penyelam karena dasar laut yang mengelilingi pulau ini ditumbuhi terumbu-terumbu karang yang indah dan ikan hias warna-warni.

Pulau Cubadak adalah salah satu pulau kecil di Sumatera Barat. Pulau ini memiliki pasir halus dan air laut yang biru. Lebih asyik lagi, Pulau Cubadak sepi dari turis dalam dan luar negeri. Cocok untuk Anda yang ingin menenangkan diri.

Di antara wisatawan Eropa lainnya, Warga Negara Jerman termasuk yang cukup antusias berkunjung ke pulau yang dijuluki Paradiso Village ini. Semua itu tak lepas dari promosi gencar dari sejumlah media di Jerman tujuh tahun yang lalu. Saat itu, satu tim TV Bavarian datang ke Pulau Cubadak untuk menggarap sebuah film dokumenter. Mereka melakukan pengambilan gambar dari berbagai sudut untuk menggambarkan keindahan Pulau Cubadak.

Setelah diputar di Jerman, film berdurasi 30 menit itu mendapat sambutan yang luas dan mampu menjadi magnit bagi orang Jerman untuk datang ke Pulau Cubadak. Ratusan telepon pun masuk ke stasiun TV tersebut. Mereka umumnya menanyakan bagaimana perjalanan ke Sumatra Barat, Indonesia. Sebab selama ini mereka hanya mengenal Bali atau Lombok.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Seluruh bangunan terbuat di pulau Pulau Cubadak ini terbuat dari kayu dan atap dari daun palam. Villa begitu bangunan ini dinamakan, ditata secara apik tanpa menghalangi pemandangan lautan biru yang mempesona. Untuk para tamu semua villanya menghadap ke laut, dilengkapi dengan perabotan yang terbuat dari rotan dan kayu. 

Sementara karpet, alas meja, selimut terbuat dari tenunan tangan. Untuk memperindah ruangan terdapat sejumlah hiasan dinding yang dirancang dengan motif-motif pahatan Minang. Begitu estetisnya.

Masing-masing vila terdiri atas beranda, kamar tidur, khusus di lantai dua terdapat tempat tidur dengan kelambu. Setiap villa dilengkapi dengan kamar mandi yang besar dengan air panas dan dingin. Air yang bisa diambil di wastafel bisa langsung diminum. Sehingga tidak membebani atau menyulitkan wisatawan yang mampir ke desa surga ini.

Laut di depan villa-villa kayu tersebut, berair tenang dengan dasar lautan yang kaya akan terumbu karang. Airnya yang jernih tampak makin bening ketika menyapu pasir putih Pulau Cubadak. Pemandangan di bawah laut di sini sangat memukau, airnya juga bersih buat direnangi.

Olahraga air seperti menyelam memang menjadi aktivitas primadona bagi para pengunjung pulau. Bagi yang sangat berminat tapi belum punya pengalaman, instruktur selam Paradiso yang sudah bersertifikat internasional siap melatih dan memandu para tamu. Bagi yang ingin berselancar angin, berlayar, snorkeling, ski air, ataupun naik kano, kesempatan dan fasilitas serupa juga tersedia lengkap.

Yang menarik, semua fasilitas untuk aktivitas olahraga air, semua tersedia di sini. Kecuali perlengkapan menyelam dan ski air, semuanya disediakan secara gratis. Sedangkan, alat untuk jet ski tidak terdapat di pulau ini, karena akan menggangu ketenangan para tamu dengan bisingnya suara yang ditimbulkan transportasi laut satu ini.

Setelah itu cobalah untuk berkeliling pulau yang tak kalah mengasyikan. Atau olahraga sepakbola pantai atau voli pantai bersama rekan-rekan di sore hari saat pasang turun. Kegiatan lain yang tak kalah mengasyikannya adalah menjelajahi Pulau Cubadak yang luasnya sekitar 40 kilometer persegi. Maklum pulau masih memiliki hutan lebat dengan bukit runcing yang tidak begitu tinggi tapi memiliki tekstur berliku yang relatif aman untuk didaki.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Untuk mencapai Pulau Cubadak dari Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman Kemudian Sahabat TravelEsia Dermaga Menuju Carocok di Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan. Dari bandara ke dermaga ke Pulau Cubadak berjarak sekitar 70 km, ditempuh dalam waktu 2 jam perjalanan. Dan dilanjutkan dengan speed boat selama 15 menit ke Pulau Cubadak.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Kondisi alam yang tenang dan udara bersih, pemandangan laut diiringi semilir angin pantai, dan rimbunnya pohon kelapa bisa Anda dapatkan di sini. Plus, nikmatnya melepas penat dengan segarnya buah kelapa muda dari pulau ini. Pulau Cubadak ini bisa dibilang pulau tak berpenghuni, Anda pun akan merasa Anda lah pemilik pulau indah ini. Di pulau ini hanya terdapat beberapa rumah persinggahan nelayan setelah berlayar mencari ikan di laut.

Adapun penginapan yang ada, berbentuk resort yang dikelola seorang warga negara asing berkebangsaan Italia. Beberapa hal yang membuat Pulau Cubadak istimewa antara lain resortnya yang bernuansa tradisional dengan dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu.

Tamu yang datang juga dibatasi dan rata-rata adalah orang asing. Beberapa wisatawan asing pun menjuluki pulau ini "The Paradise of South". Pengelola tempat ini sangat ketat memberlakukan peraturan, terutama masalah sampah. Jadi jangan heran kalau di tempat ini sangat bersih dan hampir tidak ditemukan sampah di sepanjang pantai.

Anda akan merasakan ketenangan yang berkualitas. Bahkan, sebuah media cetak di Jerman, Bild de Rau, pernah mengklaim Pulau Cubadak sebagai pulau tersenyap di dunia. Untuk menjaga kualitas ketenangan para pengunjung, Pulau Cubadak tidak menyediakan fasilitas jet ski. Sebab, dikhawatirkan suara mesinnya akan merusak ketenangan tempat ini.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Pulau Cubadak Memiliki Iklim bertipe Monsoon yang dipengaruhi oleh angin timur yang kering. Curah hujan berkisar antara 900-1.600 mm/tahun dan suhu udara antara 27° - 30° C dengan bulan kering per tahun rata-rata 9 bulan. Antara bulan Januari hingga Agustus bertiup angin cukup kencang dari arah Selatan.

Musim hujan pada bulan September -Desember, sedangkan musim kemarau pada bulan Januari hingga Agustus dengan curah hujan tertinggi pada bulan November - Desember

Namun secara faktual, perkiraan tersebut sering berubah sesuai dengan kondisi global yang mempengaruhi.Saat terbaik untuk mengunjungi Pulau Cubadak Ini Adalah April-Agustus

Know Before You Go

  • Sangat bijak bila Anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa.
  • Krim pelindung atau tabir surya hendaknya selalu dibawa dan dipakai sesuai kebutuhan karena di daerah ini udara sangat panas walau angin berhembus cukup menyegarkan.
  • Anda perlu juga membawa pelindung anti nyamuk.
  • Kenakan sepatu atau sandal saat berjalan-jalan di pesisir pantainya untuk menghindari bulu babi yang kadang tidak terduga terinjak.
  • Pastikan Anda membawa peralatan untuk aktivitas bahari meski demikian di disni tersedia peralatan yang dapat disewa. Hal ini juga akan sangat membantu untuk mengurangi pengeluaran uang di lokasi.
  • Bekali diri Anda dengan makanan. Mulai dari makanan kecil untuk di perjalanan sampai air mineral yang banyak. Sedikit sulit mencari warung-warung di pantai mekaki
  • Setiap pengunjung dilarang mengganggu, merusak, mengambil, atau berburu flora, fauna dan ekosistemnya.
  • Karena penerangan yang minim tanpa listrik, jangan lupa membawa senter. Bawa pula obat-obatan pribadi termasuk obat antiseptik. Karena air bersih agak susah, bawa juga jel antiseptik untuk tangan dan tisu basah.
  • Untuk kamera, sebaiknya bawa kamera bawah air serta kamera tele untuk mengabadikan lumba-lumba. Bawa plastik kedap air untuk menaruh barang-barang agar tak terkena air. Lotion anti nyamuk juga tak salahnya dibawa. Selain juga pelembab tabir surya.
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik untuk Mengunjungi Si Cantik Nan Eksotis Dari Sumatera Barat Ini.Jika Sahabat TravelEsia Mengunjungi Sumatera Barat Sempatkanlah Untuk Mengunjungi Pulau Cubadak , Pulau Sipora , Pulau Mentawai sebagai destinasi wisata anda.Mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi Destinasi Wisata Dunia


Pulau Sipora : Menaklukan Ombak Indah Mentawai

Pulau Sipora - Kepulauan Mentawai Memang Memiliki Keunikan Dan Keeksotisan Ombak Yang Menawan,Hal ini lah yang menjadikan Pulau Sipora sebagai Pulau yang strategis dan juga mungkin sebagai acuan yang menjadikan Pulau Ini Sebagai Pusat kabupaten. Selain sebagai ibukota kabupaten kepulauan mentawai, Pulau sipora ini juga memiliki beberapa tempat wisata Surfing unik yang juga menarik wisatawan lokal dan juga Internasional.

Pulau Sipora

merupakan pulau terkecil namun yang paling strategis dan memadai di kawasan Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Dibandingkan 4 pulau besar lainnya di Mentawai, posisi Pulau Sipora tepat berada di tengah-tengah antara Kepulauan Pagai dan Pulau Siberut. Di pulau ini pula terletak ibu kota kabupaten Kepulauan Mentawai, yaitu Tua Pejat.

Dengan area seluas sekira 845 km², Pulau Sipora diperkirakan memiliki 10-15% hutan hujan yang masih alami. Sebagian besar penduduk Sipora memiliki mata pencaharian sebagai petani atau nelayan.Pulau Sipora menjadi daya tarik wisata sebab di sekitarnya terdapat beberapa tempat wisata berselancar yang memukau. Waktu paling baik untuk mengunjungi Pulau Sipora demi selancar adalah bulan April hingga Oktober. Meski begitu, Anda tetap dapat menikmati gulungan ombak yang menantang di Pulau Sipora hampir sepanjang tahun.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Pulau Sipora Memiliki Titik berselancar kelas dunia, Hollow Trees dan Lance’s Left berada di bagian ujung selatan pulau ini. Sejumlah titik berselancar yang tersohor lainnya berada di barat laut Pulau Sipora, yaitu di antaranya Telescopes, Iceland, and Scarecrows

Hollow Trees juga dikenal sebagai HT atau Lance’s Right. Ombak yang berbentuk silinder (dikenal dengan right tube) ini selama 10 tahun terakhir kerap muncul di majalah-majalah dan video-video berselancar dunia. 

Saat ombak jenis ini datang tidak terlalu besar, akan ada 3 zona take off yang menantang Anda untuk dapat melakukan manuver selancar. Saat ombak yang lebih besar datang, bagian atas ombak yang pecah (peak) akan terhubung dengan barrel secara terus-menerus yang akan membuat peselancar dengan keterampilan rata-rata Terkagum-kagum Olehnya.

Berhati-hatilah dengan yang dinamakan The Surgeon Table di titik selancar ini; ombak ini seolah-olah memang ada untuk mengangkat para peselancar hingga berada dipuncak ombak seolah-olah sebagai sebuah piala atau trophy. Hollow Trees tidak dianjurkan untuk peselancar pemula karena tantangan ombaknya hadir bagi mereka dengan keterampilan yang memadai dan ahli.

Lance’s Left adalah jenis ombak yang kuat dan paling konsisten di Pulau Sipora dan sekitarnya. Memiliki karakteristik ombak dengan dua barrel yang berbeda dan sejumlah zona take-off, Lance’s Left (jika didukung kondisi yang sempurna) dapat menjadi salah satu ombak yang paling indah di planet ini. Banyak orang menyebut dan membandingkan Lance’s Left sebagai ombak Money Trees dari G-Land versi Mentawai. Pergerakan ombak di permukaan laut akibat dari perbedaan tekanan udara dan angin (swell) yang lebih besar mampu menciptakan zona take-off vertikal dan barrel yang sempurna. Saat ombaknya tidak terlalu besar, Lance’s Left cocok untuk peselancar dengan kemampuan menengah. 

Di barat laut Pulau Sipora, terdapat 2 jenis ombak terkenal lainnya. Telescopes adalah jenis ombak yang sangat panjang, semi hollow (ombak bergulung dengan lubang di bagian tengah), dan nyaris sempurna untuk selancar. 

Banyak peselancar yang telah berselancar Telescopes mengakui bahwa ombak ini adalah  salah satu ombak terbaik di Indonesia. Telescopes yang tidak terlalu besar menantang Anda dengan jenis ombak berbentuk silinder yang cocok untuk peselancar tingkat menengah. Lokasi ombak Telescopes berada paling dekat dengan pusat pemukiman masyarakat di Tuapejat (ibu kota kabupaten), yaitu sekira 5 km arah Barat.

Scarecrows adalah jenis ombak dengan zona take off kiri yang membentuk dinding gelombang disambung dengan barrel yang bergulung cepat. Cocok bagi peselancar tingkat menengah.Selain sebagai tujuan para peselancar (baik lokal maupun internasional) memburu ombak-ombak besar, keindahan alam pulau cantik ini tak perlu diragukan lagi.

Kondisi alam yang masih alami terjaga adalah juga tempat wisata rekreasi yang cocok bagi keluarga. Snorkeling, diving, atau sekedar bersantai di pantai menikmati pemandangan, ditemani kesiur angin yang sejuk, sambil menunggu Matahari tenggelam adalah daya tarik lain dari sebuah kawasan wisata bahari.  Kegiatan fotografi juga menjadi sesuatu yang layak dan menarik dilakukan demi mengabadikan keindahan alam Mentawai.

Untuk lokasi selancar, Anda dapat menuju beberapa titik di sekitar Pulau Sipora. Selain empat titik selancar yang sudah dibahas di bagian “Keterangan” sebelumnya, tujuan selancar yang sudah tersohor dapat ditemukan di Dusun Katiet. Berada di ujung selatan Pulau Sipora, dusun ini tepatnya berada di Desa Bosua yang dapat ditempuh sekira 4 jam perjalanan menggunakan speed boat dari Tua Pejat.

Dusun Katiet terkenal karena gulungan ombaknya yang sempurna dengan ketinggian mencapai 3-4 meter. Pantai di dusun ini relatif memiliki banyak karang, namun hal tersebut tak menyurutkan niat para peselancar untuk memburu ombaknya. Ombak di Dusun Katiet sangat baik diburu pada awal bulan April hingga Desember.

Selain Dusun Katiet, tempat selancar lainnya yang sudah dikenal para peselancar hingga dunia internasional adalah Karang Manjat. Gulungan ombak yang sangat panjang menjadikannya salah satu tempat favorit yang kerap mengundang wisatawan. 

Selain itu, Karang Manjat juga merupakan lokasi wisata snorkeling dan diving yang tak boleh disepelekan. Perairan Karang Manjat memiliki persentase karang hidup yang paling bagus dan hal ini mendorong hidupnya beragam ikan yang merupakan keindahan bawah laut yang layak diselami. Di Karang Manjat ditemukan berbagai jenis angelfish yaitu Angel Napoleon (Pomacanthus xanthometopon), Angel Betmen (Pomacanthus imperator), Angel Roti (Pomachantus semicirculatus) dan Angel Doreng (Pygoplites diacanthus).  

Bagi Anda penggemar snorkeling, Pulau Awera yang berjarak sekira 3,5 kilometer dari dermaga ibu kota kabupaten Kepulauan Mentawai, Tua Pejat, dapat menjadi referensi bagi Anda.

Pulau cantik berpasir putih dengan dihiasi pohon kelapa ini memiliki keragaman dan kelimpahan keanekaragaman hayati yang tinggi. Hamparan terumbu karangnya yang luas adalah kawasan yang dilindungi pemerintah Mentawai.

Bagaimana tidak jika di kawasan ini terdapat beberapa ikan yang endemik seperti Goldstripe maroon clown (Premnas epigramma), Desjardin's Sailfin Tang (Zebrasoma desjardinii), Fox Face-Red (Siganus magnipicus) dan Powderblue Surgeonfish (Acanthurus leucosternoon).

Gosong Siasiat adalah tempat menyelam yang juga menarik ditelusuri sebab keanekaragaman ikan dan keindahan terumbu karangnya. Ghost Pipe Fish, nudibranch, udang harlequin, gurita, kuda laut, beragam jenis kepiting, penyu, dan lainnya dapat dijumpai di kedalaman laut sekitar Gosong Siasiat.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Terdapat bandara udara di Pulau Sipora tetapi hanya untuk penerbangan charter.Selain itu, jalur yang lebih banyak dipilih untuk menuju Pulau Sipora adalah dengan naik perahu atau speed boat. Perahu biasanya akan menuju Pulau Siberut terlebih dahulu sebelum dapat melanjutkan perjalanan ke Pulau Sipora dan pulau-pulau lain di Kepulauan Mentawai.

Perahu dari Padang ke Pulau Siberut akan berangkat pada hari Senin, Rabu dan Kamis (sekira Rp85.000,-). Pelayaran kembali ke Padang pada hari Selasa, Kamis, Jumat dan Sabtu.

Mentawai Express melayani perjalanan dengan speed boat sekira 4 jam perjalanan menuju Pulau Siberut. Dengan biaya sekira Rp85.000,- pelayaran ini tersedia pada hari Kamis; jadwal kembali ke Padang adalah pada hari Jumat.  

Sumber Rezeki Baru melayani perjalanan menuju Pulau Siberut (malam hari) dengan kapal ferry dengan biaya sekira  Rp67.000,-. Jadwal pelayaran adalah pada hari Senin dan Rabu; jadwal kembali ke Padang adalah pada hari Selasa dan Kamis. Perjalanan dengan ferry dapat memakan waktu sekira 10 jam.

Mentawai Express, Sumber Rezeki Baru dan Beriloga menyediakan jasa perjalanan dari Pulau Siberut menuju pulau-pulau lainnya, termasuk Pulau Sipora. 

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Untuk menginap selama berada di Pulau Sipora, wisatawan dapat tinggal di rumah-rumah penduduk di Tua Pejat.  Sebagian wisatawan lain biasanya juga memilih menginap di kapal-kapal pesiar yang dapat disewa di Padang.

Bagi Anda yang ingin menginap dengan akomodasi yang lebih memadai, menginap di resort-resort dapat menjadi pilihan.

Sebaiknya pesan kamar dari jauh hari sebelum Anda tiba di Sipora apalagi saat-saat liburan, mengingat akomodasi di pulau ini terbilang sedikit.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Pulau Sipora hampir dapat diburu sepanjang tahun. Akan tetapi, waktu terbaik untuk selancar adalah bulan April hingga Oktober.

Know Before You Go

  • Sangat bijak bila Anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa.
  • Krim pelindung atau tabir surya hendaknya selalu dibawa dan dipakai sesuai kebutuhan karena di daerah ini udara sangat panas walau angin berhembus cukup menyegarkan.
  • Anda perlu juga membawa pelindung anti nyamuk.
  • Bila Anda ingin mengabadikan aksi para peselancar maka perlu membawa lensa binocular untuk memfotonya. Untuk menyaksikan aksi peselancar di tengah laut bawalah juga teropong.
  • Bawalah juga bekal obat-obatan terutama obat malaria dan makanan ringan secukupnya.  
  • Mengingat pelayaran menuju Sipora hanyalah pada jadwal-jadwal tertentu, pastikan Anda mengetahui jadwal tersebut sehingga dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
  • Sebaiknya pesan penginapan dari jauh-jauh hari apalagi saat peak season (misal Natal dan Tahun Baru).
  • Bawalah uang tunai cukup saat mengunjungi Pulau Sipora atau pulau-pulau lain di Kepulauan Mentawai. Hal ini dikarenakan tidak terdapatnya atm di kepulauan tersebut

Lokasi Lain Yang Wajib Anda Kunjungi

Dusun Katiet   
Terletak di Desa Bosua di ujung selatan Pulau Sipora dikenal dengan gulungan ombaknya yang paling sempurna dengan ketinggian 3-4 meter. Bisa ditempuh selama 4 jam dengan speed boat dari ibukota Kabupaten Tuapejat. Meski pantainya berkarang namun karena gulungan ombaknya sempurna maka banyak wisatawan yang mengunjunginya.

Pantai Pokai
Objek wisata pantai di Mentawai memang banyak pilihan dan masing-masing dengan keunikannya. Pantai Pokai misalnya, terletak di Desa Simalegi yang berjarak 3 jam perjalanan dengan speedboat dari Ibukota kecamatan. Selain keindahan ombak dan pulaunya yang indah ada pulau lainnya yang berjarak lima menit dengan bersampan.

Ombak Teleskop
Merupakan Objek wisata surfing yang paling dekat dengan Tuapejat ( ibukota Kabupaten ) terletak +/- 5 Km arah barat dari pusat pemukiman masyarakat.  

Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Mengunjungi dan Menaklukan Ombak Indah Pulau Sipora.Jika Anda berkunjung Ke Sumatera Barat Jadikanlah Pulau Sipora sebagai destinasi wisata anda.Mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi Destinasi Wisata Dunia


Kepulauan Mentawai : Surga Wisata Bahari Di Barat Sumatera

Kepulauan Mentawai - Sumatera Barat - Surfing memang sepertinya sudah menjadi ikon wisata Kepulauan Mentawai. Tidak jarang berbagai  kompetisi surfing bertaraf internasional pernah digelar di sini. kepulauan Mentawai memiliki berbagai ombak yang beragam dan menantang, bahkan beberapa gulungan ombaknya termasuk dalam kategori ekstrem yang banyak dicari oleh para peselancar dari berbagai penjuru dunia

Kepulauan Mentawai

adalah bagian dari Provinsi Sumatera Barat dimana sejak tahun 1999 ditetapkan menjadi sebuah kabupaten. Posisi Kepulauan Mentawai yang ada di tengah Samudera Hindia membuatnya dikelilingi alam laut yang mengagumkan dan sempurna untuk wisata bahari. Kepulauan Mentawai telah tersohor menjadi salah satu tujuan wisata berpetualang, wisata budaya, dan wisata bahari terutama surfing yang diminati peselancar dalam dan luar negeri.

Mayoritas penghuni kepulauan ini adalah suku Mentawai yang berasal dari Pulau Siberut dengan jumlah sekira 30.000 jiwa. Setiap keluarga di Kepulauan Mentawai terdiri dari 5-15 orang yang tinggal di dalam desa maupun di ladang dekat hutan yang mereka garap. Rumah tradisional khas Mentawai sendiri dikenal dengan sebutan uma.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Kepulauan Mentawai sendiri merupakan rangkaian pulau non-vulkanik dimana gugusan kepulauannya merupakan puncak dari suatu punggung pegunungan bawah laut. Ada empat pulau yang membentuk Kepulauan Mentawai yaitu Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan. Lokasi pulau-pulau tersebut berada di lepas pantai Provinsi Sumatera Barat yang memanjang dan dikelilingi Samudera Hindia. 

http://www.travelesia.co/2013/01/kepulauan-mentawai-surga-wisata-bahari.html
Kepulauan Mentawai sudah ada sejak lima ratus ribu tahun yang lalu namun tidak terdapat petunjuk atau bukti kapan orang pertama tiba di kepulauan ini. Sebagian besar penduduknya kini masih menganut kepercayaan animisme dan sisanya penganut Kristen dan Islam. 

Awalnya penduduk setempat meyakini paham Sabulungan yaitu paham yang mempercayai segala sesuatu mulai dari manusia sampai kera, batu dan cuaca yang mempunyai roh yang terpisah dan berkeliaran semaunya. Upacara tradisional oleh Sikerei atau Shaman biasanya dipentaskan selama pesta pernikahan dan saat memasuki rumah baru dengan tujuan untuk mengusir roh-roh jahat.

Suku Mentawai yang menjadi penghuni asli kepulauan yang indah ini. Apabila diamati ada kemiripan dengan suku Nias atau suku Enggano dengan budaya Proto-Melayu. Suku tersebut dikenal sebagai peramu dan ketika pertama kali dipelajari antropolog mereka belum mengenal cara bercocok tanam.
Suku Mentawai memiliki tradisi khas bertato di sekujur tubuh dimana terkait peran dan status sosial penggunanya. 

Tato tersebut terbuat dari tebu dan pewarna arang kelapa yang dilukiskan dengan menggunakan paku dan jarum serta dua buah kayu sebagai bantalan dan palu. Proses tato tradisional Mentawai dikenal sangat menyakitkan.

Bagi Anda yang gemar berselancar maka Kepulauan Mentawai adalah tempat sempurna untuk menantang adrenalin. Di kepulauan ini terdapat beberapa titik selancar dengan ombaknya yang besar dan tinggi, seperti di Desa Bosua yang memilki gulungan ombak mencapai 3 meter.Anda dapat menempuhnya sekira 4 jam dengan speedboat dari Kabupaten Tuapejat. Meskipun pantainya berkarang namun gulungan ombaknya sempurna dan telah terkenal di kalangan peselancar dunia.

Cagar biosfer
Selain cantik, Mentawai juga berperan penting bagi konservasi. Sejak tahun 1981, Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) menetapkan Pulau Siberut di Mentawai sebagai salah satu cagar biosfer sehingga keberadaannya harus dilindungi dan dijauhkan dari eksploitasi.

Keeksotisan Siberut ditambah adanya empat primata endemik Mentawai, yaitu simakobu atau monyet ekor babi (Simias concolor), bilou atau siamang kerdil (Hylobates klosii), joja atau lutung mentawai (Presbytis potenziani), dan beruk mentawai (Macaca pagensis).

Untuk meneliti kekayaan primata Mentawai ini, Pusat Primata Universitas Gottingen, Jerman, bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor mendirikan Proyek Konservasi Siberut.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Akses untuk menuju Kepulauan Mentawai masih mengandalkan kapal motor yang hanya sanggup beroperasi dua kali dalam seminggu, yaitu Minggu malam (Kapal Sumber Rezeki Baru) dan Kamis malam (Kapal Simasin). Perjalanan sekira satu hari, berarti kapal kembali ke Padang pada Selasa dan Jumat malam.

Harga tikenya Rp105.000,- sampai Rp125.000,-. Tersedia kapal tambahan yang beroperasi pada Minggu pertama dan kedua setiap bulan. Kapal Ambu-Ambu berangkat pada Sabtu malam dari Muara Padang dan kembali dari Siberut ke Padang pada Minggu malam.

Apabila Anda memutuskan untuk berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau maka dapat menyewa pesawat kecil seperti Tiger Air atau SMAC ke Tuapejat di Pulau Sipora. Setelah itu, Anda bisa menyewa kapal untuk perjalanan sekitar 3 sampai 4 jam ke Muara Siberut.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Karena tidak ada pilihan lain maka Anda bisa tinggal di rumah penduduk setempat tetapi jangan khawatir karena penduduk di Desa Madobak, Ugai, dan Matotonan sangat bersahabat dan ramah, mereka terbiasa dengan wisatawan. 

Anda yang berkunjung untuk berselancar, tersedia homestay sederhana di beberapa desa tertentu, seperti: Pantai Nyangnyang, Pantai Karang Bajat, Pantai Karonik, dan Pantai Pananggelat Mainut di Kecamatan Siberut Selatan. Pantai Katiet Bosua di Kecamatan Sipora, dan Pantai Selatan. Ada juga Pantai Barat di Kecamatan Pagai Utara.

Apabila Anda hanya ingin tinggal sementara di Mentawai tanpa berkunjung ke tempat-tempat lain di sekitar Kepulauan Mentawai 

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk menikmati keindahan Kepulauan Mentawai Ada Baiknya Di Lakukan pada Bulan Januari Hingga Agustus,Dikarena Pada Bulan Tersebut Kondisi Air Dan Cuaca Sangat baik Untuk anda yang akan melakukan penyeberangan baik dan akan menuju kepulauan mentawai.Untuk Kondisi Ombak yang paling Baik Bagi Anda Penikmat Oleh Surfing sebaiknya anda menhujungi pulau ini di bulan Juli dan Agustus. Saat itu ketinggian ombak di Mentawai mencapai 7 meter.

Know Before You Go

Namun, berbagai keunggulan itu seolah belum mampu membuat negara untuk melihat Mentawai secara lebih serius. Fasilitas umum seperti kesehatan dan pendidikan di daerah kaya itu umumnya masih terbengkalai. Aliran listrik dan jalan amat terbatas.

  • Di Mentawai, selancar biasanya dilakukan di Pulau Nyangnyang, Karang Majat, Masilok, Botik, dan Mainuk. Puncak kunjungan wisatawan ada di bulan Juli dan Agustus. Saat itu ketinggian ombak di Mentawai mencapai 7 meter.
  • Ombak di kepulauan Mentawai—oleh berbagai organisasi selancar—merupakan terbaik ketiga sejagat setelah Hawaii dan Tahiti.
  • Sedikitnya tersebar 400 titik surfing di Kepulauan Mentawai. Ombaknya beraggam dan menantang, bahkan beberapa gulungan ombaknya termasuk dalam kategori extreme yang dicari peselancar dari berbagai penjuru dunia.
  • Kepulauan Mentawai juga menawarkan atraksi trekking menempuh pedalaman hutan tropis yang masih asli, menikmati gaya hidup masyarakat adat yang tinggal damai di dalamnya. Mentawai adalah sebuah daerah yang belum terjamah banyak oleh tangan manusia dan infrastruktur modern.  
  • Saat Anda mengunjungi Mentawai maka akan disuguhi nuansa peradaban kuno zaman neolitikum dimana suku-suku di kepulauan ini tidak mengenal pengerjaan logam dan bercocok tanam, bahkan tidak juga teknik menenun kain. Jadi, Anda akan melihat perbedaan kebudayaan dengan masyarakat Minangkabau di bagian darat Sumatera Barat.
  • Kepulauan Mentawai menjadi salah satu tujuan wisata petualangan, budaya dan bahari. Di kepulauan ini juga tedapat beberapa desa budaya yang sangat menarik untuk dikunjungi, seperti Desa Madobak, Desa Ugai, dan Desa Matotonan. Untuk mencapai tiga desa ini maka Anda perlu melalui jalur sungai dan jalan setapak dengan rute Muara Siberut-Rokdok-Madobak-Ugai-Matotonan dengan jarak tempuh sekitar 5-6 jam.
  • Kunjungi Desa Madobak dimana di sini terkenal dengan air terjun Kulu Kubuk dengan dua tingkatan setinggi 70 meter. Selain mengunjungi air terjun Kulu Kubuk di Desa Madobak atau area  perbatasan Taman Nasional Siberut di Desa Matotonan, Anda dapat berinteraksi dengan kehidupan keseharian masyarakat lokal dan berpartisipasi dalam upacara tradisional mereka.
  • Anda juga bisa berkunjung ke Danau Rua Oinan yang terletak di tengah hutan di Dusun Saumanganyak. Danau ini berbentuk muara dikelilingi pohon besar.

Jadi Bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda Ingin Menikmati Keindahan Kepulauan Mentawai,Bagi Anda yang gemar berselancar maka Kepulauan Mentawai adalah tempat sempurna untuk menantang adrenalin Anda.Jika Sahabat TravelEsia Berkunjung Ke Sumatera Barat,Maka jadikanlah Kepulauan Mentawai sebagai destinasi wisata anda.mari kita dukung indonesia menjadi destinasi wisata dunia


Mengunjungi Istana Pagaruyung Peninggalan Kerajaan Minangkabau

SATU peninggalan berharga dari Kerajaan Minangkabau, Sumatera Barat, adalah masih adanya situs dan artefak yang tersimpan di lokasi semula, yaitu di wilayah Istana Kerajaan Pagaruyung, sekitar 3 km sebelah utara dari pusat kota Batusangkar.
Sekalipun istana yang asli sudah terbakar berulangkali, tetapi sudah dibangun kembali replikanya. Seorang perantauan dari Payakumbuh di Jakarta, H Zulfan bercerita istana tersebut berdiri kembali berkat kekompakan orang- orang Minangkabau, termasuk yang di perantauan dengan Gebu Minang. Pensiunan guru fisika SMPN 135 Jakarta, Ny Samtiar yang dilahirkan dan dibesarkan di Batusangkar menambahkan, masyarakat Malaysia terutama yang berasal dari Negeri Sembilan juga membantu renovasi Istana Pagaruyung .
Sementara Dina Pertiwi, yang baru pertamakali melihat istana bergonjong 11 itu, mengira bangunan megah tersebut memang peninggalan zaman Kesultanan Pagaruyung dari abad 17 dengan sultan pertamanya Sultan Alif. Istana berarsitektur rumah gadang yang bertingkat tiga itu tingginya mencapai 60 meter dengan atap ijuk. Dindingnya penuh ukiran khas Minangkabau. Gapura di depannya juga terlihat megah. Sayangnya renovasi tersebut masih belum tuntas sehingga belum dibuka untuk umum.
Sekilas sejarah Kerajaan Pagaruyung, kerajaan ini didirikan pada tahun 1347 oleh Raja Adityawarman, keturunan campuran bangsawann Majapahit dan Minangkabau. Yaitu putra Mahesa Anabrang dan Dara Jingga putri raja Dharmasraya di hulu Sungai Batanghari yang beragama Budha. Adityawarman pada awalnya menjadi raja bawahan Majapahit, tetapi akhirnya melepaskan diri dari kerajaan induknya. Keturunan raja ini bukan orang yang kuat akhirnya digantikan orang Minangkabau sendiri. Raja Adityawarman dimakamkan di Batusangkar, tepatnya di daerah Lima Kaum.
Pada abad 16 pengaruh agama Islam merambah di Sumatera bagian tengah, dan akhirnya pada abad 17 Pagaruyung berubah menjadi kerajaan Islam dengan raja yang pertama Sultan Alif.

Beberapa Kali Terbakar
PADA awal abad ke 19 terjadi perang antara para ulama Islam atau kaum Padri melawan kaum bangsawan adat Pagaruyung. Akibatnya kerajaan Pagaruyung terbakar dan banyak bangsawan terbunuh. Tetapi penguasa Pagaruyung, Sultan Muning Alamsyah melarikan diri ke Lubukjambi. Sementara kemenakannya, yaitu Sultan Alam Bagagarsyah naik tahta, namun kedudukannya semakin terdesak serangan Kaum Padri, sehingga keluarga Pagaruyung minta bantuan Belanda. Saat itulah Sultan kehilangan kedaulatannya dan hanya menjadi residen.
Namun Belanda tetap ingin mengembangkan kekuasaannya sehingga akhirnya kaum Padri dan kaum Adat bersatu berusaha mengusir Belanda. Atas tuduhan pengkhianatan, penguasa terakhir Pagaruyung yakni Sultan Alam Bagagarsyah ditangkap Belanda dan diasingkan ke Batavia (Jakarta). Akhirnya sultan ini wafat dan dimakamkan di daerah Mangga Dua.
Dari reruntuhan kerajaan Pagaruyung, tahun 1869 direkonstruksi, tetapi tahun 1961 terbakar. Akhir 1974 gubernur Sumatra Barat Harun Zain berusaha merekonstruksinya di lahan lama milik keluarga kerajaan. Namun pada bulan Februari 2007 tepatnya tanggal 27 terjadi angin topan monsoon yang kencang disertai petir.
Ternyata petir tersebut menyambar tanduk istana tersebut sehingga terjadi kebakaran dan melahap seluruh istana. Termasuk lumbung padi yang berjarak 80 meter dari istana. Pembangunan kembali terakhir ini tentu saja disempurnakan , walaupun hingga sekarang belum diresmikan pembukaannya kembali


 

Manakah Destinasi Terbaik Di Indonesia

Support : Informasi lalu Lintas | | Traffic Information Center
Copyright © 2012 - 2017. Indonesia Tourism and Travel Information - Paket Wisata - Indonesia Tour Package - TravelEsia.Us - All Logos, Trademarks and Registered Trademarks Are The Property of TravelEsia Corporation.
Website Ini Dikelola Oleh : Devisi IT TravelEsia Published by TravelEsia Tour And Travel
Proudly powered by Flight And Hotel Search Engine