Travel Information :

Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts
Showing posts with label Jawa Timur. Show all posts

6 Tempat Wisata di Kota Malang yang Wajib Dikunjungi

6 Tempat Wisata di Kota Malang - TravelEsia - 6 Tempat Wisata di Kota Malang - Malang adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 90 km sebelah selatan Surabaya dan merupakan kota terbesar di kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Kota Malang berada di dataran tinggi yang cukup sejuk, dan seluruh wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Malang.

Lokasi Wisat Di Kota Malang
Karakteristik utama sejumlah tempat wisata di Malang Raya adalah pada hawa sejuk yang cenderung dingin yang dimiliki daerah ini. Kota Malang terkenal dengan buah apelnya, tanaman yang hanya tumbuh dengan baik di daerah beriklim dingin. Pada salah satu tempat wisata di Malang yang bernama Kusuma Agrowisata, Anda bahkan dapat memetik buah apel langsung dari pohonnya di sana.

Berbagai destinasi wisata di Malang Raya akan sangat cocok bagi Anda yang ingin pergi berlibur bersama dengan keluarga. Kota Malang yang dingin dengan potensi wisata yang dimilikinya akan sangat menyenangkan bagi putra-putri Anda. Di samping itu, terdapat pula destinasi fantastik lainnya di Kota Batu serta Kabupaten Malang. Secara integral, ketiga daerah ini populer disebut sebagai Malang Raya.

Malang dikenal sebagai salah satu kota tujuan pendidikan terkemuka di Indonesia karena banyak universitas yang terkenal hingga seluruh Indonesia, beberapa di antaranya yang paling terkenal adalah Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang, dan Universitas Muhammadiyah Malang.Selain menjadi pusat pendidikan, Malang juga dikenal memiliki segudang tempat liburan yang menarik dikunjungi. Antara lain :

1.Gunung Bromo

Gunung Bromo
Pada Urutan Pertama Dari 6 Tempat Wisata di Kota Malang terdapat Gunung Bromo adalah salah satu gunung berapi aktif yang ada di Indonesia, tepatnya di Jawa Timur dan meliputi 4 kabupaten yaitu Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Bromo jadi tujuan wisata terkenal di Jawa Timur dan hampir tidak pernah sepi setiap harinya.

Statusnya yang masih aktif membuat Gunung Bromo jadi lebih menarik di mata wisatawan. Ketinggian Gunung Bromo 2.392 meter diatas permukaan laut dan memiliki bentuk tubuh bertautan diantara lembah dan ngarai dengan di kelilingi kaldera atau lautan pasir luas kurang lebih sekitar 5.300 hektar.Gunung Bromo terkenal sebagai icon wisata probolinggo paling indah dan paling banyak dikunjungi. Kata “Bromo” berasal dari kata “Brahma”  yaitu salah satu Dewa Agama Hindu. Gunung Bromo memang tidak besar seperti gunung api lain di Indonesia tetapi pemandangan Bromo sangat menakjubkan sekali.

Keindahan Gunung Bromo yang luar biasa membuat wisatawan kagum.Dari puncak Penanjakan pada ketinggian 2.780 m, wisatawan bisa melihat matahari terbit di Wisata Bromo. Pemandangan yang indah membuat banyak wisatawan ingin mengabadikan momen berharga ini. Pada waktu matahari terbit terlihat dari puncak penanjakan yang sangat luar biasa para pengunjung bisa melihat latar depan dari Gunung Semeru yang akan mengeluarkan asap terlihat dari kejauhan dan matahari akan bersinar terang naik ke atas langit.

Masyarakat sekitar Gunung Bromo akan merayakan festival Yadnya Kasada atau Kasodo setiap tahun sekali dengan memerikan persembahan seperti sayuran, ayam, dan uang yang akan dipersembahkan pada dewa dan dibuang ke dalam kawah gunung Bromo. Sebagai wujud dari rasa syukur kepada yang maha kuasa.

2.Pantai Sipelot

Pantai Sipelot
Pada Urutan Kedua Dari 6 Tempat Wisata di Kota Malang Pantai Sipelot Malang salah satu pesona daya tarik wisata pantai di Malang, khususnya bagian selatan Jawa Timur. Perjalanan menarik bisa anda tempuh dari kota menuju ke daerah ini, dimana sepanjang perjalanan banyak pemandangan menarik dari kebun pisang, perkebuanan kopi sampai hamparan tambak udang menambah keasrian dan kealamian suasana dan pesona alam. Meskipun jalannya berkelok-kelok, bila sudah sampai di Pantai Sipelot Malang, maka semuanya terbayar dengan keindahan alam yang ada.

Akses menuju Pantai Sipelot Malang, anda bisa menuju daerah Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Dampit, dengan akses jalan sudah beraspal. Kalian bisa menggunakan mobil atau motor pribadi untuk menempuh jalan berkelok-kelok, namun tetap berhati-hati, karena jalannya lumayan curam. Rute yang cukup menantang, tapi akan mendapatkan kepuasan sendiri  melewatinya. Menurut sejarah, disini memang merupakan tempat persinggahan, sehingga sampai sekarang juga menjadi tempat yang cukup ramai di Pantai Selatan Malang.

Pantai Sipelot Malang mempunyai hamparan pasir putih yang cukup luas dan panjang. Dari atas perbukitan, kita sudah bisa melihat keindahannya ketika matahari terbit ataupun ketika terbenam. Hamparan pasir tersebut memanjang dengan lengkungan seperti danau, sehingga membuat panorama indah semakin terlihat. Selain menikmati suasana pantai, anda bisa juga menyewa sampan dari warga disana untuk mengarungi sekeliling suasana pantai, dengan air laut biru yang indah.

Selain suasana pantai, anda juga bisa melihat objek wisata lain didekat tempat ini, yaitu berupa air terjun, lebih dikenal dengan coban Sipelot. Dengan ketinggian sekitar 10 meter, air terjun ini bisa menjadi pelengkap suasana wisata malang di pantai sipelot ini. Disini anda juga bisa menikmati suasana berkemah, bermalam dengan keadaan alam natural. Ditambah lagi dengan Sunrise serta sunrise, maka semakin lengkaplah keindahan Pantai Sipelot Malang.

3.Pantai Balekambang

Pantai Balekambang
Pada Urutan Ketiga Dari 6 Tempat Wisata di Kota Malang Pantai Balekambang Malang adalah salah satu dari deretan pantai indah yang ada di Wisata Malang, dan sudah terkenal serta melegenda sejak lama. Salah satu tujuan wisata utama, khususnya di bagian selatan Kota Malang, Jawa Timur, tepatnya di Bantur. Seringkali Paket Wisata Malang memasukkannya sebagai rangkaian perjalanan selama liburan. Indahnya pemandangan laut selatan (Samudra Indonesia) dipadu dengan sunset yang memukau, tentunya merupakan lokasi yang tempat untuk berfoto-foto atau selfie, mengabadikan kenangan indah Panorama menakjubkan di Pantai Balekambang.

Seperti namanya, Pemandangan Pantai Balekambang adalah hamparan pantai berpasir putih bersih dengan sebuah pulau kecil sekitar 100 meter dari bibir pantai, bernama Pulau Ismaya (Ismoyo). Ini mengingatkan kita dengan keindahan Tanah Lot yang berada di Bali. Sunset Pantai Balekambang merupakan salah satu keunikan dan keunggulan, rekomendasi pemandangan yang indah sebagai tujuan wisata. Seperti juga kawasan wisata lain yang terus berkembang, maka disini juga dilengkapi dengan berbagai wahana permainan, seperti flying fox dan ATV, untuk lebih bisa menarik dan sebagai sarana bermain bagi anggota keluarga.

Lokasi Pantai Balekambang berada di sebelah selatan Kota Malang, kurang lebih perjalanan ditempuh antara 1.5 jam sampai 2 jam. Bila ditotal perjalanan dari Surabaya, maka semuanya ditempuh antara 3-4 jam perjalanan. Rute yang ditempuh juga tidaklah terlalu sulit, karena bila dari Malang perjalanan rata-rata lurus saja menuju ke arah selatan. Atau bila anda ingin bebas bertualang, perjalanan juga bisa ditempuh dengan sepeda motor, yang tentunya bisa memberikan pengalaman dan petualangan tersendiri. Dari Malang, bisa melalui dua jalur, jalur Kepanjen, atau Gondanglegi.
Bila dulu masalah transportasi merupakan salah satu kendala bila menuju bagian selatan Tempat Wisata di Malang, namun sekarang tidaklah lagi menjadi masalah rumit, karena akses menuju ke sana sudah lebih mudah untuk dicapai. 

Selain itu akomodasi, tempat menginap juga semakin banyak pilihan, sehingga kita bisa kesana tanpa perlu repot-repot lagi mempersiapkan hal-hal kecil yang terkadang menyusahkan. Untuk para Backpacker bisa juga menginap di Malang, sedangkan perjalanan menuju dan kembali dari Pantai Balekambang bisa pulang hari. Pilihan lainnya adlah bisa menyewa penginapan, bungalow, homestay ataupun hotel yang banyak dibangun di seputarannya.

4. Coban Rondo

Coban Rondo
Pada Urutan Ke-empat Dari 6 Tempat Wisata di Kota Malang Wisata Alam Coban Rondo yang banyak terdapat di Malang dan sekitarnya adalah air terjun. Ini tidaklah mengherankan, mengingat Wisata Malang berada di daerah pegunungan yan mengelilingi seputaran daerah di kawasan ini. Salah satu yang terkenal adalah Air Terjun Coban Rondo Batu Malang yang berada di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, bila dari kota Malang adalah selepas keluar dari gerbang Kota Wisata Batu, menuju arah Barat, ke Kota Kediri. Bila ditempuh dari kota Malang jaraknya adalah kurang lebih 2 jam, apalagi dengan banyaknya kendaraan umum menuju kesana, maka tempat ini tidaklah sulit untuk dijangkau.

Coban Rondo adalah bagian dari beberapa air terjun yang bertingkat-tingkat, berada di daerah kawasan pengunungan disana. Di daerah yang sama ada Coban Manten, Coban Dudo yang membentuk air terjun bertingkat, namun dari kesemuanya, Air Terjun Coban Rondo boleh dikatakan yang paling terkenal, karena selain paling besar, akses jalan, transportasi ke arah objek wisata malang tersebut juga paling mudah. Berada di pegunungan sebelah barat kota malang yang menghubungkan Kota Malang dengan Kota Kediri, Pujon, Ngantang.

Tempat Wisata Malang Air Terjun Coban Rondo memiliki ketinggian curahnya 84 meter, berada pada ketinggian 1135 m dpl. Sesuai dengan perkembangan tempat wisata modern, sudah ditambah dengan berbagai permainan menarik serta hiburan pelengkap disamping obyek wisata utamanya yaitu air terjun. Ada berbagai wahana tempat bermain rekreasi yang menyenangkan dengan harga tiket masuk yang terjangkau. Berbagai paket wisata malang paket yang bisa dipilih dengan harga sebagai berikut:

Harga Tiket Masuk Coban Rondo weekday Rp10.000 weekend Rp12.000. Wahana Labirin Rp7.500; Bermain naik Berkuda Rp12.000; wisata alam Treewalk Rp40.000; Flying Fox dengan tempat menantang Rp30.000; Api Unggun Rp 200.000; Kereta Kelinci Rp5.000; Shooting Target Rp15.000; Bersepeda Gunung Rp5.000. Masih ada lagi Tubing, Rafting, Paralayang dan masih banyak lagi.

Air Terjun Coban Rondo Batu Malang juga sudah dilengkapi dengan penginapan-penginapan di seputaran tempat wisata tersebut. Jadi anda tidak perlu khawatir mengenai akomodasi selama berwisata disini. Atau karena jaraknya dekat dengan Kota Batu, maka bisa menginap/ bermalam Di berbagai hotel di Batu dari yang bertarif murah sampai pilihan hotel eksklusif berkelas. Semuanya bisa membuat anda nyaman selama berwiata malang di Air Terjun Coban Rondo.

Kawasan wisata air terjun Coban Rondo semakin lengkap dengan adanya wahana Taman Labirin. Taman hijau ditata begitu rupa menjadi games menarik, sekaligus membikin penasaran untuk mencobanya. Hati-hati tersesat ketika masuk taman labirin, karena dengan jalan yang berkelok-kelok, tentunya membuat kesulitan terentu untuk menemukan jalan keluarnya. Inilah menariknya mencoba Wisata Taman Labirin Coban Rondo, Batu, Malang ini. Wahana wisata ini tiket masuknya Rp 7.500,- anda sudah bisa menikmati taman labirin malang dengan sepuasnya.

5.Pantai Ngeliyep

Pantai Ngeliyep
Pada Urutan Ke - Lima Dari 6 Tempat Wisata di Kota Malang Panta Ngeliyep Jika kita ingin mengunjungi pantai yang bagus di daerah malang selatan, maka pantai Ngliyep adalah salah satu pantai yang sangat eksotis. Pantai ini sangat terkenal dengan pasir putihnya yang halus, tingginya tebing ada di sekitar pantai, dan juga ombak yang tidak begitu besar. Ngliyep sudah menjadi salah satu destinasi wisata di Malang sejak lama. Namun, akses yang jauh membuat pantai ini menjadi salah satu pantai yang jarang dikunjungi sehingga memiliki kealamian yang masih terjaga. Pasir yang ada di pantai ini memang berupa pasir halus dan putih, namun jika gelombang sudah naik maka pasir akan berubah menjadi coklat. Namun hal ini tidak mengurangi tingkat keeksotiasan dari pantai ini.

Di pantai Ngliyep, kita bisa menemukan keindahan alam yang masih natural dengan perpaduan tebing tebing yang curam, dan juga hutan lindung yang teretak di sekeliling pantai. Pantainya yang alami dengan pasir putihnya yang eksotis, membuat pantai ini menjadi salah satu tempat yang cocok sebagai tempat destinasi wisata di Kota malang. Pasir putihnya yang masih alami dan juga ombak yang serasa bermai di sela sela tebing membuat pantai ini memiliki keindahan yang menakjubkan yang tidak dimiliki oleh pantai lainya.

Hal yang membuat pantai Ngliyep berbeda dari pantai yang lain adalah pantai Ngliyep memiliki tebing yang besar sehingga saat sore hari akan terlihat pemandangan sore yang sangat eksotis dengan bayangan tebing yang sangat memukau mata kita.

Pada setiap tahunya, di bulan Jawa tepatnya bulan Maulud, Pantai Ngliyep akan lebih ramai dengan pengunjung daripada biasanya karena di pantai ini akan digelar Upacara Labuhan yang di gelar pada saat pas tanggal 15 Maulud. Upacara ini adalah bentuk dari upacara pengorbanan, dimana kepala hewan ternak seperti kambing atau sapi akan dikorbankan ke tengah laut sebagai sesaji. Ritual inibersifat wajib bagi para penduduk sekitar pantai Ngliyep agar pantai aman dari gangguan magis, seperti bencana alam. Para pengunjung yang berkunjung juga harus mengikuti acara dan tidak boleh membuat gaduh agar acara ritual bisa berlangsung dengan lancar.

Secara geografis, pantai ini terletak di desa Kedungsalam kecamatan Donomulyo, sekitar 62 KM dari arah selatan kota Malang. Jika kita ingin mengunjungi pantai ini, maka kita harus melewati Kepanjen dan jalan lurus ke arah selatan. Jaraknya memang sangat jauh dan medan yang harus dilalui juga sangat berliku sehingga para pengemudi diharapkan membawa kendaraan dalam kondisi bagus. Kondisi jalan yang tidak bagus ini membuat para pengunjung pantai ini sedikit sulit dan lama. Itulah penjelasan singkat mengenai Wisata Pantai Ngliyep di Kota Malang yang bisa kita peroleh dan semoga saja bermanfaat.

6.Kebun Teh Wonosari

Kebun Teh Wonosari
Pada Urutan Ke - Enam Dari 6 Tempat Wisata di Kota Malang Kebun Teh Wonosari adalah alternatif lain bila anda ingin mencari tempat wisata di Malang selain di Batu atau pantai-pantai di selatan daerah Malang. Bertempat di lereng Gunung Arjuno, Kebun Teh Wonosari Lawang adalah daerah sejuk dengan hamparan hijau kebun teh yang sedang ranum-ranumnya membawa iklim dan udara segar ketika anda berada disana. Disini tersedia juga penginapan yang siap menjadi tempat beristirahat segar dan menyenangkan bagi anda dan keluarga.
Agrowisata Kebun Teh Wonosari adalah wisata malang yang dikelola oleh ptpn XII. 

Letaknya berada di Kabupaten Malang, arah masuk tepatnya masuk area Kota Lawang, perjalanan kurang lebih ditempuh sekitar 6km dari jalan utama Surabaya-Malang. Kebun Teh Wonosari berada di ketinggian antara 950 s/d 1250 dpl, yang mana memang cocok iklimnya untuk tumbuhnya tanaman teh di perkebunan yang luas dan asri. Selain kebun teh disini juga tersedia fasilitas berlibur lainnya seperti kolam renang, villa dan cottage untuk kebutuhan serta kenyamanan anda.

Untuk mencapai Kebun Teh Wonosari sangat mudah, bila anda dari Surabaya , cukup mengikuti jalur utama Surabaya-Malang, kurang lebih 80km sudah sampai di kota lawang. Selanjutnya ada petunjuk untuk berbelok ke arah kanan menuju kebun teh wonosari. Sebaliknya bila dari arah kota malang, tinggal menuju ke utara kurang lebih 30km dan selanjutnya berbelok ke arah kiri menuju ke lokasi.

Bagaimana sahabat TravelEsia apakah anda tertarik untuk melihat 6 Tempat Wisata di Kota Malan.Jika anda berkunjung ke kota malang belum lengkap rasanya bila tidak datang ke 6 Tempat Wisata di Kota Malan ini.Mari dukung indonesia sebagai destinasi wisata dunia
,


Mengenal 6 Wisata Sejarah Surabaya

Wisata Sejarah Surabaya - TravelEsia - Sahabat TravelEsia pada rubrik #WisataSejarah Kali Ini,TravelEsia akan mengajak anda untuk mengenal 6 Wisata Sejarah Surabaya.Surabaya merupakan kota terbesar kedua setelah Jakarta. Dengan populasi penduduk sekitar 3 juta orang, Surabaya telah menjadi kota Metropolis dengan beberapa keanekaragaman yang kaya di dalam nya. Selain itu, Surabaya saat ini juga telah menjadi pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di Indonesia.
Wisata Sejarah Surabaya

Wisata Sejarah Surabaya

dikenal sebagai Kota Pahlawan, hal ini terjadi sejak adanya pertempuran rakyat Surabaya melawan tentara Belanda dalam revolusi kemerdekaan Indonesia. Nama Surabaya, sesuai dengan etimologinya, berasal dari kata Sura ata Suro dan Baya atau Boyo, dalam bahasa Jawa. Suro adalah jenis ikan hiu, sedang boyo adalah istilah bahasa jawa untuk buaya. Menurut mitos, dua hewan ini adalah binatang paling kuat yang juga menjadi simbol kota Surabaya sampai saat ini. Pendapat lain mengatakan, bahwa nama Surabaya juga diambil dari istilah Sura Ing Baya, yang berarti "berani menghadapi bahaya".

Sesuai dengan sebutannya Surabaya dikenal sebagai Kota Pahlawan yang memiliki banyak lokasi wisata sejarah,berikut 6 Wisata Sejarah Surabaya TravelEsia Rangkum untuk anda.

1.Museum Surabaya

Wisata Sejarah Surabaya
Museum yang di resmikan oleh Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini berisikan koleksi benda-benda bersejarah terkait perjalanan Kota Surabaya, yang berada di lantai I Gedung Siola Surabaya, Minggu 3 Mei 2015.Sekitar 1.000 benda-benda memiliki nilai sejarah bagi Surabaya tempo dulu.Koleksi museum, di antaranya arsip kependudukan sejak tahun 1837, baju dinas Pemadam Kebakaran sejak zaman Belanda dan dua becak yang berwarna biru dan putih.Kenapa becak biru dan putih ? Ada sejarah unik dari becak yang dipajang di dalam museum ini. 

Dulu, becak berwarna biru merupakan becak untuk mengangkut penumpang pada pagi hari. Sementara becak yang berwarna putih digunakan pada malam hari.Dan yang menarik adalah salah satu sudut terdapat deretan foto Wali Kota Surabaya, mulai dari Wali Kota pertama, Mr A Meyroos, yang menjabat pada 1916 hingga 1920, sampai era Tri Rismaharini sekarangKoleksi yang ada di dalam museum ini dibuat dengan tema-tema khusus. Misalnya, tentang sejarah daftar Wali Kota Surabaya, catatan kependudukan, penanganan kebakaran (contohnya mobil pemadam kebakaran era 60-an yang dulunya dipakai untuk memadamkan kebakaran yang terjadi di SIOLA), juga pengelolaan kota dan transportasi.

2.Museum HOSSampoerna

Wisata Sejarah Surabaya
Terletak di "kota Surabaya lama", bergaya kolonial Belanda.Bangunan ini dibangun pada tahun 1862 dan sekarang menjadi museum sejarah yang menjadi salah satu icon Surabaya. Sebelumnya digunakan sebagai panti asuhan yang dikelola oleh Belanda, dan dibeli pada tahun 1932 oleh Liem Seeng Tee, pendiri Sampoerna, dengan tujuan digunakan sebagai fasilitas produksi rokok Sampoerna.

Sisi bangunan dikonversi untuk tempat tinggal keluarga dan kerabat di tambah struktur gudang untuk mengakomodasi fasilitas untuk tembakau dan pengolahan cengkeh,blending, tangan-rolling dan kemasan, percetakan dan pengolahan akhir.Bangunan ini masih berfungsi sebagai pabrik produksi untuk rokok paling bergengsi di Indonesia, Dji Sam Soe.Auditorium sentral asli sekarang menjadi museum dan toko. Sisi timur telah berubah menjadi struktur yang unik yang berisi kafe dan galeri seni. Bangunan di sisi barat tetap tinggal keluarga resmi. Dalam peringatan ulang tahun ke-90 Sampoerna di tahun 2003, kompleks utama telah susah payah renovasi dan sekarang terbuka untuk umum.

3.Monumen KapalSelam (Monkasel)

Wisata Sejarah Surabaya
Monkasel adalah sebuah museum kapal selam yang tentunya kapal selamnya asli yaitu KRI Pasopati 410, salah satu armada Angkatan Laut Republik Indonesia buatan Uni Soviet tahun 1952 memiliki panjang 76,6 meter dan lebar 6,30 meter dilengkapi dengan gas uap torpedo berjumlah 12 buah. Kapal selam ini juga dulunya digunakan Pertempuran Laut Aru untuk membebaska Irian Barat dari pendudukan BelandaMonkasel ini ada di pusat kota tepatnya di Embong Kaliasin, Genteng, Surabaya tepat di sebelah Plaza Surabaya. 

Selain itu ditempat wisata ini juga terdapat pemutaran film, di film itu nanti akan ditampilkan proses peperangan yang terjadi di Laut Aru.Ditambah disana terdapat persewaan kayak, ditambah lagi belakang Monkasel terdapat taman Skate jangan sampai anda kelewatan untuk mampir.

Kayak adalah sebuah perahu kecil bertenaga manusia, biasanya dengan bagian depan dan belakang tertutup, sehingga hanya menyisakan lubang seukuran awak. Kayak dilengkapi dengan dayung berkepala tunggal atau ganda.

4.Tugu Pahlawan

Wisata Sejarah Surabaya
Tugu Pahlawan adalah sebuah monumen yang menjadi markah tanah Kota Surabaya. Monumen ini setinggi 41,15 meter berbentuk lingga atau paku terbalik. Tubuh monumen berbentuk lengkungan-lengkungan (Canalures) sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Tinggi, ruas, dan canalures mengandung makna tanggal 10, bulan 11, tahun 1945. 

Suatu tanggal bersejarah, bukan hanya bagi penduduk Kota Surabaya, tetapi juga bagi seluruh Rakyat Indonesia. Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, dimana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu bersama Belanda yang hendak menjajah kembali Indonesia. Monumen Tugu Pahlawan menjadi pusat perhatian setiap tanggal 10 November mengenang peristiwa pada tahun 1945 ketika banyak pahlawan yang gugur dalam perang kemerdekaan

5.Museum Kesehatan

Wisata Sejarah Surabaya
Dalam rangka untuk menyelamatkan dan melestarikan warisan budaya bangsa, Departemen Kesehatan Indonesia melalui Pusat Pengembangan Riset Teknologi dan Pelayanan Kesehatan di Surabaya, memprakarsai sebuah museum kesehatan sejak tahun 1990.Museum ini mengumpulkan dan menampilkan beberapa peralatan kesehatan bersejarah sejak waktu awal waktu sampai sekarang. Secara formal pada tanggal 14 September 2004, Menteri Kesehatan meresmikan museum ini dan bernama "Museum Kesehatan Dr Adhyatma dari, MPH - Depkes".

Dalam perkembangannya, mungkin saat ini kita selalu dilayani dengan alat-alat medis dengan tehnologi tinggi dan canggih, tapi kita juga perlu tahu bahwa di waktu-waktu awal, terdapat alat-alat medis sederhana yang turut berperan dalam hal medis.Oleh karena itu, melalui Museum Kesehatan ini diharapkan menjadi media pendidikan atau pusat pembelajaran bagi masyarakat dan komunitas yang peduli tentang upaya kesehatan.Tujuan dari museum ini dibangun untuk menyimpan dan melestarikan benda-benda bernilai historis dalam hal kesehatan sampai sekarang. 

Selain itu museum ini juga berfungsi memberikan informasi kepada generasi sekarang dan generasi mendatang tentang seluk-beluk kesehatan, budaya ilmu pengetahuan sejarah, dan sebagainya.Sementara ruang pameran secara teknis dalam museum ini dipertunjukkan dalam ruangan yang berbeda yang disebut 'Sasana ", yaitu:
1. Sasana AdhyatmaSasana ini menyajikan berbagai koleksi Adhyatma MPH Dr an ketika ia menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada tahun 1988 hingga 1993. Ada juga koleksi prasasti.
2. Sasana KencanaDi ruangan ini dipamerkan berbagai benda bersejarah dari dekorasi, lencana dari logam mulia, surat penghargaan dan sebagainya. Di ruangan itu juga disajikan sejarah dan profil kesehatan pelopor museum.
3. Sasana Kespro (Kamar Kesehatan Reproduksi)Ruangan ini menyimpan dan menampilkan berbagai item / peralatan kesehatan reproduksi termasuk; kesehatan ibu dan anak-anak dari berbagai budaya, kesehatan kehamilan, persalinan dan keluarga berencana.
4. Sasana Genetika (Kamar Genetika)Dalam ruangan ini menunjukkan garis keturunan dan silsilah, seperti silsilah keluarga kerajaan di Indonesia.

Wisata Sejarah Surabaya
5. Sasana Kesehatan Budaya (Kamar Budaya Kesehatan)Di ruangan ini, menampilkan beberapa alat medis yang terkait dengan kepercayaan atau supranatural dan dunia gaib yang berkembang di masa lampau.
6. Sasana FaunaKita harus tetap waspada terhadap hewan di sekitar kita. Berbagai binatang bisa menjadi mediator penyakit (vektor), tetapi ada juga beberapa binatang yang berkhasiat sebagai obat dan membantu kita semua. Untuk semua informasi tersebut, terdapat di ruangan ini.
7. Sasana Medik dan Non Medik (Kamar Medis Dan Non Medis)Berbagai peralatan kesehatan medis dan non-medis yang disimpan dan ditampilkan di ruangan ini. Benda-benda yang digunakan oleh lembaga kesehatan di masa lalu dan menjadi layanan historis yang besar bagi kesehatan masyarakat kita.

6.Museum Loka Jala Crana

Wisata Sejarah Surabaya
Pada awal mulanya, Museum Loka Jala Crana dibangun pada 19 September 1969 dengan nama Museum Angkatan Laut, yang disahkan oleh Ibu R Mulyadi. Sesuai dengan namanya, museum angkatan laut didedikasikan untuk kadet angkatan laut dan sebagai pembelajaran dalam hal sejarah. Dengan berjalannya waktu, museum ini berubah nama menjadi Museum TNI-AL pada tanggal 10 Juli 1973. Akhirnya, pada perubahan terakhir museum ini sudah berubah menjadi Museum Angkatan Laut Loka Jala Crana pada tanggal 6 Oktober 1979.

Museum Loka Jala Crana ini terletak di Morokrembangan, di Kecamatan Krembangan, Surabaya dan di bawah naungan Akademi Angkatan Laut dan Komando, Pendidikan & Pengembangan Angkatan Laut untuk tentara, petugas dan sersan.Museum ini mengingatkan sejarah tentang Angkatan Laut, yaitu tentang Revolusi Fisik, ditambah lagi museum ini memiliki koleksi yang berhubungan dengan revolusi, termasuk kapal perang dengan meriam, pesawat, helikopter, Tank Amfibi PT 76, bidang artileri dan pertahanan udara, senjata api; dari pistol kuno laras panjang sampai otomatis yang mungkin tidak dapat ditemukan di tempat lain. 

Selain itu, ada juga miniatur kapal perang KRI yang lengkap dengan bingkai cerminnya. Miniatur ini dibuat sesuai dengan armada asli yang digunakan untuk memperkuat Republik Indonesia.Setelah itu, terdapat juga replika kapal Dewaruci yang terkenal, dimana kapal aslinya masih beroperasi sampai sekarang. 

Kapal ini difungsikan untuk melatih kadet untuk berlayar selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya mereka di tugaskan di lautan lepas.Keberadaan Museum Al Loka Jala Crana ini ibarat sebuah album kenangan yang berisi tentang perjuangan Angkatan Laut Indonesia yang berjuang mempertahankan wilayah nusantara.Secara umum museum ini dapat diklasifikasi dalam dua bagian. Pertama, bagian gedung yang terdiri dari Anjungan Utama, Planetarium dan Anjungan Joang. Kedua, pameran taman yang berisi pesawat Gannet, meriam kapal De Zeven Provincien, tank Amphibi PT-76, meriam peninggalan VOC, meriam Bofors L.60 penembak Allan Pope, meriam instruksi dan monumen pendidikan perwira.
,


Taman Nasional Alas Purwo : Keindahan Surga Hutan Hujan Di Ujung Pulau Jawa

Taman Nasional Alas Purwo - Jawa Timur - Taman Nasional Alas Purwo Merupakan Pembahasan TravelEsia Magazine Kali Ini.Taman Nasional Alas Purwo merupakan Taman Nasional Ketiga Setelah Taman Nasional Meru Betiri , Taman Nasional Baluran yang berada di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi,Jawa Timur.Taman Nasional Alas Purwo hutan masuk dalam katagori hutan hujan tropis alami dan termasuk yang tertua di Pulau Jawa.

Taman Nasional Alas Purwo

Taman Nasional Alas Purwo

merupakan salah perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah di Pulau Jawa. Kawasan ini sedikitnya memiliki 5 tipe ekosistem, yaitu hutan bambu, hutan pantai, hutan mangrove, hutan tanaman dan padang rumput. Hutan bambunya diperkirakan mendominasi sekitar 40 % kawasannya.

Disamping itu letak Alas purwo sangat strategis karena berada dekat obyek-obyek wisata alam lain seperti Pulau  Bali, Taman Wisata Alam Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran dan obyek-obyek wisata agro. Beragamnya budaya Banyuwangi merupakan komponen strategis dalam upaya meningkatkan kepariwisataan di Banyuwangi.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Alas Purwo merupakan hutan tropis alami dan termasuk yang tertua di Pulau Jawa. Taman nasional ini merupakan hutan hujan paling alami di Indonesia, bahkan mungkin di Asia. Di Taman Nasional Alas Purwo, Anda dapat melihat banteng jawa, burung merak, babi hutan, rusa, serigala hutan, ular pyton, dan hewan lainnya termasuk macan tutul dan  harimau jawa.

Taman Nasional Alas Purwo
Taman Nasional Alas Purwo merupakan habitat dari beberapa satwa liar seperti lutung budeng (Trachypithecus auratus auratus), banteng (Bos javanicus javanicus), ajag (Cuon alpinus javanicus), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan (Gallus gallus), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), dan kucing bakau (Prionailurus bengalensis javanensis). Satwa langka dan dilindungi seperti penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu sisik (Eretmochelys imbricata), dan penyu hijau (Chelonia mydas) biasanya sering mendarat di pantai Selatan taman nasional ini pada bulan Januari s/d September.

Pada periode bulan Oktober-Desember di Segoro Anakan dapat dilihat sekitar 16 jenis burung migran dari Australia diantaranya cekakak suci (Halcyon chloris/ Todirhampus sanctus), burung kirik-kirik laut (Merops philippinus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan trinil semak (Tringa glareola).

Pepohonan menjulang tinggi berdiameter besar dengan umur ratusan tahun. Pohon tersebut berdiameter rata-rata 30 cm dan tinggi 10-15 meter. Tanaman yang berhasil diidentifikasikan di Alas Purwoada sekitar 580 jenis. Anda akan menikmati indahnya hutan sawo kecik (manilkarakauki), bumbu manggong, dan pohon lainnya termasuk nyamplung (calophyllum inophyllum), ketapang (terminalia cattapa), serta kepuh (stercullia foetida).

Taman Nasional Alas Purwo
Menyusuri jalanan hutannya Alas Purwo maka Anda akan disambut suara kicau burung trucak bali, trucak hijau, hingga merak dan rusa (cervus timorensis) yang dengan mudahnya terlihat mengendap di antara pepohonan. Sesekali Anda mungkin menemui beberapa kijang (muntiachus muncjak) bertanduk gagah, kera ekor panjang, lutung, ayam hutan, burung kangkareng (antracoceros coronatus), rangkong, cekakak jawa abu-abu (macaca fascicularisl), ayam hutan (ghalus ghalus), rangkong (buceros undulatus), dan bisa juga banyak burung merak (pavomuticus).

Anda dapat memuaskan kegemaran berpetualang menembus hutan, mengamati satwa di Sadengan atau berkunjung ke gua-gua yang sejak zaman dahulu sudah sering dijadikan tempat bersemedi.  Gua-gua di wilayah ini di antaranya adalah Gua Istana, Gua Putri dan Gua Padepokan. Ada pula Gua Macan yang dianggap memiliki nuansa mistis tinggi. Menurut cerita masyarakat setempat, di tempat tersebut Bung Karno pernah bertapa. Gua-gua tersebut dapat dicapai dari Pos Pancur sejauh 2 km dengan berjalan kaki.

Plengkung termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai, Australia, dan Afrika Selatan.Menyelusuri pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung akan menemukan daerah pasir gotri. Pasir tersebut bewarna kuning, berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 2,5 mm.

Ombak Pantai Plengkung
Pantai Plengkung yang berada di sebelah Selatan Taman Nasional Alas Purwo telah dikenal oleh para perselancar tingkat dunia dengan sebutan G-Land. Sebutan G-land dapat diartikan, karena letak olahraga selancar air tersebut berada di Teluk Grajagan yang menyerupai huruf G. Ataupun letak Plengkung berada tidak jauh dari hamparan hutan hujan tropis yang terlihat selalu hijau (green-land). Plengkung termasuk empat lokasi terbaik di dunia untuk kegiatan berselancar dan dapat disejajarkan dengan lokasi surfing di Hawai, Australia, dan Afrika Selatan. 

Menyelusuri pantai pasir putih dari Trianggulasi ke Plengkung akan menemukan daerah pasir gotri. Pasir tersebut bewarna kuning, berbentuk bulat dan berdiameter sekitar 2,5 mm.Taman Nasional Alas Purwo benar-benar hutan tua, tempat yang dapat menginspirasi cerita-cerita kuno komik dan film silat. Sejatinya memang dahulu hutan ini menjadi tempat orang tertentu menguatkan kesaktian ilmu kanuragan atau bagi mereka yang ingin melepaskan diri dari kemewahan kehidupan duniawi.

Selain Gua meditasi, ada juga Situs Kawitan dan pura Hindu yang juga berumur tua. Uniknya tempat peribadatan ini berada di tengah hutan Taman Nasional Alas Purwo. Pura tersebut bernama Pura Luhur Giri Salaka dan masih banyak dikunjungi pemeluk Hindu pada hari suci Pager Wesi setiap 210 hari.

Masyarakat yang tinggal di sekitar Alas Purwo mayoritas berasal dari Mataraman Kuno yang berbudaya Jawa Tradisional. Oleh karena itu, tradisi kejawen masih lestari di sini seperti bertapa atau bersemedi yang masih sering dilakukan masyarakatnya. Pada hari-hari tertentu seperti malam 1 Suro, bulan purnama, atau bulan mati, masyarakat Hindu Bali dan ahli kebatinan Jawa sengaja datang ke taman nasional ini untuk meditasi atau melaksanakan upacara keagamaan.

Lokasi Wisata Lainnya

Taman Nasional Alar Purwo
Sadengan : Padang rumput seluas 80 ha dengan rumput dominan jenis  lamuran. Di tepi padang rumput ini terdapat menara pengintai untuk melihat satwa  antara lain banteng, kijang, rusa, kancil, babi hutan dan burung-burung.

Trianggulasi : Nama yang diambil dari sebuah  tugu Triangulasi (titik ikat pengukuran dan pemetaan) merupakan pantai landai berpasir putih  dengan formasi hutan pantai yang didominasi oleh pohon Bogem dan Nyamplung. Di pantai ini tidak dapat digunakan untuk berselancar  (surfing)  dan juga berbahaya untuk direnangi. Fasilitas pengunjung yang tersedia yaitu  wisma tamu dan pesanggarahan.
Pancur :  Terletak ± 3 Km disebelah Timur Triangulasi. Pancur merupakan lokasi bumi perkemahan (camping ground) dan tempat yang dikenal untuk bersemedi/bermeditasi.  

Dua kilo meter sebelah utara Pancur terdapat goa yang disakralkan yaitu Goa Istana.  Terdapat pula Sendang Srengenge yang sangat terkenal dikalangan supranatural. Tidak jauh dari Pancur terdapat karang hitam (karang mati) yang lebih dikenal dengan sebutan Karang Ireng dan dilokasi ini pantainya berpasir kasar yang terkenal dengan sebutan   pasir gotri.

Batu Lawang : Dipantai ini terdapat batu  yang menonjol dipinggir pantai yang menyerupai pintu (lawang). Keberadaan pantai Batu Lawang sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pantai Plengkung. Plengkung terkenal dengan ombaknya yang sangat baik untuk berselancar,  sedangkan Batu Lawang merupakan alternatif kedua  bilamana ombak pantai Plengkung sedang kurang baik. Batu lawang ini juga dikenal dengan sebutan pantai twenty-twenty  karena untuk mencapainya  hanya membutuhkan waktu sekitar  20 menit dari Plengkung.

Taman Nasional Alas Purwo
Pantai Ngagelan : Terletak 7 km dari Trianggulasi. Pantai ini merupakan tempat bertelurnya  beberapa jenis penyu.Bedul Segoro Anak : Ditempat ini pengunjung dapat bersampan, berenang, ski air dan mengamati burung migran dari Australia.

Goa : Terdapat 40 buah tempat, baik alam maupun buatan yang dapat disebut goa , antara lain Goa Jepang dengan 2 buah meriam sepanjang 6 meter peninggalan tentara Jepang.  Goa-goa lainnya seperti Goa Istana, Goa Padepokan biasa untuk kepentingan wisata budaya dan wisata petualangan goa.

Pura Luhur Giri Salaka : Tempat persembahyangan umat Hindu, berada di jalan masuk ke Triangulasi. Pura ini merupakan  salah satu pura peninggalan sejarah yang sampai sekarang masih dipakai oleh umat Hindu untuk acara keagamaan yaitu upacara Pager Wesi yang diadakan setiap 210 hari sekali. Acara sakral tersebut yaitu upacara penyelamatan ilmu pengetahuan penolak ancaman raksasa bagi umat manusia yang diturunkan oleh para dewa. Dalam upacara tersebut ada yang disebut Prosesi Palemahan yaitu membuang sesaji ke tanah agar dimakan oleh Raksasa Betarakala. Pawongan yaitu upacara  umat Hindu tanda syukur kepada Sang Dewa yang telah memberikan ilmu pengetahuan.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Alas Purwo berada di Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Letaknya di perlintasan jalur yang menghubungkan Banyuwangi dan Situbondo. Dari arah Banyuwangi dapat ditempuh sekira 14 km ke arah utara atau sekitar 5 km dari Pelabuhan Ketapang.

Taman Nasional Alas Purwo
Dari Banyuwangi sekitar 5 jam ke selatan melewati Kecamatan Rogojampi-Srono-Muncar-Tegaldlimo. Dari Banyuwangi sampai ke Tegaldlimo sekitar 2 jam. Jalanannya cukup bagus beraspal. Dari Tegaldlimo lanjut ke Taman Nasional Alas Purwo sekitar 1 jam, jalannya sedikit rusak. Akhir perjalanan Anda akan tiba di Pos Perhutani Taman Nasional Alas Purwo. Dari sini kendaraan Anda dapat dititipkan di Pos Perhutani.

Dari Surabaya menuju Jember sekitar 4-5 jam, lalu dilanjutkan ke timur selatan melewati Gunung Kumitir-Kalibaru-Glenmore-Genteng-Rogojampi sekitar 2 jam. Lanjutkan perjalanan dengan rute.. yang sama dari Banyuwangi ke Taman Nasional Alas Purwo.

Dari Denpasar menuju Gilimanuk sekitar 2 jam, kemudian menyebrang ke Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, lalu rutenya sama dari Banyuwangi ke Taman Nasional Alas Purwo. Untuk memesan  speedboad dari Bali Anda dapat memanfaatkan operator surfing di sana.

Bagaimana Dengan Akomodasinya..??

Ada tiga cottage dan jungle camp yang berada dekat pantai di ujung timur Plengkung. Anda juga dapat memilih Pantai Grajagan untuk penginapan. Di surfcamp G-Land harga sewa kamarnya sekitar Rp150.000,00 hingga Rp500.000,00. Akan tetapi, Anda jangan berharap mendapat kamar dengan fasilitas hotel bintang. Kamar tersebut hanya tersedia 2 tempat tidur, 1 kipas angin kecil, kelambu, dan tembok dari triplek. Listrik hanya ada malam hari melalui genset. Ada jatah makan malam, makan pagi, dan makan siang. Kesederhanaan ini tidak akan mengurangi pengalaman luar biasa yang akan Anda peroleh di hutan yang mengagumkan Alas Purwo.

Taman Nasional Alas Purwo
Kawasan Taman Nasional Alas Purwo telah dilengkapi fasilitas pemandu, yaitu para Jagawana (penjaga hutan) atau asisten Jagawana yang dapat dimintai bantuan untuk memandu penjelajahan. Untuk jasa pemandu ini, wisatawan harus merogoh kocek antara Rp 75.000 sampai Rp 150.000 per hari. 

Di kantor pengawasan taman nasional juga terdapat beberapa mobil Jeep untuk patroli serta sepeda motor trail yang dapat disewa untuk keperluan penjelajahan. Apabila membawa kendaraan pribadi, wisatawan juga dijamin tidak akan kesasar menyusuri hutan karena telah dilengkapi papan-papan petunjuk menuju berbagai obyek wisata di dalam taman nasional ini. Papan petunjuk tersebut juga dilengkapi keterangan jarak yang harus ditempuh (berapa kilometer), serta sarana menuju lokasi (misalnya dapat ditempuh dengan mobil, sepeda motor, atau jalan kaki). 

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Untuk Sahabat TravelEsia Yang Ingin Berkunjung Ke Taman Nasional Alas Purwo Musim kunjungan terbaik bulan Juni s/d September. dan Desember Setiap Tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

1. Pengunjung untuk tujuan khusus, yaitu dalam rangka memperoleh data dan informasi tentang keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.
Pengunjung untuk tujuan khusus ini, diantaranya adalah pengunjung yang melakukan kegiatan:
a. Penelitian dan pengembangan.
b. Ilmu pengetahuan dan pendidikan.
c. Pembuatan film komersial.
d. Pembuatan film non komersial.
e. Pembuatan film dokumenter.
f. Ekspedisi, dan
g. Jurnalistik. Pengunjung untuk tujuan khusus tersebut,kontribusi pungutan masuk kawasan melalui mekanisme pemberian SIMAKSI yang dapat dilayani di Kantor Balai Taman Nasional Gunung Merapi

2. Pengunjung untuk tujuan berwisata atau wisatawan, salah satunya adalah wisatawan pendakian.Pengunjung untuk tujuan berwisata atau wisatawan dapat membayar pungutan karcis masuk kawasan di pos-pos pungutan masuk obyek wisata yang telah ditentukan.Prosedur pelayanan dan pengawasan pendakian ini, berlaku khusus untuk pengunjung yang ingin melakukan kegiatan berwisata di Jalur Pendakian.
  • Di Taman Nasional Alas Purwo, Anda dapat menyewa kendaraan milik Perhutani. Harga sewanya Rp150.000,00 hingga Rp250.000,00, untuk itu Anda diperkenankan bernegosisasi. Sebenarnya trekking akan lebih menyenangkan karena melewati jalur hutan lindung yang cukup lebat.
  • Anda yang ingin melakukan pengamatan aneka satwa paling baik adalah antara pukul 06.00 sampai 09.00 di pagi hari, atau pukul 14.00 hingga 17.00 di sore hari. Siang hari biasanya hewan akan masuk ke hutan untuk mencari tempat teduh.
  • Anda memerlukan informasi perizinan sebelumnya dengan menghubungi kantor Balai Taman Nasional Alas Purwo, di Jalan Achmad Yani No. 108 Banyuwangi 68416, Jawa Timur. Anda juga dapat menghubungi kantor tersebut melalui saluran telepon 0333-410857, fax. 0333-428675, atau E-mail: alaspurwo@telkom.net
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menjelajahi Surga Hutan Hujan Di Ujung Pulau Jawa,Jika Anda Berkunjung ke provinsi Jawa Timur Jadikanlah Taman Nasional Alas Purwo , Taman Nasional Meru Betiri , Taman Nasional Baluran ,Pantai Plengkung ,Gunung Bromo Sebagai Destinasi Wisata Anda.mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi destinasi Wisata Dunia
,


Taman Nasional Baluran : Menapaki Hamparan Savana Terluas Di Pulau Jawa

Taman Nasional Baluran - Sahabat TravelEsia Pada Kesempatan Kali Ini TravelEsia Akan Memperkenalkan Kepada Anda Potensi Dan Kekayaan AlamYang Terdapat Provinsi Jawa Timur,Jika Sahabat TravelEsia Berkunjung Kesini Anda Akan Menemukan hamparan savana terluas di Pulau Jawa,membuat Anda yang berkunjung ke sini serasa berada di Afrika

Taman Nasional Baluran

merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.

Kawasan Taman Nasional Baluran terletak di Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Batas wilayah sebelah utara adalah Selat Madura, sebelah timur Selat Bali, sebelah selatan Sungai Bajulmati, dan sebelah barat Sungai Klokoran. Temperatur udaranya 27°- 34° C, curah hujan 900 - 1.600 mm/tahun, ketinggian tempat 0 - 1.247 mdpl, letak geografis 7°29’ - 7°55’ LS, 114°17’ - 114°28’ BT, serta luasnya mencapai 25.000 ha. Di tengah kawasan ini terdapat Gunung Baluran yang sudah tidak aktif lagi.

Di Baluran Anda akan disajikan sungguhan alam menakjubkan ketika ratusan rusa berlarian menuju kubangan air, merak jantan melebarkan ekornya untuk menarik perhatian sang betina, puluhan kerbau yang besar sangat, belasan elang mencari makan, lutung dan makaka. 

Belum lagi pepohonan khas Baluran yang mirip pohon pinang dan berbuah sekali seumur hidup sebanyak 1 ton untuk kemudian mati. Pohon Pilang yang berbatang putih dan rimbun

Anda dapat menyaksikan dari dekat pergerakan sekawanan satwa seperti rusa, banteng, juga keindahan burung merak. Taman ini juga memiliki hamparan savana yang menjanjikan kesejukan, juga melakukan kegiatan snorkeling di laut, di pinggir savana

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Baluran merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 % tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran. Tanahnya yang berwarna hitam dari jenis tanah aluvial dan vulkanik yang meliputi luas kira-kira setengah dari luas daratan rendah, ditumbuhi rumput savana. Daerah ini merupakan daerah yang sangat subur, kaya keanekaragaman makanan bagi jenis satwa pemakan rumput.

http://www.travelesia.co/2013/02/taman-nasional-baluran-menapaki.html
Tumbuhan yang ada di taman nasional ini sebanyak 444 jenis, diantaranya terdapat tumbuhan asli yang khas dan menarik yaitu widoro bukol (Ziziphus rotundifolia), mimba (Azadirachta indica), dan pilang (Acacia leucophloea). 

Widoro bukol, mimba, dan pilang merupakan tumbuhan yang mampu beradaptasi dalam kondisi yang sangat kering (masih kelihatan hijau), walaupun tumbuhan lainnya sudah layu dan mengering. 

Tumbuhan yang lain seperti asam (Tamarindus indica), gadung (Dioscorea hispida), kemiri (Aleurites moluccana), gebang (Corypha utan), api-api (Avicennia sp.), kendal (Cordia obliqua), manting (Syzygium polyanthum), dan kepuh (Sterculia foetida).

Tidak Hanya Itu Di Taman Nasional Baluran Terdapat 26 jenis mamalia diantaranya banteng (Bos javanicus javanicus), kerbau liar (Bubalus bubalis), ajag (Cuon alpinus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak muntjak), rusa (Cervus timorensis russa), macan tutul (Panthera pardus melas), kancil (Tragulus javanicus pelandoc), dan kucing bakau (Prionailurus viverrinus).
Satwa banteng merupakan maskot/ciri khas dari Taman Nasional Baluran. Selain itu, terdapat sekitar 155 jenis burung diantaranya termasuk yang langka seperti layang-layang api (Hirundo rustica), tuwuk/tuwur asia (Eudynamys scolopacea), burung merak (Pavo muticus), ayam hutan merah (Gallus gallus), kangkareng (Anthracoceros convecus), rangkong (Buceros rhinoceros), dan bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus). 

Terdapat sumur tua yang menjadi legenda masyarakat sekitar. Legenda tersebut menceritakan bahwa kota Banyuwangi, Bali dan Baluran sama-sama menggali sumur. Apabila, sumur di masing-masing kota tersebut lebih dahulu mengeluarkan air dan mengibarkan bendera, berarti kota tersebut akan merupakan sentral keramaian/ kebudayaan. 

Pada musim kemarau air tanah di permukaan tanah menjadi sangat terbatas dan persediaan air di beberapa mata air tersebut menjadi berkurang. Saat musim hujan, tanah yang hitam sedikit sekali dapat ditembus air sehingga air mengalir di permukaan tanah, membentuk banyak kubangan terutama di sebelah selatan daerah yang menghubungkan Talpat dengan Bama.

Bila Anda datang saat musim penghujan maka tumbuhan dan air sangat berlimpah-ruah, sehingga para penghuni taman seperti Banteng dan Kerbau Liar memilih masuk ke pedalaman taman dari pada bertatap muka dengan para pengunjung. Tetapi beberapa kelompok rusa, merak, ayam hutan dan beburungan lainnya bisa dinikmati.

Subuh sekitar pukul 4 atau 5 pagi Anda dapat mengamati sekumpulan hewan besar melintas di padang rumput. Anda dapat meyakinkan bahwa mereka adalah Banteng khas Baluran dengan melihat warna putih pada bokong dan keempat kakinya seperti mengenakan kaos kaki, berbadan tegap dan tanduk langsing yang mengarah ke atas seolah akan bertemu tanduk kiri dan kanannya.

Anda dapat juga melihat elang buteo dan elang ular terbang melayang mencari makan ataupun yang bertengger di atas pohon Pilang. Merak jantan yang berekor indah akan terlihat mencari makan, serta lutung yang berpindah dari satu dahan pohon ke pohon lain, serta tak terhitung ratusan jenis burung kecil.

Belasan Ajag, sejenis serigala hutan dengan buntut surai berwarna hitam, badan berwarna coklat. Bila Anda beruntung maka akan terlihat menarik rusa yang sudah terkulai tak berdaya. Rusa betina tersebut biasanya digigit persis di nadi leher dan bagian bokong. Ajag akan menyeretnya, mencabik dan memakan isi perut rusa ini. Tapi Anda tidak perlu khawatir sebab ajag takut kepada manusia, belum pernah ada catatan mereka menyerang pengunjung maupun petugas Taman Nasional.

Ayam hutan juga akan beraksi. Kadang kala, ayam hutan ini memperlihatkan dirinya di sekitar pesanggrahan mencari makan. Sore hari ketika air laut surut, tampak bangau tong-tong atau kuntul karang (Egretta sacra) serta beberapa ekor burung dara laut mencari makan di pantai. Sementara kicauan khas raja udang (Halcyon chloris) serasa tak pernah berhenti.

Di Bama pengunjung bisa menikmati suasana pantai yang indah, snorkeling melihat terumbu karang dan ikan serta olahraga air seperti kano. Pantai Baha juga konon merupakan pantai yang baik untuk surfing meski fasilitasnya belum begitu lengkap.

Di Popongan, Sejile, Sirontoh, dan Kalitopo, Anda dapat bersampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, dan melakukan pengamatan burung yang sedang migrasi. 

Di Curah Tangis ada kegiatan panjat tebing setinggi 10-30 meter dengan kemiringan mencapai 85%. Di Batangan Anda dapat melihat peninggalan situs berupa goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim. Di Manting dan Air Kacip terdapat sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Di sini juga merupakan habitat bagi macan tutul. Jangan lewatkan juga untuk berwisata budaya di Candi Bang, Labuan Merak, dan Kramat.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Perjalanan menuju Taman Nasional Baluran memakan waktu kurang lebih 6 jam dari Surabaya. Terletak di kabupaten Situbondo dan sebagian Banyuwangi. Menempati luas area 22.500 hektar berupa hutan pesisir dan padang rumput serta diapit oleh tiga gunung, Baluran, Merapi dan Ijen. Taman Nasional Baluran dapat dicapai dari Surabaya dengan menyusur pantai utara Jawa Timur ke arah timur, meliwati kota Pasuruan, Probolinggo, Situbondo dan setelah Banyuputih, menuju ke selatan dan jangan terus ke timur ke desa Bilik. Sebelum Desa Wongsorejo belok kekiri menuju Visitor Center.

Akses ke dan dari Taman Nasional Baluran sangat lancar dengan adanya jalan raya lintas propinsi yang menghubungkan Pulau Bali dan Banyuwangi dengan Surabaya yang melintasi kawasan Taman Nasional Baluran. Dengan demikian Taman Nasional Baluran dapat dijangkau dengan kendaraan darat dari berbagai kota-kota penting disekitarnya.

Jalur utama terdekat yang dapat Anda gunakan adalah Banyuwangi-Batangan dengan jarak 35 km yang dilanjutkan ke Bekol dengan waktu 45 menit atau sekitar 12 km. Dapat juga dari Situbondo-Batangandengan jarak 60 km menggunakan mobil.

Di Taman Nasional Baluran apabila Anda menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan menuju Bekol dengan jalan yang dapat dilewati untuk 2 mobil. Jalannya beraspal tipis tetapi layak untuk mobil sedan, dan sangat dianjurkan sebaiknya sejenis SUV. Jalan aspal yang telah ada merupakan jalan kelas 3 yang menghubungkan pintu masuk ke savana Bekol-Bama sepanjang ±15 km. Selain jalan aspal di sekitar Bekol dan Bama tersedia jalur interpretasi baik untuk wisata biasa maupun wisata pendidikan.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Fasilitas penginapan di Taman Nasional Baluran dapat ditemukan di Bekol dan pantai Bama, sangat disarankan agar Anda konfirmasi dengan petugas Taman Nasional apabila berencana bermalam di sini, sehingga dapat dipersiapkan logistik selama waktu bermalam.Di Bekol terdapat fasilitas rumah panggung berkapasitas 16 orang. Wisma tamu cukup untuk menampung 6 orang dan wisma peneliti berkapasitas 4 orang.

Di Bama terdapat empat rumah panggung, setiap rumah panggung terdiri dari dua kamar yang dapat menampung 4 orang. Di bawah rumah panggung dapat berfungsi sebagai tempat makan, dan tempat kendaraan. Dapat dikatakan ruangan bawah itu bisa berbagai macam fungsi. Untuk penerangannya menggunakan generator diesel yang menyala dari jam 18.00- 24.00 WIB. Setelah itu, petromaks yang dipakai. Sementara itu, rumah permanen yang disewakan menggunakan listrik tenaga matahari dengan watt terbatas. Untuk makanan, biayanya relatif murah.

Semuanya bergantung pada menu yang akan dipesan.Apabila Anda memilih penginapan yang ada Banyuwangi tidak begitu jauh dari Taman Nasional Baluran maka dapat memilih Hotel Bertarif Rp55.000,00 hingga Rp571.500,00. Anda tinggal memilih kelengkapan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan dan dana. Lokasi hotel ini berdekatan dengan Pelabuhan Katapang Banyuwangi yang biasa menjadi jalur feri dari dan ke Pulau Bali.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Taman Nasional Baluran Memiliki Iklim bertipe Monsoon yang dipengaruhi oleh angin timur yang kering. Curah hujan berkisar antara 900-1.600 mm/tahun dan suhu udara antara 27° - 30° C dengan bulan kering per tahun rata-rata 9 bulan. Antara bulan Agustus hingga Desember bertiup angin cukup kencang dari arah Selatan. 

Musim hujan pada bulan November-April, sedangkan musim kemarau pada bulan April-Oktober dengan curah hujan tertinggi pada bulan Desember-Januari. Namun secara faktual, perkiraan tersebut sering berubah sesuai dengan kondisi global yang mempengaruhi.

Musim kunjungan terbaik adalah bulan Maret hingga Agustus setiap tahunnya. Anda dapat menyaksikan perkelahian antara rusa jantan pada bulan Juli hingga Agustus juga  melihat sekawanan kera abu-abu yang memancing kepiting dengan ekornya saat air laut surut. Ada juga atraksi tarian burung merak saat musim kawin antara bulan Oktober hingga November.  

Know Before You Go

  • Sangat bijak bila Anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa.
  • Krim pelindung atau tabir surya hendaknya selalu dibawa dan dipakai sesuai kebutuhan karena di daerah ini udara sangat panas walau angin berhembus cukup menyegarkan.
  • Anda perlu juga membawa pelindung anti nyamuk.
  • Sebelum memasuki kawasan Taman Nasional Baluran Anda dapat mengunjungi pusat informasi untuk mendapat penjelasan singkat tentang Taman Nasional Baluran dan atau dapat menyaksikan Program Slide di Batangan.
  • Setiap pengunjung dilarang mengganggu, merusak, mengambil, atau berburu flora, fauna dan ekosistemnya.
  • Kompor gas dapat disewa dan sebaiknya Anda membawa makanan sendiri karena tidak ada fasilitas untuk makan
  • Para pengawas sangat ramah dan bersedia mengantar Anda kemanapun dengan catatan fisik Anda cukup fit.
  • Bagi pecinta alam, pelajar, maupun Anda yang ingin berkemah, disediakan areal berkemah di Batangan sekitar 500 m dari pintu masuk. Selain instalasi air, di lokasi ini juga telah tersedia kamar mandi.
  • Bagi Anda yang ingin menikmati panorama savana Bekol, tersedia menara pandangn yang terletak di atas bukit tepat di belakang Pos Bekol.
  • Bagi Anda yang ingin bermalam untuk menikmati panorama Baluran malam hari maupun menikmati matahari terbit, terdapat pesanggrahan di savana Bekol dan Pantai Bama.
  • Bagi pengunjung penelitian diwajibkan membuat permohonan penelitian kepada Kepala Taman Nasional Baluran yang dilampiri proposal dan diwajibkan menyerahkan laporan hasil penelitian sebanyak 2 (dua) buku kepada Kepala Taman Nasional Baluran.
  • Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Kantor Taman Nasional Baluran, Jl. Jenderal A. Yani 108 Telp./Fax. (0333) 24119 Banyuwangi-68416. Terletak di belakang Kantor Balai TN Baluran di Batangan. Disini pengunjung dapat mendapatkan berbagai informasi tentang Baluran serta karcis masuk.
Bekol
Di Bekol terdapat menara pandang di puncak bukit Bekol yang berketinggian 64 m dari permukaan laut, dari menara ini dapat dilihat berbagai jenis satwa seperti merak, ayam hutan, banteng, kerbau liar, rusa, kijang, babi hutan dan lain-lain pada waktu pagi dan sore hari serta pemandangan yang indah di sekitar kawasan Baluran. Fasilitas lain yang terdapat di Bekol adalah 3 buah Pesanggrahan dengan kapasitas 28 orang, shelter, musola, barak jagawana, pos jaga, kantin dan tempat parkir.

Bama
Pagi hari saat matahari terbit, pemandangan di Bama begitu indah. Babi hutan sering datang di pagi hari saat Anda sedang makan, juga di waktu siang dan sore hari. Di pagi hari, biawak juga muncul untuk berjemur di panas matahari. Jangan pula terkejut jika di siang atau sore hari biawak-biawak itu kembali untuk mencari makanan di belakang dapur. Babi hutan dan monyet, jika tak diberi makan, juga akan mengais tempat sampah yang ada di sekitar pesanggrahan. Bama merupakan pantai yang landai dan berpasir putih, memiliki formasi terumbu karang dan ikan hias yang indah. Pantai Bama diapit bakau dan dipenuhi akasia sejauh 3 km. Pantai ini kecil namun terlihat sangat alami. Di sini Anda dapat melakukan kegiatan wisata bahari seperti snorkling, berperahu menyusuri  

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Batangan. Melihat peninggalan sejarah/situs berupa goa Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin antara bulan Oktober/November dan berkemah. Fasilitas: pusat informasi dan bumi perkemahan.
Bekol dan Semiang. Pengamatan satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, burung.
Fasilitas yang ada: wisma peneliti, wisma tamu, menara pandang.
Bama, Balanan, Bilik. Wisata bahari, memancing, menyelam/snorkeling, dan perkelahian antara rusa jantan pada bulan Juli/Agustus; dan sekawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.
Manting, Air Kacip. Sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun, habitat macan tutul.
Popongan, Sejile, Sirontoh, Kalitopo. Bersampan di laut yang tenang, melihat berbagai jenis ikan hias, pengamatan burung migran.
Curah Tangis. Kegiatan panjat tebing setinggi 10-30 meter, dengan kemiringan sampai 85%.
Candi Bang, Labuan Merak, Kramat. Wisata budaya. 

Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menapaki Hamparan Savana Terluas Di Pulau Jawa,Jika Anda berkunjung ke Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur.Sempatkanlah Untuk Mengunjungi Taman Nasional Baluran sebagai destinasi wisata anda.Mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi Destinasi Wisata Dunia
,


Pantai Plengkung : Surga Tersembunyi Di Ujung Timur Pulau Jawa

Pantai Plengkung Atau Pantai G-Land Sepertinya Indonesia Bangga Memilikinya,Pantai Cantik Dengan Pasir Putih Menghiasi bibir pantainya serta tak sekadar elok dipandang mata. Pantai yang juga lazim disebut ”G-land” ini juga menjadi tempat favorit peselancar di dunia. Ombak setinggi 4-5 meter yang datang bersusulan membuat atraksi berselancar (surfing) menjadi lebih menantang. Kepungan hutan juga membuat tempat ini dijuluki ”surga kesunyian”.

Pantai Plengkung

yang berada di kawasan Taman Nasional Alas Purwo (TNAP) menjadi tujuan para wisatawan berminat khusus. Pantai ini apabila dilihat dari citra satelit bentuknya melengkung membentuk huruf G terbalik. Posisi itulah yang membuat ombak setinggi 4-5 meter bisa terbentuk. Para peselancar bisa merasakan sensasi dorongan ombak yang panjang dan susul-menyusul. Dasar pantai berbentuk landai. Palung hanya ditemukan di sisi barat, yang pernah menjadi lokasi pendaratan kapal. Posisi ini membuat G-land nyaman sebagai tempat surfing.

Setiap tahun tidak kurang dari 400-600 wisatawan asing yang datang untuk berselancar di pantai berpasir putih ini. Di tempat ini mereka bisa menginap selama sepekan, bahkan berbulan-bulan di resor-resor dalam hutan.Nama G-Land mengindikasikan dari kata Grajagan, yaitu nama dari sebuah teluk. G-land atau Pantai Plengkung ini dikelilingi oleh hutan tropis yang masih alami dan indah, sehingga menawarkan satu paket komplit untuk berwisata dan berolah raga

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Keunikan ombak di G-Land ini adalah baru pecah setelah 1 hingga 2 km dari arah timur ke barat dengan ketinggian mencapai 4-6 meter dalam interval 5 menit. Dengan kondisi tersebut membuat peselancar proffesional dapat menikmati gulungan ombak atau “barrel” yang lebih lama dan panjang. Oleh karena itu tidaklah mengherankan Plengkung sudah lima kali menjadi tuan rumah ajang surfing internasional.

Dengan formasi ombak raksasa datang susul-menyusul sebanyak 7 lapis dan bersusun "go to left" membuatnya cocok ditunggangi peselancar kidal. Inilah yg membuat G-Land menjadi idaman dunia surfing internasional dan salah satu pantai yang mempunyai ombak terbaik di dunia.Selain di Pantai Plengkung, hanya Hawaii, Australia, dan Afrika Selatan saja yang memiliki ombak menantang seperti itu. 

Ombak di Plengkung adalah nomor dua setelah di Hawaii. Hawaii sendiri memiliki ombak terus menerus sepanjang tahun. Puncak ombak di Pantai Plengkung hanya ada di bulan-bulan tertentu antara April hingga Agustus.Hamparan pantai berpasir putih di kawasan ini diselimuti kawasan hutan yang masih alami dan jauh dari kebisingan hiruk pikuk perkotaan. Jelasnya di sini tak cukup sinyal handphone Anda untuk aktif, tak pula terjangkau jaringan televisi, serta tidak ada pula pedagang kaki lima. Semua itu telah menjadikannya Plengkung sebagai kawasan paling ideal untuk Anda yang ingin berselancar dan benar-benar menjauh sejenak dari peradaban kota.

Ombak Pantai Plengkung terbagi tiga tingkatan yaitu kong, speedis, dan many track. Masing masing ombak berada di area yang berbeda. Jenis ombak tingkat pertama yakni kong, ini merupakan ombak yang tingginya mencapai 6-8 meter. Ombak ini paling dicari oleh peselancar internasional. Tingkat kedua, speedis, mempunyai ketinggian 5-6 meter dan menjadi konsumsi peselancar professional. Kemudian, tingkat ketiga dikenal dengan sebutan many track dengan tinggi ombak sekitar 3-4 meter.  Ombak speedis cocok untuk pemula meskipun peselancar professional juga sering datang ke sini pada bulan Maret-Juni menunggu bulan Juli sampai September dimana ombak di Plengkung begitu menantang. Di bulan-bulan tersebut peselancar dari mancanegara berdatangan.

Tidak Hanya Itu Sepanjang perjalanan dari gerbang pertama ke pos Rawabendo di wilayah Taman Nasional Alas Purwo, di kanan-kiri jalan hanya tampak rerimbunan hutan jati. Akan tetapi, begitu sampai di pos selanjutnya, yakni Pancur, vegetasi hutan hujan tropis pun mulai memberi warna perjalanan ke Pantai Plengkung. Di sini berjejer tumbuhan endemik Alas Purwo. Sebutlah, misalnya, sawo kecik (Manilkara kauki) dan bambu manggong (Gigantochloa manggong).

Di sepanjang perjalanan juga bisa ditemukan tumbuhan seperti nyamplung (Calophyllum inophyllum), keben (Barringtonia asiatica), ketapang (Terminalia cattapa), kepuh (Sterculia foetida), dan berbagai jenis bambu.Suasana hutan yang dihiasi dengan kicauan burung dan keanekaragaman tanaman lebih terasa jika Anda duduk di bak mobil jagawana tersebut. Di tempat itu, sudut pandang Anda bisa lebih luas. Jika beruntung Anda akan menemukan babi hutan yang mencari makan di tepi jalan, atau biawak sebesar komodo yang sedang berjemur di dekat sungai. Akan tetapi, Anda harus tahan guncangan akibat jalan tak rata sepanjang 15 kilometer.

Selain Pantai Plengkung ada juga Pantai Parang Ireng yang terhampar pantai indah berpasir putih bersih bak kristal. Patut pula Anda mengunjungi Pantai Gotri dengan pasir putihnya yang berbentuk bulat besar dan sangat ringan sehingga terasa sulit untuk berjalan di pantainya.

Antara Pancur ke Plengkung terdapat hutan sawo kecik unik yang tumbuh berjajar di tepi pantai. Buah sawo kecik kulitnya berwarna merah dan buahnya manis dapat langsung Anda ambil dan cicipi saat berjatuhan di tanah.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Cara menuju Plengkung ada dua, yaitu pertama melalui jalur darat dari Banyuwangi-Kalipahit sekitar 59 km dengan bus. Kalipahit-Pasaranyar sejauh 3 km dengan ojek atau menyewa mobil. Pasaranyar Trianggulasi-Pancur berjarak 15 km. Kemudian Pancur-Plengkung berjarak 9 km. Cara kedua, melalui jalur darat-laut dari Banyuwangi-Benculuk sekitar 35 km naik bus atau kendaraan umum lainnya. Benculuk-Grajagan sekitar 18 km, kemudian dari Pantai Grajagan ke Pantai Plengkung dengan speet boat.

Perjalanan dari Pos Perhutani menuju Plengkung sekitar 1,5 jam melewati jalan aspal di  2 km awal dan jalan tanah di sekitar 8 km berikutnya melewati Taman Nasional Alas Purwo. Terkadang bila beruntung Anda dapat melihat monyet liar, burung merak liar, dan beragam jenis burung lainnya. Yang jelas, pepohonan di sini berukuran besar.Jika perjalanan di darat membutuhkan waktu 4-5 jam, perjalanan lewat laut bisa ditempuh lebih singkat. Dari Kuta di Bali hanya perlu waktu dua jam

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

http://www.travelesia.co/2013/02/pantai-plengkung-surga-tersembunyi-di.html
Resor-resor di Pantai Plengkung semuanya memanfaatkan kesunyian hutan,resornya mengoperasikan generator listrik minim suara. Generator itu mampu menerangi resor dan menghidupkan penyejuk udara (AC,) TV kabel, dan air panas. Setiap hari mereka juga memproduksi roti sendiri dan mengolah makanan lokal, seperti ubi rebus dan talas, untuk memenuhi akomodasi dan makanan para peselancar.

Namun TravelEsia Lebih Menyarankankan Anda Untuk memilih Akomodasi di Wisma Taman Nasional Alas Purwo yang berada di Rawabendo bisa jadi pilihan. Tarif kamarnya hanya Rp 100.000. Warung di area kompleks wisma bisa menjadi pilihan tempat makan.Pastinya Dengan Harga yang Sangat Murah

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Pantai Plengkung Dalam setahun, bulan Mei sampai Oktober adalah bulan terbaik untuk surfing. Terutama di bulan Juli sampai September, peselancar mancanegara berdatangan ke sini karena di bulan tersebut akan temui panjang dan ketinggian ombak yang maksimal.

Know Before You Go

  • Sangat bijak bila Anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa.
  • Krim pelindung atau tabir surya hendaknya selalu dibawa dan dipakai sesuai kebutuhan karena di daerah ini udara sangat panas walau angin berhembus cukup menyegarkan.
  • Anda perlu juga membawa pelindung anti nyamuk.
  • Bila Anda ingin mengabadikan aksi para peselancar maka perlu membawa lensa binocular untuk memfotonya. Untuk menyaksikan aksi peselancar di tengah laut bawalah juga teropong.
  • Pantai Plengkung dijuluki “The Seven Giant Waves Wonder" oleh peselancar asing karena memiliki 7 gulungan ombak hingga 6 meter tingginya.
  • Bob Laverty dan Bill Boyum adalah orang pertama yang mempopularkan pantai dan ombak di Pantai Plengkung tahun 1972. Kemudian mereka mendirikan surf camp di sana dan akhirnya dikenal luas peselancar kelas dunia dari berbagai negara.
  • Jelasnya di sini tak cukup sinyal handphone Anda untuk aktif, tak pula terjangkau jaringan televisi, serta tidak ada pula pedagang kaki lima. Semua itu telah menjadikannya Plengkung sebagai kawasan paling ideal untuk Anda yang ingin berselancar dan benar-benar menjauh sejenak dari peradaban kota.
  • Di tempat inilah Anda bisa mengenyam sensasi lain, yakni, kicauan burung, perilaku hewan, dan gemerisik gesekan dedaunan.  
  • Hamparan pantai berpasir putih di kawasan ini diselimuti kawasan hutan yang masih alami dan jauh dari kebisingan hiruk pikuk perkotaan
  • Pukul 10 pagi, Anda dapat menonton para surfer terjun ke laut. Menyaksikan atraksi luar biasa dari kejauhan di rumah panggung yang memang disediakan bagi penonton. Sangat disarankan Anda membawa teropong agar dapat melihat para surfer beraksi karena ombak besarnya memang agak ke tengah laut. Bagi Anda yang hobi fotografi maka perlu lensa binocular tentunya di sini.
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Mengunjungi Surga Tersembunyi Di Ujung Timur Pulau Jawa Ini Jika Anda berkunjung Jawa Timur Atau Khususnya Banyuwangi Jadikanlah Pantai Plengkung sebagai destinasi wisata anda.Mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi Destinasi Wisata Dunia
,


 

Manakah Destinasi Terbaik Di Indonesia

Support : Informasi lalu Lintas | | Traffic Information Center
Copyright © 2012 - 2017. Indonesia Tourism and Travel Information - Paket Wisata - Indonesia Tour Package - TravelEsia.Us - All Logos, Trademarks and Registered Trademarks Are The Property of TravelEsia Corporation.
Website Ini Dikelola Oleh : Devisi IT TravelEsia Published by TravelEsia Tour And Travel
Proudly powered by Flight And Hotel Search Engine