Travel Information :

Showing posts with label Kalimantan Barat. Show all posts
Showing posts with label Kalimantan Barat. Show all posts

Taman Nasional Betung Kerihun : Menjelajahi Hutan Alami Di Jantung Borneo

Taman Nasional Betung Kerihun - Kalimantan Barat - Taman Nasional Betung Kerihun Merupakan Taman Nasional yang memiliki Kelebatan Dan Kerapatan Hutan Terbaik Di indonesia.Taman Nasional Betung Kerihun menjadi salah satu wilayah konservasi hutan terbaik dengan keragaman ekosistem fauna dan flora di indonesia.Taman Nasional Betung Kerihun Juga Menjadi kawasan konservasi terluas di Propinsi Kalimantan Barat, terletak di Kabupaten Kapuas Hulu dengan luas total area sekitar 800.000 hektar. Topografi berbukit dan bergunung-gunung serta hamparan ratusan sungai-sungai karakteristik yang menonjol dari Taman Nasional Betung Kerihun selain potensi keanekaragaman hayatinya yang luar biasa.

Taman Nasional Betung Karihun

Taman Nasional Betung Kerihun

dulunya dikenal sebagai Bentuang Karimun dan pertama kali ditetapkan sebagai cagar alam berdasarkan keputusan menteri pada tahun 1982. Saat itu luasnya sekira 600.000 hektar tetapi sepuluh tahun kemudian pada tahun 1992, luas lahan Taman Nasional Betung Kerihun diperluas menjadi 800,000 hektar. Statusnya sebagai kawasan konservasi diubah menjadi taman nasional pada tahun 1995.

Secara topografis, Taman Nasional Betung Kerihun memiliki bentang alam berbukit dan bergunung yang dikelilingi ratusan sungai. TNBK terbentang dari Pegunungan Muller yang menghubungkan Gunung Betung dan Gunung Kerihun. Dari kaki-kaki pegunungan Muller tersebut, mengalir sungai-sungai kecil yang membentuk Daerah Aliran Sungai (DAS), yaitu DAS Kapuas, Sibau, Mendalam, Bungan, dan Embaloh. Keempat DAS (kecuali Bungan) menjadi pintu masuk utama kawasan Taman Nasional Betung Kerihun yang memang hanya dapat dicapai melalui jalur menyusuri sungai-sungai. Masing-masing pintu masuk (DAS) menawarkan paket wisata yang berbeda-beda yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi wisatanya masing-masing.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

taman nasional betung karihun
Dengan luas total area sekira 800.000 hektar, Taman Nasional Betung Kerihun menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa kaya. Karena keunikan bentang alam dan tingginya keanekaragaman hayati, Taman Nasional Betung Kerihun sudah sepantasnya menjadi salah satu destinasi ekowisata yang menawarkan tantangan hutan tropis liar nan eksotis. Berada di ketinggian 300-1960 m dpl, TNBK adalah habitat alami bagi 1.216 jenis keanekaraman tumbuhan yang terdiri dari 418 genus dan 110 famili (75% endemik Kalimantan). Dari jumlah tersebut, terdapat 14 jenis tumbuhan yang merupakan temuan baru di Indonesia, diantaranya Castanopsis inermis, Musa lawitiensis, Neouvaria acuminatissima, Lithocarpus philippinensis, Chisocheton cauliflorus, Syzygium spicata, dan Shorea peltata. Terdapat 13 jenis  pohon palem yang terbilang baru di Kalimantan antara lain Pinanga bifidovariegata dan soka (Ixora sp.).

Dengan luas total area sekira 800.000 hektar, Taman Nasional Betung Kerihun menyimpan keanekaragaman hayati yang luar biasa kaya. Karena keunikan bentang alam dan tingginya keanekaragaman hayati, TNBK sudah sepantasnya menjadi salah satu destinasi ekowisata yang menawarkan tantangan hutan tropis liar nan eksotis. Berada di ketinggian 300-1960 m dpl, Taman Nasional Betung Kerihun adalah habitat alami bagi 1.216 jenis keanekaraman tumbuhan yang terdiri dari 418 genus dan 110 famili (75% endemik Kalimantan). 

taman nasional betung karihunDari jumlah tersebut, terdapat 14 jenis tumbuhan yang merupakan temuan baru di Indonesia, diantaranya Castanopsis inermis, Musa lawitiensis, Neouvaria acuminatissima, Lithocarpus philippinensis, Chisocheton cauliflorus, Syzygium spicata, dan Shorea peltata. Terdapat 13 jenis  pohon palem yang terbilang baru di Kalimantan antara lain Pinanga bifidovariegata dan soka (Ixora sp.).

Taman nasional yang memiliki delapan tipe ekosistem hutan dataran rendah, sekunder tua, dipterocarpus, sub-montana, dan montana, adalah habitat bagi 48 jenis mamalia, 301 jenis burung (151 genus dan 36 famili), 170 jenis insekta, 112 jenis ikan, 52 jenis reptilian, 51 jenis amfibia, 24 jenis endemik Kalimantan, dan 15 jenis burung migran. Orangutan (Pongo satyrus), tangkasi (Tarsius bancanus borneanus), owa kalimantan (Hylobates muelleri), rusa sambar (Cervus unicolor brookei), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), lutra (Lutra sumatrana), kancil (Tragulus napu borneanus), dan klasi (Presbytis rubicunda rubicunda) adalah beberapa satwa yang dominan menghuni Taman Nasional Betung Kerihun .

Selain sebagai destinasi ekowisata, rekreasi alam bebas (kemping), jelajah hutan tropis liar, dan lain sebagainya, kekayaan yang dimiliki Taman Nasional Betung Kerihun adalah juga potensial sebagai objek penelitian berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Selain itu, wisata budaya dapat juga Anda nikmati di sini sebab masyarakat sekitar Taman Nasional Betung Kerihun adalah masyarakat Suku Dayak yang masih hidup dengan cara tradisional dan memegang teguh adat dan kebiasaan warisan nenek moyangnya.

Keragaman tipe ekosistem dan karakteristik topografi serta hidrologi yang ada di Taman Nasional Betung Kerihun sangat mendukung bagi kehidupan berbagai jenis tumbuhan dan satwa termasuk yang tergolong dilindungi. Jenis-jenis tumbuhan di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun yang telah berhasil diidentifikasi sampai saat ini sebanyak 695 jenis dimana 50 jenis diantaranya tergolong tumbuhan yang hanya ditemukan di Pulau Borneo. Jenis pisang hutan Musa lawitiensis, misalnya, merupakan jenis tumbuhan yang endemik dari Gunung Lawit yang terletak di DAS Sibau. 

taman nasional betung karihun
Diperkirakan kawasan Taman Nasional Betung Kerihun masih menyimpan potensi tumbuhan yang tergolong jenis-jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya oleh para ahli botani. Kekayaan jenis satwa juga tidak kalah hebatnya dibandingkan jenis-jenis flora. Taman Nasional Betung Kerihun merupakan rumah bagi paling tidak 301 jenis burung dimana 15 jenis diantaranya tergolong burung migran. 

mamalia yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Betung Kerihun juga ikut menambah kekayaan jenis satwa Taman Nasional Betung Kerihun . Orangutan (Pongo pygmaeus pygmaeus), beruang madu (Helarctos malayanus), kukang (Nycticebus coucang), macan dahan (Neofolis nebulosa) dan Tarsius (Tarsius bancanus) adalah beberapa jenis satwa kunci yang ada di Taman Nasional Betung Kerihun . Sungai-sungai yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Betung Kerihun juga merupakan surga bagi berbagai jenis ikan maupun satwa unik lainnya. Salah satu jenis ikan yang terdapat di sebagian sungai di Taman Nasional Betung Kerihun adalah ikan semah (Tor tambroides).

taman nasional betung karihun
Taman nasional yang memiliki delapan tipe ekosistem hutan dataran rendah, sekunder tua, dipterocarpus, sub-montana, dan montana, adalah habitat bagi 48 jenis mamalia, 301 jenis burung (151 genus dan 36 famili), 170 jenis insekta, 112 jenis ikan, 52 jenis reptilian, 51 jenis amfibia, 24 jenis endemik Kalimantan, dan 15 jenis burung migran. Orangutan (Pongo satyrus), tangkasi (Tarsius bancanus borneanus), owa kalimantan (Hylobates muelleri), rusa sambar (Cervus unicolor brookei), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), lutra (Lutra sumatrana), kancil (Tragulus napu borneanus), dan klasi (Presbytis rubicunda rubicunda) adalah beberapa satwa yang dominan menghuni Taman Nasional Betung Kerihun .

Selain sebagai destinasi ekowisata, rekreasi alam bebas (kemping), jelajah hutan tropis liar, dan lain sebagainya, kekayaan yang dimiliki Taman Nasional Betung Kerihun adalah juga potensial sebagai objek penelitian berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Selain itu, wisata budaya dapat juga Anda nikmati di sini sebab masyarakat sekitar Taman Nasional Betung Kerihun adalah masyarakat Suku Dayak yang masih hidup dengan cara tradisional dan memegang teguh adat dan kebiasaan warisan nenek moyangnya.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Betung Kerihun dapat dicapai melalui Kota Putussibau yang letaknya sekira 600 km timur laut dari Kota Pontianak, ibu kota Kalimantan Barat. Pontianak – Putussibau dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat (bus atau taxi) sekira 12-15 jam.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..??

taman nasional betung karihun
Terdapat banyak pilihan akomodasi khususnya tempat menginap di Taman Nasional Betung Kerihun. Bagi Anda yang ingin merasakan gaya hidup tradisional ala masyarakat tradisional Suku Dayak maka dapat menginap di rumah betang yang memang terbuka untuk wisatawan.  

Selain itu, ada pula homestay yang tersebar di keempat daerah DAS Embaloh, Sibau, Mendalam, dan Kapuas. Bagi yang gemar kemping, ada pula kawasan khusus (camping ground), seperti di Karangan Laboh, Muara Tekelan, dan Camp Derian.Bagi Anda yang ingin menginap di hotel, terdapat beberapa hotel dan penginapan di Kota Putussib.

Menu utama masyarakat Kalimantan umumnya berupa olehan ikan air tawar. Selain diolah sebagai menu utama, ikan juga dijadikan bahan membuat penganan ringan (kudapan), contohnya adalah kerupuk basah (temet) yaitu penganan khas masyarakat Kapuas Hulu. 

Kerupuk basah yang pertama kali dipopulerkan masyarakat Embaloh ini berbahan baku ikan air tawar, seperti ikan belidak yang banyak dijumpai di Danau Sentarum. Kerupuk basah tersebut terbilang sederhana, namun sangatlah khas karena mungkin hanya ditemui di sekitar kawasan sekitar Taman Nasional Danau Sentarum saja. Makanan ini dibuat dari campuran ikan yang sudah dipisahkan dari tulang, bumbu (bawang putih, garam, dan lainnya), serta tepung maizena yang dibentuk silinder kemudian direbus. 

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk Sahabat TravelEsia Yang Ingin Berkunjung ke Taman Nasional Betung Kerihun Musim kunjungan terbaik Bulan Juni hingga Agustus.

Know Before You Go...!!!!

Taman nasional betung karihun
  • Bagi Anda yang ingin menikmati wisata budaya maka bulan April-Mei adalah waktu terbaik. Pada bulan tersebut, DAS Embaloh biasanya melakukan perayaan dan upacara adat.
  • Ada seperangkat peraturan yang dibuat khusus untuk wisatawan atau arahan staf taman nasional yang hendaknya dituruti.
  • Gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman saat Anda menjelajahi taman nasional. Gunakan selalu jaket penyelamat (life jacket) saat menyusuri sungai.
  • Bawalah bekal makanan dan minuman yang cukup sebab tentu tak ada toko di kawasan hutan. Selain itu, penting untuk tidak memberi makan satwa liar di dalam kawasan taman nasional.
  • Mohon agar tidak membuang sampah sembarangan atau melakukan tindakan-tindakan yang mengarah pada pengrusakan baik lingkungan, tanaman, atau mengganggu satwa liar di kawasan taman nasional.
  • Untuk menjelajahi kawasan Taman Nasional Betung Kerihun , pengunjung diwajibkan mengurus Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI). SIMAKSI ini hendaknya diurus langsung di Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun   di Putussibau atau dapat juga mengurusnya secara online melalui SIMAKSI Online.
Berikut adalah pusat informasi TNBK:
Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun
Jl. Piere Tendean Depan Kompleks KODIM Putussibau
Kapuas Hulu, Kalimantan Barat
Phone: +62 567 21935
Fax: +62 567 21935
Email: tn_betungkerihun@yahoo.com

Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menjelajahi Hutan Alami Di Jantung Borneo Jika Anda Berkunjung ke provinsi Kalimantan Barat,Jadikanlah Taman Nasional Betung Kerihun , Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya , Taman Nasional Gunung Palung , Sebagai Destinasi Wisata Anda.mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi destinasi Wisata Dunia.


Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya : Menjelajahi Keanekaragaman Flora Dan Fauna Bumi Borneo

Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya - Kalimantan Barat - Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya Merupakan Taman Nasional Yang Berada di Dua Provinsi,Yaitu Provinsi Kalimantan Barat Dan Kalimantan Tengah.Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya menyimpan keindahan dan Keanekaragaman Flora Dan Fauna Yang Menarik Untuk Sahabat TravelEsia Jelajahi

Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya

Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya

Akan Menjadi Pembahasan TravelEsia Magazine Kali Ini.Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya merupakan Kawasan konservasi yang menjadi taman nasional yang terletak di jantung Pulau Kalimantan, Kawasan ini memiliki peranan penting dalam Fungsi hidrologis sebagai catchment area bagi Daerah Aliran Sungai Melawi di Kalimantan Barat dan Daerah Aliran Sungai Katingan di Kalimantan Tengah.

Kawasan hutan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya Merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan tropika pengunungan yang mendoninasi puncak-puncak Pegunungan Schwaner. Bukit Baka-Bukit Raya merupakan gabungan Cagar Alam Bukit Baka di Kalimantan Barat dan Cagar Alam Bukit Raya di Kalimantan Tengah. Penetapan Kawasan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 281/Kpts- II/1992, tanggal 26 Pebruari 1992 seluas 181.090 Ha

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
Kawasan hutan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya didominir oleh puncak-puncak pegunungan Schwaner. Keberadaan pegunungan tersebut merupakan perwakilan dari tipe ekosistem hutan hujan tropika pegunungan dengan kelembaban relatif tinggi (86%). 

Tercatat 817 jenis tumbuhan yang termasuk dalam 139 famili diantaranya Dipterocarpaceae, Myrtaceae, Sapotaceae, Euphorbiaceae, Lauraceae, dan Ericadeae. Selain terdapat tumbuhan untuk obat-obatan, kerajinan tangan, perkakas/bangunan, konsumsi, dan berbagai jenis anggrek hutan. Terdapat bunga raflesia (Rafllesia sp.) yang merupakan bunga parasit terbesar dan juga tumbuh di Gunung Kinibalu Malaysia. Tumbuhan endemik antara lain Symplocos rayae, Gluta sabahana, Dillenia beccariana, Lithocarpus coopertus, Selaginnella magnifica, dan Tetracera glaberrima.

Satwa mamalia yang dapat dijumpai antara lain macan dahan (Neofelis nebulosa), orangutan (Pongo satyrus), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), lutung merah (Presbytis rubicunda rubicunda), kukang (Nyticebus coucang borneanus), rusa sambar (Cervus unicolor brookei), bajing terbang (Petaurista elegans banksi), dan musang belang (Visvessa tangalunga).

Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
Jenis burung yang menetap di Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya ini antara lain enggang gading (Rhinoplax vigil), rangkok badak (Buceros rhinoceros borneoensis), enggang hitam (Anthracoceros malayanus), delimukan zamrud (Chalcophaps indica), uncal kouran (Macropygia ruficeps), kuau raja (Argusianus argus grayi), dan kuau kerdil Kalimantan (Polyplectron schleiermacheri). Kuau kerdil merupakan satwa endemik pulau Kalimantan yang paling terancam punah akibat kegiatan manusia di dalam hutan.

Tidak Hanya Itu,Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi :
  • Arung jeram; lokasi arung jeram berada di sungai Ella (wilayah Kalimantan Barat) terletak di km 35 jalan PT. SBK (HPH PT Sari Bumi Kusuma) wilayah Resort Siyai/Dusun Belaban.
  • Pendakian/panorama alam; terdapat dua bukit yang cukup menarik dan menantang untuk pendakian, yaitu puncak Bukit Baka (1.617 m dpl) dan puncak Gunung Bukit Raya (2.278 m dpl), serta puncak Gunung Bukit Asing (1.750 m dpl), Bukit Melabanbun (1.850 m dpl), Bukit Panjing (1.620 m dpl), Bukit Panjake (1.450 m dpl), dan Bukit Lesung (1.600 m dpl).
  • Sumber air panas Sepan Apoi, di daerah Desa Batu Panahan, tepatnya pada sungai Bemban (anak sungai Katingan).
  • Air terjun Demang Ehud; Air terjun yang merupakan patahan sungai Ella hulu.
  • Wisata budaya; bagi yang mengagumi wisata dan menikmati karya budaya penduduk asli suku Dayak yang merupakan keturunan dari kelompok
Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
Penduduk asli yang menetap di sekitar Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya merupakan keturunan dari kelompok suku Dayak Limbai, Ransa, Kenyilu, Ot Danum, Malahui, Kahoi dan Kahayan, walaupun demikian bahasa Indonesia sudah dimengerti oleh penduduk dan dipakai sebagai bahasa pengantar dalam pendidikan dan pertemuan umum. 

Pada umumnya mereka hidup berkelompok dalam jumlah terbatas, tersebar di sepanjang sungai-sungai kecil yang bermuara di Sungai Melawi dan di Kalimatan Barat maupun Sungai Katingan di Kalimantan Tengah. Mata pencaharian mereka adalah berladang berpindah, berkebun dan memelihara ternak. 

Karya-karya budaya yang dapat disaksikan adalah patung-patung kayu leluhur terbuat dari kayu belian, kerajinan tangan dari rotan maupun bambu dan daun pandan serta upacara-upacara adat. Secara tradisional masyarakat suku Dayak tinggal sekeluarga di rumah panjang yang disebut Betang. Pemerintah desa dipegang oleh lembaga adat yang dijalankan oleh kepala adat. Hukum adat yang berlaku pada masing-masing desa umumnya mengatur hubungan sosial antar warga desa misalnya perkawinan, perceraian, pemakaian lahan, tata cara pembukaan ladang pada bekas ladang maupun hutan yang masih asli, penebangan pohon dan pemanfaatan hasil hutan. 

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
Untuk mencapai lokasi Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum (bus) jurusan Pontianak-Sintang-Nanga Pinoh dengan jarak tempuh sekitar 460 km dan membutuhkan waktu kurang lebih sembilan jam. Setelah sampai di Nanga Pinoh, perjalanan dapat dilanjutkan ke Nanga Nuak dengan menggunakan speed boat selama sekitar 2,5 jam. Selanjutnya, dari Nanga Nuak ke lokasi taman nasional dapat diakses menggunakan kendaraan pribadi atau mobil sewaan dengan waktu tempuh sekitar dua jam.
 
Cara pencapaian lokasi: Pontianak-Sintang-Nanga Pinoh (mobil), 460 km selama sembilan jam dan dilanjutkan ke Nanga Nuak dengan speedboat selama 2,5 jam. Dari Nanga Nuak ke lokasi taman nasional selama dua jam dengan mobil. Atau dari Palangkaraya-Kasongan menggunakan mobil selama 1,5 jam, dilanjutkan menggunakan speedboat selama tiga jam menuju Tumbang Samba, dan ke Tumbang Hiran selama tiga jam dan ke Tumbang Senamang dan Kutuk Sepanggi selama dua dan empat jam.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..??

Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
Pihak pengelola kawasan Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya telah menyediakan berbagai sarana akomodasi dan fasilitas yang dapat membantu kegiatan pengunjung, di antaranya:

Visitor Center yang terletak di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo, Sintang, berfungsi sebagai pusat informasi bagi pengunjung yang akan memasuki kawasan konservasi di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Pos jaga kawasan di Dusun Belaban Ella, yang berfungsi sebagai pos pengawas kawasan dan dilengkapi beberapa petugas lapangan.

Visitor Lodge (pondok wisata) yang terdapat di dalam kawasan taman nasional, berfungsi sebagai sarana akomodasi bagi pengunjung. Di sekitar visitor lodge tersebut terdapat berbagai obyek-obyek yang menarik untuk kegiatan penelitian dan wisata alam. Di antaranya adalah air terjun dan keanekaragaman flora dan fauna.

Trail (jalan setapak) yang berfungsi sebagai jalan patroli di kawasan taman nasional dan jalur wisata alam.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk Sahabat TravelEsia Yang Ingin Berkunjung ke Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d September setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya
  • Hindari bepergian seorang diri, penting setidaknya mengajak satu atau dua orang rekan untuk berpetualang ke Taman Nasional yang masih asli ini. 
  • Keistimewaan kawasan wisata Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya terletak pada kekayaan flora dan faunanya. Secara umum, wilayah taman nasional ini didominasi oleh vegetasi tingkat pohon yang penyebarannya bervariasi, dari kaki hingga ke puncak bukit. Vegetasi pada dataran rendah (kaki bukit) hingga ketinggian 400 m menunjukkan kekhasan hutan hujan dataran rendah yang menjadi rumah bagi sekitar 30 % spesies dipterocarpacea 
  • Disebabkan oleh adanya perubahan ketinggian tempat, maka tipe vegetasi dominan kemudian berubah secara bertahap, sehingga di wilayah ini ditemui tipe-tipe vegetasi hutan dataran rendah, hutan dataran tinggi, hutan pegunungan, vegetasi sungai, dan vegetasi lumut (di puncak-puncak bukit).
  • Peran petugas sebagai pemandu bisa juga diganti warga desa setempat, dengan imbalan sesuai dengan kesepakatan.   
  • Dilarang mengambil, merusak, membawa dan memiliki telur atau sarang satwa, kecuali untuk tujuan penelitian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Termasuk juga melakukan tindakan yang dapat merusak keutuhan kawasan  baik terhadap tumbuhan maupun satwa.    
  • Dilarang menebang, memotong, mengambil dan memiliki tumbuhan dan bagian-bagiannya dalam keadaan hidup/mati, kecuali untuk tujuan penelitiaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.     
  • Dilarang membuang sampah dan bahan-bahan lainnya yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, kecuali pada tempat yang telah diperhitungkan.     
  • Dilarang melakukan vandalisme pada tumbuhan, batu, bangunan dan lain-lain. Termasuk juga menyalakan api yang dapat menimbulkan kebakaran, kecuali pada tempat-tempat yang telah ditentukan.     
  • Diwajibkan mentaati rute yang telah ditentukan dan tidak boleh membuat rintisan baru termasuk melakukan kunjungan di luar lokasi yang telah ditentukan.
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menjelajahi Keanekaragaman Flora Dan Fauna Bumi Borneo,Jika Anda Berkunjung ke provinsi Kalimantan Tengah,Jadikanlah , Taman Nasional Bukit Baka-Bukit Raya , Taman Nasional Sebangau , Taman Nasional tanjung Puting , Sebagai Destinasi Wisata Anda.mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi destinasi Wisata Dunia.


Taman Nasional Gunung Palung : Surga Keaneka-Ragaman Hayati Di Tanah Borneo

Taman Nasional Gunung Palung - Kalimantan Barat - Taman Nasional Gunung Palung Merupakan Destinasi Wisata Yang Ingin Sahabat TravelEsia Bahas Kali ini.Tahukah Anda Sahabat TravelEsia Bumi Borneo atau Yang Lebih akrab ditelinga Sahabat TravelEsia Dengan Sebutan Pulau Kalimantan Memanglah Surga Keaneka-Ragaman Hayati Yang Bernilai Tinggi
Taman Nasional Gunung Palung

Taman Nasional Gunung Palung

yang memiliki Luas 90.000 hektar merupakan salah satu kawasan pelestarian alam yang memiliki keanekaragaman hayati bernilai tinggi, dan berbagai tipe ekosistem antara lain hutan mangrove, hutan rawa, rawa gambut, hutan rawa air tawar, hutan pamah tropika, dan hutan pegunungan yang selalu ditutupi kabut.

Taman Nasional Gunung Palung ini terletak di kabupaten Ketapang, provinsi Kalimantan Barat yang merupakan satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpus yang terbaik dan terluas di Kalimantan. Sekitar 65 persen kawasan, masih berupa hutan primer yang tidak terganggu aktivitas manusia dan memiliki banyak komunitas tumbuhan dan satwa liar.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Gunung Palung
Taman Nasional Gunung Palung ini merupakan satu-satunya kawasan hutan tropika Dipterocarpus yang terbaik dan terluas di Kalimantan. Sekitar 65 persen kawasan, masih berupa hutan primer yang tidak terganggu aktivitas manusia dan memiliki banyak komunitas tumbuhan dan satwa liar.
Seperti daerah Kalimantan Barat lain, umumnya kawasan ini ditumbuhi oleh jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), damar (Agathis borneensis), pulai (Alstonia scholaris), rengas (Gluta renghas), kayu ulin (Eusideroxylon zwageri), Bruguiera sp., Lumnitzera sp., Rhizophora sp., Sonneratia sp., ara si pencekik, dan tumbuhan obat.

Tumbuhan yang tergolong unik di Taman Nasional Gunung Palung ini adalah anggrek hitam (Coelogyne pandurata), yang mudah dilihat di Sungai Matan terutama pada bulan Februari-April. Daya tarik anggrek hitam terlihat pada bentuk bunga yang bertanda dengan warna hijau dengan kombinasi bercak hitam pada bagian tengah bunga, dan lama mekar antara 5-6 hari.

Taman Nasional Gunung PalungTidak Hanya Itu,Tercatat ada 190 jenis burung dan 35 jenis mamalia yang berperan sebagai pemencar biji tumbuhan di hutan. Semua keluarga burung dan kemungkinan besar dari seluruh jenis burung yang ada di Kalimantan, terdapat di dalam hutan Taman Nasional Gunung Palung ini.

Satwa yang sering terlihat di Taman Nasional Gunung Palung yaitu bekantan (Nasalis larvatus), orangutan (Pongo satyrus), bajing tanah bergaris empat (Lariscus hosei), kijang (Muntiacus muntjak pleiharicus), beruang madu (Helarctos malayanus euryspilus), beruk (Macaca nemestrina nemestrina), klampiau (Hylobates muelleri), kukang (Nyticebus coucang borneanus), rangkong badak (Buceros rhinoceros borneoensis), kancil (Tragulus napu borneanus), ayam hutan (Gallus gallus), enggang gading (Rhinoplax vigil), buaya siam (Crocodylus siamensis), kura-kura gading (Orlitia borneensis), dan penyu tempayan (Caretta caretta). Tidak kalah menariknya keberadaan tupai kenari (Rheithrosciurus macrotis) yang sangat langka, dan sulit untuk dilihat. 

Lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:

Sunset Taman Nasional Gunung Palung
Pantai Pulau Datok dan Bukit Lubang Tedong. Wisata bahari dan berenang Gunung Palung (1.116 m. dpl) dan Gunung Panti (1.050 m. dpl). Pendakian, air terjun, pengamatan tumbuhan/satwa dan berkemah.

Cabang Panti. Pusat penelitian dengan fasilitas stasiun penelitian, wisma peneliti dan perpustakaan. Kampung Baru. Pengamatan satwa bekantan.Sungai Matan dan Sungai Simpang. Menyelusuri sungai, pengamatan satwa dan wisata budaya (situs purbakala).
Rekreasi dan pariwisata alam antara lain hiking, panorama alam, jungle tracking, wisata bahari di Pantai Pagar Mentimun dan Penelitian.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Dari Ketapang (plane) selama 1,5 jam, atau dengan kapal motor antara 6-7 jam, dilanjutkan ke Sukadana (kendaraan roda empat) sekitar dua jam. Dari Sukadana ke lokasi melalui Sungai Meliya dengan longboat (bandong) sekitar empat jam. Pontianak - Teluk Batang (speed boat) empat jam dan dilanjutkan ke Teluk Melano (kendaraan roda dua) sekitar satu jam. Pontianak - Teluk Melano (speed boat) antara 9-10 jam.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Fasilitas yang tersedia di Taman Nasional Gunung Palung : Pondok jaga, stasiun penelitian, pos jaga, menara pandang/pengamat, jalan setapak dan lain-lain.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Waktu kunjungan Terbaik ke Taman Nasional Gunung Palung Adalah Bulan Juni s/d September setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

  • Taman Nasional Gunung Palung merupakan tantangan para peneliti, mengingat berbagai gatra keanekaragaman hayati yang tinggi dan masih alami.
  • Sangat bijak bila Anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa.  
  • Anda perlu juga membawa pelindung anti nyamuk.
  • Kantor: Jl. KH Wahid Hasyim 41-A Ketapang, Kalimantan Barat Telp. / Fax. : (0534) 33539
Jadi bagaimana TravelEsiaApakah Anda tertarik Untuk Menjajaki Keaneka-Ragaman Hayati Di Tanah Borneo ini.Jika Anda Berkunjung ke Provinsi Kalimantan Barat,Jadikanlah Taman Nasional Gunung Palung Sebagai Destinasi Wisata Anda.Mari Kita Dukung Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Dunia


Danau Sentarum : Menikmati Suasana Senja Di jantung Borneo

Danau Sentarum sungguh berbeda dengan danau ‘konvensional’ lainnya, Seperti Danau  Toba Di Sumatera Utara,Danau Maninjau dan Danau Singkarak Yang terdapat Di Sumatera Barat Danau Sentarum sejatinya adalah daerah hamparan banjir (lebak lebung /floodplain).  Dengan letak dan kondisinya yang berada di tengah-tengah jajaran pegunungan menjadikan kawasan ini sebagai daerah tangkapan hujan. Pada musim penghujan Komplek Danau Sentarum akan terendam air akibat aliran air dari pegunungan di sekelilingnya dan dari luapan Sungai Kapuas yang merupakan Sungai terpanjang di Indonesia. Selama 9-10 bulan dalam setahun, kawasan Danau Sentarum akan terendam hingga kedalaman 6 – 14 meter.  Diperkirakan tersimpan 16 triliun meter kubik air per tahun di kawasan ini.  Dan uniknya pada musim kemarau panjang, sebagian besar danau menjadi kering.

 
Pada musim penghujan tergenang trilyunan meter kubik air
 
Pada musim kemarau menjadi hamparan kering dan terkadang ditumbuhi rumput laksana padang golf.
 
Hanya tersisa alur sungai kecil di tengahnya.
Hal inilah yang menjadikan kawasan Danau Sentarum merupakan salah satu tipe ekosistem hamparan banjir paling luas yang langka dan masih tersisa dalam kondisi baik di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

Kekayaan Flora dan Fauna
Namun, bukan fenomena alam ini saja yang menjadi keunikan Danau Sentarum. Danau yang terbentuk pada zaman es atau periode pleistosen ini memiliki kekayaan flora dan fauna yang luar biasa dan tak dimiliki daerah lain. Tumbuhannya saja ada 510 spesies dan 33 spesies di antaranya endemik TNDS, termasuk 10 spesies di antaranya merupakan spesies baru.
Hewan mamalia di TNDS ada 141 spesies. Sekitar 29 spesies di antaranya spesies endemik, dan 64 persen hewan mamalia itu endemik Borneo. Terdapat 266 spesies ikan, sekitar 78 persen di antaranya merupakan ikan endemik air tawar Borneo. Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum tercatat sebagai salah satu habitat ikan air tawar terlengkap di dunia.

Adapun ikan yang bernilai ekonomis dan di konsumsi warga, misalnya, ada ikan gabus, toman, baung, lais, belida, dan jelawat. Khusus ikan hias, di TNDS terdapat ikan silok atau Arwana (scleropages formosus) dan dan Ulang-uli (botia macracranthus) yang berhasil menembus pasaran internasional dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.  Pada kawasan ini tercatat paling tidak 120 jenis ikan,  serta terdapat beberapa jenis spesies yang hanya dimiliki oleh Danau Sentarum dalam artian tidak ditemukan di belahan dunia lain.

 
Arwana/Siluk Merah
 
Ulang Uli
 
Buaya Senyulung

Selain itu terdapat 31 jenis Reptilia.  Delapan jenis diantaranya merupakan jenis yang dilindungi seperti Buaya Muara (Crocodylus porosus), Buaya Senyulung (Tomistoma schlegelli), Labi-labi, Ular, Biawak, dll. Bahkan Buaya Katak atau Buaya Rabin (Crocodylus raninus) yang di Asia telah dinyatakan punah masih diketemukan di kawasan ini.

The Last Paradise
Danau Sentarum juga menyuguhkan keindahan alam  yang tak terkira hingga dijuluki sebagai The Last Paradise.
Suasana senja di salah satu sudut Danau.Selain hutan yang bagus dan menjadi habitat lebah, TNDS juga menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar. Dari segi ukuran, misalnya, ada jenis ikan terkecil, yang dikenal dengan nama ikan Linut (sundasalanx cf. microps) berukuran 1-2 sentimeter dengan tubuhnya yang transparan seperti kaca, hingga ikan berukuran panjang dua meter seperti ikan Tapah dari genus Wallago.



Pulau Temajo : keindahan laut,memancing Dapat Anda Nikmati Disini

TravelEsia - Pulau Temajo -Kalimantan Barat - Sahabat TravelEsia Pada Kesempatan Ini TravelEsia Akan Membahas Tentang Potensi Keindahan Alam Yang Terdapat di Pulau Temajo yang Pada kesempatan sebelumnya Membahas keindahan Pulau Randayan.Tak Kalah Indahya dari Pulau Randayan terdapat sebuah pulai kecil di Kalimantan Barat Yang Menyimpan Keindahan dan tentunya Gugusan pasir Yang Indah yaitu Pulau Temajo

keindahan laut Pulau Temajo yang mampu memikat wisatawan asing maupun lokal. Tidak hanya membawa keberuntungan bagi pengelola tempat wisata pulau, nelayan di Sungai Kunyit pun terkadang ketiban rezeki. Melalui penawaran jasa penyeberangan menggunakan perahu motor, nelayan mampu mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp 350 dari biaya mengangkut pengunjung untuk rute pulang-pergi.  
 
Pada musim libur atau saat tamu ramai berkunjung, nelayan Sungai Kunyit mampu meraup jutaan rupiah tiap bulan tergantung hasil kesepakatan antara penumpang dan pemilik motor air mengenai tarif yang dibebankan untuk sekali antar jemput. “Tarif normal yang kita kenakan sebesar Rp 350 untuk satu perahu. Selain mengantar tamu, biaya tersebut sudah termasuk untuk biaya penjemputan pulang. Akan tetapi kalau tamu yang berkunjung banyak hingga mencapai empat perahu untuk sekali antar jemput, kadang ada negosiasi harga,” aku Mur Anthony, salah satu penyedia jasa penyeberangan dengan menggunakan perahu motor nelayan yang ditemui, Kamis (20/3), saat sibuk mengangkut penumpang untuk pergi ke Pulau Temajo
http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/medium/50546482.jpgJarak tempuh perjalanan dari steigher Sungai Kunyit ke Pulau Temajo hanya memakan waktu lebih kurang lima belas menit jika menggunakan perahu motor nelayan. Sebelumnya, tamu yang akan berkunjung ditawarkan beberapa tempat penginapan yang tersedia di pulau. 
Tak hanya untuk antar jemput, perahu motor milik nelayan Sungai Kunyit juga kerap disewa untuk memancing di laut lepas. Tamu yang menyewa perahu akan diantar ke tempat-tempat yang banyak terdapat ikan. 
Tak jarang, agar puas dan memperoleh hasil ikan yang banyak, pemilik motor membawa tamu di sekitar Pulau Stinjang atau Pulau Datok yang memakan waktu tempuh hampir satu jam perjalan dari Pulau Temajo. “Selain di sekitar Pulau Temajo, di sekitar Pulau Stinjang kerab dikunjungi nelayan sebab terkenal dengan ikan-ikan yang besar. Kadang kalau memang tangkapan di sekitar Temajo berkurang, kita membawa tamu ke tempat tersebut,
Pulau Temajo saat musim liburan Maulid Nabi Muhammad SAW, seperti Kamis (20/3) dan Jumat (21/3), pengunjung masih terus mengalir. Kedatangan mereka selain hanya untuk rekreasi juga untuk memancing. Sebab pada Maret hingga April, laut di sekitar Temajo tidak bergelombang besar dan sedang musim ikan.
Sementara tempat penginapan yang banyak dipilih tamu, yakni penginapan di Teluk Paku Pulau Temajo. Selain pemandangan panorama alam yang indah, juga tersedia air bersih dan kolam renang. Penginapan di Teluk Paku, menyediakan kamar ideal dan tenaga listrik yang cukup dari mesin genset. Pulau Temajo belum dijangkau penerangan listrik dari PT PLN.


Pesona Keindahan Pulau Randayan

TravelEsia - Pulau Randayan -Kalimantan Barat - Sahabat TravelEsia Pada Kesempatan Ini TravelEsia Akan Membahas Tentang Potensi Keindahan Alam Yang Terdapat di Kalimantan Barat.Pulau Kalimantan Merupakan Pulau Terbesar Indonesia Yang Menyimpan kekayaan alam dan misteri didalamnya.kali ini TravelEsia akan memperkenalkan Keindahan Tersebut Kepada Sahabat TravelEsia.Di Bagian Awal Ini TravelEsia Akan Membahas tentang Sebuah Pulau Indah di kalimantan Barat Yaitu Pulau Randayan.

Pulau Randayan

merupakan salah satu obyek wisata di Kalimantan Barat dan berada di kawasan Kepulauan Lemukutan Besar, terletak di Laut Cina Selatan di sebelah Barat Pulau Kalimantan

Pulau Randayan dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih   jam dengan menggunakan perahu kelotok dari Steigher Teluk Suak atau dari Sungai Raya. Jaraknya yang tidak terlalu jauh membuat Pulau Randayan sangat asyik untuk dikunjungi. Pulau Randayan memiliki alam yang sangat indah serta pemandangan bawah laut yang sangat eksotis. Selain itu, pantai pasir putih yang dimiliki Pulau Randayan sangat indah untuk menarik wisatawan datang ke pulau ini. Kita dapat ber-snorkling sambil menikmati ekosistem bawah laut yang masih terjaga keasriannya.

Sebagai salah satu obyek wisata andalan yang dimiliki oleh Kalimantan Barat, Pulau Randayan selama ini telah banyak dikunjungi oleh para wisatawan lokal, domestik, maupun asing. Jika dilihat dari kejauhan, Pulau Randayan memiliki pantai dan warna air yang sangat jernih sehingga cocok untuk olahraga menyelam. Selain itu, bagi para wisatawan yang merasa capek menikmati pemandangan pulau ini dapat langsung beristirahat di villa-villa kecil yang disediakan oleh pihak pengelola pulau. Sambil rehat, mereka juga dapat sambil menikmati hembusan angin pantai yang sepoi-sepoi karena villa-villa tersebut menghadap ke laut.

http://myimages.bravenet.com/206/263/533/6/NEMO-ANEMON.jpgDi dasar laut Pulau Randayan, terdapat banyak misteri kehidupan. Dari perilaku hidup terumbu-terumbu karang, hingga kisah-kisah makhluk hidup lainnya. Mereka tumbuh dan berkembang biak secara alami dalam sebuah mata rantai kehidupan yang laut yang unik. kondisi geografis pulau ini sangat layak dikunjungi. Letaknya sangat strategis dan aman serbuan ombak besar Laut Natuna. Berdasarkan catatan yang ada, Pulau Randayan memiliki karang hidup sekitar 4,50 hektar, karang mati 3,69 hektar, lamun 0,63 hektar, dan pasir seluas 4,77 hektar. Kondisi itu sangat memungkinkan bagi siapa pun yang memiliki hobi menyelam untuk mengeksplorasi keindahan alam bawah airnya.


Mengapa Pulau Randayan harus kita datangi?  


Hamparan pasir putih yang luas dan indah di Pulau Randayan memiliki daya tarik tersendiri. Pohon-pohon nyiur melambai tertiup angin. Air laut Pulau Randayan yang jernih dan tidak terlalu dalam memungkinkan kita untuk melihat dengan jelas berbagai terumbu karang dan ikan berwarna-warni yang berada di dalamnya. 

Keindahan alam Pulau Randayan dapat dinikmati dengan menyelam atau snorkeling. Untuk melakukan snorkeling, kita tidak memerlukan peralatan yang lengkap. Cukup dengan kacamata berenang, sudah bisa menikmati berbagai biota bawah laut yang begitu mempesona. 

How To Get Here

Dari Teluk Suak Anda dapat menggunakan speed boat dengan tarif pulang pergi (PP) Rp150.000,-. Alternatif lain, Anda dapat menggunakan perahu motor atau kapal khusus. Tetapi, Anda harus berangkat dari Pasir Panjang. Tarif kapal khusus adalah Rp.100.000,-PP, sedangkan tarif perahu motor adalah Rp30.000,- PP. 

Bagaimana Dengan Acomodasinya ?

Jika Anda berminat untuk merasakan sensasi eksotis Pulau Randayan yg kecil nan menarik di Kalimantan Barat Maka Sahabat TravelEsia Dapat Membaca Secara Lengkap Mengenai Potensi Keindahannya Di Situs Indonesia Tourism And Travel Information .Akhir kata, tidak lupa TravelEsia ingin mengucapkan, selamat berwisata…


Tradisi Ngayau : Tradisi Penggal Kepala Suku Dayak


TravelEsia - Tradisi Ngayau - Sahabat TravelEsia Kali Ini TravelEsia Akan Membahas Wisata Kebudayaan Yang Ada Di kalimantan Barat Dan Kalimantan Tengah  Tradisi Ngayau ini tidak hanya bersifat religius, tetapi juga melibatkan pesta besar-besaran dengan minum-minuman dan bersenang-senang (Lebar, 1972 : 184).

Tradisi Ngayau

atau yang Lebih di kenal dengan Tradisi Penggal Kepala Suku Dayak.

Miller yang seorang penjelajah, misalnya menulis dalam Black Borneo-nya (1946 : 121), menyatakan bahwa praktik memburu kepala bisa dijelaskan dalam kerangka kekuatan supernatural yang oleh orang-orang Dayak diyakini ada di kepala manusia. Ngayau merupakan tradisi Suku Dayak yang mendiami pulau Kalimantan, baik Dayak yang tinggal di Kalimantan Barat maupun Kalimantan lainnya.

Suku Iban dan Suku Kenyah adalah dua dari suku Dayak yang memiliki adat Ngayau. Pada Tradisi Ngayau yang sesungguhnya, Ngayau tidak lepas dari korban kepala manusia dari pihak musuh. Citra yang paling populer tentang Kalimantan selama ini adalah yang berkaitan dengan berburu kepala (Ngayau). Karya Bock, The Head Hunters of Borneo yang diterbitkan di Inggris pada tahun 1881 banyak menyumbang terhadap terciptanya citra Dayak sebagai “orang-orang pemburu kepala

Bagi suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah, tradisi mengayau untuk kepentingan upacara Tiwah, yaitu upacara sakral terbesar suku Dayak Ngaju untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia menuju langit ke tujuh (Riwut, 2003 : 203).

Menurut Lebar (1972 : 171), dikalangan masyarakat Kenyah, perburuan kepala penting dalam hubungannya dengan Mamat, yaitu pesta pemotongan kepala, yang mengakhiri masa perkabungan dan menyertai upacara inisiasi untuk memasuki sistem status bertingkat, Suhan, untuk para prajurit perang

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/36/COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_Ibu_Dajak_krijger_uit_Long_Nawan_Z._en_O._afdeling_Borneo._TMnr_60034031.jpg/250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Een_Ibu_Dajak_krijger_uit_Long_Nawan_Z._en_O._afdeling_Borneo._TMnr_60034031.jpgPemburu-pemburu kepala yang berhasil berhak memakai gigi macan kumbang di telinganya, hiasan kepala dari bulu burung enggang, dan sebuah tato dengan desain khusus..Serangan-serangan para pemburu kepala dilakukan oleh kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari sepuluh hingga dua puluh orang laki-laki yang bergerak secara diam-diam dan tiba-tiba. 

Mereka sangat memperhatikan pertanda-pertanda, khususnya burung-burung. Setelah digunakan dalam upacara-upacara Mamad, kepala-kepala itu digantung di beranda rumah panjang, berhadapan dengan ruang-ruang tengah yang menjadi tempat tinggal ketua rumah panjang Di masa lalu Suku Dayak Kenyah dilaporkan sebagai pemburu kepala yang paling terkenal di Kalimantan. Seperti halnya suku Dayak Kenyah, suku Dayak Iban juga melakukan upacara perburuan kepala yang disebut Gawai. 


http://melayuonline.com/pict/p4aa9fe0817ddd.jpgBagi orang Dayak, tengkorak kepala manusia yang sudah dikeringkan adalah sihir yang paling kuat di dunia. Sebuah kepala yang baru dipenggal cukup kuat untuk menyelamatkan seantero kampung dari wabah penyakit. Sebuah kepala yang sudah dibubuhi ramu-ramuan bila dimanipulasi dengan tepat cukup kuat untuk menghasilkan hujan, meningkatkan hasil panen padi, dan mengusir roh-roh jahat. 

Kalau ternyata tak cukup kuat, itu karena kekuatannya sudah mulai pudar dan diperlukan sebuah tengkorak yang baru Sementara itu Mc Kinley menggambarkan ritual perburuan kepala itu sebagai sebuah proses transisi, dalam mana orang-orang yang dulunya adalah musuh menjadi sahabat dengan cara memadukan mereka ke dalam dunia keseharian. 

Mungkin ada sebuah pertanyaan, dalam tradisi Ngayau tersebut mengapa harus kepala dan bukan bagian-bagian tubuh yang lain yang diambil. Mc Kinley berpendapat (1976 : 124), kepala dipilih sebagai simbol yang pas untuk ritual-ritual ini karena kepala mengandung unsur wajah, yang dengan cara serupa dengan nilai sosial tentang nama-nama personal, merupakan simbol yang paling konkret dari jati diri sosial (social personhood). 

http://www.griyawisata.com/images/stories/2011/Mei/7/ngayau2.jpgJati diri sendiri ini pada gilirannya adalah atribut paling manusiawi milik si musuh dan karenanya menjadi atribut yang harus diklaim oleh komunitas orang itu sendiri Tidak semua suku Dayak di Kalimantan menerapkan Tradisi Ngayau. Seperti halnya Suku Dayak Maanyan dan Suku Dayak Meratus, dalam adat mereka tidak ada istilah Ngayau, namun berdasarkan cerita para tetuha adat mereka, ketika terjadi perang waktu dulu para ksatria-ksatria Dayak Maanyan dan Dayak Meratus pada saat berperang kepala pimpinan musuh yang dijadikan target sasaran mereka. Apabila kepala pimpinannya berhasil mereka penggal, maka para prajuritnya akan segera bertekuk lutut. 

Kepala pimpinan musuh tersebut bukan sebagai pelengkap ritual-ritual adat sebagaimana yang dilakukan suku Dayak Kenyah, Iban dan Ngaju, kepala tersebut tetap dikuburkan bersama badannya. Meskipun suku Dayak Meratus dan Maanyan tidak menerapkan tradisi Ngayau dalam adat mereka, namun mereka tetap berpendapat bahwa kepala manusia memiliki arti penting yaitu kepala bagian yang paling atas (tinggi) di tubuh manusia dan memiliki simbol status seseorang. 

http://borneo.live.radicaldesigns.org/img/original/skulls1.jpgSalah satu pengaruh yang cukup besar dalam kehidupan komunitas Dayak adalah semasa pemerintahan kolonial Belanda berlangsung yaitu ketika pada tahun 1874 Damang Batu (Kepala Suku Dayak Kahayan) mengumpulkan sub-sub Suku Dayak untuk mengadakan Musyawarah Damai Tumbang Anoi. Musyawarah tersebut dikenal dengan Perjanjian Tumbang Anoi. 

Dalam musyawarah yang konon berlangsung berbulan-bulan lamanya itu, masyarakat Dayak di seluruh Kalimantan mencapai kesepakatan untuk menghindari dan menghilangkan tradisi mengayau. Karena dianggap telah menimbulkan perselisihan di antara suku Dayak. 

Akhirnya, dalam musyawarah tersebut segala perselisihan dikubur dan pelakunya didenda sesuai dengan hukum adat Dayak. Meskipun hingga kini tidak ada satupun analisis yang dapat menjelaskan secara pasti dan tepat makna yang tersembunyi dari Tradisi Ngayau tersebut karena ritual ini sedemikian kompleks dan sedemikian misteriusnya, namun dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa Tradisi Ngayau sangat penting bagi penggambaran citra kelompok Dayak yang merupakan salah satu simbol suatu identitas kesukuan. Pemotongan kepala/ngayau kembali muncul ketika terjadi kerusuhan antar-etnis melanda Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah beberapa tahun yang lalu.


 

Manakah Destinasi Terbaik Di Indonesia

Support : Informasi lalu Lintas | | Traffic Information Center
Copyright © 2012 - 2017. Indonesia Tourism and Travel Information - Paket Wisata - Indonesia Tour Package - TravelEsia.Us - All Logos, Trademarks and Registered Trademarks Are The Property of TravelEsia Corporation.
Website Ini Dikelola Oleh : Devisi IT TravelEsia Published by TravelEsia Tour And Travel
Proudly powered by Flight And Hotel Search Engine