Travel Information :

Showing posts with label Riau. Show all posts
Showing posts with label Riau. Show all posts

Masjid Jami' Air Tiris, Kampar 123 Tahun Merentang Zaman

Istana Siak Sri Indrapura RiauKabupaten Siak, memiliki beberapa bangunan megah bersejarah, sekarang difungsikan sebagai perkantoran, rumah tinggal, penginapan, toko oleh penduduk Siak. Salah satunya adalah peninggalan termasyur dengan bagunan bercirikan arsitektur gabungan antara Melayu, Arab, plus Eropa, yaitu Istana Siak Sri Indrapura.

Sepanjang perkembangan sejarah bangsa Indonesia, telah banyak meninggalkan sisa-sisa kehidupan pemberi corak khas pada kebudayaan bangsa di Siak, salah satunya adalah Istana Siak Sri Indrapura menjadi salah obyek wisata Riau.

Untuk dapat melihat Bangunan bangunan Melayu zaman/tempo dulu dijuluki juga sebagai ‘Istana Matahari Timur’, jarak tempuh dari sebelah timur Pekanbaru mencapai empat jam perjalanan melalui sungai hingga menuju Kabupaten Siak Sri Indrapura.

" Istana Matahari Timur " atau disebut juga Asserayah Hasyimiah atau ini dibangun oleh Sultan Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889 oleh arsitek berkebangsaan Jerman. Arsitektur bangunan merupakan gabungan antara arsitektur Melayu, Arab, Eropa. Bangunan ini terdiri dari dua lantai. Lantai bawah dibagi menjadi enam ruangan sidang: Ruang tunggu para tamu, ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, satu ruangan disamping kanan adalah ruang sidang kerajaan, juga digunakan untuk ruang pesta. Lantai atas terbagi menjadi sembilan ruangan, berfungsi untuk istirahat Sultan serta para tamu Istana.

Banguna Istana Siak bersejarah tersebut selesai pada tahun 1893. Pada dinding istana dihiasi dengan keramik khusus didatangkan buatan Prancis. Beberapa koleksi benda antik Istana, kini disimpan Museum Nasional Jakarta, Istananya sendiri menyimpan duplikat dari koleksi tersebut.

Diantara koleksi benda antik Istana Siak adalah: Keramik dari Cina, Eropa, Kursi-kursi kristal dibuat tahun 1896, Patung perunggu Ratu Wihemina merupakan hadiah Kerajaan Belanda, patung pualam Sultan Syarim Hasim I bermata berlian dibuat pada tahun 1889, perkakas seperti sendok, piring, gelas-cangkir berlambangkan Kerajaan Siak masih terdapat dalam Istana.

Dipuncak bangunan terdapat enam patung burung elang sebagai lambang keberanian Istana. Sekitar istana masih dapat dilihat delapan meriam menyebar ke berbagai sisi-sisi halaman istana, disebelah kiri belakang Istana terdapat bangunan kecil sebagai penjara sementara.

Beberapa bangunan sejarah lainnya tak hanya Istana Siak dapat juga dilihat sekitar bangunan:

Jembatan Siak
Jembatan Istana Siak berada sekitar 100 meter disebelah Tenggara kompleks Istana Siak Sri Indrapura. Jembatan tersebut berangka tahun 1899. Dibawah jembatan istana terdapat sungai (parit), diduga dulu sekaligus sebagai parit pertahanan kompleks istana.

Balai kerapatan, interior, bagian dalam istana siakBalai Kerapatan

Balai Kerapatan Tinggi Siak pada masa pemerintahan Sultan Assyaidisyarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin pada tahun 1889. Bangunan istana menghadap kearah sungai (selatan). Tangga masuk bangunan terbuat dari beton. Balai Kerapatan tinggi Siak dahulu berfungsi sebagai tempat pertemuan (sidang) Sultan dengan Panglima-panglimanya.

Bangunan bertingkat 2, denah persegi 4, berukuran 30, 8 X 30, 2 m dengan tiang utama berupa pilar berbentuk silinder. Lantai bawah bangunan terdiri dari 7 ruang dan lantai atas 3 ruang.


Masjid Syahabuddin
Merupakan masjid Kerajaan Siak, dibangun pada masa pemerintahan Sultan Kasim I. Masjid berdenah 21, 6 X 18, 5 m. Bangunan masjid telah berkali-kali mengalami perbaikan tetapi masih mempertahankan bentuk aslinya.

Makam Sultan Kasim II
Terletak dibelakang masjid Syahabuddin, dimakamkan Sultan Kasim II (Sultan terakhir mangkat pada 23 April 1968. Jirat makam sultan berbentuk 4 undak dari tegel dan marmer berukuran panjang 305 cm. Lebar 153 cm. Dan tinggi 110 m. Nisannya dari kayu berukir motif suluran –suluran. Bentuknya bulat silinder bersudut 8 dengan diameter 26 cm dan kelopak bunga teratai.
,


Festival Pacu Jalur : Festival Perahu Andalan Parawisata Riau

Festival Pacu Jalur salah satu tujuan Wisata Riau yang masuk agenda Kalender Wisata Nasional, bahkan dijual untuk pariwisata internasional dalam Visit Indoensia Year 2008 serta Visit Riau 2009.

Festival Pacu Jalur adalah perlombaan tradisional Kabupaten Kuantan Sengingi. Nama "Festival Pacu Jalur"merupakan sebutan dari sampan panjang dengan nama Jalur yang digunakan untuk berpacu atau berlomba

Satu Jalur terdiri 50-an orang, dan mereka mendayung semua, kecuali dua orang yaitu satu anak kecil diujung depan sampan yang terkadang berdiri dan menari-menari mengikut irama dayung dan satu lagi berdiri seperti Pawang. Dia berperan sebagai pemberi irama dayung, sang Pawang bukan orang sembarangan karena tugasnya tidak mudah dalam bersinergi dengan lajunya Jalur karena perlombaan Festival Pacu Jalur ini sangat sarat dengan nilai Magis.

Mereka berpacu di Sungai Kuantan yang dikenal dengan nama Batang Kuantan. Lintasan pacu kurang lebih 2 km. Aba-aba start, dengan meriam bambu, dimulai apabila ujung depan semua jalur sudah benar-benar pada satu garis lurus, memang tidak mudah melihat arus sungai yang tidak tenang.

Nah setelah melewati garis finish, semua peserta Festival Pacu Jalur berputar balik dan menjalankan jalurnya lebih pelan ketika melewati Tribun VIP. Untuk final tahun 2008 yang mengisi tribun VIP Festival Pacu Jalur adalah Sukarmis, Bupati Kuantan Sengingi saat ini. Hadiah untuk para juaranya lomba Pacu Jalur ini biasanya adalah berupa sapi atau kerbau yang jumlahnya bisa 7 ekor per jalur.
,


Festival Bakar Tongkang-Festival Unik Di Bagan Siapi api

 

Festival Bakar Tongkang - Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi ada festival Go Cap Lak (kalendar imlek tanggal 16 bulan 5 yg jatuh di 8 juni setiap tahunnya). Acara ini merupakan acara tahunan dan menjadi acara pariwisata terbesar riau saat ini.
 
Festival Bakar Tongkang dilakukan oleh masyarakat Tionghoa dalam memperingati kehadiran masyarakat Tionghoa ke tanah Bagansiapiapi tahun 1820. Pembakaran tongkang menandakan tekad mereka untuk tidak kembali ke tanah leluhur dan mengembangkan diri di Bagansiapiapi.

Festival Bakar Tongkang

Pemerintah Provinsi Riau, Malaysia, dan Singapura melaksanakan program kerjasama di sektor pariwisata dengan saling mentransfer wisatawan untuk menikmati sisi kebudayaan dan alam bahari di masing-masing negara.

"Kerjasama ini tanpa ada kesepahaman tertulis atau MoU, namun telah terjalin dengan sendirinya sejak lama," kata Wakil Gubernur Riau, Mambang Mit, di Pekanbaru

Ilustrasi: Festival Bakar Tongkang di RiauDisebutnya sangat banyak warga Riau yang memang selalu berkunjung ke sejumlah lokasi wisata di Malaysia dan Singapura pada hari-hari libur. Begitu juga dengan warga Malaysia dan Singapura juga banyak yang kerap berkunjung ke Riau dan bahkan kemudian berkelanjutan menjadi hubungan kerjasama bidang industri dan perkebunan.

Baik Riau, Malaysia dan Singapura merupakan negara dan negeri serumpun dengan adat kebudayaan yang tidak jauh berbeda, sehingga membuat hubungan kerjasama bisa terjalin dengan baik dan saling memberikan keuntungan.

Mambang menyebut untuk membangun dan memajukan pariwisata di wilayahnya sangat dibutuhkan sinergitas antar-negara.

"Indonesia dengan Riau-nya, dan Malaysia dengan Selangor-nya. Begitu juga dengan Singapura, juga bisa bersinergi dengan Riau lewat sektor pariwisata guna meningkatkan kesejahteraan rakyat di masing-masing negara," katanya.

Riau memang bukan tujuan utama pariwisata nasional. Bahkan provinsi dengan penghasil minyak bumi terbesar di Tanah Air ini juga masih kalah jauh terkenal dari provinsi tetangga, Sumatera Barat.

Tertarik melihat  Festival Bakar Tongkang yang unik ini datanglah Bagansiapiapi Provinsi Riau
 
,


Bono River Sungai Yang Memilik 7 Gelombang "Berhantu"

Bono River - Bono River Teluk Meranti merupakan sebuah kelurahan yang berada di Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Propinsi Riau. Secara geografis lokasi teluk meranti berada di bantar sungai kampar tepat di hilir / muara sungai kampar.



Bono River

Sungai kampar yang secara administrasi terletak di 2 kabupaten di Propinis Riau yaitu Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan. Untuk di wilayah kabupaten pelalawan sungai kampar menyimpan sebuah fenomena alam yang sangat menakjubkan yang masyarakat biasa meyebutnya dengan "Bono"!


Bono atau gelombang bono ini merupakan sebuah legenda hidup untuk masyarakat yang tinggal di sepanjang sungai kampar khususnya di bagian muara sungai kampar. Karena gelombang bono ini bisa menghasilkan ombak besar yang sangat mematikan. Menurut cerita orang dulu, gelombang bono ini dapat membentuk 7 (tujuh) ombak besar yang sangat menakutkan. Ketika itu pada zaman penjajahan belanda, akses transportasi mereka sering terganggu karena adanya gelombang bono ini.


Sehingga pada suatu saat sang komandan memberikan arahan untuk menembak gelombang bono. Dan entah denga "ajian" apa salah satu ombak besar tersebut setelah ditembak oleh Belanda sampai sekarang tidak pernah muncul lagi. Sehingga gulungan gelombang yang ada saat ini hanya tinggal 6 (enam) saja.


Mengetahui dahsyatnya gelombang bono di sungai kampar ini, mengundang para peselancar untuk bisa berselancar diatas gelombang bono ini. Dan hanya ada satu-satunya di Indonesia daerah atau kawasan yang bisa berselancar di gelombang atau ombak sungai hanya ada di Sungai Kampar Kabupaten Pelalawan Riau. Bahkan selevel organisasi RIP CUROL telah mendatangkan para peselancar hebat diantaranya legenda hidup surfing yaitu TOM Curren untuk berselancar dengan gelombang bono ini. Dan berhasil!!!! It is amazing.


Mengetahui tentang legenda masyarakat tentang bono, maka para peselancar menyebut gelombang bono ini dengan sebutan "SEVEN GHOST" in Sumatera Island. Ntah ada indikasi apa para peselancar ini sangat enggan menyebutkan Propinsi Riau atau kabupaten Pelalawan. Apa karena Riau dan Pelalawan tidak begitu terkenal ya? Yang dikenal hanya pulau sumatera saja! Ha ha ha.....


Bagi anda yang ingin berkunjung dan melihat atau malah berselancar dengan gelombang bono ini dapat meenmpuh beberapa jalur. Jalur pertama dengan Air Flight (Pesawat): anda harus menuju pekanbaru (Bandara Sutan Syarif Qasim II), lalu dengan menggunakan mobil sewaan atau punya family dan teman bisa diminta untuk dihantarkan ke Desa Teluk Meranti. Perjalanan pekanbaru - Teluk Meranti berkisar 5-6 jam perjalanan dan akan melalui Pangkalan Kerinci (ibukota Pelalawan). Sedikit informasi: seketika sampai di simpang bunut (tidak jauh , sekitar 15-30 menit dari pangkalan kerinci) anda haru ambil belokan ke kanan tepat di simpang bunut. Setelah itu sampai lah anda ke jalan lintas bono untuk menuju Teluk Meranti.

Atau ketika anda butuh informasi tentang akses transportasi ke teluk meranti, kita (River Defender) siap membantu memberikan infromasi. dan bagi anda yang ingin melihat gelombang bono ini anda harus menyewa speednya masyarakat. Karena kalau mau lihat gelombang bono tidak bisa hanya di teluk meranti saja.
Mungkin ini dulu informasi yang bisa kami share, karena hampir dapat dipastikan pekerjaan kami telah berhasil dengan mengangkat potensi gelombang bono ini menjadi wisata nasional bahkan internasional.


Tapi yang paling penting adalah potensi wisata ini dapat bermanfaat buat masyarkat yang hidup di sekitar sungai kampar. dengan begitu juga meraka akan tetap menjaga agar sungai itu tetap lestari dan tidak tercemar. Keep Kampar River Alive! River Defender.


Jika Anda Berwisata Ke Riau Jangan Lewatkan Wisata Bono River - Bono River ,


 

Manakah Destinasi Terbaik Di Indonesia

Support : Informasi lalu Lintas | | Traffic Information Center
Copyright © 2012 - 2017. Indonesia Tourism and Travel Information - Paket Wisata - Indonesia Tour Package - TravelEsia.Us - All Logos, Trademarks and Registered Trademarks Are The Property of TravelEsia Corporation.
Website Ini Dikelola Oleh : Devisi IT TravelEsia Published by TravelEsia Tour And Travel
Proudly powered by Flight And Hotel Search Engine