Travel Information :

Showing posts with label Papua. Show all posts
Showing posts with label Papua. Show all posts

Lembah Baliem : Menjelajahi Eksotika Budaya Bumi Papua

Lembah Baliem - TravelEsia - Lembah Baliem merupakan destinasi wisata yang akan TravelEsia bahas pada kesempatan kali ini.Lembah Baliem dan Kehidupan asli suku Dani sangat menarik untuk diselami. Berkunjung ke Lembah Baliem dengan jalan kaki ke desa-desa tradisional yang terpelosok dengan keindahan alam yang permai didekap pegunungan tinggi adalah sensasi petualangan yang perlu kamu rasakan di Lembah Baliem.
Lembah Baliem

Lembah Baliem

pertama kali ditemukan pada tahun 1938 oleh ahli zoologi Amerika Richard Archbold. Selama penerbangan di atas hutan lebat yang tak tertembus di wilayah Papua, secara kebetulan ia melihat budidaya lembah pertanian di dataran tinggi Papua yang dikelilingi oleh pegunungan tinggi sampai 4500 meter Karena kemurnian alam yang masih perawan, suku Dani dan lainnya bisa mempertahaankan gaya hidup otentik mereka sampai pertengahan abad yang lalu. Sampai pada tahun 1954, misionaris pertama tiba dengan parasut ke lembah ini.sampai saat ini, beberapa permukiman dari suku Korowai masih mempertahankan sepenuhnya kehidupan terasing mereka.

Lembah Baliem yang terletak di Papua tengah, tepatnya di wilayah Jayawijaya dan merupakan tujuan turis paling utama di Papua. Keindahan alamnya berpadu dengan penduduknya yang hidup sederhana dengan alam. Suku yang disebut sebagai suku asli peradaban jaman batu ini merupakan salah satu dari peninggalan peradaban tertua yang masih bertahan, lepas dari kondisi yang berat dan kemajuan teknologi di era modernisasi sekarang ini.

Mengapa Anda Harus Kesana..?? 

Lembah Baliem
Paling istimewa berkunjung ke Lembah Baliem adalah saat berlangsung Festival Lembah Baliem. Kamu akan menjumpai atraksi perang suku-suku di Lembah Baliem. Dulunya memang perang sungguhan antara suku Dani, Yali dan Lani, tapi seiring perdamaian digalakkan menjadi festival budaya yang sangat menakjubkan. Festival Lembah Baliem telah terkenal sebagai salah satu festival paling eksotis di dunia. Makanya, wisatawan internasional sangat memimpikan untuk melihat keseruan Festival Lembah Baliem. jika di hari biasanya kamu memotret orang suku Lembah Baliem dengan pakaian tradisinya harus membayar, nah di Festival Lembah Baliem semua orang gratis memotret. Selain atraksi perang, kamu juga akan disuguhkan budaya suku Lembah Baliem lainnya seperti Bakar Batu. Festival Lembah Baliem diselenggarakan pada waktu sekitar Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain pesonanya yang tak ada bandingannya di dunia, yang mengesankan dari Lembah Baliem adalah biaya untuk menuju ke sana dan menikmati suguhan eksotikanya.Suguhan paling masyhur di Lembah Baliem adalah menyaksikan Mumi Wim Motok Mabel di Desa Jiwika, Kurulu. Setiap pengunjung ke Wamena rasanya tak lengkap jika belum menemui mumi panglima perang berusia 370 tahun. Di Jiwika, kamu akan disambut oleh pemandangan kehidupan suku Dani yang eksotis. Rumah honai yang berkeliling lengkap dengan para pria berkoteka dan perempuan bertelanjang dada jangan memotret mereka sembarang sebelum kamu melakukan kesepakatan pembayaran dengan mereka. hormati aturan lokal ini.

Lembah Baliem
Kehidupan asli suku Dani sangat menarik untuk diselami. Berkunjung dengan jalan kaki ke desa-desa tradisional yang terpelosok dengan keindahan alam yang permai didekap pegunungan tinggi adalah sensasi petualangan yang perlu kamu rasakan di Lembah Baliem. Cobalah kamu berkunjung ke kampung Kilise yang bisa ditempuh jalan kaki selama 3 jam. Suguhan desa terpelosok dengan interaksi kehidupan asli suku Dani dan pemandangan menakjubkan akan membuatmu tak hentinya berbahagia. Coba juga kopi alami langsung dari kebun warga dan dibuat dengan penuh cinta.

Wamena tak cuma menyimpan keajaiban budaya, tapi juga keajaiban alam. Pasir putih yang biasanya kamu jumpai di pantai ini bisa kamu dapatkan juga di Aikima, sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota Wamena. Pasir ini berpadu dengan batuan karang yang persis ada di pantai. Cobalah genggam pasir itu dan kamu akan rasakan betapa halusnya pasir ini. Naiklah juga hingga atas bukit pasir putih ini untuk menyaksikan panorama menawan Lembah Baliem secara luas. Konon, pasir ini menjadi pertanda geologis kalau dulunya Lembah Baliem adalah danau besar yang menyusut karena peristiwa alam.

Lembah Baliem
Bagaimana tidak menyebut Habema sebagai danau terindah di Nusantara kalau latar belakangnya salju khatulistiwa Puncak Trikora yang memukau? Dengan ketinggian 3.225 meter di atas permukaan laut, Danau Habema adalah pesona langka yang akan mengantarmu takjub sambil menahan dingin 10 derajat di siang hari dan di bawah 0 derajat di malam hari. Sesapilah lanskap indahnya dengan hamparan luas rumput di tepian danau sembari awas dengan kejutan yang tersaji. Siap saja ada burung Cendrawasih yang melintas mengagetkan ketakjubanmu pada Habema. Perjalanan menuju Habema adalah sebuah tantangan. Meski hanya berjarak 48 km dari Wamena, tapi jalanan terjal akan mengantar mobilmu dua jam untuk tiba di Habema.

Kalau kamu travellers yang antusias pada keunikan sejati destinasi, pasti akan suka untuk mengeksplorasi pasar tradisional. Di Wamena, ada pasar Jibama yang sangat menarik untuk dikunjungi, sekalian untuk mencari cinderamata khas Lembah Baliem. Kamu akan menjumpai riuhnya para warga dalam menjajakan barang dagangan. Kamu akan menemui aneka produk yang tak bisa dijumpai di luar Papua, seperti Buah Merah (buah ajaib dari dataran tinggi Papua), udang Lembah Baliem, kerajinan noken dan masih banyak lagi. Sapalah mama-mama yang berjualan dan tersenyum pada mereka. Selain untuk berjualan, Pasar Jibama menjadi tempat perjumpaan para warga yang berasal dari tempat terpelosok di Lembah Baliem.
    Lembah Baliem
  • Di sekitar kota utama Wamena, dapat ditemukan beberapa desa tradisional dalam jarak 2 jam dengan berjalan kaki.
  • Mengikuti jalan utama ke Timur dari Lembah Baliem, anda akan melewati Desa Aikima, terkenal dengan mumi mereka yang konon berusia 270 tahun. Sekitar 15-menit berjalan kaki dari jalan utama, Anda dapat mengunjungi desa-desa Suroba dan Dugum, yang keduanya layak untuk dikunjungi.
  • Desa Wosilimo memiliki sebuah gua sepanjang 900m, yang disebut Gua Wikuda. Anda membutuhkan pemandu lokal yang membawa lampu yang diperlukan untuk mengeksplorasi gua yang dihiasi banyak stalagmit. Berjalan kaki selama 1 jam dari Wosilimo melewati jalan setapak kecil serta jembatan gantung Anda akan menemukan Danau Anegerak.
  • Sejauh yang dapat  dikatakan, sampai saat ini tidak ada peta dari Lembah Baliem. Jadi disarankan untuk menyewa pemandu lokal jika ingin melakukan hiking lebih jauh. Dianjurkan untuk bertanya di kantor polisi setempat untuk mendapat pemandu wisata yang terpercaya. Pemandu berbahasa Inggris bertarif sekitar Rp. 200.000 per hari.

Bagaimana Cara Anda Kesana..??

Lembah Baliem
Satu-satunya cara ke Lembah Baliem adalah melalui Bandara Sentani di Jayapura. Dari sana Trigana Air Service terbang ke Wamena beberapa kali sehari.Setelah tiba di Wamena, berjalan merupakan pilihan terbaik untuk berkeliling. Untuk jarak yang lebih jauh, anda bisa menyewa sebuah becak dengan harga sekitar Rp. 3.000 per kilometer (itu sudah harga bagi wisatawan asing). Anda juga dapat menyewa taksi untuk perjalanan satu hari ke desa-desa sekitarnya.

Untuk mengadakan kunjungan / perjalanan di wilayah Papua diperlukan ijin khusus yang disebut surat jalan . Anda dapat mengajukan izin di setiap kantor polisi dengan biaya rendah. Untuk surat jalan diperlukan 2 foto ukuran paspor. Buatlah fotokopi sebanyak mungkin setelah memiliki surat jalan di tangan Anda, karena mungkin saja anda harus memberikan fotokopi surat jalan ke pejabat pemerintah daerah di beberapa tempat yang anda kunjungi.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..??

Untuk penginapan anda dapat mengunjungi pusat kota wamena,banyak penginapan yang dapat anda jadikan untuk menginap sementara,namun Di setiap kota di mana anda menginap, dianjurkan pergi dulu ke kantor polisi untuk melaporkan diri.

Know Before You Go..!!

  • berjalan merupakan pilihan terbaik untuk berkeliling. Untuk jarak yang lebih jauh, anda bisa menyewa sebuah becak dengan harga sekitar Rp. 3.000 per kilometer (itu sudah harga bagi wisatawan asing). Anda juga dapat menyewa taksi untuk perjalanan satu hari ke desa-desa sekitarnya.
  • Jangan sembarangan memotret penduduk lokal sebelum kamu melakukan kesepakatan pembayaran dengan mereka. hormati aturan lokal ini.
  • Suguhan paling masyhur di Lembah Baliem adalah menyaksikan Mumi Wim Motok Mabel di Desa Jiwika, Kurulu. Setiap pengunjung ke Wamena rasanya tak lengkap jika belum menemui mumi panglima perang berusia 370 tahun.
  • Mau tahu berapa kamu membutuhkan uang untuk bisa hadir di Lembah Baliem? Dari Jakarta menuju Wamena, paling tidak kamu perlu merogoh kocek 3 jutaan sekali jalan untuk pesawat terbang. Untuk biaya hidup di Wamena yang mahalnya selangit kocekmu juga harus lebih dirogoh makin dalam. Kamu perlu tahu pasokan kebutuhan dari luar daerah itu memang hanya bisa didatangkan dari langit, yakni via pesawat terbang
Bagaimana Sahabat TravelEsia,apakah anda ingin Menjelajahi Eksotika Budaya Bumi Papua ini.Jika Anda mengunjungi papua belum lengkap rasanya sebelum mengunjungi Lembah Baliem.mari Kita dukung Indonesia sebagai destinasi wisata Dunia


Taman Nasional Wasur : Menjelajahi Si Mutiara Hitam Papua

Taman Nasional Wasur - Taman Nasional Wasur Di papua merupakan salah satu dari beberapa taman nasional yang di miliki indonesia.Keaneka ragaman jenis hewan,tumbuhan serta vegetasi hutan yang berbeda membuat Taman Nasional Wasur layak untuk kita bahas pada kesempatan kali ini

Taman Nasional Wasur

Taman Nasional Wasur

merupakan perwakilan dari lahan basah yang paling luas di Papua/Irian Jaya dan sedikit mengalami gangguan oleh aktivitas manusia.Taman Nasional Wasur ditetapkan berdasarkan SK Menhut No. 282/Kpts-VI/1997 Tanggal 23 Mei 1997, dengan luas 413.810 ha, yang merupakan pengembangan dari dua kawasan Suaka Alam yaitu Suaka Margasatwa Wasur dan Cagar Alam Rawa Biru

Taman Nasional Wasur merupakan salah satu dari 50 Taman Nasional di Indonesia yang baru dikelola dalam bentuk UPT (Unit Pelaksana Teknis) sejak tahun 1997. Sebelumnya pengelolaan kawasan TNW dilaksanakan oleh Sub Balai Konservasi Sumber daya Alam Irian Jaya II C.q. Sub Seksi Konservasi Sumber daya Alam Merauke bersama – sama WWF ID. 0105 merauke.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Wasur
Sekitar 70 persen dari luas kawasan taman nasional berupa vegetasi savana, sedang lainnya berupa vegetasi hutan rawa, hutan musim, hutan pantai, hutan bambu, padang rumput dan hutan rawa sagu yang cukup luas. Jenis tumbuhan yang mendominasi hutan di kawasan taman nasional ini antara lain api-api (Avicennia sp.), tancang (Bruguiera sp.), ketapang (Terminalia sp.), dan kayu putih (Melaleuca sp.).

Jenis satwa yang umum dijumpai antara lain kanguru pohon (Dendrolagus spadix), kesturi raja (Psittrichus fulgidus), kasuari gelambir (Casuarius casuarius sclateri), dara mahkota/mambruk (Goura cristata), cendrawasih kuning besar (Paradisea apoda novaeguineae), cendrawasih raja (Cicinnurus regius rex), cendrawasih merah (Paradisea rubra), buaya air tawar (Crocodylus novaeguineae), dan buaya air asin (C. porosus).

Keanekaragaman hayati bernilai tinggi dan mengagumkan di Taman Nasional Wasur, menyebabkan kawasan ini lebih dikenal sebagai “Serengiti Papua”.

Tidak Hanya itu,Lahan basah di taman nasional ini merupakan ekosistem yang paling produktif dalam menyediakan bahan pakan dan perlindungan bagi kehidupan berbagai jenis ikan, udang dan kepiting yang mempunyai nilai ekonomis tinggi.

Taman Nasional Wasur
Berbagai jenis satwa seperti burung migran, walabi dan kasuari sering datang dan menghuni Danau Rawa Biru. Oleh karena itu, Danau Rawa Biru disebut “Tanah Air” karena ramainya berbagai kehidupan satwa. Lokasi ini sangat cocok untuk mengamati atraksi satwa yang menarik dan menakjubkan.

Selain itu ada penangkaran kangguru yang hingga Desember 2008 berjumlah 30 ekor serta Rumah Semut atau Musamus. Nama tersebut didapat karena semut sendiri lah yang membangun 'istana'nya dari rumput liur dan liur mereka. Rumah semut unik karena ventilasinya berupa lorong yang melindungi koloni semut dari hujan dan membantu melepas panas ke udara di musim kemarau. Keistimewaan inilah yang menjadi alasan kenapa Musamus adalah lambang daerah Kabupaten Merauke

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Wasur
Taman Nasional ini berjarak sekitar 85 kilometer dari Kota Merauke,Dari Jayapura ke Merauke (Pesawat Terbang) dengan waktu 1,5 jam, 

kemudian dari Merauke ke lokasi menggunakan kendaraan roda empat dalam waktu satu sampai dua jam melalui jalan trans Irian (Jayapura-Merauke).

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Taman Nasional Wasur
Salah satu lokasi yang layak dikunjungi di taman nasional ini adalah Danau Rawa Biru. Berbagai jenis satwa seperti burung migran, walabi, dan kasuari sering datang dan menghuni Danau Rawa Biru. 

Danau ini disebut “Tanah Air” karena ramainya berbagai kehidupan satwa.dan untuk akomodasi sudah mudah di temukan di sekitar objek wisata
 

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Bila Sahabat TravelEsia tertarik mengunjungi Taman Nasional Wasur maka musim kunjungan terbaik adalah pada bulan Juli sampai November. Kamu bisa berangkat dengan pesawat terbang dari kota Jayapura ke Merauke. Setelah itu menggunakan kendaraan roda empat ke lokasi melalui jalan trans Irian (Jayapura-Merauke).

Know Before You Go...!!!!

  • Sangat bijak bila Anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa.
  • Krim pelindung atau tabir surya hendaknya selalu dibawa dan dipakai sesuai kebutuhan karena di daerah ini udara sangat panas walau angin berhembus cukup menyegarkan.
  • Anda perlu juga membawa pelindung anti nyamuk.
  • Jelasnya di sini tak cukup sinyal handphone Anda untuk aktif, tak pula terjangkau jaringan televisi, serta tidak ada pula pedagang kaki lima. Semua itu telah menjadikannya Plengkung sebagai kawasan paling ideal untuk Anda yang ingin berselancar dan benar-benar menjauh sejenak dari peradaban kota
Zona Inti : Luas ± 127.590 Ha, terbagi 2 (dua) dengan panjang keliling : Bagian Utara ± 82 Km, Bagian Selatan ± 184 Km dengan Total panjang keliling ± 266 Km
• Zona Rimba : Luas ± 211.320 Ha, terbagi 2 (dua) dengan panjang keliling : Bagian Utara ± 229,2 Km, Bagian Selatan ± 316,8 Km dengan Total panjang keliling ± 546 Km
• Zona Pemanfaatan Intensif : Luas ± 56.100 Ha, dengan total panjang keliling : ± 380 Km
• Zona Pemukiman : Luas ± 18.800 Ha, dengan total panjang keliling : ± 73,6 Km terbagi atas : Desa Kondo ± 20 Km, Tomerau ± 18 Km, Wasur ± 13,4 Km, Rawa Biru (Yereu) ± 20,4 Km, Yanggandur ± 15 Km, Sota ± 18 Km, Bokrum ± 25,8 Km, Tambat ± 23,8 Km dan Soa ± 19,2 Km. 
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menjelajahi Si Mutiara Hitam Papua Jika Anda Berkunjung ke papua,Sempatkanlah mengunjungi Taman Nasional Wasur.Mari Dukung Indonesia Untuk Menjadi Destinasi Wisata Dunia


Rumah Pohon Suku Korowai : Menapaki Sisi Lain Keindahan Alam Indonesia

Rumah Pohon Suku Korowai - Rumah Pohon Suku Korowai - Indonesia memang luar biasa,Negeri Nan Elok,Negeri Yang Memiliki Segudang Keindahan Yang Selalu Saja Menarik Untuk Di Jelajahi.Terutama provinsi yang satu ini. Tidak hanya terkenal dengan kekayaan flora dan fauna, Papua memiliki suku-suku asli yang memiliki kehidupan menarik dan unik. Salah satunya adalah suku pedalaman asli papua yang hidup dan tinggal di rumah pohon setinggi hingga 50 meter yang dikenal dengan nama Suku Korowai.

Suku Korowai

mendiami wilayah Kaibar, Kabupaten Mappi, Papua. Suku Korowai baru ditemukan oleh misionaris Belanda pada tahun 1974. Sebelumnya, mereka benar-benar tidak mengenal orang diluar kelompoknya. Tidak seperti suku lain yang membangun rumah Honai sebagai tempat hunian, mereka justru tinggal di rumah pohon.

Suku Korowai adalah salah satu suku di daratan Papua yang tidak menggunakan koteka. Suku unik ini juga termasuk suku yang suka berpindah tempat tinggal atau nomaden. Mereka biasanya mengambil tempat tinggal di dekat sungai, dekat dengan hutan sagu, dan tidak dalam wilayah kekuasaan suku lain. Untuk membangun rumah, mereka menggunakan bahan-bahan yang berasal dari hutan di sekitar mereka. Namun jangan salah kira, mereka tidak pernah menebang pohon secara sembarangan. Mereka hanya menebang pohon untuk keperluan secukupnya. Maka tidak heran bila hutan di Papua masih terjaga kelestariannya.

Suku Korowai tinggal di rumah pohon setinggi mulai 15 hingga 50 meter. Mereka membangun rumah di atas pohon untuk menghindari binatang buas dan gangguan roh jahat. Suku Korowai percaya bahwa, semakin tinggi rumah mereka, semakin jauh dari gangguan roh-roh jahat.

Suku Korowai hanya turun dari rumah untuk mencari makanan, seperti buah-buahan dan daging. Uniknya, mereka berburu hanya sedang jika lapar. Selain itu, mereka juga tidak pernah menebang sembarang pohon. Mereka menebang pohon hanya untuk keperluan secukupnya. Maka tidak heran, jika sudah sejak ratusan tahun Suku Korowai menetap di hutan Papua, namun hutannya masih lebat dan terjaga kelestarian flora dan faunanya.

Kadang kita harus berkaca pada kehidupan
Suku Korowai tentang keseimbangan alam. Bertamu ke rumah pohon Suku Korowai, akan menambah kekayaan pada diri Anda tentang ilmu dan kesadaran mencintai alam.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Ketika Anda naik sudah berada di rumah pohon, 'lautan' hutan yang hijau dan awan yang biru akan membuat Anda ingin lebih lama tinggal di rumah pohon. Dari ketinggian puluhan meter di atas tanah, Anda dapat melihat dengan jelas hutan Papua yang lebat dan indah. Mungkin, bisa dibilang Anda sedang melihat sebagian 'paru-paru' Indonesia.

Bahan yang digunakan untuk membuat rumah pohon berasal dari hutan dan rawa di sekitar mereka, seperti kayu, rotan, akar dan ranting pohon. Rumah pohon Suku Korowai sangat alamiah. Semua bahan terbuat dari alam, kerangka terbuat dari batang kayu kecil-kecil dan lantainya dilapisi kulit kayu. Dinding dan atapnya menggunakan kulit kayu atau anyaman daun sagu. Untuk mengikat, semua menggunakan tali. Semua proses pembuatan rumah dilakukan dengan menggunakan tangan. Barang logam satu-satunya yang ada adalah parang atau kapak yang biasa mereka gunakan untuk berburu.

Pada tahun 2011, Suku Korowai pernah muncul dalam film dokumentasi BBC Human Planet. Dalam film tersebut, suku Korowai menunjukkan bagaimana mereka membuat rumah pohon. Bahkan salah satu usaha ambisius mereka tunjukkan dengan membangun rumah pohon setinggi 114 meter dalam waktu 2 minggu!

Rumah Pohon tersebut dibangun tidak hanya untuk melindungi keluarga dari nyamuk tetapi juga dari gangguan roh jahat.Untuk membangun Rumah Pohon, Suku Korowai menggunakan pohon beringin yang terpilih. Batang dan cabang-cabang yang besar dijadikan tiang utama sementara ranting pohon digunakan sebagai lantai. Agar lebih nyaman, lantai Rumah Pohon tersebut dilapisi sagu di bagian atasnya. 

Lantai ini dibuat cukup kuat sehingga dapat menopang penghuni rumah yang rata-rata berisi selusin orang.
Sedangkan atap dan dinding dibuat menggunakan daun dan cabang pohon beringin tersebut yang kemudian diikat menggunakan rotan.

Untuk naik ke Rumah Pohon, dibuatlah tangga menggunakan kayu kering. Tangga ini bisa bergetar sebagai sistem peringatan dini alias sebagai penanda jika ada yang sedang naik ke atas rumah.

Di dunia modern ini sulit dipercayai bahwa masih ada suku pedalaman yang terisolasi. Namun kenyataannya, walaupun hampir punah, keberadaan mereka masih ada

Terdapat beberapa alasan mengapa Suku Korowai membuat rumah di atas pohon yang sangat tinggi. Alasan-asalan tersebut yaitu:
  • Menghindari gangguan binatang buas,
  • Sebagai strategi berburu, karena dari atas pohon mereka dapat dengan leluasa mengontrol rusa dan babi hutan yang melintas di bawah rumahnya,
  • Adat istiadat mereka yang telah turun temurun,
  • Faktor alam yang membuat mereka merasa lebih aman.
  • Kepercayaan mereka bahwa tinggal di atas pohon dapat terhindar dari gangguan roh-roh jahat.
Selain mengonsumsi hewan-hewan buruan seperti burung kasuari, ular, kadal, rusa, atau babi hutan, masyarakat Suku Korowai juga memenuhi nutrisi mereka dengan makan larva kumbang. Masyarakat pemburu Korowai yang pada kesehariannya hanya mengenakan pakaian dari dedaunan ini memiliki berbagai macam bentuk senjata yang disesuaikan dengan hasil buruannya. Misalkan tombak khusus untuk membunuh babi hutan, menebang sagu, atau untuk membunuh manusia.

Bagi masyarakat Korowai, membunuh dan memakan daging manusia adalah bagian dari sistem peradilan pidana mereka. Setelah mereka memakan habis tubuhkhuakhua, mereka akan memukul-mukul dinding rumah tinggi mereka dengan kayu sambil bernyanyi semalaman. Bagi orang di dunia luar yang modern, kanibalisme mungkin adalah hal yang sangat tak masuk akal dan mengerikan.
Rumah pohon ala Suku Korowai memang merupakan hasil budaya yang unik dan perlu dijaga kelestariannya. Suku Korowai sangat peduli dan mencintai alam Papua yang menakjubkan. Jika Anda seorang petualang sejati dan sangat tertarik dengan suku-suku di pedalaman Indonesia, mengunjungi suku Korowai akan menjadi pengalaman Anda yang sangat berharga. Dimana Anda akan melakukan medan trekking yang tidak mudah, serta menantang liar dan lebatnya hutan Papua.

Alam memang menjadi ujung tombak kelangsungan hidup suku Korowai. Untuk mendapatkan karbohidrat, mereka tidak mengolah nasi melainkan mengolah sagu dan umbi-umbian yang banyak tersedia di sekitar hutan mereka. Meskipun rumah suku Korowai berada di atas pohon, keseharian mereka juga banyak dihabiskan di bawah. Pada pagi hari anak-anak Suku Korowai akan dibopong ke bawah untuk diajarkan cara mengolah sagu dan berburu. Menjelang senja seluruh anggota keluarga satu per satu akan naik ke rumah pohon untuk beristirahat dan merencanakan perburuannya di hari esok.

Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik untuk Menapaki Sisi Lain Keindahan Alam Indonesia.Jika Anda berkunjung ke Papua,Sempatkanlah Untuk Mengunjungi Rumah Pohon Suku Korowai, Raja Ampat ,Taman Nasional Teluk Cendrawasi,Taman Nasional Lorentz Penggunungan Jaya Wijaya Sebagai destinasi wisata anda.Mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi Destinasi Wisata Dunia


Carstensz Pyramide : Menapaki Negeri Bersalju Abadi Di Atas Awan

Carstensz Pyramide - Papua - Carstensz Pyramide Atau Yang Lebih Familiar di Telinga Kita disebut dengan Nama Pegunungan JayaWijaya.Pegunungan Jayawijaya memiliki keunikan tersendiri di banding gunung-gunung yang ada di indonesia,dimanakah letak keunikan itu,TravelEsia Mencoba Memaparkannya kepada Anda

Carstensz Pyramide

Atau Yang Lebih Familiar di Telinga Kita disebut dengan Nama Gunung JayaWijaya terletak di daerah tropis merupakan pegunungan yang diselimuti salju, Anda dapat meralat anggapan tersebut setelah berkunjung ke Puncak Jayawijaya, puncak tertinggi di Pegunungan Sudirman (Sudirman Range) di Provinsi Papua. Puncak Jayawijaya atau yang lebih singkat disebut Puncak Jaya, memiliki ketinggian mencapai + 4.884 meter di atas permukaan laut (dpl), sehingga memungkinkan daerah ini diselimuti oleh salju abadi.

Namun, salju abadi tersebut diperkirakan bakal menyusut, bahkan mengering. Dalam sejumlah penelitian disimpulkan bahwa endapan es di pegunungan ini dari tahun ke tahun mengalami penyusutan yang serius. Penyusutan salju di Pegunungan Sudirman ini diakibatkan oleh pemanasan global. Sehingga, bukan tidak mungkin kelak pegunungan ini akan kehilangan salju seperti yang terjadi pada Gunung Kilimanjaro di Tanzania.

Selain dikenal dengan nama Puncak Jaya, puncak tertinggi ini juga terkenal dengan sebutan Carstensz Pyramide, atau Puncak Carstensz. Nama tersebut diambil dari seorang petualang dari negeri Belanda, yakni Jan Carstensz, yang pertama kali melihat adanya puncak gunung bersalju di daerah tropis, tepatnya di Pulau Papua. Pengamatan tersebut dilakukan oleh Jan Carstensz melalui sebuah kapal laut pada tahun 1623. Karena belum bisa dibuktikan dengan pengamatan langsung, laporan itu dianggap mengada-ada. Sebab, bagi orang Eropa, menemukan pegunungan bersalju di tanah tropis adalah sesuatu yang hampir mustahil.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Puncak Jayawijaya merupakan salah satu puncak gunung bersalju yang ada di perlintasan garis khatulistiwa, selain pegunungan di Afrika dan Amerika Latin. Jika dilihat dari udara, Puncak Jayawijaya nampak seperti permadani hitam yang diselimuti oleh tudung putih. Jika matahari sedang cerah, maka hamparan salju tersebut akan memantulkan cahaya mentari yang menyilaukan. 

Kandungan es di pegunungan ini diperkirakan mencapai 5 persen dari cadangan es dunia yang berada di luar Benua Antartika. Namun akibat pemanasan global, jumlah tersebut dari tahun ke tahun kian menyusut. Jika dilihat dari tipe gletsernya, kawasan bersalju di Jayawijaya masuk ke dalam tipe Alpine Glaciation. Sementara gletser (aliran lumeran salju) di wilayah ini masuk ke dalam tipe Valley Glacier, yaitu aliran gletser yang mengalir dari tempat tinggi menuju daerah yang lebih rendah. Oleh sebab itu, di daerah ini dimungkinkan terdapat aliran sungai es.

Puncak yang juga terdaftar sebagai salah satu dari tujuh puncak benua (Seven Summit) yang sangat fenomenal dan menjadi incaran pendaki gunung di berbagai belahan dunia. Puncak Jayawijaya terletak di Taman Nasional Laurentz, Papua. Puncak ini diselimuti oleh salju abadi. Salju abadi di Puncak Jayawijaya merupakan satu dari tiga padang salju di daerah tropis yang terdapat di dunia. 

Di negeri kita yang dilalui garis khatulistiwa ini, menyaksikan adanya salju di Indonesia tentunya sesuatu yang mustahil untuk bisa dimengerti. Carstenz Pyramid (4884 mdpl) adalah salah satu puncak yang bersalju tersebut. Puncak tertinggi di Asia Tenggara dan Pasifik ini terletak di rangkaian Pegunungan Sudirman. Puncak ini terkenal tidak hanya karena tingginya, tetapi juga karena terdapat lapisan salju di puncaknya.

Pada tahun 1623 Navigator dari Belanda John Carstensz menjadi orang pertama yang membawa kabar ke daratan Eropa tentang adanya puncak es di negara tropis di garis eografis equator Barat Papua Nugini. Hasil laporannya ditanggapi dengan gelak tawa oleh publik pada saat itu. Baru pada tahun 1899, selang 3 abad lamanya ekspedisi Belanda yang sedang membuat peta di situ membenarkan apa yang di sampaikan John Carstensz. Maka namanya di abadikan di gunung tersebut

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Puncak Carstensz Pyramide memiliki ketinggian 4884 M dpl (16023 ft). Lokasi koordinatnya berada pada S 04°04.733 dan E 137°09.572, terletak di sebelah barat central highland yang disebut dengan Jayawijaya dan pegunungan Sudirman. Banyak yang mengira bahwa Puncak Jayawijaya sama dengan Carstensz Pyramide, padahal kedua puncak ini bersebelahan letaknya
Untuk mendaki gunung ini ada dua akses, yaitu melalui freeport dan ilaga. Galih Donikara, seorang senior Wanadri menyebutkan untuk mendaki gunung ini harus memiliki rekomendasi dari kantor Menpora, Kapolri, BIA – intelejen Indonesia, Menhutbun/PKA, PT Freeport Indonesia (PTFI). Kalau mau lewat Tembagapura ditambah dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). 

Itu semua harus diurus di Jakarta. Lalu di Jayapura, rekomendasi dari Bakorstranasda dan Kapolda harus dikantongi. Di Timika, rekomendasi EPO dan izin PTFI untuk fasilitas lintasan. ”Terakhir di Tembagapura, koordinasi dengan Emergency Response Group (ERG) untuk penanganan Emergency Procedur dan aparat Satgaspam untuk masalah keamanan lintasan,” jelas pendaki gunung yang sempat tergabung dalam ekspedisi Indonesia – Everest ’97 ini. 

Rentetan panjang daftar surat rekomendasi ini yang akhirnya banyak membuat pendaki kita lebih memilih mendaki luar negeri. Sementara untuk akses Ilaga, dibutuhkan lebih banyak lagi biaya dan waktu yang lebih lama untuk mencapai kemah induk.
.
http://www.travelesia.co/2013/01/carstensz-pyramide-menapaki-negeri.html
Akses manuju Objek Wisata Puncak Jayawijaya
Mengingat medan pendakian yang berat, proses perizinan yang rumit, serta jaminan keamanan ketika proses pendakian, sebaiknya para pendaki memanfaatkan jasa agen perjalanan yang berpengalaman. Berbagai agen perjalanan yang memiliki reputasi internasional telah menyediakan dua pilihan jalur pendakian, yaitu jalur klasik melalui Desa Ilaga, atau jalur kedua yang lebih nyaman dengan menumpang helikopter menuju base camp Bukit Danau (Danau Valley).

Jasa agen perjalanan tersebut biasanya akan menangani juga masalah perizinan, transportasi dari Jakarta menuju Papua, persewaan helikopter menuju base camp, pemandu pendakian, asuransi, serta latihan dan pengkondisian tim sebelum pendakian. Tentu saja, biaya per orang untuk satu tim pendakian dengan menggunakan jasa agen perjalanan memerlukan biaya yang cukup besar, yaitu sekitar 10.000 USD per orang (atau sekitar seratus juta rupiah lebih).

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Jika anda ingin berkunjung ke Objek Wisata Puncak Jayawijaya, anda sebaiknya memakai jasa travel. Ini karena proses pendakian harus melewati proses yang cukup rumit, terutama masalah perizinan. Belum lagi masalah keselamatan karena mendaki gunung tidak sama dengan berwisata ke pantai atau tempat-tempat lainnya. Perlu persiapan matang agar tidak terjadi apa-apa selama pendakian. Memilih agen travel juga jangan sembarangan, pilihlah yang berkompeten dan berpengalaman. Agen perjalanan biasanya menyediakan 2 opsi jalur pendakian, yang pertama adalah melewat desa Ilaga, dan yang kedua adalah dengan naik helikopter menuju Bukit Danau. Jika ingin lebih nyaman, sebaiknya anda memilih opsi yang kedua.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk menikmati keindahan Carstensz Pyramide sebaiknya dilakukan sekitar Mei-Juni saat cuaca di lokasi tergolong paling ”ramah” (sumber : peneliti dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika; Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia; serta peneliti dari Ohio State University dan Columbia University.)

Untuk mencapai lokasi amat sulit karena setelah pukul 10 pagi udara berkabut, dan kerap hujan disertai petir dan angin kencang. Akibat cuaca buruk, ekspedisi tertunda hingga lebih dari seminggu.
Badai salju dalam waktusatu malaman dapat menyebabkan penambahan lapisan salju sekitar 10 hingga 15 cm. Namun, ketika hujan tengah hari lapisan es itu mencair.

Know Before You Go

Gunung ini memang terletak di Indonesia, namun pendaki yang menyemarakkan dengan menjelajahi punggungannya kebanyakan malah dari pendaki luar negeri bukan pendaki lokal. Tahukah Anda, setiap tahunnya ada sekitar 200-300 pendaki luar negeri yang mengeksplore gunung ini, sementara pendaki Indonesia hanya puluhan orang saja. Memang terlihat aneh, namun inilah faktanya yang terjadi di lapangan. Usut punya usut pendaki lokal terkendala dalam hal perijinan.

Akibat curah hujan yang tinggi di beberapa bagian permukaan lapisan es ditemukan lubang-lubang yang terkikis aliran air hujan. Lapisan es di puncak itu merupakan satu-satunya di dunia yang terletak di pusat kolam panas lautan Pasifik barat. Lapisan es itu berada pada ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut.

fluktuasi suhu yang besar antara malam dan siang hari. Malah hari suhu mencapai minus 14 derajat celsius, dan di siang hari naik hingga 15 derajat celsius.
Untuk mencapai lokasi amat sulit karena setelah pukul 10 pagi udara berkabut, dan kerap hujan disertai petir dan angin kencang

Akibat curah hujan yang tinggi di beberapa bagian permukaan lapisan es ditemukan lubang-lubang yang terkikis aliran air hujan. Lapisan es di puncak itu merupakan satu-satunya di dunia yang terletak di pusat kolam panas lautan Pasifik barat. Lapisan es itu berada pada ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut.

Menarik Bukan Sahabat TravelEsia.Mari Rencanakan perjalanan wisata anda ke Carstensz Pyramide tantangan dan saljunya yang akan membuat anda berdecak kagum di buatnya.Mari Kita Dukung Indonesia Menjadi Destinasi Wisata Dunia


 

Manakah Destinasi Terbaik Di Indonesia

Support : Informasi lalu Lintas | | Traffic Information Center
Copyright © 2012 - 2017. Indonesia Tourism and Travel Information - Paket Wisata - Indonesia Tour Package - TravelEsia.Us - All Logos, Trademarks and Registered Trademarks Are The Property of TravelEsia Corporation.
Website Ini Dikelola Oleh : Devisi IT TravelEsia Published by TravelEsia Tour And Travel
Proudly powered by Flight And Hotel Search Engine