Travel Information :

Showing posts with label Sulawesi Utara. Show all posts
Showing posts with label Sulawesi Utara. Show all posts

Benteng Otanaha: Menjelajahi Situs Sejarah Perjuangan Yang Terlupakan

Benteng Otanaha - Wisata Sejarah - Benteng Otanaha - Gorontalo pada hakikatnya berasal dari kata Hulanthalo, yang kemudian beralih menjadi Gorontalo sebagai sebutan bangsa Belanda yang kesusahan mengucapkan kata ini. Gorontalo merupakan sebuah daerah yang terletak di Pulau Sulawesi bagian utara. Daerah ini dihuni oleh etnis suku Gorontalo, dengan Bahasa Gorontalo sebagai bahasa daerahnya. Pada masa sebelum reformasi, Gorontalo termasuk bagian dari Provinsi Sulawesi Utara sebelum menjadi provinsi sendiri pada tahun 2000.
benteng otanaha

Benteng Otanaha

konon didirikan pada tahun 1522 oleh Raja Gorontalo saat itu, Raja Ilato (1505 – 1585) atas kerja sama dengan Bangsa Portugis sebagai pusat pertahanan Kerajaan Gorontalo. Benteng ini terbuat dari bahan-bahan berupa pasir, batu kapur dan telur burung Maleo sebagai bahan perekatnya, dengan diameter sekitar 20 meter, dan tinggi sekitar 7 meter. 

Benteng Otanaha yang terletak di atas bukit ini terdiri dari tiga bagian, yang disebut dengan Benteng Otanaha, Otahiya, dan Ulupahu. Namun, dalam perkembangannya, keseluruhan kompleks benteng lebih dikenal dengan nama Benteng Otanaha .Tahun 1978-1981 Benteng Otanaha telah mengalami pemugaran, dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya. Situs sejarah ini kini telah berubah menjadi salah satu objek wisata di Kota Gorontalo. 

Mengapa Anda Harus Kesana..??

Benteng Otanaha
Sudah lima abad berdiri, Benteng Otanaha tak kehilangan sedikitpun aura kekokohannya. Wajahnya yang kusam menghitam malah menyiratkan ketangguhannya melintasi zaman. Otanaha menjadi tengara bersejarah kebanggaan masyarakat Gorontalo. Bertengger di atas perbukitan yang memeluk mesra Danau Limboto, Benteng Otanaha menawarkan ruang untuk mengenang sejarah sambil menikmati lanskap menawan alam Gorontalo.  

Selain Otanaha sebagai benteng utama, terdapat juga dua benteng lain yakni Otahiya dan Ulupahu. Otahiya berasal dari nama istri Naha, yakni Ohihiya. Ulupahu merupakan nama dari putra Naha. Kisah-kisah sejarah Benteng Otanaha ini selanjutnya digunakan sebagai benteng-benteng pertahanan raja-raja di Gorontalo dalam menghadapi perlawanan musuh.

Pada masa kini, saya hadir di Benteng Otanaha dalam sebuah perjalanan untuk mengenang sejarah bangsa tatkala berkunjung di Gorontalo. Lokasi Otanaha tidaklah jauh dari pusat kota Gorontalo. Benteng Otanaha berlokasi di kelurahan Dembe I, kecamatan Kota Barat, Kabupaten Gorontalo, tidaklah jauh, sekitar 8 km dari pusat kota Gorontalo. Benteng Otanaha menjadi destinasi andalan perjalanan di Gorontalo.

Benteng Otanaha
Uniknya, benteng dibangun dari susunan batu yang dilekatkan dengan perekat berbahan campuran kapur dan putih telur burung maleo. Burung Maleo ini adalah burung khas Sulawesi dan keberadaannya sekarang sudah sangat langka dan dilindungi. Kontruksi bangunan demikian berlaku juga untuk Benteng Otahiya dan Ulupahu. Kedua benteng ini terletak di dataran yang lebih rendah. Dari arah Danau Limboto, Otahiya berada di belakang Otanaha berjarak sekitar 40 meter, sedangkan Ulupahu di depan Otanaha berjarak sekitar 200 meter. Dari Otanaha, saya bisa melihat dua benteng tua ini dengan jelas.

Menyaksikan lanskap dari Benteng Otanaha, melemparkan saya pada realitas daerah Gorontalo yang begitu lapang. Langit biru dengan awan berarak dibenturkan cakrawalanya oleh perbukitan yang di kakinya dihiasi pemukiman dan persawahan yang bergantian anyam menganyam panorama. Seluruh panorama lantas bersatu padu untuk mendukung atraksi utama yakni Danau Limboto yang tampak begitu luas dengan ‘lukisan’ petak-petak hijau bersebaran di tengahnya.   

Ya, Benteng Otanaha juga setia bercokol menjadi saksi bisu pendangkalan Danau Limboto. Selama puluhan tahun lamanya Danau Limboto mengalami sedimentasi dan erosi hebat akibat tidak terjaganya alam di Gorontalo.Terlebih Danau Limboto menjadi muara lima sungai besar di Gorontalo. Dari atas Benteng Otanaha, saya pun berharap dan berdoa agar danau terluas di Gorontalo ini bisa kembali lagi keindahannya dan pulih fungsinya sebagai pusat tangkapan air di Gorontalo.
Momen pagi juga sangat bagus untuk menikmati lanskap sebuah benteng kuno yang berhiaskan panorama ‘misty’ Danau Limboto yang menguning ditimpa baskara pagi. Pagi hari di Otanaha adalah ruang bahagia bagi para penikmat fotografi. Untuk yang sekedar mendamba penyegaran kehidupan, semarak kicauan burung-burung juga turut mewarnai suasana syahdu Benteng Otanaha kala pagi hari. Sambil dihibur mereka, kita bisa menghirup dalam-dalam udara segar khas perbukitan sambil menikmati panorama alam. Ini sungguh momen yang menyenangkan dan menenangkan.

Bagaimana Cara Anda Kesana..??

Benteng Otanaha
Menjangkau Benteng Otanaha dengan menyewa bentor, yakni becak yang dimodifikasi dan dipasang mesin bermotor. Bentor ini sangat mudah ditemui di Kota Gorontalo yang memiliki peran seperti taksi di kota-kota besar. begitu banyaknya bentor, kendaraan ini pun turut mewarnai identitas kota. Gorontalo lantas dikenal juga sebagai Kota Bentor. Dengan menggunakan bentor yang begitu lincah melintasi jalanan Gorontalo yang belum ramai ini, Sahabat TravelEsia bisa menikmati kekhasan dan sensasi moda transportasi khas Gorontalo.

Sesampai di gerbang wisata, ada dua pilihan menuju benteng yang berada di sebuah puncak bukit. Berjalan menaiki tangga atau menggunakan transportasi sampai tempat parkir di bawah benteng. Sahabat TravelEsia memilih berangkat dengan naik tangga dan pulangnya minta dijemput  bentor di samping benteng. Kenapa? Dengan berjalan menaiki anak tangga yang berjumlah 348 ini, Sahabat TravelEsia perlahan menikmati pesona lanskap Limboto sekalian mengolahragakan badan.

Jangan khawatir akan kelelahan. Sahabat TravelEsia tidaklah perlu buru-buru karena ada empat titik persinggahan. Dari dasar ke tempat persinggahan I terdapat 52 anak tangga, ke persinggahan II terdapat 83 anak tangga, ke persinggahan III terdapat 53 anak tangga, dan ke persinggahan IV memiliki 89 anak tangga. Sementara ke area benteng terdapat 71 anak tangga lagi. Saya manfaatkan di tiap titik persinggahan untuk rehat sejenak sambil menghirup udara segar di kawasan yang dikelilingi perbukitan hijau dan menyesap indah panorama Limboto.

Benteng Otanaha
Sahabat TravelEsia akan disambut oleh pintu masuk benteng yang berwujud lengkungan begitu tiba di puncak. Melalui pintu itu, saya memasuki halaman tengah Benteng Otanaha yang berbentuk lingkaran penuh yang sudah berhamparkan rerumputan. Ukuran Benteng Otanaha ini tidaklah besar dan hanya berdiameter sekitar 10 meter. Tinggi dinding benteng sekitar 2-3 meter dan tebalnya sekitar 1 meter.

Uniknya, benteng dibangun dari susunan batu yang dilekatkan dengan perekat berbahan campuran kapur dan putih telur burung maleo. Burung Maleo ini adalah burung khas Sulawesi dan keberadaannya sekarang sudah sangat langka dan dilindungi. Kontruksi bangunan demikian berlaku juga untuk Benteng Otahiya dan Ulupahu. Kedua benteng ini terletak di dataran yang lebih rendah. Dari arah Danau Limboto, Otahiya berada di belakang Otanaha berjarak sekitar 40 meter, sedangkan Ulupahu di depan Otanaha berjarak sekitar 200 meter. Dari Otanaha, Sahabat TravelEsia bisa melihat dua benteng tua ini dengan jelas.

Benteng Otanaha
Untuk mencapai benteng yang berada di atas bukit, disediakan sarana berupa anak tangga sebanyak 348 buah dengan 4 buah tempat peristirahatan.Meskipun telah menjadi salah satu warisan cagar budaya yang dilindungi, tetapi nilai historis Benteng Otanaha seolah luput dari perhatian pihak terkait khususnya para arkeolog, sejarawan, dan pemerintah. 

Mayoritas sejarah dan kisah tentang Benteng Otanaha hanya bersumber dari cerita rakyat. Tulisan yang dapat ditemukan mengenai situs sejarah ini hanya berasal dari laporan maupun testimoni para pelancong dan wisatawan. Merujuk pada wikipedia, belum ada hasil penelitian sejarah yang pasti mengenai sejarah pembangunan Benteng Otanaha.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..?? 

Untuk mencapai benteng ini juga mudah, 30 menit dari Kota Gorontalo ke arah Danau Limboto. Untuk sampai ke atas bisa dengan berjalan kaki melalui 1000 anak tangga atau membawa kendaraan sampai di atas bukit dan diparkir di depan benteng. Pengunjung akan dikenai tiket masuk sebesar 5.000 rupiah dan sudah bisa menikmati suasana Benteng Otanaha sepuasnya. 

Know Before You Go..!! 

Benteng Otanaha
  • Sangat bijak bila Anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa
  • Jas Hujan, Topi,Sleeping Bad Dan Sediakan Sepatu Boots
  • Disekitar lokasi, sesekali kita ada melihat papan peringatan yang menghimbau para pengunjung untuk tidak merusak lingkungan 
  • Benteng ini konon dibangun oleh pejuang-pejuang Gorontalo sebagai benteng pertahanan untuk melawan Belanda.
  • Konstruksi benteng berbentuk bulat dengan pondasi dari batu-batu alam. Tinggi benteng sekitar 7 meter dan diameter benteng mungkin sekitar 20 meter.Terdapat 3 benteng yang dihubungkan dengan jalan setapak untuk menuju ke tiap-tiap benteng.Lokasinya yang berada di atas bukit memang sangat strategis sebagai benteng pertahanan sekaligus menara intai saat jaman perang dahulu.
  • Panorama yang ditawarkan dari Benteng Otanaha adalah panorama Kota Gorontalo dan Danau Limboto.Sepanjang mata memandang, mata dimanjakan pemandangan yang bagus karena lokasi benteng yang berada di ketinggian memang memungkinkan untuk melayangkan pemandangan ke mana saja.
  • Karena letaknya yang berada dipuncak bukit maka dari benteng ini dapat dilihat pemandangan danau limboto. Selain benteng Otanaha didekatnya pula dua buah benteng yaitu benteng Otahiya dan Ulupahu.
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik untuk menjelajahi Situs Sejarah Perjuangan ini,Jika anda mengunjungi kita gorontalo,sempatkanlah untuk mengujungi Benteng Otanaha Mari kita dukungindonesia sebagai destinasi wisata dunia.


Taman Nasional Bogani Nani Wartabone : Melihat Dari Dekat Pelestarian Burung Maleo

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone - Sulawesi Utara - Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menjadi Destinasi Pembahasan TravelEsia Magazine Kali Ini.Taman Nasional Bogani Nani Wartabone merupakan pusat rehabilitasi dan pelastarian burung endemik sulawesi utara,dimana burung ini menjadi ikon wisata provinsi Sulawesi Utara.
Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

merupakan salah satu kawasan konservasi seluas 297,11 ha yang sebagian wilayahnya terletak di Provinsi Sulawesi Utara dan sebagian lagi terletak di Provinsi Gorontalo. Taman Nasional Bogani Nani Wartabone saat ini dikelolah oleh balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang terletak di Kota Kotamobagu Provinsi Sulawesi Utara. Untuk mencapai tempat ini dibutuhkan waktu sekitar 4 jam dari Kota Manado.

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang sebelumnya bernama Dumoga Bone, memiliki berbagai keunikan ekologi sebagai kawasan peralihan geografi daerah Indomalayan di sebelah Barat dan Papua-Australia di sebelah Timur (Wallaceae Area).

Dengan adanya ketinggian yang bervariasi antara 50 - 2.000 m dpl, kawasan ini memiliki beberapa tipe hutan. Lebih dari 90% kawasan taman nasional tertutup oleh hutan primer. Sesuai dengan hasil ekspedisi Linnaeus I (1991), di dalam kawasan taman nasional terdapat 216 jenis dari suku tumbuhan tinggi, 120 jenis paku-pakuan dan 22 jenis suku lumut. Selain itu dijumpai adanya 24 jenis anggrek (ekspedisi Putri Anggrek I Kabila, 1992). Hal tersebut merupakan tambahan dari jenis yang telah diketahui beberapa tahun lalu yaitu lebih kurang 250 jenis tumbuhan.

Sejarah Pembentukan Kawasan

Taman Nasional Bogani Nani wartabone
Pada tahun 1991, Menteri Kehutanan dengan keputusan nomor 731/Kpts-II/91 tanggal 15 Oktober 1991 merubah fungsi Suaka Margasatwa Dumoga menjadi Taman Nasional Dumoga Bone (TNDB) yang sekarang namanya berubah menjadi Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW) seluas 287.115 Ha. Dalam upaya menanggulangi dan mencegah agar perambahan kawasan tidak sampai meluas,

maka pada tahun 1982/1983 instansi TNDB bersama Pemerintah Daerah Tk II Bolaang Mongodow, Kodim 1303 Kotamobagu, Polres Bolaang Mongondow, dan Kejaksaan Negeri Kotamobagu, menggelar operasi Wibawa I, dan berhasil mengeluarkan para perambah kawasan, operasi tersebut dilanjutkan dengan Operasi Wibawa II pada tahun 1893/1984.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Bogani Nani wartabone
Kawasan  Taman Nasional Bogani Nani Wartabone memiliki potensi flora yang beraneka raga yang didominasi oleh kelompok (genus) ficus. Beberapa jenis flora yang dapat anda temui di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi antara lain: nantu (Palaqium obtusifolium), kayu hitam (Diospyros spp), kayu besi (Metrosiderus vera), kayu inggris (Eucalyptus deglupta), cempaka (Elmerrillia ovalis) dan metayangan (Pholydacarpus ihur). Selain ini di TNBW anda masih dapat menemukan berbagai flora lain seperti paku-pakuan, palem, rotan, hanjuang hijau dan bunga bangkai.

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone selain memiliki beraneka ragam potensi flora juga memiliki berbagai potensi fauna yang terdiri dari 24 jenis mamalia, 125 jenis aves, 11 jenis reptilia, 2 jenis amfibia, 38 jenis kupu-kupu, 200 jenis kumbang, dan 19 jenis ikan.

Sebagian besar satwa yang ada di taman nasional merupakan satwa khas/endemik pulau Sulawesi seperti monyet hitam/yaki (Macaca nigra nigra), monyet dumoga bone (M. nigrescens), tangkasi (Tarsius spectrum spectrum), musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii musschenbroekii), anoa besar (Bubalus depressicornis), anoa kecil (B. quarlesi), babirusa (Babyrousa babirussa celebensis), dan berbagai jenis burung. Satwa burung yang menjadi maskot taman nasional adalah maleo (Macrocephalon maleo), dan kelelewar bone (Bonea bidens) merupakan satwa endemik taman nasional.

Taman Nasional Bogani Nani wartabone
Tidak Hanya Itu,Tumbuhan yang khas dan langka di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yaitu palem matayangan (Pholidocarpus ihur), kayu hitam (Diospyros celebica), kayu besi (Intsia spp.), kayu kuning (Arcangelisia flava) dan bunga bangkai (Amorphophallus companulatus). Sedangkan tumbuhan yang umum dijumpai seperti Piper aduncum, Trema orientalis, Macaranga sp., cempaka, agathis, kenanga, berbagai macam jenis anggrek, dan tanaman hias. 

Taman Nasional Bogani Nani Wartabone memiliki 24 jenis mamalia, 125 jenis aves, 11 jenis reptilia, 2 jenis amfibia, 38 jenis kupu-kupu, 200 jenis kumbang, dan 19 jenis ikan. Sebagian besar satwa yang ada di taman nasional merupakan satwa khas/endemik pulau Sulawesi seperti monyet hitam/yaki (Macaca nigra nigra), monyet dumoga bone (M. nigrescens), tangkasi (Tarsius spectrum spectrum), musang Sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii musschenbroekii), anoa besar (Bubalus depressicornis), anoa kecil (B. quarlesi), babirusa (Babyrousa babirussa celebensis), dan berbagai jenis burung.

Taman Nasional Bogani Nani wartabone
Satwa burung yang menjadi maskot taman nasional adalah maleo (Macrocephalon maleo), dan kelelewar bone (Bonea bidens) merupakan satwa endemik taman nasional.

Ukuran badan burung maleo hampir sama dengan ayam, namun telurnya 6 kali berat telur ayam. Maleo meletakan telurnya di dalam tanah/pasir sedalam 30-40 cm, dan biasanya terletak berdekatan dengan sumber air panas. Dengan panas bumi inilah telur maleo menetas. Keluarnya anak maleo dari dalam tanah, larinya anak maleo ke alam bebas (umur sehari), mengintip induknya yang sedang menggali lubang; merupakan salah satu atraksi satwa yang menarik bagi para wisatawan.

Wisata Lainnya

1. Air Terjun Mengkang
Taman Nasional Bogani Nani wartabone
Air Terjun Mengkang terletak di desa Mengkang Kecamatan Laloyan. Untuk mencapai Air Terjun Mengkang dibutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan kendaraan roda empat dari Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Sedangkan lokasi air terjun dapat dicapai dengan berjalan kaki dari desa Mengkang selama kurang lebih 3 jam.

2. Habitat Maleo Tambun
Habitat burung Maleodiwilayah desa Tambun kecamatan Dumoga Timur. Aktifitas yang dapat anda lakukan ditempat ini antara lain mengamati perilaku burung maleo pada saat akan bertelur, mencari telur burung maleo dan berbagai aktifitas lainnya. Disamping itu pengunjung dapat melepas lelah di sumber air panas yang ada didekat lokasi peneluran burung maleo tersebut.

3. Air Terjun Tumpah
Air terjun tumpah berada kurang lebih 2,5 km kearah barat dari kompleks Bina Cinta Alam Toraut yang terletak di wilayah desa Toraut kecamatan Dumoga Barat. Air terjun tumpah dapat anda tempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat dari kantor balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone selama 2 jam perjalanan dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama 1,5 jam

4. Gua Batu Berkamar
Taman Nasional Bogani Nani wartabone
Gua batu berkamar terletak kurang lebih 7 km arah barat daya dari kompleks Bina Cinta Alam Toraut di wilayah desa Toraut kecamatan Dumoga Barat. Sedangkan untuk mencapai tempat ini anda dapat menggunakan kendaraan roda empat dari kantor balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone selama kurang lebih 2 jam dan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 4 jam. Disini anda pat mengamati kehidupan tarsius dan burung hantu.

5. Air Terjun Lombonga 
Air terjun lombonga terletak didesa Lombonga Kecamatan Suwawa. Air terjun Lombonga terdiri dari dua air terjun yaitu Lombonga I dengan ketinggian kurang lebih 20 meter dan Lombonga II dengan ketinggian kurang lebih 30 meter. Untuk mencapai desa Lombonga diharuskan menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 jam dari kantor balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Sedangkan dari pusat kota Gorontalo, anda hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam perjalanan. Lokasi air terjun sendiri dapat dicapai dengan berjalan kaki selama kurang lebih setengah jam dari pintu masuk desa Lombonga.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Manado - Kotamobagu (185 km) waktu 4 jam. Dari Kotamobagu ke Toraout (69 km) waktu 1 jam atau dari Kotamobagu ke Maelang (100 km) waktu 3 jam.

Menggunakan kendaraan roda empat ditempuh Manado – Kotamobagu (185 km) sekitar empat jam. Dari Kotamobagu ke Toraut (69 km) sekitar satu jam atau dari Kotamobagu ke Maelang (100 km) sekitar tiga jam.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..??

Taman Nasional Bogani Nani wartabone
Terdapat Wisma yang berada di desa Toraut kecamatan Dumoga Barat dan dapat dicapai dengan kendaraan roda empat dari kantor balai Taman Nasional Bogani Nani wartabone selama kurang lebih 2 jam perjalanan. Selain berfungsi sebagai pusat informasi, Wisma Bina Cinta Alammenyediakan fasilitas berupa penginapan, ruang rapat dan lokasi perkemahan. Jasa pemandu dan porter juga dapat dimanfaatkan bagi anda yang berkunjung ketempat ini setiap waktu bila anda membutuhkan.

Bagi anda yang sedang mencari tempat wisata di Sulawesi Utara sekaligus menikmati keindahan alam di Sulawesi Utara sambil melihat berbagai satwa langka seperti Tarsius dan burung Maleo, maka Taman Nasional Bogani Nani Wartabone merupakan tempat yang tepat untuk anda kunjungi.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk Sahabat TravelEsia Yang Ingin Berkunjung ke Taman Nasional Bogani Nani Wartabone adalah bulan April s/d September setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

  • Taman Nasional Bogani Nani Wartabone memiliki keanekaragaman fauna yang berasal dari wilayah Oriental dan Australasian dengan tingkat keendemikan yang tinggi. Burung-burung yang beranekaragam sekitar 125 jenis antara lain merpati, paruh bengkok, rajaudang, kupu-kupu, rangkong, pemakan lebah, dan sejenis burung yang istimewa yaitu Maleo (Megacephalon maleo). Selain itu satwa yang ada antara lain anoa besar, babi rusa, tarsius, kuskus dan berbagai jenis reptilia.
  • Taman Nasional Bogani Nani Wartabone dikenal sebagai "Wallacea Area"  
  • Belum ada pengusahaan pariwisata alam. 
  • Kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone yang ditetapkan sesuai Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 1068/Kpts-II/92 tanggal 18 Nopember 1992 seluas 287.115 hektar, sebelumnya dikenal dengan nama Taman Nasional Bumoga Bone. Perubahan nama ini merupakan salah satu upaya untuk menghormati pahlawan di Sulawesi Utara. Dengan penggunaan nama pahlawan ini diharapkan secara psikologis dapat menggugah masyarakat setempat untuk turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestariannya. 
  • Taman Nasional Bogani Nani Wartabone terletak di antara Lembah Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow sampai Lembah Bone Kabupaten Gorontalo, Sulawesi Utara. 
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menyelami Keanekaragaman Biota Laut Nusantara,Jika Anda Berkunjung ke provinsi Sulawesi Utara jadikanlah, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone,Taman Nasional Bunaken , Sebagai Destinasi Wisata Anda.mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi destinasi Wisata Dunia.


Taman Nasional Bunaken : Menyelami Keanekaragaman Biota Laut Nusantara

Taman Nasional Bunaken - Sulawesi Utara - Taman Nasional Bunaken Memang Taman Nasional Yang Memiliki Keanekaragaman Biota Laut Nusantara.Keindahan Biota Taman Nasional Bunaken selalu menjadi perbincangan hangat bagi mereka yang menyukai kegiatan penyelaman baik dalam dan luar negeri.

Taman Nasional Bunaken

memiliki keunikan tersendiri di banding dengan taman nasional yang ada di indonesia,perbedaannya adalah dimana Taman Nasional Bunaken merupakan perwakilan ekosistem perairan tropis Indonesia yang terdiri dari ekosistem hutan bakau, padang lamun, terumbu karang, dan ekosistem daratan/pesisir.

Taman Nasional Bunaken menjadi tersohor karena taman lautnya. Ditemukan tahun 1975. Alamnya yang tenang dan damai memberi nuansa lain dari siklus hidup rutin di tengah kota yang bising. Seakan-akan ada semacam tarikan yang tak terucapkan bagi mereka yang pernah menyaksikan bahwa hidup kembali ke alam demikian indahnya.

taman nasional bunaken
Kini, Bunaken tidak hanya menjadi milik penduduk pulau Bunaken yang mendiaminya, tapi telah menjadi aset nasional di bidang pariwisata dan telah menjadi milik semua orang yang mencintai kelestariannya. Penduduk pertama kali yang mendiami pulau Bunaken berasal dari migrasi kerajaan Bowontehu di Manado Tua yang didirikan tahun 1400, yang wilayahnya meliputi pesisir utara semenanjung Minahasa, pulau Bunaken, Siladen, Mantehage, Naen, Talise, Gangga dan pulau Bangka. Sekitar tahun 1850,

penduduk di Tanjung Parigi berpindah ke arah tenggara, di tepi pantai yang berhadapan dengan kota Manado, lalu mereka mendirikan negeri baru dengan nama “Wunakeng”, yang disingkat dari kata “Kinawunakeng” yang artinya tempat tinggal. Dalam perkembangan selanjutnya, kata “Wunakeng” diubah menjadi Bunaken, yang disingkat dari kata “Pamunakeng” yang artinya tempat mendarat. Maksudnya orang-orang dari kerajaaan Bowontehu di Manado Tua mendarat dengan perahu di pulau yang sekarang ini disebut Bunaken.

Taman Nasional Laut Bunaken pertama kali ditemukan oleh kelompok penyelam yang melakukan ekspedisi penyelaman di Bunaken pada tahun 1975. Saat melakukan penyelaman, mereka diperingatkan oleh nelayan setempat bahwa di lautan yang diselami tersebut terdapat roh-roh jahat. Namun, para penyelam yang datang dari kota Manado tersebut tidak gentar.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

taman nasional bunaken
Potensi daratan pulau-pulau taman nasional ini kaya dengan jenis palem, sagu, woka, silar dan kelapa. Jenis satwa yang ada di daratan dan pesisir antara lain kera hitam Sulawesi (Macaca nigra nigra), rusa (Cervus timorensis russa), dan kuskus (Ailurops ursinus ursinus).

Jenis tumbuhan di hutan bakau Taman Nasional Bunaken yaitu Rhizophora sp., Sonneratia sp., Lumnitzera sp., dan Bruguiera sp. Hutan ini kaya dengan berbagai jenis kepiting, udang, moluska dan berbagai jenis burung laut seperti camar, bangau, dara laut, dan cangak laut.

Jenis ganggang yang terdapat di taman nasional ini meliputi jenis Caulerpa sp., Halimeda sp., dan Padina sp. Padang lamun yang mendominasi terutama di pulau Montehage, dan pulau Nain yaitu Thalassia hemprichii, Enhallus acoroides, dan Thalassodendron ciliatum.

tidak hanya itu,Tercatat 13 genera karang hidup di perairan Taman Nasional Bunaken, didominasi oleh jenis terumbu karang tepi dan terumbu karang penghalang. Yang paling menarik adalah tebing karang vertikal sampai sejauh 25-50 meter.

taman nasional bunaken
Sekitar 91 jenis ikan terdapat di perairan Taman Nasional Bunaken, diantaranya ikan kuda gusumi (Hippocampus kuda), oci putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (Ephinephelus spilotoceps dan Pseudanthias hypselosoma), ila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain. 

Jenis moluska seperti kima raksasa (Tridacna gigas), kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus berongga (Nautilus pompillius), dan tunikates/ascidian.

Penyelam juga bisa menemukan moluska seperti kima raksasa (Tridacna gigas), ikan kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus (Nautilus pompillius), dan tunikates atau askidian.Bagi Anda yang menyukai scuba diving maka tempat ini merupakan tempat yang paling baik. Terdapat sekitar 20 titik penyelaman, dimana para penyelam akan mendapat kesempatan berenang di dasar laut dengan beragam biota laut yang menakjubkan.

Taman Nasional Bunaken didirikan 1991 dan merupakan salah satu taman laut pertama di dunia. Pada 2005 Bunaken menjadi situs warisan dunia setelah didaftarkan Indonesia di UNESCO. Terjadi peningkatan yang signifikan pada kunjungan wisatawan ke Taman Nasional ini. Taman Nasional Bunaken dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian utara dan bagian selatan. Bagian utara meliputi lima pulau, dan daerah pesisir antara Molas hingga Tiwoho yang disebut Pesisir Molas-Wori. Bagian selatan seluruhnya terdiri daerah pesisir antara Desa Poopoh dan Desa Popareng yang disebut Pesisir Arakan-Wawontulap. Di wilayah ini, terdapat 22 desa dengan jumlah penduduk sekitar 35 ribu jiwa. Sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan serta 25%-nya bekerja pada bidang pariwisata.

taman nasional bunaken
Anda bisa menjelajahi pulau dengan berjalan kaki atau mengunakan kapal untuk berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainya. Bahkan hanya dengan berjalan mengelilingi pantai saja sudah menjadi pengalaman yang menyenangkan. Jadi, menyelam memang bukan pilihan satu-satunya. Cara lainnya adalah menggunakan kapal semi selam yang disewakan di lepas pantai Pulau Bunaken.

Kapal ini menyediakan dinding-dinding kaca untuk bisa menikmati keindahan dan eksotisme dasar laut Bunaken. Ada pula kapal selam Blue Banter yang hanya akan beroperasi saat air laut pasang. Pemandangan yang didapatkan tentu saja lebih maksimal meski tarifnya jauh lebih mahal dari kapal semi selam berdinding kaca.

Keindahan alam bawah laut Taman Nasional Bunaken dan sekitarnya melebihi keindahan dasar laut kepulauan Antilen Great Barrier Reef Australia dan Kanada Timur. Kehidupan bawah laut Bunaken telah lama melewati tantangan waktu dan perubahan-perubahan, sehingga melahirkan bentukan-bentukan tertentu; beberapa di antaranya berwarna; itulah yang menyebabkan jumlah penyelam di Taman Nasional Laut Bunaken terus meningkat, dan sekarang telah dikenal sebagai salah satu lokasi penyelaman penting di Indonesia bahkan dunia.

taman nasional bunaken
Taman Nasional Bunaken memang masih baru meski apa yang ada di bawah lautnya sudah terbentuk ratusan tahun yang silam. Alam bawah lautnya menyimpan berbagai jenis terumbu karang dan ikan yang konon tak terdapat di bagian lain dunia. Kalau ke Bunaken, miskin kesan jika menyaksikan keindahannya hanya dari katamaran dan miskin cerita tentang keindahan taman lautnya yang mempesona itu.

Siapa pun ke Bunaken akan puas jika menyelam dan menyaksikan dinding karang tebal yang memiliki birai-birai dan bermacam-macam bunga karang yang tak terhitung jumlahnya. Celah karang yang retak dan berlapis-lapis merupakan tempat perlindungan yang aman bagi penyelam jika secara tiba-tiba arus menguat.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

taman nasional bunaken
Di Taman Nasional Bunaken seakan surga bawah laut terletak, di bawah teluk Manado dengan keindahan flora dan fauna yang ada.  Untuk mencapai Manado, ada pilihan maskapai penerbangan yang melayani rute tersebut, baik dari Jakarta, Denpasar, Makassar dan Sorong. Dari Jakarta, Anda bisa memilih Garuda Indonesia yang terbang dua kali sehari, Lion Air sebanyak 3 kali sehari dan Batavia Air dua kali sehari, perjalanan memakan waktu tempuh selama kurang lebih 3 jam perjalanan.

Pulau Bunaken sangat mudah di capai dari Manado dengan kapal motor. Berangkat dari pelabuhan Manado, Molas, Kalasey, dan Pantai Ria Tasik. Kapal feri dari Manado ke Bunaken berangkat sekitar pukul 14.00 (tergantung pada pasang surut air laut).

Taman Nasional Bunaken dapat dicapai melalui Pelabuhan Manado, Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas dan Marina Blue Banter. Dari Pelabuhan Manado dengan menggunakan perahu motor menuju pulau Siladen dapat ditempuh + 20 menit, pulau Bunaken + 30 menit, pulau Montehage + 50 menit dan pulau Nain +60 menit. Dari Blue Banter Marina dengan menggunakan kapal pesiar yang tersedia menuju daerah wisata di pulau Bunaken dapat ditempuh dalam waktu 10-15 menit, sedangkan dari pelabuhan NDC menuju lokasi penyelaman di pulau Bunaken dengan menggunakan speed boat ditempuh dalam waktu + 20 menit.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..??

taman nasional bunaken
Bagi anda yang ingin berlama-lama menjelajahi Taman Nasional Bunaken anda tidak perlu kuatir karena disini anda akan dengan mudahnya menemui penginapan mulai dari harga backpaker hingga kualitas hotel berbintang. Selain itu, untuk menunjang aktifitas anda selama berwisata di bunaken, anda juga bisa menemukan tempat penyewaan perahu/seedboat, alat snorkeling/alat selam dan kamera bawah laut untuk mengabadikan aktifitas anda selama berada di bawah laut.

Di pulau ini Anda bisa memilih penginapan dengan harga mulai dari Rp 40,000,00 per orang per hari, termasuk fasilitas penuh. Beberapa operator selam di Bunaken menawarkan akomodasi lebih mahal tentunya dengan fasilitas memadai.

Anda juga dapat memilih tinggal di hotel di kota Manado dan kemudian memesan paket harian ke Bunaken. Biasanya berangkat pagi hari dan kembali di sore hari. Lihat direktori hotel berbintang di Manado.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk Sahabat TravelEsia Yang Ingin Berkunjung ke Taman Nasional Bunaken Musim kunjungan terbaik: bulan Mei s/d Agustus setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

  • Tanda masuk dan tiket dapat dibeli melalui operator wisata bahari di Manado dan di Taman Nasional Bunaken.Anda juga dapat membeli di salah satu dari tiga counter tiket di Bunaken dan desa-desa Liang di pulau Bunaken dan Siladen.
  • Anda harus menyadari bahwa selama musim pengunjung antara  Juli dan Agustus biasanya akan sangat ramai. Banyak resor dan operator selam tidak akan dapat menerima wisatawan masuk pada waktu itu karena sudah penuh dipesan. Oleh karena itu, lebih baik melakukan pemesanan terlebih dahulu. 
  • Untuk tempat persewaan kapal dari Manado menuju Taman Nasional Bunaken Anda dapat memilih Pasar Bersehati dan Marina. Sewa kapal dari Pasar Bersehati Manado ke Bunaken dengan tarif antara Rp 300 ribu - Rp 400 ribu. Sedangkan jika dari Marina tarif yang berlaku lebih mahal yakni sekitar Rp 600 ribu - Rp 800 ribu. Cara lebih ekonomis adalah bergabung bersama wisatawan-wisatawan lainnya dengan menumpang kapal tradisional bertarif Rp 50 ribu per orang. Hanya saja mesti menunggu tempat duduk di atas kapal penuh dulu baru berangkat.
  • Cobalah untuk menyewa peralatan dari perusahaan besar yang dapat diandalkan  tapi ingat, bahwa tanggung jawab untuk memeriksa perlatan tetap ada pada diri Anda sendiri.
  • Jika Anda adalah petualang sejati, tentunya tidak akan melewatkan untuk melanjutkan petualangan bahari di Raja Ampat dan Pulau Wayag, di Papua.
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menyelami Keanekaragaman Biota Laut Nusantara,Jika Anda Berkunjung ke provinsi Sulawesi Utara jadikanlah,Taman Nasional Bunaken , Sebagai Destinasi Wisata Anda.mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi destinasi Wisata Dunia


Selat Lembeh : Explore Keindahan Bawah Laut Sulawesi Utara

Selat Lembeh - Sulawesi Utara - Selat Lembeh adalah perairan sempit (selat) yang memisahkan daratan utama Pulau Sulawesi dengan Pulau Lembeh. Kota Bitung terletak di salah satu sisi selat ini. Selat ini dikenal memiliki kekayaan keanekaragaman hayati laut yang sangat tinggi dan menjadi salah satu objek wisata selam utama di Sulawesi Utara.

Selat Lembeh

adalah sebuah pulau yang masuk ke wilayah administrasi Kota Bitung di Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Pulau Lembeh saat ini secara administratif terbagi dua kecamatan yaitu Kecamatan Lembeh Utara dan Lembeh Selatan.

Di Selat Lembeh ini juga terdapat pulau-pulau kecil yang eksotis tak berpenghuni dengan struktur kapur rapuh yang seolah terangkat ke atas permukaan laut, dengan pemandangan bawah air yang sangat mempesona.Selat lembeh atau biasa disebut lembeh strait merupakan tempat wisata favorit bagi para penggemar wisata bawah laut. Berbagai flora dan fauna seperti terumbu karang beraneka warna dan fauna laut yang mempesona pasti mengundang decak kagum bagi setiap orang yang melihatnya
Mengapa Saya Harus Kesana ? 

Selat Lembeh berjajar dari bagian tenggara hingga bagian barat laut pulau tersebut. Di wilayah inilah terdapat underwater great walls, yang disebut juga hanging walls, atau dinding-dinding karang raksasa yang berdiri vertikal dan melengkung ke atas. Dinding karang ini juga menjadi sumber makanan bagi ikan-ikan di perairan sekitar Selat Lembeh(Sumber : Indriyani A. Rachman 13:42, 27 April 2010 (UTC).)

Flora dan fauna di selat lembeh memang sangat mempesona. Berbagai ikan-ikan yang mempesona, terumbu karang beraneka warna dan juga hewan-hewan laut lainnya seperti gurita, banggai cardinalfish, cumi-cumi, kerang berwarna-warni, mandarin fish, lion fish dengan warna yang cerah, dan juga berbagai flora dan fauna lainnya yang pasti akan membuat anda betah berlama-lama berada di bawah laut.
Ada sekitar 98 titik penyelaman yang terdapat di Selat Lembeh dengan keindahan biota laut yang sangat beragam, bahkan beberapa diantaranya merupakan biota endemik Sulawesi (Sumber : Max J. Lomban ,Wakil Wali Kota Bitung)

Selain Selat Lembeh, Bitung juga memiliki Cagar Alam Tangkoko Batuangus yang menjadi destinasi wisata alam utama di Sulawesi Utara dengan keragaman satwa liar endemik yang memukau. "Lima puluh persen luas Kota Bitung merupakan bagian dari Cagar Alam tersebut. Salah satu hewan endemik yang ada di Tangkoko, yaitu Tarsius bahkan menjadi maskot kota Bitung

Bagaimana Menuju Kesana ?
Cara Mencapainya: Berbagai penerbangan setiap hari menuju Denpasar dari kota-kota besar di Indonesia. Tulamben ditempuh sekitar dua setengah jam naik mobil, sedangkan Banyuwedang sekitar empat jam. Untuk menuju selat Lembeh, terlebih dahulu harus menempuh jalan darat sepanjang ± 45 kilometer dari kota Manado ke kota Bitung. Dalam menempuh perjalanan dari Manado ke Bitung, sarana angkutan umum yang digunakan antara lain adalah bus double ankle berukuran 3/4 ataupun taxi dari Manado ke Bitung.

Sesampai di Bitung, perjalanan dilanjutkan dengan penyeberangan laut dengan menggunakan kapal motor ± 15 menit dari pelabuhan laut Bitung. Penyeberangan ini relatif sangat aman karena laut terhalang oleh pulau Lembeh sehingga permukaan air relatif cukup tenang.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ? 
Soal fasilitas penginapan dan lainnya, Anda tidak perlu khawatir. Tempat wisata ini memiliki banyak fasilitas penginapan yang mendukung tinggal anda sesuaikan dengan kebutuhan anda sendiri

Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda Tertarik Untuk Mengunjungi Destinasi Ini.Jika Anda Memiliki Waktu Luang,Sempatkanlah Untuk Mengunjungi Selat Lembeh ini


Danau Linow : Danau Gradasi Dua Warna Nan Eksotis Di Sulawesi Utara

Danau Linou – Tomohon - Sulawesi Utara - Sahabat TravelEsia Sulawesi Utara Memang Selalu Saja Menyimpan Keindahan Alam Yang Dapat Menyejukan mata Anda.Mulai Dari keindahan bawah laut nya Seperti Taman Laut Bunaken dan Sebuah Gunung Berapi Aktif yang Berada Di Dasar Laut Yaitu Gunung Api mahangetang

Danau Linow

Adalah sebuah danau vulkanik seluas 34 hektar yang berlokasi di kota Tomohon. Danau Ini Memiliki Keunikan Dibanding Danau Danau yang Ada Di Indonesia Seperti Danau Toba Di sumatera Utara ,danau Maninjau dan Danau Singkarak Di sumatera Barat.Lantas Dimanakah Letak Keunikannya,Secara Gradasi danau Ini Dapat Berubah Warna Tergantung Dari Mana Arah Mata Anda Memandangnya.

Danau Linow ini mempunyai kadar belerang yang cukup tinggi. Ini bisa dirasakan dari bau belerang yang cukup menyengat di sekitar kawasan danau. Konon karena kadar belerang yang tinggi itulah yang membuat warna air di danau ini sering berubah-ubah. Suasana di sekitar danau semakin meriah dengan kehadiran kawanan burung belibis yang tengah berenang di air danau.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Burung-burung belibis tampak memenuhi danau, terbang rendah, lalu berenang di atas air danau. Hal ini menarik, sebab danau tersebut mengandung belerang yang kuat. Warna yang tampak berubah itu pun disebabkan belerang yang terkandung di dalam danau.

Efek sinar matahari makin membuat warna seolah berganti-ganti. Danau seperti terbelah dua, sisi yang penuh dengan belerang dan sisi yang tak belerang. Penyebab Gradasi dua Warna ini Ternyata terdapat kanal yang secara alami menjadi tempat mengalir keluarnya belerang dari danau.
Dari pandangan mata, satu sisi danau begitu elok dengan warna biru kehijauan. Sementara itu di sisi satu lagi terlihat bening kebiruan. Paduan apik bagai lukisan.

Bagaimana Menuju Kesana ?
Cara terbaik (dan tercepat) untuk menuju Danau Linow dari kota Manado tentu saja dengan menyewa mobil atau taksi. Kalau dihitung dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, perjalanan akan memakan waktu sekitar satu jam. Bagi yang ingin berpetualang dengan kendaraan umum, bisa naik angkutan umum dari Manado ke terminal Tomohon. Dari terminal berganti angkutan umum, minta turun di sekitar Danau Linow. Setelah turun dari angkot, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh sekitar 500 meteran dengan medan yang lumayan menanjak

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?
Untuk dapat menikmati suasana Danau Linow ternyata tidak gratis. Kita harus membayar tiket masuk seharga 25.000 rupiah per orang.dengan membayar seharga 25.000 rupiah per orang anda dapat Menukarkan tiket Tersebut Dengan segelas kopi atau teh yang dihidangkan bersama sepotong kue Kelapa


Belum puas hanya menyantap kue kelapa? Anda bisa pesan pisang goreng dan pisang goroho yang nikmat disantap dengan rica roa atau sambal dengan ikan yang memang merupakan kuliner khas Sulawesi Utara.

Saat ini Danau Linow berada dalam pengelolaan pihak swasta. Pihak swasta ini membangun sebuah caf├ętaria yang berbentuk seperti dermaga kayu tepi laut. Bangunan kayu yang sebenarnya sangat sederhana, tetapi tampak sangat indah. Disekitar dermaga ditanami oleh berbagai pepohonan sehingga suasananya menjadi sangat sejuk dan rindang. Satu lagi, dermaga ini (dan juga seluruh area danau) sangat bersih. Tidak tampak sampah yang menjadi “ciri khas” tempat wisata di Indonesia. Luar biasa.

Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda Tertarik Berwisata ke Danau Linow Ini.Jika Anda Memiliki Waktu Senggang Sempatkanlah Berwisata ke Danau Linou yang Berada Di Sulawesi Utara ini

Sumber Photo : Surya Hardhiyana Putra


Gunung Mahangetang : Wow Ada Gunung Berapi Di Dasar Laut Sulawesi Utara

Gunung Mahangetang - Sahabat TravelEsia Pada Kesempatan Kali Ini Kami Akan Membahas Potensi Kekayaan alam Yang Terdapat Di Sulawesi Utara.Sulawesi Utara terletak di ujung Pulau Sulawesi, dan berbatasan dengan Negara Filipina di sebelah utara dan Ibu kota Sulawesi Utara adalah Manado Untuk Luas teritorialnya adalah 15.364,08 km2 

Sulawesi Utara Memiliki 15 Kabupaten/Kota,dimana Demografi keragaman Suku Bangsa yang menaunginya adalah - Suku bangsa Minahasa (30%), Sangir (19,8%), Mongondow (11,3%), Gorontalo (7,4%), dan memiliki Penganut agama dominan adalah Protestan (75%), Islam (13%), Katolik (10%), Kong Hu Cu (1%), Buddha dan Hindu (1%) (Sumber wikipedia.org)

Gunung mahangetan

Merupakan salah satu gunung berapi bawah laut  didunia yang masih aktif dan berada di perairan yang cukup dangkal sehingga anda bisa melihat salah satu kedahsyatan alam di Sulawesi Utara ini. Oleh masyarakat setempat, Gunung berapi bawah laut Mahangetang sering disebut dengan “Banua Wuhu”

Sepanjang kepulauan Indonesia berada dalam jalur ‘ring of fire’ atau sabuk api Pasifik yang merupakan zona teraktif dengan deretan gunung vulkanis aktif. Dari beberapa penelitian dan survei kelautan, sebagian besar gunung api yang telah terdeteksi berada di kedalaman puluhan hingga ratusan kilometer

Mengapa Saya Harus Kesini ?

gunung api bawah laut yang berada hanya 300 meter dari sisi barat daya Pulau Mahengetang. Titik kepundan gunung ditandai oleh keluarnya gelembung di antara bebatuan di kedalaman 8 meter dengan suhu air rata-rata 37-38 derajat Celsius dimana di sejumlah lubang mengeluarkan air panas. Keunikan yang terdapat pada gunung berapi bawah laut di perairan Pulau Mahengetang ini sangat jarang dijumpai di tempat lain diseluruh dunia

titik lokasi gunung yang cukup dangkal, sangat memungkinkan untuk diselami. Selain itu didukung kondisi ekosistem bawah laut di perairan Pulau Mahengetang yang termasuk dalam wilayah ‘World Coral Triangle’ yang indah dan masih terjaga dengan baik. Gunung ini diperkirakan memiliki ketinggian 10 ribu kaki atau lebih dari 3.000 meter. Puncak gunung ini berada di 1.380 meter di bawah laut.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Tidak ada hotel ataupun penginapan Melati tersedia di desa. Tetapi sebagian rumah penduduk, bersedia menerima tamu untuk nginap dan sekalian minta untuk disiapkan makanan. Layaknya seperti Bed and Breakfast (BnB). Suasana Menginap di rumah penduduk dan melebur bersama dengan keluarga, terasa seperti tinggal di rumah sendiri

Bagaimana Cara Saya Menuju Kesana ?
Untuk menuju lokasi salah satu lokasi penyelaman paling langka di dunia ini berikut rute yang Dapat Anda lalui:
  • Malang --> Manado menggunakan Pesawat Terbang
  • Manado --> Tahuna Menggunakan Kapal Cepat
  • Tahuna --> Pulau Mahngetang Menyewa Perahu
Estimasi dari Manado menuju Pulau Mahangetang adalah 4 -5 jam. Karena lokasi bukan merupakan jalur umum untuk para wisatawan, maka untuk menuju lokasi membutuhkan biaya yang besar dan bisa dihemat dengan sharing budget dengan team group perjalanan.

Jadi Bagaimana Sahabat TravelEsia.Apakah Anda Tertarik Untuk Menjelajahi Keindahan Gunung Bawah Bawah Laut Mahangetang ini.Jadi Jika Sulawesi Utara Sebagai Destinasi Tujuan Wisata Anda,Sempatkanlah Menyelam dan Menjelajahi Keindahan Gunung Bawah laut ini


 

Manakah Destinasi Terbaik Di Indonesia

Support : Informasi lalu Lintas | | Traffic Information Center
Copyright © 2012 - 2017. Indonesia Tourism and Travel Information - Paket Wisata - Indonesia Tour Package - TravelEsia.Us - All Logos, Trademarks and Registered Trademarks Are The Property of TravelEsia Corporation.
Website Ini Dikelola Oleh : Devisi IT TravelEsia Published by TravelEsia Tour And Travel
Proudly powered by Flight And Hotel Search Engine