Travel Information :

Showing posts with label Jambi. Show all posts
Showing posts with label Jambi. Show all posts

Taman Nasional Bukit Dua Belas : Keindahan Hutan Hujan Tropis Dataran Rendah Indonesia

Taman Nasional Bukit Dua Belas - Jambi - Taman Nasional Bukit Dua Belas Merupakan Taman Nasional Ketiga Di Provinsi Jambi Setelah Taman Nasional Berbak ,Berbeda dengan Taman Nasional Berbak dan Taman Nasional Kerinci SeblatTaman Nasional Bukit Dua Belas Memiliki Keunikan Tersendiri.Bagaimana Sahabat TravelEsia.Apakah Anda Ingin Mengenal Lebih Jauh Mengenai Keindahan Dan Keanekaragaman Taman Nasional Bukit Dua Belas Ini. TravelEsia Akan Membahasnya Untuk Anda.
Taman Nasional Bukit Dua Belas

Taman Nasional Bukit Dua Belas

merupakan salah satu kawasan hutan hujan tropis dataran rendah di Provinsi Jambi. Semula kawasan ini merupakan kawasan hutan produksi tetap, hutan produksi terbatas dan areal penggunaan lain yang digabung menjadi taman nasional. Hutan alam yang masih ada terletak di bagian Utara taman nasional ini, sedangkan yang lainnya merupakan hutan sekunder. 

Pulau Sumatera merupakan surga hutan rimba di Indonesia selain Kalimantan. Bahkan, hutan-hutan di Sumatera ini merupakan salah satu cagar biosfer penting di dunia. Hutan rimba di Sumatera memanjang dari Aceh hingga ke Lampung dan hampir semuanya berpotensi tinggi untuk industri pangan dan pariwisata.
Kawasan hutan lindung yang berada di Bukit Duabelas, Propinsi Jambi, ahkirnya ditetapkan oleh Departemen Kehutanan dan Perkebunan (Dephutbun) sebagai taman nasional. Ketetapan itu berdasarkan Keputusan Menhutbun No.258/Kpts-II/2000, tanggal 23 Agustus lalu, ditandatangani Nurmahmudi Ismail, atau sehari sebelum departemen yang dipimpinnya dipangkas menjadi Menteri Muda Kehutanan.

Keputusan itu, antara lain menyebutkan, kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas berasal dari perubahan fungsi sebagian hutan produksi terbatas Serengam Hulu seluas 20.700 ha, dan sebagian hutan produksi tetap Serengam Hilir seluas 11.400 ha, serta penunjukan sebagian areal penggunaan lain seluas 1.200 ha dan kawasan suaka alam dan pelestarian alam (cagar biosfer) seluas 27.200 ha. Dengan demikian luas Taman Nasional Bukit Dua Belas menjadi 60.500 ha. Taman Nasional Bukit Dua Belas berada di empat kabupaten (Batanghari, Sarolangun, Bungotebo dan Merangin) dan persis di tengah-tengah Propinsi Jambi.

Kehadirannya juga melengkapi tiga Taman a sionallain yang masuk dalam wilayah Propinsi Jambi: Taman Nasional Berbak, Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (sebagian masuk Riau), serta Taman Nasional Kerinci Seblat (sebagian berada di tiga propinsi lain: Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan).

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Bukit Dua Belas
Taman Nasional Bukit Dua Belas Memiliki Jenis tumbuhan yang ada antara lain bulian (Eusideroxylon zwageri), meranti (Shorea sp.), menggeris/kempas (Koompassia excelsa), jelutung (Dyera costulata), jernang (Daemonorops draco), damar (Agathis sp.), dan rotan (Calamus sp.). Terdapat kurang lebih 120 jenis tumbuhan termasuk cendawan yang dapat dikembangkan sebagai tumbuhan obat.

Taman nasional ini merupakan habitat dari satwa langka dan dilindungi seperti siamang (Hylobates syndactylus syndactylus), beruk (Macaca nemestrina), macan dahan (Neofelis nebulosa diardi), kancil (Tragulus javanicus kanchil), beruang madu (Helarctos malayanus malayanus),
kijang (Muntiacus muntjak montanus), meong congkok (Prionailurus bengalensis sumatrana), lutra Sumatera (Lutra sumatrana), ajag (Cuon alpinus sumatrensis), kelinci Sumatera (Nesolagus netscheri), elang ular bido (Spilornis cheela malayensis), dan lain-lain.

Taman Nasional Bukit Dua Belas
Jumlah sungai dan anak sungai sangat banyak yang berasal dari dalam kawasan ini (terlihat di peta seperti serabut akar), sehingga kawasan ini merupakan daerah tangkapan air terpenting bagi Daerah Aliran Sungai Batanghari.Keadaan topografi taman nasional ini datar sampai bergelombang sedang, dengan bukit/gunung seperti Bukit Suban, Sungai Punai (± 164 m. dpl), Gunung Panggang (± 328 m. dpl), dan Bukit Kuran (± 438 m. dpl).

Masyarakat asli suku Anak Dalam (Orang Rimba) telah mendiami hutan Taman Nasional Bukit Dua Belas selama puluhan tahun. Suku Anak Dalam menyebut hutan yang ada di Taman Nasional Bukit Dua Belas sebagai daerah pengembaraan; dimana mereka berinteraksi dengan alam, saling memberi, saling memelihara dan saling menghidupi. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, suku Anak Dalam melakukan kegiatan berburu babi, mencari ikan, mencari madu, dan menyadap karet untuk dijual.

Taman Nasional Bukit Dua Belas berupa perbukitan dataran rendah berada pada ketinggian ± 30 - 430 m dpl Secara geografis terletak di antara 102°31'37" - 102° 48'27" Bujur Timur dan antara 1°44'35" - 2°03'15"Lintang Selatan Secara administratif terletak di tiga wilayah kabupaten, yaitu Soralangun, Muaratebo dan Batanghari Prop. Jambi Taman Nasional Bukit Dua Belas merupakan perwakilan bagi hutan hujan tropis di provinsi Jambi. 

Taman Nasional Bukit Dua Belas
Bagian utara taman nasional ini terdiri dari hutan hujan primer, sementara sisanya merupakan hutan sekunder, sebagai akibat dari penebangan hutan Taman Nasional Bukit Duabelas dikembangkan dalam 6 sistem zonasi, yaitu Zona Inti, Zona Rimba, Zona Pemanfaatan Tradisional, Zona Pemanfaatan Terbatas, Zona Pemanfaatan Pariwisata Alam, dan Zona Rehabilitasi Taman Nasional Bukit Dua Belas merupakan kawasan lindung yang mempunyai keunikan tersendiri, karena keberadaannya tidak terlepas dengan kehidupan masyarakat tradisional Suku Kubu/Orang Rimba yang terdapat didalam dan sekitar kawasan taman nasional untuk mencari kehidupan sehari-hari seperti rotan, damar, kayu gaharu, dll 

Potensi Pariwisata

Keanekaragaman flora dan fauna serta kelangkaan tipe ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah merupakan obyek wisata yang sangat menarik. Demikian pula adanya budaya tradisional ”Orang Rimba ” memiliki nilai dan merupakan potensi wisata yang sangat tinggi. Pemanfaatan hutan melalui keanekaragaman hayati beserta keindahan bentang alam kiranya dapat memberikan andil yang besar bidang pariwisata alam dan rekreasi dalam menunjang Visit Indonesian Years.

Taman Nasional Bukit Dua Belas dilaksanakan melalui pemanfaatan secara langsung plasma nutfah, flora, fauna dan keindahan bentang alam sebagai obyek wisata alam, penelitian, pengembangan ilmu, pendidikan dan lain sebagainya. Hutan dalam kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas juga menyimpan, berbagai keunikan, keindahan dan keaslian alam yang berkualitas. 

Suku Anak dalam
Pengelolaan jasa lingkungan hutan secara optimal melalui kegiatan wisata alam memberikan peluang usaha bagi masyarakat di sekitarnya. Baik melalui jasa pemandu, pertunjukan budaya adat lokal secara tradisonal maupun bentuk kegiatan lainnya. Potensi hutan sebagai penyedia jasa lingkungan di

Selain itu merupakan tempat tinggal sekaligus tempat kehidupan Suku Anak Dalam yang masih menyimpan budaya dan adat istiadat secara tradisional. Pengelolaan kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas sebagai lokasi pariwisaya alam di Provinsi Jambi merupakan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Pengelolaan tersebut berwawasan lingkungan, secara bijaksana serta berbasis masyarakat dengan melibatkan seluruh pihak terkait. Prinsip kelestarian menjadi suatu pondasi dalam pemanfaatannya sehingga perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan dapat berjalan beriringan.

Secara garis besar, potensi pariwisata kawasan Taman Nasional Bukit Dua Belas terletak pada spektrum ekosistem kawasan yang terbentuk dari perpaduan antara alam hutan perbukitan dan sungai. Kombinasi ini memberikan nuansa lansekap alamiah yang menarik untuk dinikmat, adat istiadat, tradisi dan kearifan tradisonal komunitas Orang Rimba, Flora yang bernilai tinggi sebagai plasma nutfah, jenis-jenis yang tergolong langka dan dilindungi serta jenis-jenis yang memiliki daya tarik visual, serta biota obat hutan tropis dan pengetahuan tradisonal pengobatan mandiri komunitas Orang Rimba.

Anggrek Taman Nasional Bukit Dua Belas
Tidak Hanya Itu,Tidak kurang dari 41 jenis Anggrek dari 18 marga yang hidup di Taman Nasional Bukit Dua Belas. Plot tersebut sebagai tempat pengembangbiakan dan melestarikan jenis-jenis anggrek alam untuk kepentingan pendidikan, penelitian dan pemanfaatan jasa wisata alam. Jenis-jenis anggrek dan tanaman hias yang memiliki daya tarik visual dengan segala keindahannya tersebut, antara lain adalah Bulbophylum odoratum, Bulbophylum vaginatum, Dendrobium crumiatun, Dendrobium leonis, Dipodium scanden, Dendrobium hercoglossum, Bulbophylum purporescens, Eria bractescens, Grammatophyllum speciossum

Lokasi plot tanaman Anggrek tersebut dapat ditempuh dari Jambi dengan kendaraan roda empat selama 4,5 jam, berada di lingkungan kantor Resort Pematang Kabau, Kabupaten Tebo. Selain wisatawan dapat menikmati aneka anggrek alam, juga dapat menikmati tanaman Kantong Semar (Nephentes ampullaria) yang banyak tumbuh secara liar dan berkelompok di daerah rawa, dengan ketinggian lokasi antara 70-80 meter dpl. Lokasi ini dapat ditempuh dengan berjalan kaki dari perkampungan SAD selama 45 menit, atau 90 menit dari Centre Information Resort Pematang Kabau, Kabupatren Tebo.

Goa Tereng

Gua Tereng
Terletak di sungai Tereng, yang merupakan anak sungai Nilo dalam kawasan TNBD, dan goa tersebut banyak menyimpan keindahan dari bentukan batu kapur yang terjadi selama jutaan tahun oleh proses alam, dimana bentukan tersebut tidak dapat terulang dan memiliki kerentanan akibat pergeseran bumi di sekitarnya. Merupakan salah satu sumber mata air yang bermanfaat bagi kehidupan mahluk di sekitarnya.

Alam di sekitar sungai dan goa masih banyak menyimpan berbagai potensi keanekaragaman hayati yang belum teridentifikasi. Sehingga lokasi wisata alam tersebut sangat baik dimanfaatkan sebagai tempat penelitian maupun wisata minat khusus bagi wisatawan yang gemar akan petualangan dan tantangan. 

Alam sekitar sungai memiliki panorama yang mempesona dan menarik perhatian bagi yang mengunjungi lokasi ini. Kekhasan hutan hujan dataran rendah banyak memiliki berbagai potensi flora dan fauna endemik, diperkirakan kawasan ini masih banyak menyimpan keanekaragaman hayati yang belum teridentifikasi. Sehingga dalam pengelolaan selanjutnya sebagai wisata alam tetap perlu memperhatikan dan sesuai fungsinya, serta ramah lingkungan agar dapat bermanfaat secara optimal dan berkesinambungan.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:Taman Nasional Bukit Dua Belas baru ditunjuk sebagai taman nasional, sehingga relatif belum ada fasilitas untuk pengunjung.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Bukit Dua Belas
Untuk bisa sampai ke Taman Nasional Bukit Dua Belas, Anda harus terlebih dahulu terbang ke ibu kota Provinsi Jambi yaitu Jambi. Setiap harinya tersedia penerbangan dari Jakarta, Medan dan Batam ke Jambi. Jarak dari bandara ke Bukit Duabelas sekira 180 km dan dibutuhkan waktu untuk berkeliling selama 6 jam untuk mencapai taman.

Dari Jambi ke Pauh (menggunakan bis) melewati Muara Bulian sekitar 3 jam, dari Pauh dilanjutkan charter kendaraan ke Lubuk Jering dan Pematang Kabau sekitar 2 jam.

Untuk bisa masuk ke dalam Taman Nasional Bukit Dua Belas, Anda harus mendapatkan surat izin dari pihak penjaga taman. Jika Anda menggunakan jasa agen perjalanan maka mereka akan mengurus surat izin tersebut.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Apabila Anda ingin bermalam satu sampai tiga hari di taman nasional ini maka jangan harap untuk bisa menemukan pelayanan akomodasi selayaknya hotel. Tersedia pondok sederhana yang dapat digunakan pengunjung. Jika Anda memutuskan untuk bertemu dengan Suku Anak Dalam, Anda bisa tinggal bersama mereka untuk merasakan bagaimana hidup dengan cara mereka.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Musim kunjungan terbaik: bulan Juni s/d Oktober setiap tahunnya.

Dinyatakan ----
Ditunjuk Menteri Kehutanan dan Perkebunan
SK No.258/Kpts-II/2000 dengan luas 60.500 hektar
Ditetapkan ----
Letak Kab. Sarolangun Bangko, Kab. Bungo
Tebo dan Kab. Batanghari Provinsi Jambi
Temperatur udara 20° - 30°C
Curah hujan ----
Ketinggian tempat 50 - 400 m. dpl
Letak geografis 1°44’ - 1°58’ LS, 102°29’ - 102°49’ BT
Kantor Taman Nasional Bukit Dua Belas : Jl. Arif Rachman Hakim No.10
Telp. (0741) 667983, Jambi 36124

Know Before You Go...!!!!

  • Taman Nasional Bukit Dua Belas adalah rumah bagi Suku Anak Dalam. Jadi berkunjung ke Bukit Duabelas untuk bertemu mereka merupakan kegiatan yang menarik. Bahkan, tidak sedikit orang sengaja berkunjung ke Taman Nasionl Bukit Duabelas hanya untuk merasakan hidup bersama keseharian Suku Anak Dalam. 
  • Suku Anak Dalam diyakini merupakan orang Maalau Sesat. Keberadaan mereka di dalam hutan belantara Jambi karena melarikan diri dari serangan musuh dan keran tidak ingin dikuasai dan diperintah oleh musuh. Cerita lain menyebutkan bahwa Suku Anak Dalam berasal dari Pagaruyung yang mengungsi ke Jambi. Cerita ini didukung dengan kesamaan bahasa dan adat yang dimiliki suku ini dengan suku Pagaruyung di Minangkabau. Salah satu kesamaan adat mereka adalah sistem Matrilineal. Mereka bertahan hidup di dalam hutan dengan berburu, bercocok tanam dan memancing.
  • Saat ini, sejumlah agen perjalanan atau pariwisata di Jambi banyak yang menawarkan perjalanan ke Taman Nasional Bukit Duabelas untuk mengunjungi Suku Anak Dalam. Berikut salah satu agen perjalanan yang bisa mengantar Anda bertemu
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menjelajahi Keindahan Hutan Hujan Tropis Dataran Rendah Indonesia ini.Jika Anda Berkunjung ke provinsi jambi,Jadikanlah Taman Nasional Bukit Dua Belas , Taman Nasional Berba , Danau Gunung Tujuh , Taman Nasional Kerinci Seblat Sebagai Destinasi Wisata Anda.Mari Kita Dukung Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Dunia


Taman Nasional Berbak : Menjelajahi Hutan Rawa Terluas di Asia Tenggara

Taman Nasional Berbak - Jambi - Taman Nasional Berbak Merupakan Pembahasan TravelEsia Megazine Kali Ini.Taman Nasional Berbak Merupakan Taman Nasional yang Berfungsi Sebagai kawasan pelestarian alam untuk konservasi hutan rawa terluas di Asia Tenggara yang belum terjamah oleh eksploitasi tangan manusia.sehingga kelestarian dan kealamian alam Taman Nasional Berbak sangat luar biasa

Taman Nasional Berbak

Taman Nasional Berbak

tidak saja dilindungi secara nasional, tetapi juga secara internasional yaitu dengan ditetapkan sebagai Lahan Basah Internasional dalam Konvensi RAMSAR pada tahun 1992.Keunikannya berupa gabungan yang menarik antara hutan rawa gambut dan hutan rawa air tawar yang terbentang luas di pesisir Timur Sumatera.

Formasi geologi Taman Nasional Berbak termasuk formasi deposit alluvial. Jenis tanah organosol (gambut) yang tergenang sepanjang tahun, bersifat masam sehingga merupakan kendala besar bagi penggunaan lahan untuk kegiatan pertanian.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Berbak
Taman Nasional Berbak Memiliki Jenis tumbuhan di taman nasional antara lain meranti (Shorea sp.), dan berbagai jenis palem. Taman Nasional Berbak terkenal memiliki paling banyak jenis palem tanaman hias di Indonesia. Jenis palem tanaman hias yang tergolong langka antara lain jenis daun payung (Johanesteijmannia altifrons) serta jenis yang baru ditemukan yaitu Lepidonia kingii (Lorantaceae) yang berbunga besar dengan warna merah/ungu.

Ratusan bahkan ribuan burung migran dapat dilihat di taman nasional ini, yang dapat menimbulkan kekaguman apabila burung-burung tersebut terbang secara berkelompok.Pintu masuk bagian Barat taman nasional ini ditempuh dengan menyelusuri sungai Air Hitam Dalam. Dinamakan Air Hitam Dalam karena warna airnya hitam seperti kopi. Pada waktu air laut surut, kotoran satwa, serasah daun dan lain-lain dari dalam hutan bakau dibawa air sungai tersebut menuju Sungai Batanghari dan terus ke laut.

Fauna
Taman Nasional Berbak
Mamalia; Kawasan Berbak merupakan habitat badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), harimau Sumatera (Panthera  tigris sumatrae), tapir ( Tapirus indicus ), dan kancil ( Tragulus javanicus  ).

Burung; kurang lebih terdapat 300 jenis burung diantaranya kuntul cina ( Egretta eulophotes ), bangau tong-tong ( Leptoptilos javanicus ), raja udang-merah api ( Ceyx erithacus erithacus ), dan bebek hutan bersayap putih ( Cairina scutulata ). Ratusan bahkan ribuan burung migran dapat dilihat di taman nasional ini.

Reptil ;  Ditemukan juga kura-kura gading ( Orlitia borneensis ), dan tuntong ( Batagur baska ).

Taman Nasional Berbak tidak saja dilindungi secara nasional, tetapi juga secara internasional yaitu dengan ditetapkan sebagai Lahan Basah Internasional dalam Konvensi RAMSAR pada tahun 1992.

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
  • Air Hitam dalam : Wisatawan dapat bermalam di pondok-pondok yang ada. Pada pagi atau sore hari dapat dilakukan beberapa kegiatan diantaranya berjalan menyusuri jalan trail dalam hutan, bersampan menyusuri Sungai Air Hitam Dalam (sambil melihat-lihat satwa yang ada dikiri dan kanan sungai), memancing pada tempat yang telah disediakan (shelter/dermaga), dan melihat-lihat arboretum yaitu tempat koleksi aneka jenis tumbuhan yang ada di TN Berbak yang sengaja ditanam.
  • Taman Nasional BerbakAir Hitam Laut : Wisatawan dapat bermalam dipondok yang telah disedia-kan. Pada pagi atau sore hari dapat berjalan menyusuri jalan trail dalam hutan, bersampan menyusuri sungai air hitam laut, memancing pada tem- pat- tempat yang telah disediakan, dan melihat-lihat arboretum.
  • Sei Cemara : Merupakan pantai tempat burung-burung mencari makan. Di lokasi ini telah disediakan pondok pengamatan burung yang dilengkapi dengan teropong/binokuler serta buku referensi mengenai burung-burung pantai 
    Atraksi budaya di luar taman nasional: Parade Budaya pada bulan April di Sungai Batanghari-Muara Bulian, Jambi.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

  • Air Hitam Dalam.  Dapat ditempuh dari Jambi menuju Suak Kandis dengan jalan darat (1.5 jam), dilanjutkan dengan menggunakan speed boat menuju Air Hitam Dalam (1/2 jam), bisa juga dari Jambi menggunakan Speed Boat menuju Air Hitam Dalam (2.5 jam).
  • Taman Nasional Berbak
    Air Hitam Laut. Menggunakan jalan darat dari jambi ke Suak Kandis (1.5 jam). Dilanjutkan dengan speed boat  menyusuri sungai Batanghari menuju ke Nipah panjang (1.5 jam). Dari Nipah Panjang melalui laut menggunakan speed boat (khusus untuk dilaut) menuju Air Hitam Laut (2 jam).
  • Sie Cemara. Dari Air Hitam Laut menggunakan jalan darat (sepeda motor) menuju Sie Cemara (1 jam).
    Dari Jambi menyelusuri sungai Batanghari dengan menggunakan speed boat berbelok ke kanan menyelusuri sungai Air Hitam Dalam selama 2,5 – 3 jam, atau langsung ke Nipah Panjang selama 4-5 jam. Dari Nipah Panjang dilanjutkan ke Desa Air Hitam Laut selama 5-8 jam melalui Laut Cina Selatan (perjalanan ke Air Hitam Laut harus melihat cuaca ombak Laut Cina Selatan yang terkenal ganas).

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Di Taman Nasional Berbak tersedia fasilitas dan sarana akomodasi seperti pusat informasi, wisma tamu, WC umum, shelter, sarana peribadatan (mushola), warung makan, dan lain-lain. Selain itu, di taman nasional ini juga terdapat tenaga pemandu yang akan membantu pengunjung mengeksplorasi lebih jauh keistimewaan taman nasional ini.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Musim kunjungan terbaik: bulan Januari s/d Agustus setiap tahunnya.

PENGELOLAAN
Sejak tahun 1997 Taman Nasinal berbak dikelola oleh Balai Taman Nasional Berbak sebagai Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan konservasi Alam, Departemen Kehutanan

Alamat Pengelola
Kantor Balai Taman Nasional Berbak
Jl. Prof. Dr. Sri Sudewi M. Sofyan No. 4 JAMBI
Telp. (0741) 667983

Know Before You Go...!!!! 

  • Formasi geologi Taman Nasional Berbak termasuk formasi deposit alluvial. Jenis tanah organosol (gambut) yang tergenang sepanjang tahun, bersifat masam sehingga merupakan kendala besar bagi penggunaan lahan untuk kegiatan pertanian.
  • Topografi datar sampai agak landai.
  • ketinggian antara 0 -12,5 m di atas permukaan laut.
  • Curah hujan rata-rata 2.300 mm per tahun atau rata-rata lebih dari 200 mm per bulan dalam 5-6 bulan dan kurang dari 2 bulan rata-rata curah hujannya 100 mm per bulan.
  • Temperatur udara 25º – 28º C.
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menjelajahi Hutan Rawa Terluas di Asia Tenggara ini.Jika Anda Berkunjung ke provinsi jambi,Jadikanlah Taman Nasional Berbak Danau Gunung Tujuh , Taman Nasional Kerinci Seblat Sebagai Destinasi Wisata Anda.Mari Kita Dukung Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Dunia


Taman Nasional Kerinci Seblat : Menyelusuri Jejak Misteri Primata Langka Indonesia

Taman Nasional Kerinci Seblat - Taman Nasional Kerinci Seblat Merupakan Taman Nasional Yang berada di tiga provinsi di sumatera,yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki keunikan tersendiri di bandingkan dengan taman nasional yang ada di indonesia.di taman nasional ini banyak terdapat satwa-satwa langka endemik yang menaungui hutan Taman Nasional Kerinci Seblat
Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman Nasional Kerinci Seblat

menjadi pembahasan Sahabat TravelEsia Kali Ini.dengan tujuan menambah khasanah ilmu pengetahuan Sahabat TravelEsia mengenai keanekaragaman flora dan fauna nusantara yang terdapat di Taman Nasional Kerinci Seblat.

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) adalah area konservasi alam. Taman seluas 1.368.000 Ha (hasil tata batas) ini terletak di empat provinsi, yaitu: Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumtera Selatan.   Taman nasional ini merupakan penyatuan dari beberapa cagar alam, yaitu Inderapura dan Bukit Tapan, serta Suaka Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu Embun dan Gedang Seblat. Kawasan tersebut berfungsi  sebagai hidro-orologis yang sangat vital bagi wilayah sekitarnya. 

Sejarah Pembentukan Taman Nasional 

Taman Nasional Kerinci Seblat
Pembentukan Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan hasil dari penyatuan beberapa kawasan cagar alam Kerinci seperti: Cagar Alam Inderapura dan Bukit Tapan, Suaka Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu embun dan Gedang Seblat. Di dalam cagar alam tersebut terdapat kawasan hutan lindung dan hutan produksi.

Kawasan hutan berfungsi menghasilkan air guna memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang hidup disepanjang bantaran sungai seperti sungai Batanghari dan sungai Musi. Mengingat peran yang sangat vital dari hutan tersebut, maka pada tanggal 4 Oktober 1982 bertepatan dengan Kongres Taman Nasional Sedunia yang diadakan di Bali, pemerintah menjadikan kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai kawasan hutan lindung.

Secara geografis Taman Nasional Kerinci Seblat berada pada garis 100°31‘18″ - 102°44‘ lintang timur dan 17‘13″-326‘14″ Lintang Selatan. Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki luas 1.368.000 Ha, dengan perincian: seluas 353.780 Ha (25,86%) berada di wilayah Provinsi Sumatera Barat, 422.190 Ha (30,86%) berada di wilayah Provinsi Jambi, 310.910 Ha (22,73%) terletak di Propinsi Bengkulu; dan seluas 281.120 Ha (20,55%) terletak di Propinsi Sumatera Selatan. Wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat masuk dalam wilayah 9 Kabupaten, 43 Kecamatan dan 134 Desa di empat provinsi tersebut. Sebagian besar kawasan taman nasional ini merupakan rangkaian pegunungan Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera bagian tengah.

Topografi Taman Nasional Kerinci Seblat yang berada pada ketinggian antara 200 sampai dengan 3.805 meter dpl ini bergelombang, berlereng curam dan tajam. Sedangkan topografi taman yang relatif datar, terdapat pada ketinggian 800 meter dpl atau terdapat di daerah enclave yang berada di Kabupaten Kerinci.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Taman Nasional Kerinci Seblat
Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah sampai ekosistem sub-alpin serta beberapa ekosistem yang khas antara lain rawa gambut, rawa air tawar dan danau. 

Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki 4.000 jenis tumbuhan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae. Tumbuhan yang langka dan endemik seperti pinus kerinci (Pinus merkusii strain Kerinci), kayu pacat (Harpulia alborea), bunga raflesia (Rafflesia arnoldi dan R. hasseltii), dan bunga bangkai (Amorphophallus titanum dan A. decus-silvae).
Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki 37 jenis mamalia, 10 jenis reptilia, 6 jenis amfibia, 8 jenis primata dan 139 jenis burung.

Orang Pendek Taman Nasional Kerinci seblat
Potensi lainnya yang menarik perhatian pengunjung di taman nasional ini, seperti pengamatan suara burung rangkong (Buceros rhinoceros sumatranus) dan julang (Aceros undulatus undulatus) serta suara tawa histeri yang menakjubkan dari burung gading (Rhinoplax vigil); adanya kucing emas (Catopuma temminckii temminckii) yang sangat misterius; serta adanya misteri yang belum terpecahkan tentang sejenis satwa primata yang berjalan tegak dan cepat sekali menghilang diantara pohon, dimana masyarakat setempat menamakannya “orang pendek”.  
Di dalam Taman Nasional Kerinci Seblat terdapat beberapa tipe ekosistem hutan. Mulai dari tipe ekosistem hutan dataran rendah, sampai ekosistem sub alpin dan beberapa ekosistem khas seperti rawa gambut, rawa air tawar dan danau. Taman Nasional Kerinci Seblat juga memiliki hutan primer dengan beberapa tipe vegetasi.

Tipe vegetasi utama didominasi formasi seperti: Vegetasi dataran rendah yang berada di atas 200 sampai 600m dari permukaan laut (dpl); hutan dengan Vegetasi pegunungan/bukit yang berada pada ketinggian 600 sampai 1.500m dpl; hutan Vegetasi montana yang berada pada ketinggian 1.500 sampai 2.500 m dpl; hutan Vegetasi belukar gleichenia/paku-pakuan yang tumbuh pada ketinggian 2.500 sampai 2.800m dpl dan terakhir hutan Vegetasi sub alpine yang tumbuh pada ketingian 2.300 sampai 3.200m dpl.

Di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat secara umum tumbuh sekitar 4.000 jenis flora dari 63 famili. Jenis flora tersebut banyak terdapat di kawasan hutan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae, Leguminosae, Lauraceae, Myrtaceae, Bommacaceae, Moraceae, Anacardiaceae, Myristicaceae, Euphorbiaceae dan Meliaceae. Sedangkan pada ketinggian 500m sampai 2000m dpl, jenis flora yang tumbuh di hutan ini banyak didominasi oleh famili Fagaceae, Erycaceae dan semak-semak sub alpin dari jenis Vaccinium dan Rhododendron.

Flora Taman Nasional Kerinci Seblat
Di Taman Nasional Kerinci Seblat juga terdapat jenis vegetasi yang menjadi ciri khasnya, di antaranya adalah: Histiopteris insica (tumbuhan berpembuluh tertinggi) yang dapat dijumpai di dinding kawah Gunung Kerinci, berbagai jenis Nepenthes sp, Pinus mercusii strain Kerinci, Kayu Pacat (Harpullia arborea), Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldi), Agathis sp. Pada tahun 1993, Biological Science Club (BScC) melakukan penelitian di daerah buffer zone dan mereka menemukan 115 jenis vegetasi ethnobotanical.

Jenis vegetasi ini bisa digunakan untuk keperluan obat-obatan, kosmetik, makanan, anti nyamuk dan keperluan rumah tangga, seperti sering digunakan oleh masyarakat setempat. Sedangkan jenis fauna yang tedapat dalam Taman Nasional Kerinci Seblat tercatat 42 jenis mamalia, 10 jenis reptil, 6 jenis ampibia, 306 jenis burung dari 49 famili dan 8 jenis burung endemik.

Beberapa jenis mamalia yang bisa dijumpai di antaranya: Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrensis), Macan Dahan (Neopholis nebulosa), Harimau Loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), Kucing Emas (Felis termminnckii), Tapir (Tapirus indica), Kambing Hutan (Capricornis sumatrensis).

Fauna Taman Nasional Kerinci Seblat
Jenis amphibia antara lain: Katak Bertanduk (Mesophyrs nasuta); jenis primata: Siamang (Sympalagus syndactylus) Ungko (Hylobates agilis), Wau-wau Hitam (Hylobates lar), Simpai (Presbytis melalobates), Beruk (Macaca nemestrina) dan Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan jenis burung endemik seperti: Burung Tiung Sumatera (Cochoa becari), Burung Puyuh Gonggong (Arborophila rubirostris), Burung Celepuk (Otus stresemanni) dan Burung Abang Pipi (Laphora inornata).

Tidak hanya itu
di Lumpo Resor memiliki air terjun yang disebut Air Terjun Lumpo yang terdiri dari tiga level dan yang tertinggi sekitar 80 meter. Dari pinggiran desa Limau Gadang, perjalanan akan memakan waktu 4 jam dengan mobil sejauh 7 km ke air terjun. Bukit Bontak dan Gunung Kerinci terletak di Solok Selatan. Selain trekking, hutan yang dilindungi ini dapat juga digunakan untuk berkemah.

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Taman Nasional Kerinci Seblat
Untuk mencapai lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan beberapa alternatif: alternatif pertama, dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Jambi: perjalanan dimulai dari kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km, dengan waktu tempuh sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
  • Alternatif yang kedua dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Barat: perjalanan bisa dimulai dari kota Padang ke Tapan, kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km, dengan lama perjalanan sekitar 7 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. 
  • Alternatif ketiga dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Barat: perjalanan dimulai dari Padang ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang ke lokasi sekitar 211 km dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 5-6 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. 
  • Alternatif Keempat dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Bengkulu: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Muara Aman, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. 
  • Alternatif kelima dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Bengkulu: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Argamakmur dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. 
  • Alternatif keenam dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai dari Bengkulu ke Lubuk Linggau, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. 
  • Alternatif Ketujuh dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai dari Palembang ke Lubuk Linggau, dengan waktu tempuh sekitar 6 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi. Alternatif kedelapan dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai dari Lubuk Linggau ke Muara Rupit, kemudian ke Surulangun dan ke Napal Licin, dengan waktu tempuh selama sekitar 4 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
  • Alternatif Kesembilan melalui jalur air dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: Dari Muara Rupit ke Napal Licin membutuhkan waktu perjalanan selama sekitar 2 jam dengan menggunakan speed boad. Ongkos menuju lokasi melalui masing-masing rute tersebut masih dalam proses pengumpulan data. Dari Padang-Tapan-Sungai Penuh berjarak 278 km (7-8 jam) dengan mobil, Padang-Muaralabuh-Kersik Tuo, 211 km (5-6 jam) dengan mobil, Jambi-Sarko-Sungai Penuh, 500 km (9-10 jam) dengan mobil dan Bengkulu-Tapan-Sungai Penuh, 417 km (8-9 jam) dengan mobil.
  • Akses yang paling mudah ke Taman Nasional Kerinci Seblat adalah di Sumatera Barat tepatnya dari Painan, distrik Pesisir Selatan atau Solok Selatan. Dari bandara internasional Minangkabau, Anda harus ke Padang dahulu dan melajutkan perjalanan ke Painan dengan menyewa mobil atau menggunakan agen perjalanan dengan biaya sekitar Rp 40,00 sampai Rp 50,000. Di Painan Anda harus melapor ke Kantor Lumpo Resor, yang terletak tepat di belakang stasiun bus dan pasar. Bawa surat izin Anda dari Kantor Pusat Pengurus Taman Nasional II (PTN II) di Padang ke area konservasi (SIMAKSI)

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Taman Nasional Kerinci Seblat
Jika Anda tidak ingin bermalam di hutan, Taman Nasional Kerinci Seblat menyediakan penginapan bagi wisatawan.Di perbatasan antara desa Limau Gadang dan jalan masuk ke TNKS, ada beberapa toko-toko makanan lokal dimana Anda bisa menikmati kopi atau teh dengan makanan ringan. Jika Anda ingin tinggal di hutan, Anda harus membawa perbekalan sendiri.

Di kota Sungai Penuh (ibukota Kabupaten Kerinci), banyak hotel yang bisa ditempati oleh para wisatawan untuk menginap. Harga untuk satu kamar relatif murah dengan tarif mulai dari Rp. 50.000,00 sampai Rp.100.000,00 per malam per kamar (Februari 2008). Untuk urusan makan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.
Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi:
Danau Gunung Tujug
Gunung Kerinci. Mendaki gunung dan berkemah. Gunung Kerinci (3.805 m. dpl) merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan masih aktif.
Danau Gunung Tujuh. Melihat panorama danau, dan pengamatan satwa. Danau Gunung Tujuh merupakan danau vulkanik yang tertinggi di Sumatera (2.000 m. dpl) seluas 1.000 ha yang dikelilingi oleh tujuh buah gunung.
Goa Napal Licin dan Kasah. Melihat kompleks goa yang kaya akan stalaktit dan stalaknit
Grao Solar, Nguak dan Kunyit. Melihat semburan air panas (airnya sangat jernih) setinggi 15 meter dan pengamatan satwa.
Letter W. Melihat bunga raflesia dan bunga bangkai, serta kelinci Sumatera.
Rawa Ladeh Panjang. Penelitian dan pengamatan satwa. Wisata budaya. Melihat budaya Suku Kubu yang masih tradisional.
Atraksi budaya di luar taman nasional:Parade Budaya pada bulan November di Sungai Penuh, Budaya Melayu pada bulan Januari di Jambi, dan Festival Tabot pada bulan Juni di Bengkulu.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Musim kunjungan terbaik: bulan Januari s/d Oktober setiap tahunnya.

Know Before You Go...!!!!

  • Sebelum mengunjungi Taman Nasional Kerinci Seblat, Anda harus memegang surat izin SIMAKSI dari Kantor Pusat Pengurus Taman Nasional II (PTN II) di jalan Khatib Sulaiman no. 46 Padang. Telepon/fax: 0751-447668.
  • Jika Anda ingin berjalan-jalan di sekitar  Resor Lumpo TNKS, akan lebih menghemat waktu jika Anda bermalam di hutan jadi Anda bisa menikmati alam, flora dan fauna yang indah. Hal yang Anda harus perhatikan adalah membawa pakaian ekstra, perbekalan, tenda, penerangan dan garam untuk mencegah ular datang ke sekitar tenda, tembakau untuk melindungi Anda dari gigitan lintah dan lotion anti nyamuk. 
  • Selain lingkungannya yang sulit, akan sangat mungkin bagi Anda untuk mengunjugi Air Terjun Lumpo dan kembali di hari yang sama. Anda bisa memulai perjalanan pada pagi hari dan kembali pada malam hari.
  • Kenakanlah pakaian nyaman dan sepatu yang cocok untuk menjelajahi hutan tropis dan pedalaman Taman Nasional Kerinci Seblat.
  • Bawalah juga bekal obat-obatan terutama obat malaria.
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menyelusuri Jejak Misteri Primata Langka Indonesia.Jika Anda Berkunjung ke provinsi sumatera barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.Jadikanlah Taman Nasional Kerinci Seblat , Danau Gunung Tujuh Sebagai Destinasi Wisata Anda.Mari Kita Dukung Indonesia Sebagai Destinasi Wisata Dunia


Danau Gunung Tujuh : Menapaki Danau Kaldera Tertinggi Di Asia Tenggara

Danau Gunung Tujuh - Sahabat TravelEsia Jambi boleh bangga dengan keberadaan Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara Ini . Serta terdapat beberapa danau kecil lainnya dengan keindahan alamnya yang unik

Danau Gunung Tujuh

adalah danau yang indah dan unik di Indonesia. Danau ini berada di puncak Gunung Tujuh dan menjadi salah satu danau kaldera tertinggi di Asia Tenggara dengan luas sekira 960 hektar, panjang 4,5 km, serta lebar 3 km. Lokasinya berada di Desa Pelompek, Kecamatan Ayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Danau Gunung Tujuh terletak pada ketinggian 1.950 m dari permukan laut (dpl). Dengan ketinggian tersebut Danau Gunung Tujuh tercatat sebagai danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau ini terbentuk karena letusan Gunung Tujuh pada ratusan tahun silam. Bekas letusan tersebut membentuk sebuah kawah yang lama-kelamaan penuh terisi oleh air hujan.

Air Danau Gunung Tujuh menjadi sumber mata air dari Air Terjun Gunung Tujuh, Air Terjun Telun Berasap, dan Sungai Batang Sangir. Air Terjun Gunung Tujuh dan Air Terjun Telun Berasap ini menjadi bagian lain dari wisata andalan yang terdapat Kabupaten Kerinci.

Keberadaan danau ini beriring dengan cerita legenda masyarakat setempat sebagai tempat berdiamnya kekuatan supranatural dari dua mahluk halus yang menjaganya yaitu Lbei Sakti dan Saleh Sri Menanti dengan pengikutnya yang berwujud harimau. Penuturan lain menceritakan bahwa danau ini dihuni sepasang naga. 

Naga jantan menghuni danau dan naga betina menghuni hulu sungainya. Masyarakat Kerinci mengenali Danau Gunung Tujuh sebagai Danau Sakti. Hal tersebut dikaitkan dengan air danau yang senantiasa bersih dimana dedaunan yang jatuh dari pohon di sekitar danau tidak nampak di airnya. Sering pula diceritakan terjadi perubahan cuaca secara tiba-tiba di danau ini. Sebagian warga sekitar menyebutnya danau ini dengan nama Danau Para Dewa yang menyimpan pesona sekaligus misteri.

Mengapa Saya Harus Kesana ?

Karena letaknya di atas gunung, menjadikan suasana danau masih asri dan alami. Udara segar, panorama hijau, dan air danau yang jernih menyuguhkan keindahan yang mampu membuat Anda betah untuk berlama-lama menikmati pemandangannya. Selain sebagai tempat melepas penat dan bersantai, danau ini juga digunakan sebagai sumber mata pencaharian nelayan setempat.

Danau Gunung Tujuh adalah danau vulkanik nan menawan yang tercipta karena proses letusan gunung api yaitu Gunung Tujuh di Kabupaten Kerinci. Letusan gunung tersebut menyebabkan terbentuknya sebuah kawah besar yang kemudian terisi oleh air hujan sehingga membentuk sebuah danau. Danau Gunung Tujuh mengaliri beberapa sungai di Jambi, salah satu alirannya bermuara di Sungai Batanghari.

Danau gunung tujuh memiliki luas sekira 12.000 m² dan termasuk dalam wilayah Taman Nasional Kerinci Semblat sehingga di sini Anda berkesempatan untuk mendakinya selepas mengunjungi danau ini. Dinamai Danau Gunung Tujuh karena dikelilingi tujuh puncak gunung di sekitarnya. Gunung-gunung tersebut, yaitu: Gunung Hulu Tebo (2.525 meter), Gunung Hulu Sangir (2.330 m), Gunung Madura Besi (2.418 m), Gunung Lumut yang ditumbuhi berbagai jenis lumut (2.350 m), Gunung Selasih (2.230 m), Gunung Jar Panggang (2.469 m), dan Gunung Tujuh (2.735 m).

Tidak Hanya Itu,Kondisi alam Danau Gunung Tujuh masih asri dan belum terusik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Suasana alamnya begitu menyejukkan, panoramanya begitu indah dan alami, dan airnya begitu jernih. Kondisi ini memberikan ketentraman dan ketenangan bagi siapa saja yang mengunjunginya.

Di beberapa titik di pinggir danau ini, terdapat pasir yang terbentang menyerupai pantai. Tempat tersebut dapat digunakan oleh para wisatawan untuk berkemah sembari menanti terbitnya sang mentari dari ufuk timur. Pada saat matahari menampakkan wajahnya, para wisatawan dapat menikmati keindahan danau yang menakjubkan.

Melewati perkebunan penduduk dan hutan dengan keragaman flora dan faunanya saat menuju Danau Gunung Tujuh akan menjadi pengalaman mengesankan. Hamparan gunung terlihat indah dari kejauhan yang akan memuaskan batin Anda setelah pendakian. Di danau ini Anda bisa bersantai menikmati panorama menawan sekitar danau. 

Bagaimana Cara Saya Kesana ?

Danau Gunung Tujuh terbilang mudah dijangkau dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Kabupaten Kerinci dan Jambi. Untuk mencapai Danau Gunung Tujuh Anda membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam dari Jambi ke Kota Sungai Penuh lalu ke Desa Pelompek. 

Jarak dari Kota Sungai Penuh ke Desa Pelompek sekitar 1,5 jam atau sekira 50 km. Dari Kota Sungai Penuh menuju gerbang pos TNKS di Desa Pelompek di Kecamatan Kayu Aro berjarak sekira 35 km. Dari pintu gerbangnya, Anda perlu berjalan sekira 2 hingga 3 jam dengan kondisi jalan setapak yang landai dan menanjak.

Ada dua rute untuk menuju Danau Gunung Tujuh. Rute pertama, dari pos jaga kawasan Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak 3 km sekira 2,5 jam. Rute kedua, dari belakang wisma tamu Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak 2,5 km.

Untuk mencapai lokasi ada 3 tahap perjalanan yang mesti dilalui oleh para wisatawan. Pertama, perjalanan bisa ditempuh melalui tiga alternatif. (1) Perjalanan dari Kota Jambi ke Sungai Penuh yang berjarak sekitar 500 km, dapat ditempuh sekitar 10 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi. (2) Perjalanan dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km dapat ditempuh sekitar 7 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi. (3) Perjalanan dari Kota Padang ke Muaralabuh yang dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 211 km dapat ditempuh sekitar 5-6 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi.

Kedua, perjalanan dilanjutkan dari Sungai Penuh ke Kecamatan Kayu Aro atau tepatnya di Desa Pelompek dengan menggunakan angkutan umum. Jarak dari Sungai Penuh ke Pelompek sekitar 50 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Ketiga, dari Desa Pelompek ke lokasi Danau Gunung Tujuh, wisatawan hanya perlu berjalan kaki untuk mencapai lokasi dengan dua alternatif rute. 

(1) Dari pos jaga kawasan Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak 3 km dimana kondisi medan tidak begitu sulit dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 2,5 jam. 

(2) Dari belakang wisma tamu Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak sekitar 2,5 km dimana kondisi medan agak curam dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam.

Bagaimana Dengan Akomodasinya ?

Tidak tersedia hotel dan penginapan di sekitar Danau Gunung Tujuh tetapi Anda bisa menemukan beberapa homestay tidak jauh dari Desa Pelompek masih di lokasi Danau Gunung Tujuh. Pilihan lain adalah Anda menginap di Sungai Penuh karena di lokasi tersebut terdapat terdapat hotel kelas melati dengan pelayanan cukup baik. Harganya berkisar Rp100.000,- hingga Rp150.000,- per malam.

Bagi para wisatawan yang datang dari luar daerah dan ingin berlama-lama, dapat menginap di beberapa homestay di Desa Kersik Tuo yang tidak begitu jauh dari Desa Pelompek (lokasi danau). Sementara untuk urusan makan dan minum, para wisatawan bisa menikmati aneka masakan khas Kerinci, seperti beras payo, gulai ikan semah, dendeng bateko, kacang tojin, lemang, atau minum kopi kerinci dan teh kayu aro yang ada di Kabupaten Kerinci.

Tempat menarik lain di sekitar danau gunung tujuh yang patut untuk dikunjungi adalah Air Terjun Gunung Tujuh. Air terjun tersebut airnya berasal dari Danau Gunung Tujuh. Untuk menuju lokasinya Anda dapat menggunakan jalur setapak yang tidak jauh dari wisma peristirahatan di dekat pos jaga di kaki gunung.

Kapan Sebaiknya Saya Kesana ?

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Danau Gunung Tujuh Adalah Pada Musim Kemarau Yaitu Bulan januari Hingga Agustus.Suhu di Danau Gunung Tujuh pada siang dan malam hari tergolong dingin. Rata-rata 16º-17º C di siang hari dan 10º-11º C pada malam hari sehingga mengharuskan Anda membawa jaket apabila berkunjung ke sini. 

Know Before You Go

  • Sangat bijak bila Anda selalu menyediakan air untuk diminum dalam kemasan yang mudah dibawa.
  • Jaket hendaknya selalu dibawa dan dipakai sesuai kebutuhan karena di daerah ini udara sangat Dingin Rata-rata 16º-17º C di siang hari dan 10º-11º C pada malam hari
  • Di Danau Gunung Tujuh tidak terdapat penjual makanan karena itu ada baiknya Anda membawa perbekalan dan makanan. Terlebih apabila Anda berencana berkemah di sini. 
  • Tidak jauh dari Danau Gunung Tujuh terdapat warung yang menyediakan makanan khas Kerinci seperti beras payo, teh kayu aro, kacang tojin, gulai ikan semah, lemang, dan dendeng bateko. Anda juga bisa merasakan nikmatnya teh kayu aro di sini.
  • Untuk pengalaman kuliner yang berbeda mengapa tidak menikmati ikan air tawar hasil tangkapan dari Danau Gunung Tujuh yang cukup gurih. Nikmati ikan ini sembari menikmati panorama alam yang elok.
  • Tempat menarik lain di sekitar danau gunung tujuh yang patut untuk dikunjungi adalah Air Terjun Gunung Tujuh. Air terjun tersebut airnya berasal dari Danau Gunung Tujuh. Untuk menuju lokasinya Anda dapat menggunakan jalur setapak yang tidak jauh dari wisma peristirahatan di dekat pos jaga di kaki gunung.
Jadi bagaimana Sahabat TravelEsia Apakah Anda tertarik Untuk Menapaki Danau Kaldera Tertinggi Di Asia Tenggara Ini.Jika Anda berkunjung ke Jambi Terutama Kabupaten Kerinci,Sempatkanlah Untuk Mengunjungi Danau Gunung Tujuh sebagai destinasi wisata anda.Mari Kita Dukung Indonesia Untuk Menjadi Destinasi Wisata Dunia


Pulau Berhala : kaya akan hutan akar bahar ini menyimpan berbagai jenis terumbu karang

Pulau Berhala adalah sebuah pulau di Jambi, Indonesia[1]. Pulau ini merupakan pulau terluar Indonesia di Selat Malaka, Pulau yang kaya akan hutan akar bahar ini menyimpan berbagai jenis terumbu karang (Intertidal Coral Reef dan Karang Tengah) dalam radius 200 M dari bibir pantai yang tidak kurang dari 22 spesies dan jenis ikan karang dapat terlihat dari 11 spesies, bila anda menyelam kesana. Luasnya adalah 2,5 km². Berhala memiliki topografi bergunung dengan hutan lebat dan pantai yang putih bersih. Pada awal dan akhir tahun, pantai Pulau Berhala menjadi tempat persinggahan penyu untuk bertelur. Pulau yang kaya akan hutan akar bahar ini menyimpan berbagai jenis terumbu karang (Intertidal Coral Reef dan Karang Tengah) dalam radius 200 M dari bibir pantai yang tidak kurang dari 22 spesies dan jenis ikan karang dapat terlihat dari 11 spesies, bila anda menyelam kesana.
Nama pulau Berhala ini diambil dari nama raja Jambi dahulu yaitu Datuk Paduko Berhala yang makamnya terdapat di pulau itu.
Pulau Berhala cukup unik di lihat dari namanya saja sudah memberi kesan tersendiri. Luas pulau berkisar 2,5 Hektar. Kondisi pulau sangat alami dan belum memiliki penduduk. Saat ini pulau di jaga oleh Tentara Nasional Indonesia Angakatan Laut
Saat ini sudah terdapat fasilitas berupa resort, pemancingan, wahana untuk permainan laut maupun Hotel untuk para wisatawan yang berkunjung ke sana


Danau Kaco danau Berukuran Kecil Namun kedalamanya yang masih menjadi misteri

Danau Kaco - Danau Kaco Kerinci, wilayah kabupaten paling barat di Provinsi Jambi ini dianugerahi dengan keindahan alam yang tiada duanya. Tidak salah jika Kabupaten Kerinci diberi gelar Bumi Segepal Tanah Surga yang Tercampak ke Bumi.

Danau Kaco Danau kaco

Satu di antara keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Kerinci adalah Danau Kaco , yang terletak dalam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Danau Kaco yang memiliki luas sekitar 30 x 30 meter ini memiliki kedalaman yang masih menjadi misteri.

Meskipun memiliki kedalaman Danau Kaco air yang tidak terukur, namun dasar Danau Kaco bisa terlihat secara jelas. Ini karena warna air yang bening dan jernih serta tempat ribuan ikan semah berkembang biak. Menurut cerita warga setempat dan beberapa orang anggota pencinta alam yang pernah berkunjung ke danau tersebut, ikan yang ada di dalam danau hanya bisa ditangkap dengan menggunakan pancing. Jika hanya menggunakan peralatan lain, jangan harap bisa mendapatkan ikan.

Pernah ada warga setempat yang memasang jaring untuk menangkap ikan semah di dalam Danau Kaco, namun tak satu pun ikan didapat. Menariknya lagi, bagi pemancing yang ingin memancing di Danau Kaco, mereka harus memiliki niat yang baik. Jika tidak, maka orang itu tidak akan mendapat ikan. Selain itu, jumlah tangkapan juga tergantung pada niat pemancing. "Jika pemancing niatnya mau ikan lima ekor, maka ikan yang didapatkan saat memancing hanya lima ekor saja.

Kalaupun dapat ikan lebih banyak, maka ikan yang didapat bukan ikan semah, namun ikan lele yang sebenarnya tidak pernah terlihat dari permukaan danau," ujar Sofa, pencinta alam yang sudah beberapa kali mengunjungi danau tersebut. Selain itu, Danau Kaco juga mengeluarkan cahaya yang terang, terutama pada saat bulan purnama. "Jika berkemah di Danau Kaco, apalagi saat bulan purnama, maka pengunjung tidak membutuhkan penerangan karena air danau mengeluarkan cahaya yang cukup terang. Jika dilihat dari kejauhan, cahayanya terlihat seperti lampu yang diarahkan ke langit," katanya.


Cerita rakyat Menurut kepercayaan warga setempat, cahaya yang dikeluarkan dari dasar Danau Kaco merupakan cahaya intan yang tersimpan di dasar air. Intan tersebut dulunya disimpan oleh Raja Gagak, yang berkuasa saat itu. "Menurut cerita sesepuh desa, intan yang disimpan Raja Gagak di dasar Danau Kaco adalah intan dan emas titipan yang merupakan ikatan janji pangeran-pangeran yang ingin melamar putri Raja Gagak yang bernama Putri Napal Melintang. Semua lamaran anak raja yang ada di Kerinci diterima Raja Gagak, akhirnya ia kebingungan menerima yang mana," jelas warga Kecamatan Gunung Raya, Jon Hendri. Putri Napal Melintang sendiri, kata Jon Hendri, dikenal memiliki wajah yang sangat cantik sehingga ia disukai oleh pemuda yang ada pada zaman itu.

Bahkan, karena kecantikannya ia juga dicintai ayahnya sendiri. "Raja Gagak membawa lari putrinya beserta perhiasan emas dan intan yang dititipkan oleh para pangeran sebagai tanda janji, dan menyimpan emas dan intan tersebut di dasar danau," tambah Jon. Sampai saat ini, kata Jon Hendri, warga Kecamatan Gunung Raya, masih memercayai intan tersebut masih tersimpan di dasar danau. Beberapa tahun lalu, sempat ada warga yang ingin mencoba mengeringkan air Danau Kaco, namun nasib naas dialami warga itu. Ia meninggal karena sakit yang tak kunjung sembuh. "Percobaan pengambilan intan di dasar Danau Kaco ini telah menbuat pria bernama Lisyuar Yusuf, warga Koto Payang, meninggal dunia. Sejak itu tidak ada lagi warga yang berani mengganggu intan yang ada di dasar danau," sebut Jon Hendri.

Jalan kaki 4 jam Untuk bisa sampai ke Danau Kaco, pengunjung harus berjalan kaki selama empat jam dari Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, melintasi kawasan TNKS. Selama di perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang masih sangat asri karena dilindungi oleh warga setempat. Namun, bagi yang membawa kendaraan pribadi, mereka bisa menghemat waktu satu jam. Kendaraan hanya bisa masuk sampai ke Benteng Depati Parbo, pahlawan Kerinci yang namanya sangat terkenal. Selanjutnya perjalanan bisa dengan berjalan kaki. "Sebelum memasuki kawasan Danau Kaco, jangan lupa meminta izin terlebih dahulu pada orang adat setempat. Menurut pengakuan orang adat, kawasan Danau Kaco merupakan wilayah mereka," tambah seorang anggota pencinta alam kepada Tribun.

Keunikan lain Keunikan Danau Kaco bisa dikatakan sebagai bagian dari 15 danau di seluruh dunia yang memiliki kekhasan berbeda, di antaranya Danau Kalimutu yang memiliki warna-warna menakjubkan di Pulau Flores. Inilah danau satu-satunya di dunia yang warnanya bisa berubah-ubah setiap saat. Secara ilmiah, perubahan warna air sejumlah danau di dunia disebabkan banyak hal. Di antaranya dipengaruhi oleh kandungan mineral, jenis lumut, dan batu-batuan di dalam kawah tersebut. Selain itu, perubahan warna air danau juga sebagai dampak dari proses unsur kimia tanah. Hal ini merupakan bagian dari aktivitas gunung api.

Menurut pengamatan Kepala Balai Taman Nasional Gatot Soebiantoro, berdasarkan riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, warna sebuah danau berwarna merah karena memiliki kandungan besi yang tinggi. Sementara berwarna danau biru karena terdapat tekanan gas yang sangat tinggi.


wisata Tanggo Rajo cara lain Menikmati keindahan sungai batahari


wisata Tanggo Rajowisata Tanggo Rajo Merupakan kawasan yang sering dikunjungi sebagai tempat rekreasi keluarga untuk dapat menikmati panorama sungai Batanghari, memancing, atau menikmati jajanan di sepanjang jalan raya di pinggir sungai

Asik akhirnya hari sabtu juga, akhirnya weekend juga. Sabtu pasti identik dengan malam mingguan, bagi yang punya pasangan bisa bercanda bareng setelah seminggu sibuk dengan aktivitas masing - masing. Bagi yg 'belum' punya pasangan malam minggu adalah Family night, bisa kumpul - kumpul bareng nonton sama keluarga.
dalam rangka Exploring Jambi,  Hampir semua masyarakat Kota Jambi tahu akan kawasan wisata Tanggo Rajo atau lebih dikenal dengan nama Ancol Jambi. Mirip seperti Ancol di Jakarta, tapi bedanya ini bukan pantai ditepi laut, melainkan pemandangan spot disisi sungai Batanghari. Kita bisa melihat matahari terbenam dari sini, sambil menikmati manisnya es tebu yang banyak di jajakan. Jika malam tiba, akan banyak penjual jagung bakar dan pemandangan pun berubah dengan lampu -lampu dari seberang sungai Batanghari. Didaerah ini juga terletak rumah Dinas Gubernur Jambi. Sehingga, makanya disebut juga dengan kawasan wisata Tanggo Rajo. Tempat ini sering ramai dikunjungi walaupun bukan malam minggu.
Ketika malam tiba, akan semakin panjang pengunjung. Mulai dari yang mau 'pacaran' ataupun temen - temen dari group sepeda. Semua sama - sama menikmati keindahan sungai Batanghari dari tepi wisata Tanggo Rajo. Bagi yang tidak tahan dengan dinginnya malam banyak yang menjual jagung bakar untung sekedar mengisi perut yang kosong.
Photo by bang Balaputradewa
Yuk kita turun ke bawah, lihat lebih dekat keindahan sungai Batanghari di malam hari dari dekat.

Beberapa penjual yang berjualan
Cahaya Lampu dari Seberang
pasti sudah punya rencana masing - masing ke wisata Tanggo Rajo kan. Happy Saturday Night, Happy Weekend...


Eksotisme Sungai Batang Hari sungai terpanjang di pulau Sumatera

Sungai Batanghari - Sungai Batanghari  merupakan salah satu ikon pariwisata kota Jambi, sungai ini terletak di kota Jambi, berhulu di Sumatera Barat dan berhilir di kota Jambi, dan merupakan sungai terpanjang di Sumatera (3,322 KM).

Banyak daya tarik yang ada di Sungai Batanghari ini. Salah satunya adalah aktivitas kapal ketek yang menjadi transportasi air masyarakat asli Jambi, yakni di Seberang Kota Jambi (Sekoja).

Sungai Batanghari merupakan denyut nadi Jambi, Sebagai denyut nadi Jambi, panorama Sungai Batanghari juga bisa dijadikan salah satu alternatif lokasi kunjungan wisataSungai Batanghari merupakan sungai terpanjang di pulau Sumatera. Sungai ini adalah sungai yang hampir memotong pulau Sumatera menjadi dua bagian, jika dilihat mulai dari hulu hingga hilirnya.

Dengan panjang 3.322 km,
Sungai Batanghari memiliki panjang hampir 4 kali lipat lebih Sungai Musi.Tak hanya itu saja, sungai ini juga memiliki sejarah yang sangat banyak dan merupakan salah satu simbol kejayaan Provinsi Jambi.Sungai Batanghari memiliki hulu di Provinsi Sumatera Barat dan muaranya di Kabupaten Tanjung Jabung Timur Propinsi Jambi 


 

Manakah Destinasi Terbaik Di Indonesia

Support : Informasi lalu Lintas | | Traffic Information Center
Copyright © 2012 - 2017. Indonesia Tourism and Travel Information - Paket Wisata - Indonesia Tour Package - TravelEsia.Us - All Logos, Trademarks and Registered Trademarks Are The Property of TravelEsia Corporation.
Website Ini Dikelola Oleh : Devisi IT TravelEsia Published by TravelEsia Tour And Travel
Proudly powered by Flight And Hotel Search Engine